Friday, May 29, 2026

Kerja Sama Internasional di Liang Bua: Mahasiswa Universitas Udayana Mendapat Pengalaman Penelitian Arkeologi


 


Setiap tahun, situs arkeologi Liang Bua di Flores, Nusa Tenggara Timur menjadi titik temu bagi para peneliti dari seluruh dunia yang berupaya mengungkap bukti-bukti baru mengenai evolusi manusia dan kehidupan prasejarah di Wallacea. Diakui secara internasional sebagai lokasi penemuan Homo floresiensis, Liang Bua terus berperan sebagai salah satu lokasi penelitian arkeologi terpenting di Asia Tenggara, yang menarik kolaborasi ilmiah multidisiplin serta penyelidikan lapangan tingkat lanjut.

Penelitian tahun 2026 yang dilaksanakan pada tanggal 29 Mei hingga 29 Juli 2026, I Made Agus Julianto, S.S., M.Sc., seorang dosen dan peneliti dari Program Studi Arkeologi dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana turut berpartisipasi dalam penggalian bersama dua mahasiswa Arkeologi, yaitu Valentha Joe Trisnadjati dan Devina Anggeraini. Keterlibatan mereka mencerminkan partisipasi berkelanjutan Universitas Udayana dalam program penelitian internasional dan kolaborasi ilmiah tahunan di Liang Bua.

Penelitian ini diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Lakehead University (Kanada), University of Wollongong dan Macquarie University (Australia), serta Max Planck Institute (Jerman). Musim lapangan tahun 2026 juga melibatkan lima mahasiswa arkeologi dari tiga universitas di Indonesia (dua dari Universitas Udayana, satu dari Universitas Gadjah Mada, dan dua dari Universitas Indonesia). Kolaborasi ini menciptakan lingkungan di mana para peserta dapat bertukar pengetahuan dan pengalaman lapangan, sehingga mempererat hubungan akademis tidak hanya dengan para peneliti internasional, tetapi juga di antara program-program arkeologi terkemuka di Indonesia.

Proyek ini juga mengintegrasikan keahlian dari berbagai disiplin ilmu, termasuk Arkeologi, Biologi Molekuler, DNA Purba, Genetika Evolusioner, Paleoantropologi, dan Geokronologi, sehingga memungkinkan para peneliti untuk merekonstruksi sejarah biologis, budaya, dan lingkungan Liang Bua melalui pendekatan interdisipliner.

Selama musim penggalian, Valentha Joe Trisnadjati dan Devina Anggeraini bertugas sebagai Pengawas Unit Penggalian, mengawasi proses penggalian harian di dalam unit penggalian yang ditugaskan kepada mereka. Tanggung jawab mereka meliputi pemantauan perubahan arkeologis dan geologis yang terungkap pada setiap lapisan yang digali, memastikan prosedur penggalian dilaksanakan secara sistematis, mengoordinasikan kegiatan penggalian dengan pekerja lokal yang terlatih, serta menjaga keakuratan dokumentasi lapangan sepanjang proyek.

Selain peran pengawasan tersebut, kedua mahasiswa ini secara rutin turut serta langsung dalam proses penggalian dengan bekerja di dalam unit-unit penggalian. Mereka mendokumentasikan setiap lubang penggalian yang telah diselesaikan, mencatat profil stratigrafi dan konteks arkeologis, memberi label dan mengatalogkan bahan-bahan yang ditemukan, serta membantu dalam digitalisasi catatan penggalian harian. Mereka juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengoperasikan Total Station untuk menghasilkan dokumentasi spasial tiga dimensi berpresisi tinggi dari temuan-temuan Arkeologi.

Bekerja bersama tim Arkeologi internasional dan para ahli dari berbagai disiplin ilmu memberikan kesempatan berharga untuk mempelajari beragam metode analitis, termasuk penelitian DNA purba, genetika evolusioner, penanggalan geokronologis, dan analisis paleoantropologi. Melalui kolaborasi sehari-hari dan diskusi ilmiah, para mahasiswa memperoleh wawasan langsung tentang bagaimana penelitian multidisiplin berkontribusi pada pemahaman sejarah evolusi manusia dan pembentukan endapan arkeologis di Liang Bua.

Bagi Valentha Joe Trisnadjati dan Devina Anggeraini, berpartisipasi dalam proyek penelitian Liang Bua merupakan pengalaman akademik yang tak ternilai harganya. Selain memperkuat keterampilan teknis mereka dalam penggalian, pencatatan arkeologi, dan dokumentasi lapangan, program ini memberikan kesempatan untuk berkolaborasi dengan sesama mahasiswa arkeologi dari Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada, sehingga menciptakan lingkungan yang dinamis untuk berbagi perspektif, mendiskusikan metode arkeologi, dan saling belajar. Di saat yang sama, bekerja bersama para peneliti yang diakui secara internasional memperluas pemahaman mereka tentang penelitian arkeologi multidisiplin dan memperkuat jaringan profesional mereka. Partisipasi mereka mencerminkan komitmen berkelanjutan Universitas Udayana dalam mempersiapkan mahasiswa untuk penelitian kolaboratif baik di tingkat nasional maupun internasional.


