Thursday, January 29, 2026

FIB Berpartisipasi dalam Expo Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026

 


Jimbaran, 30 Januari 2026 — Universitas Udayana menggelar Udayana Campus Expo Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026 di Gedung Auditorium Widya Sabha, Kampus Unud Jimbaran. Kegiatan ini dihadiri sekitar 1.900 siswa SMA/SMK sederajat dari seluruh Bali serta sejumlah peserta dari luar Bali. Expo ini menjadi ajang bagi calon mahasiswa untuk mengenal lebih dekat Universitas Udayana, termasuk jalur masuk, peluang beasiswa, dan kehidupan kampus. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Universitas Udayana dalam meningkatkan akses informasi pendidikan tinggi kepada generasi muda.

Seluruh fakultas di Universitas Udayana turut berpartisipasi dengan menghadirkan booth informasi, termasuk Fakultas Ilmu Budaya. Booth FIB menarik perhatian banyak siswa SMA yang aktif menanyakan informasi seputar program studi, jalur penerimaan mahasiswa baru, serta kegiatan kemahasiswaan di lingkungan FIB. Antusiasme pengunjung menunjukkan tingginya minat siswa terhadap bidang ilmu budaya dan humaniora.

Pada sesi perkenalan program studi Sosial dan Humaniora (SOSHUM), Wakil Dekan I FIB Universitas Udayana, Dr. I Gede Oeanda, S.S., M.Hum., memaparkan profil Fakultas Ilmu Budaya serta peran strategisnya dalam pengembangan ilmu budaya dan humaniora. Melalui kegiatan ini, diharapkan calon mahasiswa memperoleh gambaran yang lebih jelas dalam menentukan pilihan studi di Universitas Udayana. Pemaparan tersebut disampaikan secara interaktif sehingga memudahkan peserta dalam memahami prospek akademik dan karier lulusan FIB.


HMPSSI FIB Unud Gelar Pembukaan dan Pertemuan Peserta INDEED 2026

 


HMPSSI FIB Unud menggelar hari pembukaan dan pertemuan peserta Inauguration Day of English Department 2026 pada tanggal 29 Januari 2026 di Ruang Nusantara, Universitas Udayana. Kegiatan ini dihadiri oleh Dr. Ni Ketut Puji Astiti, S.S., M.Si selaku Wakil Dekan 3 Fakultas Ilmu Budaya, Dr. I Gusti Ngurah Parthama, S.S., M. Hum. selaku Kepala Prodi Sastra Inggris, Fina Adelia Rochman selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, Putu Wahyu Widiatmika, S.S., M.Hum. dan Gek Wulan Novi Utami, S.S., M.Hum. sebagai Pembina HMPSSI. Para jajaran dari Lembaga Kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya juga hadir di kegiatan ini. Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Panitia INDEED, Kadek Ayu Diah Kalpika Aristyanti Putri dimana dia berharap bahwa kegiatan ini bisa menyambut mahasiswa baru program studi sastra inggris dan mempererat hubungan dan solidaritas para mahasiwa sastra inggris di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Prodi Sastra Inggris Dr. I Gusti Ngurah Parthama, S.S., M. Hum. dan Wakil Dekan 3 Dr. Ni Ketut Puji Astiti, S.S., M.Si.

Kegiatan PETA (Pertemuan Peserta) dilanjutkan dengan pemaparan materi dari panitia yang membahas tentang apa itu INDEED dan kegiatan seperti 3P (Pembersihan, Pengadaan, Pengajaran)  INDEED berlangsung. Tema INDEED tahun ini adalah INDEECISION: “Begin Your Journey of Discovery, Embrace The Shine”. Peserta diberikan penugasan berupa tugas individu, kelompok, dan angkatan yang nantinya akan menjadi nilai untuk mereka nanti di INDEED. Sesi tanya jawab dimulai ketika sesi pemaparan materi telah selesai dan peserta diberikan kesempatan untuk bertanya jika ada hal yang kurang dimengerti.