Penutupan CCED 2026 HMPSSI FIB Unud: Sukses Gelar Perdana di Kancah Nasional

 


Rangkaian penutupan acara Competition and Charity of English Department (CCED) 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (HMPSSI FIB Unud) dan mengusung tema "Empowering Youth Cultural Creativity in the Digital Age" telah terselenggara dengan sukses dan ditutup secara resmi oleh Wakil Dekan III FIB Unud, Dr. Ni Ketut Puji Astiti Laksmi, S.S., M.Si. Bertempat di Auditorium Widya Sabha Mandala Gedung Ida Bagus Mantra Lantai III FIB Unud dan terlaksana secara hybrid, penutupan acara tahunan dari HMPSSI FIB Unud ini dihadiri oleh Dr. I Gusti Ngurah Parthama, S.S., M.Hum. selaku Koordinator Program Studi Sastra Inggris, Alfina Adelia Rochman selaku ketua HMPSSI FIB Unud,  pimpinan lembaga kemahasiswaan FIB Unud dan para peserta.

Dalam laporannya, Chloe Angelina Parengkuan selaku ketua Panitia memaparkan bahwa CCED tahun ini adalah pertama kalinya CCED terlaksana pada tingkat nasional. Kesuksesan tersebut dibuktikan melalui pelaksanaan kegiatan amal di Panti Asuhan Salam serta penyelenggaraan kompetisi pidato tingkat mahasiswa dan debat tingkat SMA/SMK secara daring diikuti oleh peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.

Puncak acara penutupan ini juga diwarnai dengan pengumuman pemenang dari kedua cabang perlombaan. Pada ajang Debate Competition, posisi pertama berhasil diraih oleh tim "OYSTERS AJI stoned 🗿🗿" yang beranggotakan Ainsly Axelia Luvena, Ivanka Tjung, dan Jimmy Lim Kai Long. Posisi 1st Runner Up ditempati oleh tim "WE HAD NOTHING TO DO THIS WEEK" dengan anggota Irawan Mulia Hakim, William Nugroho Setiyo, dan Zahra Aurelia Zainal, disusul oleh tim "DETIK DETIK SELEKSI KAB" yang beranggotakan Shafira Valeri, Cecilia Amalina, dan Zhafira Luna Adhnia sebagai 2nd Runner Up. 

Sementara itu, persaingan pada ajang Speech Competition menobatkan Fathandra Mahesa Suwardi dari Universitas Gadjah Mada sebagai peraih juara pertama. Posisi kedua sukses diraih oleh Made Pramitha Dwi Ardiantini dari Universitas Udayana, sedangkan posisi ketiga berhasil diamankan oleh Rakryan Wirabrama Satya Wisnu Putra dari Universitas Padjadjaran.

Sepanjang gelaran Debate Competition hari pertama yang terlaksana di tanggal 16 Mei 2026, peserta diuji melalui berbagai mosi kontemporer lintas disiplin. Pada babak penyisihan, perdebatan diawali dengan dilema moral prioritas keselamatan nyawa pada kendaraan otonom (Ronde 1), disusul oleh diskursus filosofis mengenai narasi cinta sebagai bentuk adaptabilitas (Ronde 2). Ketajaman analisis ekonomi peserta kemudian ditantang pada Ronde 3 yang menyoroti polemik normalisasi model bisnis "growth over profit" pada industri startup modern.

Memasuki babak penentuan di tanggal 17 Mei 2026, kompetisi berfokus pada fenomena sosial dan kajian budaya. Pada babak Semifinal, peserta ditantang untuk mengkritisi glorifikasi gaya hidup "soft life" di tengah tuntutan produktivitas generasi muda masa kini. Puncak kompetisi di babak Grand Final kemudian ditutup dengan mosi yang sangat selaras dengan diskursus keilmuan sastra, yakni penolakan terhadap kecenderungan literatur dan media arus utama dalam melabeli karakter bervisi keadilan radikal sebagai seorang penjahat (villain). Rangkaian mosi ini secara gemilang berhasil memantik nalar kritis peserta dalam merespons kompleksitas isu global.

Sementara itu, tahapan perlombaan untuk cabang  Speech Competition diawali dengan tenggat waktu pengumpulan naskah (work submission) pada tanggal 17 Mei 2026, kemudian dilanjutkan dengan periode pengumpulan video penampilan (video submission) pada 18 hingga 19 Mei 2026. Pada kategori pidato ini, para peserta dituntut untuk merumuskan gagasan kritis mereka melalui tiga pilihan sub-tema utama yang selaras dengan tema besar acara, yaitu: "Digitalizing Cultural Heritage: Youth's Role in Preserving and Promoting Culture in the Modern Era", "Preserving Culture through Digital Innovation", serta "Cultural Pride in the Age of Social Media". Pemilihan ketiga sub-tema tersebut secara khusus ditujukan untuk menggali perspektif generasi muda dalam memanfaatkan inovasi digital dan media sosial sebagai instrumen utama pelestarian identitas budaya.

Sebagai informasi kilas balik, kemeriahan penganugerahan juara ini sekaligus menjadi penutup manis dari seluruh rangkaian kompetisi CCED 2026 yang sebelumnya telah resmi dibuka pada Sabtu, 16 Mei 2026 lalu oleh Wakil Dekan III FIB Unud, Dr. Ni Ketut Puji Astiti Laksmi, S.S., M.Si. Melalui kesuksesan penyelenggaraan dari hari pertama hingga garis akhir ini, HMPSSI FIB Unud berharap momentum CCED tidak hanya menjadi ajang unjuk prestasi, tetapi juga mampu memupuk nalar kritis dan kecintaan generasi muda terhadap pelestarian budaya di tengah pusaran era digital.



Tuesday, May 26, 2026

Berbenah Pengelolaan Informasi, FIB Universitas Udayana Gelar Workshop PPID

 

Pada Selasa, 26 Mei 2026, pejabat pegawai informasi dan dokumentasi di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana berkumpul di Ruang Soekarno, Gedung Poerbatjaraka, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana guna mengikuti Workshop PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi). Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Dekanat, para Koprodi, Sub Koordinator, Koordinator Unit di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana. 


Dalam sambutannya, Dr. Ni Ketut Puji Astiti Laksmi, S.S., M.Si selaku ketua panitia workshop ini digelar guna menanggapi persoalan dan keraguan mengenai penyebaran informasi serta jenis informasi yang dapat disebarluaskan dan tidak dapat disebarluaskan. Ketua panitia berharap melalui workshop ini, narasumber dapat melihat serta mengulas apa yang sudah dikerjakan. Beliau turut menyampaikan terima kasih atas kesediaan narasumber untuk datang dan berbagi wawasan serta kepada kehadiran peserta.


Memasuki acara utama, I Kadek Surya Jayadi, S.S., M.A. selaku moderator memandu jalannya acara serta mempersilakan narasumber untuk memaparkan materi. Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes. membuka penjelasannya dengan mengingatkan akan pentingnya keterbukaan informasi. Beliau mengungkapkan bahwa publik berhak mengetahui rencana dan landasan suatu kegiatan. Dengan memberikan sosialisasi, partisipasi, dan masukan, diharapkan bahwa suatu kegiatan atau proses berjalan dengan transparan dan kredibel. Menurutnya, terdapat beberapa pihak yang turut berperan dalam hal ini: masyarakat sebagai pemohon informasi publik, Universitas Udayana sebagai badan publik, serta pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID) di bawahnya yang melakukan monitoring dan evaluasi kepada badan publik, yang dilakukan oleh komisi informasi.


Dalam pemaparan materi workshop, narasumber menyampaikan beberapa pesan terkait pengelolaan informasi. Sehubungan dengan keterbukaan informasi pada publik, beliau berpesan apabila diminta informasi, sebisa mungkin diberikan sesuai yang diketahui. Beliau turut menyampaikan agar pencatatan permintaan informasi dilakukan, seperti dalam hal waktu tanggap dan dampak pemberian informasi tersebut. Narasumber menambahkan bahwa terdapat 3 jenis data yang disampaikan: berkala, serta merta, dan setiap saat. Dalam menyajikan data-data pada website, narasumber mengingatkan bahwa data yang belum siap tidak boleh dibiarkan kosong. Melainkan,  sebaiknya diberi pengumuman bahwa data sedang disiapkan. Dalam penghujung materi, narasumber menegaskan untuk kehati-hatian dalam menangani beberapa jenis data. Hal ini patut diperhatikan agar tidak terjadi kebocoran data.


Memasuki waktu tanya jawab, beberapa pertanyaan diajukan mengenai pengelolaan informasi. Menanggapi kekhawatiran akan keamanan website dari hacking, beliau berpesan untuk memastikan kebaruan website. Pertanyaan mengenai aduan masyarakat mendapat pesan bahwa sebaiknya tidak menggunakan kontak pribadi dalam menanggapi aduan masyarakat. Sesi diskusi sekaligus mengakhiri kegiatan. Workshop ini merupakan penambahan wawasan bagi para pejabat pengelola informasi dan dokumentasi dalam pengelolaan informasi yang lebih baik.

Monday, May 25, 2026

Dorong Optimalisasi Capaian IKU 2026, FIB Unud Laksanakan Evaluasi Capaian Kinerja Triwulan I

 


Denpasar, 25 Mei 2026 - Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) melaksanakan Evaluasi Capaian Kinerja Triwulan I FIB Unud. Kegiatan yang bertempat di Ruang Sidang Dr. Ir. Soekarno Gedung Poerbatjaraka Lantai IV FIB Unud ini terlaksana secara hybrid melalui Zoom Meeting dan dihadiri oleh jajaran dekanat, seluruh koordinator program Sarjana, Magister, dan Doktor di lingkungan FIB Unud, seluruh ketua unit dibawah naungan FIB Unud, kepala tata usaha beserta para sub koordinator di lingkungan FIB Unud, beserta ketua tim Capaian Kinerja dari setiap program studi FIB Unud.

Mengawali kegiatan, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. selaku Dekan FIB Unud menekankan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk berfokus mengevaluasi capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) fakultas pada Triwulan I secara menyeluruh, mengingat pencapaian tersebut akan berdampak langsung pada penetapan remunerasi. Selain itu, Dekan juga menginstruksikan para Koordinator Program Studi untuk memahami adanya pembaruan komponen target, khususnya klasifikasi IKU wajib dan pilihan, agar seluruh pihak dapat merumuskan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang strategis dan berfokus pada pemenuhan kontrak kinerja yang telah ditetapkan oleh Rektor. 

Melanjutkan rangkaian kegiatan, Dr. I Gede Oeinada, S.S., M.Hum. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan  Perencanaan memaparkan sejumlah capaian membanggakan dalam Evaluasi Capaian Kinerja Triwulan I Tahun 2026, yang berfokus pada capaian dan rencana aksi 11 Indikator Kinerja Utama (IKU). Salah satu sorotan utama yang sangat patut dibanggakan adalah prestasi akademik fakultas, di mana 75% program studi kini telah sukses meraih akreditasi nasional "Unggul", dan 25% di antaranya juga berhasil mengantongi akreditasi internasional dari FIBAA. Di samping itu, komitmen teguh FIB dalam mewujudkan tata kelola birokrasi yang bersih dan berintegritas turut membuahkan hasil positif; FIB telah dinyatakan lolos dalam penilaian Tim Penilai Satuan Kerja (TPSK) dan Tim Penilai Internal (TPI) untuk usulan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), dan kini bersiap untuk melaju ke tahap Tim Penilai Nasional (TPN). 