Puncak kegiatan INDEED 2026 akan berlangsung selama 2 hari pada tanggal 22-23 Februari 2026 di Wisma Nangun Kerthi Bedugul, Kabupaten Buleleng, Bali. Kiranya kegiatan ini bisa menjadi wadah mahasiswa sastra inggris untuk tumbuh dan berkembang bersama serta meningkatkan solidaritas.

Mantapkan Mutu Akademik, Prodi S3 Kajian Budaya FIB Unud Jalani Asesmen Lapangan Reakreditasi

 

Program Studi S3 Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana melaksanakan Asesmen Lapangan Reakreditasi Program Studi Doktor Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana yang berlangsung pada 29–31 Januari 2026 di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana, Denpasar. Kegiatan ini merupakan tahapan penting dalam memastikan kualitas penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan standar nasional akreditasi.
Agenda pembukaan asesmen diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa saat ini terdapat 13 program kajian budaya di Indonesia, dengan enam program berada di Bali dan tujuh lainnya di luar Bali. Kondisi tersebut menunjukkan tingkat kompetisi yang sangat ketat, di mana calon mahasiswa memiliki banyak pilihan program studi. Oleh karena itu, Program Studi S3 Kajian Budaya Unud menegaskan keunikannya melalui pendekatan critical culture (budaya kritis) yang sejalan dengan visi Universitas Udayana, visi Fakultas Ilmu Budaya, dan visi program studi, serta dimasukan secara konsisten ke dalam kurikulum.
Prof. Aryawibawa menjelaskan bahwa untuk mengantisipasi persaingan yang semakin kompetitif, program studi telah melakukan analisis SWOT yang menempatkan S3 Kajian Budaya pada posisi kuadran agresif. Program studi juga telah melakukan revisi kurikulum untuk memastikan kesesuaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan mata kuliah, menetapkan jalur seleksi mahasiswa sejak 2024 melalui kombinasi by research dan by course serta jalur penuh by research, meningkatkan visibilitas melalui media sosial, menjaga komitmen pendanaan operasional, penelitian, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana, dan menjalin kerja sama dengan universitas terkemuka di luar negeri. Asesmen lapangan ini, menurutnya, bertujuan memastikan kualitas operasional, pelaksanaan Tri Dharma, serta pemenuhan sembilan kriteria akreditasi, sekaligus memohon masukan bagi pengembangan program studi dan universitas.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Rektor Universitas Udayana yang menyampaikan apresiasi kepada para asesor BAN-PT atas kesediaannya hadir di tengah agenda yang padat. Rektor menegaskan bahwa akreditasi merupakan instrumen penting dalam menjaga keberlanjutan penjaminan mutu, di mana sistem penjaminan mutu internal perlu dilengkapi dengan penilaian eksternal sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. Ia juga menekankan posisi strategis Fakultas Ilmu Budaya sebagai cikal bakal Universitas Udayana dan ujung tombak pengembangan universitas, khususnya dalam penguatan riset, budaya, dan pariwisata, serta harapan agar Program Studi S3 Kajian Budaya menjadi garda terdepan dengan dukungan publikasi bereputasi internasional.

Perwakilan asesor BAN-PT, Prof. Dr. Sarwiji Suwardi, M.Pd. dari Universitas Sebelas Maret, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dirinya bersama tim ditugaskan oleh BAN-PT untuk melaksanakan asesmen lapangan. Ia menyampaikan bahwa dokumen yang telah dikirimkan oleh program studi telah dibaca dan dicermati secara menyeluruh, serta menegaskan keterbukaan tim asesor terhadap data tambahan yang belum sempat tercantum. Selama asesmen, tim akan banyak berdialog dan berdiskusi dengan sivitas akademika guna memberikan masukan konstruktif bagi pengembangan program studi ke depan.