Lebih lanjut, evaluasi ini juga difokuskan untuk merancang rencana aksi lanjutan bagi beberapa indikator yang masih berada dalam tahap pengumpulan data pada awal tahun ini. Pimpinan dan seluruh jajaran fakultas berfokus untuk terus menggenjot target kelulusan tepat waktu (Angka Efisiensi Edukasi), pelaksanaan tracer study untuk pelacakan alumni, mendorong prestasi mahasiswa di luar kampus, hingga mengakselerasi keterlibatan institusi dalam agenda Sustainable Development Goals (SDGs) dan publikasi riset internasional. Melalui pemantauan rasio ideal dosen-mahasiswa yang telah terpetakan dengan baik serta penerapan digitalisasi proses bisnis secara bertahap, FIB Unud optimis dapat mengoptimalkan dan melampaui seluruh target Perjanjian Kinerja di sisa tahun 2026. 

Berlanjut ke sesi diskusi, Sesi diskusi dalam rapat tersebut menyoroti sejumlah strategi dan tantangan, salah satunya pada pemenuhan IKU 1 terkait kelulusan mahasiswa tepat waktu. Merespons banyaknya mahasiswa yang sedang berproses tugas akhir, khususnya di Program Studi Sastra Inggris yang menargetkan kelulusan sekitar 140 mahasiswa pada periode ini, Dekan memberikan diskresi khusus. Ujian skripsi kini diizinkan untuk diselenggarakan di luar hari Jumat guna menyiasati banyaknya hari libur, dengan syarat penjadwalannya tidak berbenturan dengan kewajiban mengajar dosen. Terkait IKU 2 (Tracer Study), fakultas menginstruksikan tim pengelola untuk proaktif mendampingi alumni agar melaporkan total penghasilan secara utuh dan menegaskan bahwa pekerjaan yang tidak linier dengan bidang studi tetap diakui sebagai capaian fakultas. 

Selain itu, optimalisasi capaian IKU 5 di bidang kerja sama dan hilirisasi riset turut menjadi fokus. Terdapat usulan penataan tata kelola keuangan terkait keterlibatan dosen FIB sebagai tenaga ahli di instansi luar, di mana honorarium yang sebelumnya sering ditransfer ke rekening pribadi akan dikoordinasikan dengan rektorat agar dapat disalurkan melalui Virtual Account (VA) kerja sama institusi. Pimpinan fakultas juga mendorong percepatan penyelesaian administrasi kerja sama (MoU) agar segera menghasilkan luaran nyata berupa artikel ilmiah maupun buku akademik. Melalui sinergi antar unit, pemantauan rasio ideal dosen dan mahasiswa, serta pemetaan strategi yang tepat, FIB optimis dapat melampaui seluruh target Perjanjian Kinerja di tahun 2026.


Friday, May 22, 2026

Sinergi FIB Unud dan Pemkab Jembrana: Ekskavasi Arkeologi Ungkap Ragam Artefak Prasejarah di Gilimanuk

 


Gilimanuk, 22 Mei 2026—Mahasiswa Program Studi Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana melaksanakan Training Ekskavasi di Museum Manusia Purba Gilimanuk yang terlaksana dari tanggal 18-22 Mei 2026.  Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah praktikum arkeologi yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam proses penggalian, pencatatan, dokumentasi, serta analisis data arkeologi secara ilmiah di lapangan dan didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah Praktikum Arkeologi, yaitu Bapak Kristiawan, S.S., M.A., serta Bapak I Made Agus Julianto, S.S., M.Sc. untuk memastikan pelaksanaan penggalian berjalan sesuai kaidah ilmiah dan etika pelestarian situs budaya.

Rangkaian kegiatan dibuka pada hari pertama dengan agenda kunjungan museum, peninjauan area, serta acara peresmian yang turut melibatkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana. Pada tahap awal ini, mahasiswa bersama dosen pendamping juga menyepakati titik main grid yang menjadi patokan pembagian kotak galian. Memasuki tanggal 19 Mei 2026, para mahasiswa mulai mengukur sumbu X dan Y berdasarkan main grid tersebut untuk menentukan titik ekskavasi dan memulai proses penggalian. Pada hari-hari selanjutnya, ritme kegiatan dibagi menjadi dua sesi: aktivitas penggalian di lapangan sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WITA, yang kemudian dilanjutkan dengan analisis temuan awal pada malam hari bersama dosen pendamping. Rangkaian ekskavasi ini akhirnya ditutup pada hari terakhir melalui proses penggambaran stratigrafi sebagai bentuk pendokumentasian data situs. 

Sejumlah artefak bernilai sejarah berhasil diangkat dalam pelatihan ekskavasi ini. Temuan tersebut meliputi fragmen tulang manusia dan hewan, cangkang mollusca, pecahan kendi, gerabah polos dan bermotif, serta manik-manik dari berbagai material seperti batu, kaca, kerang, hingga tulang. Menariknya, penemuan manik-manik ini menjadi sorotan utama karena objek tersebut merupakan peninggalan identik dari Situs Gilimanuk. Seluruh artefak kelak akan diinventarisasi dan diteliti lebih lanjut oleh tim mahasiswa dan dosen pendamping. Setelah proses analisis rampung, benda-benda bersejarah tersebut akan dikembalikan ke museum demi kepentingan pelestarian koleksi dan data penelitian.  

Pelaksanaan ekskavasi ini turut mendapat apresiasi dari dosen pengampu mata kuliah Praktikum Arkeologi, Kristiawan, S.S., M.A., dan I Made Agus Julianto, S.S., M.Sc. Mewakili Koordinator Program Studi Arkeologi, mereka menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh, fasilitas, serta ruang belajar dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana dan Museum Manusia Purba Gilimanuk. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana serta Museum Manusia Purba Gilimanuk yang telah memberikan wadah dan fasilitas bagi mahasiswa. Kami berharap kegiatan dan kerja sama ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan oleh mahasiswa Arkeologi Universitas Udayana pada tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya. 

Lewat kegiatan turun lapang ini, mahasiswa diharapkan tidak sekadar memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan metode penelitian ekskavasi secara langsung. Praktik ini dinilai krusial untuk mengasah ketajaman analisis data sekaligus memperdalam wawasan mereka akan kekayaan arkeologi Bali, khususnya Gilimanuk yang dikenal sebagai salah satu situs prasejarah terpenting. Di samping manfaat akademis tersebut, kegiatan ini turut menjadi bentuk kontribusi nyata para mahasiswa dalam memperkaya pendataan arkeologis dan mendukung pelestarian benda cagar budaya di Museum Manusia Purba Gilimanuk. 


Tuesday, May 19, 2026

Workshop Simulasi Akreditasi dan Pembacaan LED Digelar oleh Prodi Sastra Inggris FIB Unud

 


Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana menyelenggarakan kegiatan Workshop Simulasi Akreditasi dan Pembacaan Laporan Evaluasi Diri (LED) pada 20–21 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penguatan persiapan akreditasi program studi serta peningkatan pemahaman terhadap instrumen akreditasi terbaru. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Priyono FIB Unud ini diikuti oleh Koordinator Program Studi Sastra Inggris, Dr. I Gusti Ngurah Parthama, S.S., M.Hum., Ketua TPPM Program Studi Sastra Inggris Dr. Ni Made Ayu Widiastuti, S.S, M.Hum., dan para dosen dari Program Studi Sastra Inggris sebagai bagian daryaitu i upaya persiapan menghadapi proses akreditasi program studi. 

Workshop menghadirkan Prof. Dr. Pujiharto, M.Hum. dari Universitas Gadjah Mada yang juga merupakan asesor BAN-PT. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D.. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kesiapan institusi dalam menghadapi proses akreditasi yang semakin dinamis dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan. 

Dalam pemaparannya, Prof. Pujiharto menjelaskan bahwa proses akreditasi saat ini telah menggunakan sistem SAPTO 2.0 sehingga memerlukan dukungan teknologi informasi yang kuat, terutama dalam pengelolaan data dan dokumen akreditasi. Integrasi data akademik, administrasi, serta dokumentasi berbasis digital dinilai menjadi aspek penting dalam menunjang kelancaran proses asesmen. Selain itu, beliau juga menyoroti perubahan pada kriteria penilaian akreditasi unggul yang kini terdiri atas lima kriteria utama. Oleh karena itu, tim penyusun borang dan LED diharapkan lebih cermat dalam menyusun narasi, bukti, serta keterkaitan antar indikator agar dapat memenuhi standar penilaian secara optimal.

Kegiatan workshop berlangsung secara interaktif melalui sesi simulasi, pembacaan LED, serta diskusi teknis terkait penyusunan dokumen akreditasi. Para peserta yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan tim akreditasi Program Studi Sastra Inggris mengikuti kegiatan dengan antusias guna memperkuat kesiapan menghadapi proses akreditasi mendatang.


Maknai Hari Kebangkitan Nasional, Unit Lontar Unud Konservasi Naskah Kuno Hibah dari Belanda

 


Dalam memaknai perayaan Hari Kebangkitan Nasional, Unit Lontar Universitas Udayana (ULU) mengambil langkah nyata yang bukan hanya sekadar acara seremonial, namun juga sebagai tonggak kebangkitan budaya. Langkah nyata yang diambil adalah melakukan konservasi terhadap naskah lontar kuno yang baru dipulangkan dari Belanda. Konservasi lontar kuno ini terlaksana di Ruang Penyimpanan Lontar, Gedung Prof. Dr. I Gusti Ngurah Bagus FIB Unud. Konservasi lontar kuno ini tidak hanya dikerjakan oleh tenaga ahli, namun turut melibatkan mahasiswa secara langsung dari Program Studi Sastra Jawa Kuno FIB Unud. 

Mengawali kegiatan konservasi, Dr. Putu Ari Suprapta Pratama, M.Hum. selaku Sekretaris Unit Lontar Unud menegaskan bahwa konservasi ini adalah wujud pelestarian naskah lontar Bali yang telah dipulangkan, di mana perayaan Hari Kebangkitan Nasional sangat erat kaitannya dengan aksi nyata penyelamatan naskah tersebut. Meskipun kondisi fisik naskah hibah ini secara umum tergolong baik dan terawat, tindakan konservasi berkala tetap wajib dilakukan untuk membersihkan material perusak dan memperpanjang usia fisik lontar agar dapat diteruskan ke generasi mendatang.

Fokus utama dari konservasi lontar kuno ini adalah lontar yang dihibahkan oleh David Stuart Fox, seorang mantan pustakawan dari Rijksmuseum voor Volkenkunde (Museum Etnologi Nasional) di Leiden, Belanda. Dari keseluruhan 30 lontar hibah tersebut, Tim Unit Lontar Unud bergerak secara cepat untuk memprioritaskan konservasi terhadap empat cakep lontar pada tahap awal ini. Empat cakep lontar yang memuat pengetahuan tradisional Bali yang sangat bernilai tersebut diantaranya:

  • 62 Lembar Lontar Krakah yang memuat pedoman membaca aksara suci Modre, yang dilengkapi dengan tata cara pelafalan serta simbol-simbol suci aksara Bali.

  • 48 Lembar Lontar Wariga Gemet yang memuat ilmu astronomi tradisional Bali yang berkaitan dengan perhitungan hari baik dan buruk (dewasa).

  • 15 Lembar Lontar Geguritan Dewasa yang memuat acuan krusial bagi masyarakat untuk mengukur baik atau buruknya suatu hari sebelum melangsungkan upacara keagamaan.

  • 28 Lembar Lontar Anggelar Puja Parikrama yang turut menjadi bagian penting dari koleksi naskah yang juga berhasil diselamatkan pada tahap ini.  

Dengan pelibatan mahasiswa secara langsung dalam kegiatan konservasi lontar ini, para mahasiswa memiliki kesempatan untuk mempraktikkan ilmu konservasi dan filologi secara langsung, sekaligus menumbuhkan kedekatan emosional dengan peninggalan leluhur yang sebelumnya sempat melanglang buana ke negeri kincir angin tersebut. Pemulangan puluhan naskah lontar ini pada akhirnya semakin mengukuhkan komitmen Universitas Udayana sebagai pusat kajian naskah Nusantara yang terpercaya sekaligus sebagai benteng pertahanan kebudayaan. 

Monday, May 11, 2026

Penandatanganan Kerja Sama Universitas Udayana dan Fakultas Ilmu Budaya dengan Institut Seni Indonesia Bali


Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana turut menghadiri kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama antara Universitas Udayana dengan Institut Seni Indonesia Bali yang dilaksanakan pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Rektor, Gedung Pascasarjana Lantai 1 Kampus Sudirman Denpasar dan dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kedua institusi yaitu Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Informasi, Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Plt. Kepala Biro Akademik, Kerja Sama dan Humas, Koordinator Program Studi S3 Kajian Budaya, dan Koordinator UPIKS Fakultas Ilmu Budaya.

Acara diawali dengan sambutan dari Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, ST., Ph.D. serta sambutan dari Rektor Institut Seni Indonesia Bali, Prof. Dr. I Wayan Adnyana, Sn., M.Sn. Dalam sambutannya, kedua pimpinan institusi menyampaikan pentingnya penguatan sinergi antarlembaga pendidikan tinggi dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat di Bali dan Indonesia.

Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Rektor Universitas Udayana bersama Rektor Institut Seni Indonesia Bali sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperluas jejaring kolaborasi akademik dan kelembagaan. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pelaksanaan berbagai program strategis yang mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia di bidang budaya dan seni.

Selain penandatanganan Nota Kesepahaman, dilaksanakan juga penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana dengan Pascasarjana ISI Bali. Penandatanganan PKS dilakukan oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D.  bersama Direktur Pascasarjana ISI Bali, Nyoman Dewi Pebriyani, ST. M.A., Ph.D. Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong pelaksanaan kegiatan akademik bersama, seperti penelitian kolaboratif, seminar, pertukaran narasumber, serta pengembangan kajian budaya dan seni secara berkelanjutan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata dan ramah tamah antara para peserta yang hadir. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai jalannya kegiatan sebagai simbol eratnya hubungan kerja sama antara Universitas Udayana dan Institut Seni Indonesia Bali. Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan PKS ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin produktif dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi, seni, dan budaya di Bali. 


Wednesday, May 6, 2026

Tumbuhkan Semangat untuk Melanjutkan Pendidikan,: SMK Negeri 1 Surabaya Berkunjung ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

 



Tabanan, 3 Mei 2026 - Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (HMPSSI FIB Unud) menyelenggarakan kegiatan donasi (charity) dan pengabdian masyarakat di Panti Asuhan Salam, Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini adalah salah satu rangkaian Competition and Charity of English Department (CCED) 2026 yang merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh HMPSSI FIB Unud. Program ini dilaksanakan sebagai wujud nyata dedikasi sosial HMPSSI FIB Unud untuk terjun langsung menumbuhkan solidaritas terhadap sesama. 

Turut hadir memberikan dukungan langsung dalam kegiatan ini adalah Koordinator Program Studi Sastra Inggris, Dr. I Gusti Ngurah Parthama, S.S., M.Hum., yang juga hadir mewakili Dekan FIB Unud. Kehadirannya didampingi oleh perwakilan dosen sekaligus pembina HMPSSI FIB Unud, yakni Nissa Puspitaning Adni, S.S., M.Hum., dan Putu Wahyu Widiatmika, S.S., M.Hum. 

Pemilihan Panti Asuhan Salam sebagai target penyaluran donasi didasari oleh urgensi kebutuhan di lapangan. Berbeda dengan institusi pendidikan formal yang umumnya ditopang oleh sistem pendanaan dan struktur yang stabil, panti asuhan dinilai jauh lebih esensial untuk dibantu. Hal ini mengingat tingginya ketergantungan mereka terhadap kepedulian masyarakat luas guna memenuhi kelangsungan hidup dan operasional sehari-hari.

Menariknya, rangkaian kunjungan ini tidak sebatas pada penyerahan bantuan materi. Panitia CCED 2026 turut menyelenggarakan program pengajaran bahasa Inggris yang metode pendekatannya disesuaikan dengan tingkatan usia penghuni panti. Bagi kelompok anak usia dini hingga sekolah dasar, edukasi difokuskan pada pemahaman dasar seperti pengenalan angka dan magic words (ungkapan kesopanan sehari-hari). Materi ini dikemas secara interaktif melalui ragam permainan dan ice breaking berbasis gerak fisik untuk menjaga antusiasme anak-anak. Selain itu, panitia memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai frasa bahasa Inggris yang berkaitan dengan tanggung jawab (responsibility), baik di ranah domestik, sekolah, maupun lingkungan sosial kepada kelompok usia remaja (SMP-SMA),. Sesi edukasi yang komprehensif ini kemudian ditutup dengan kehangatan permainan estafet karet yang sukses meleburkan jarak antara panitia dan adik-adik panti.

Dalam momentum pengabdian tersebut, HMPSSI FIB Unud berhasil menghimpun dan menyalurkan sejumlah donasi dari berbagai pihak. Seluruh bentuk kepedulian tersebut telah disalurkan secara strategis untuk memenuhi empat sektor krusial operasional panti, yakni: perlengkapan penunjang edukasi, perlengkapan kebersihan, fasilitas kesehatan dasar melalui pengadaan kotak P3K, serta pemenuhan pangan harian berupa paket sembako. 

Secara keseluruhan, inisiatif ini merepresentasikan komitmen dari tema besar CCED 2026, “Empowering Youth Cultural Creativity in the Digital Age”. Melalui pengabdian ini, HMPSSI FIB Unud membuktikan bahwa semangat kompetisi akademik mahasiswa Sastra Inggris dapat berjalan selaras dengan dedikasi sosial. Ke depannya, program ini diharapkan mampu memantik kesadaran kolektif agar generasi muda yang berprestasi dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia.

Sunday, May 3, 2026

HMPSSI FIB Unud Wujudkan Dedikasi Sosial Melalui Charity sebagai Rangkaian CCED 2026 di Panti Asuhan Salam

 


Tabanan, 3 Mei 2026 - Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (HMPSSI FIB Unud) menyelenggarakan kegiatan donasi (charity) dan pengabdian masyarakat di Panti Asuhan Salam, Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini adalah salah satu rangkaian Competition and Charity of English Department (CCED) 2026 yang merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh HMPSSI FIB Unud. Program ini dilaksanakan sebagai wujud nyata dedikasi sosial HMPSSI FIB Unud untuk terjun langsung menumbuhkan solidaritas terhadap sesama. 

Turut hadir memberikan dukungan langsung dalam kegiatan ini adalah Koordinator Program Studi Sastra Inggris, Dr. I Gusti Ngurah Parthama, S.S., M.Hum., yang juga hadir mewakili Dekan FIB Unud. Kehadirannya didampingi oleh perwakilan dosen sekaligus pembina HMPSSI FIB Unud, yakni Nissa Puspitaning Adni, S.S., M.Hum., dan Putu Wahyu Widiatmika, S.S., M.Hum. 

Pemilihan Panti Asuhan Salam sebagai target penyaluran donasi didasari oleh urgensi kebutuhan di lapangan. Berbeda dengan institusi pendidikan formal yang umumnya ditopang oleh sistem pendanaan dan struktur yang stabil, panti asuhan dinilai jauh lebih esensial untuk dibantu. Hal ini mengingat tingginya ketergantungan mereka terhadap kepedulian masyarakat luas guna memenuhi kelangsungan hidup dan operasional sehari-hari.

Menariknya, rangkaian kunjungan ini tidak sebatas pada penyerahan bantuan materi. Panitia CCED 2026 turut menyelenggarakan program pengajaran bahasa Inggris yang metode pendekatannya disesuaikan dengan tingkatan usia penghuni panti. Bagi kelompok anak usia dini hingga sekolah dasar, edukasi difokuskan pada pemahaman dasar seperti pengenalan angka dan magic words (ungkapan kesopanan sehari-hari). Materi ini dikemas secara interaktif melalui ragam permainan dan ice breaking berbasis gerak fisik untuk menjaga antusiasme anak-anak. Selain itu, panitia memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai frasa bahasa Inggris yang berkaitan dengan tanggung jawab (responsibility), baik di ranah domestik, sekolah, maupun lingkungan sosial kepada kelompok usia remaja (SMP-SMA),. Sesi edukasi yang komprehensif ini kemudian ditutup dengan kehangatan permainan estafet karet yang sukses meleburkan jarak antara panitia dan adik-adik panti.

Dalam momentum pengabdian tersebut, HMPSSI FIB Unud berhasil menghimpun dan menyalurkan sejumlah donasi dari berbagai pihak. Seluruh bentuk kepedulian tersebut telah disalurkan secara strategis untuk memenuhi empat sektor krusial operasional panti, yakni: perlengkapan penunjang edukasi, perlengkapan kebersihan, fasilitas kesehatan dasar melalui pengadaan kotak P3K, serta pemenuhan pangan harian berupa paket sembako. 

Secara keseluruhan, inisiatif ini merepresentasikan komitmen dari tema besar CCED 2026, “Empowering Youth Cultural Creativity in the Digital Age”. Melalui pengabdian ini, HMPSSI FIB Unud membuktikan bahwa semangat kompetisi akademik mahasiswa Sastra Inggris dapat berjalan selaras dengan dedikasi sosial. Ke depannya, program ini diharapkan mampu memantik kesadaran kolektif agar generasi muda yang berprestasi dapat terus memberikan kontribusi riil bagi masyarakat Indonesia. 


Saturday, May 2, 2026

Tingkatkan Kesadaran Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga, Tim Bina Desa Pedungan Gelar Sosialisasi dan Demonstrasi Eco Enzyme di Banjar Sawah, Pedungan

 


Denpasar, 2 Mei 2026 — Tim Bina Desa Pedungan 2026 melaksanakan kegiatan sosialisasi dan praktik langsung pengelolaan sampah organik rumah tangga melalui pembuatan eco enzyme sebagai solusi ramah lingkungan. Kegiatan yang berlangsung di Wantilan Banjar Sawah, Pedungan ini dihadiri oleh 25 orang peserta, yaitu Kepala Lingkungan Banjar Sawah Pedungan, Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta Ibu-Ibu perwakilan anggota PKK.

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah organik dapur agar dapat dimanfaatkan menjadi produk yang lebih bernilai guna. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan eco enzyme, bahan dan alat yang digunakan, tahapan pembuatan, teknik penyimpanan, serta manfaat penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh materi dipaparkan langsung oleh tim Bina Desa Pedungan 2026.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi demonstrasi pembuatan eco enzyme. Peserta terlibat langsung dalam proses pembuatan, mulai dari pencampuran limbah kulit buah dan sayur, penambahan molase dan air, hingga teknik penyimpanan yang tepat. Praktik ini dilakukan dengan pendampingan panitia guna memastikan setiap tahapan dapat dipahami dengan baik.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu menerapkan pembuatan eco enzyme secara mandiri di rumah sebagai upaya pengelolaan sampah organik. Ke depan, hasil eco enzyme yang telah dipanen direncanakan akan dimanfaatkan bersama melalui kegiatan penebaran cairan eco enzyme di sungai, parit, dan saluran air di wilayah Desa Adat Pedungan yang ditargetkan akan dilangsungkan saat masa panen eco enzyme dalam 1 bulan mendatang sebagai langkah nyata dalam mengurangi pencemaran lingkungan.



Friday, May 1, 2026

Program Studi Sastra Indonesia Selenggarakan Acara Puncak Pekan Sastra Untuk Mengenang Sastrawan Chairil Anwar

 




Pada hari Jumat, 1 Mei 2026 — Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana menggelar puncak Pekan Sastra 2026 di Auditorium Widya Sabha Mandala, Fakultas Ilmu Budaya. Kegiatan ini menjadi penutup dari seluruh rangkaian acara yang telah berlangsung sebelumnya. Pekan Sastra adalah salah satu kegiatan  rutin yang dilakukan setiap tahun oleh Program Studi Sastra Indonesia sehingga seluruh sivitas Sastra Indonesia turut memeriahkan acara ini.

Pekan Sastra 2026 yang bertema Sastra, Kritik dan Politik diselenggarakan sebagai bentuk peringatan hari wafat salah satu sastrawan besar Indonesia, Chairil Anwar . Melalui kegiatan ini, panitia berupaya menghidupkan kembali semangat berkarya dan berpikir kritis masyarakat dalam dunia sastra. 

Ketua panitia melaporkan bahwa rangkaian Pekan Sastra yang telah dilaksanakan meliputi Webinar Nasional secara daring, Lomba Baca Puisi, Lomba Kritik Sastra, serta Puncak Acara sebagai penutup  keseluruhan program. Ketua Himpunan Sastra Indonesia juga turut mengapresiasi kerja keras semua panitia yang telah mempersiapkan acara itu dalam waktu yang cukup panjang. 

Dalam sambutannya, Koordinator Program Studi Sastra Indonesia, Dr. I Gusti Ayu Agung Mas Triadnyani, S.S., M.Hum., menegaskan bahwa program studi memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan mahasiswa ini, termasuk melalui pengalokasian sebagian dana. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta, pembicara, juri, panitia, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara tersebut.

Sementara itu, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Budaya, Dr. Ni Ketut Puji Astiti Laksmi, S.S., M.Si., menyampaikan bahwa penyelenggaraan Pekan Sastra merupakan langkah yang tepat dan relevan bagi Program Studi Sastra Indonesia. Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta lomba agar tidak berkecil hati jika belum meraih kemenangan, karena keberanian untuk berpartisipasi dan mencoba sudah merupakan pencapaian yang patut diapresiasi.

Rangkaian puncak acara juga diisi dengan sharing session bersama para juri lomba baca puisi dan kritik sastra, yang memberikan evaluasi serta wawasan kepada peserta. Kegiatan ini dilanjutkan dengan penampilan kreatif dari mahasiswa lintas angkatan yang menampilkan berbagai bentuk ekspresi seni sastra, seperti Monolog, Drama, dan Bernyanyi. Sebagai klimaks, dilakukan pengumuman dan awarding pemenang lomba Pekan Sastra 2026. Momen ini menjadi bentuk apresiasi terhadap para peserta dari berbagai kalangan yang telah berpartisipasi dan menunjukkan kreativitasnya dalam bidang sastra.

Melalui kegiatan ini, Pekan Sastra 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bersama bagi masyarakat untuk mengenal, mengapresiasi, dan mengembangkan sastra Indonesia. Semangat yang diwariskan oleh Chairil Anwar diharapkan terus hidup dan menginspirasi generasi masa kini untuk berkarya dan berpikir kritis. 


FIB Unud Gelar KELIR Seri 1: Menenun Masa Depan Bahasa dan Budaya Bali di Era Digital

  Program Studi Linguistik Program Doktor Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana resmi menggelar edisi perdana Kolokium Eksplorasi Linguis...