Sambutan asesor berikutnya disampaikan oleh Dr. Pujiharto, M.Hum. dari Universitas Gadjah Mada, yang menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam asesmen ini juga didasari pengalaman mengikuti pendirian program Kajian Budaya di UGM. Ia menyinggung dinamika awal Kajian Budaya, termasuk polemik mengenai perbedaannya dengan antropologi budaya, serta menegaskan bahwa lahirnya kajian budaya tidak terlepas dari tanggapan terhadap isu-isu nasional yang berkembang.

Rangkaian kegiatan pembukaan asesmen ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan pernyataan asesmen lapangan oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya, para asesor BAN-PT, serta didampingi oleh Rektor Universitas Udayana, Ketua UP3M, dan Koordinator Program Studi S3 Kajian Budaya. Melalui asesmen lapangan ini, Program Studi S3 Kajian Budaya diharapkan semakin memperkuat perannya dalam pengembangan kajian budaya yang kritis, relevan, dan berdampak bagi masyarakat.

Wednesday, January 28, 2026

FIB Unud Melaksanakan Sosialisasi Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa

 


Pada hari Kamis, 29 Januari 2026, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana melaksanakan Sosialisasi Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa yang bertempat di Ruang Prof. Dr. Prijono, Gedung Poerbatjaraka Lantai IV, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi, daya saing, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja sesuai dengan standar kompetensi yang berlaku. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran dekanat, narasumber, para koordinator program studi S1 FIB Unud, perwakilan dosen dari masing-masing program studi S1 FIB Unud, dan tamu undangan lainnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Dr. I Gede Oeinada, S.S., M.Hum. selaku Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Perencanaan. Beliau menyatakan komitmen FIB Unud untuk memastikan mahasiswa tidak hanya berbekal kemampuan akademik, namun juga memiliki kompetensi yang dapat diakui secara profesional. Beliau juga meneruskan pesan Dekan untuk para koordinator program studi S1 agar segera mengidentifikasi skema kompetensi yang paling relevan dengan profil lulusan masing-masing program studi dan segera menyusun langkah strategis dalam persiapan pelaksanaan sertifikasi kompetensi mahasiswa secara internal.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dr. I Nyoman Nurcaya, S.E., M.M. selaku narasumber dan Koordinator Program Studi S1 Manajemen FEB Unud, yang menjelaskan bahwa sertifikat kompetensi mahasiswa berfungsi sebagai bukti dan pengakuan atas kemampuan yang relevan dengan bidang keilmuan serta untuk meminimalkan miskonsepsi antara nilai ijazah dan pengalaman kerja. Beliau menekankan bahwa sertifikasi kompetensi memerlukan waktu, biaya, dan memiliki masa berlaku sehingga tidak dapat diterapkan secara instan. Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa hampir seluruh lulusan S1 Manajemen FEB Unud telah memiliki sertifikat kompetensi melalui berbagai upaya, seperti mewajibkan sertifikat kompetensi sebelum pengajuan dosen pembimbing atau sidang skripsi, pembaruan kurikulum, penerapan case based method dan team based project, serta kolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Manajemen dalam sosialisasi sertifikasi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung secara interaktif, dengan fokus pada upaya yang dapat dilakukan oleh masing-masing program studi dalam merancang serta mengimplementasikan skema kompetensi yang paling relevan dengan karakteristik keilmuan di lingkungan FIB Unud. Diskusi ini menjadi krusial mengingat keberagaman fokus program studi yang ada, mulai dari linguistik, penerjemahan, sejarah, antropologi, hingga sastra daerah, sehingga diperlukan pendekatan yang tepat agar sertifikasi kompetensi mampu menjawab kebutuhan akademik maupun dunia kerja secara spesifik.

Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Unud, Dr. Dra. Putu Saroyini Piartrini, M.M., Ak. menegaskan komitmen LSP Unud untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung dan memfasilitasi proses sertifikasi lulusan dari FIB Unud dan fakultas lainnya, khususnya bagi lulusan dengan konsentrasi keilmuan yang spesifik. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan skema sertifikasi yang relevan, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja serta karakteristik masing-masing bidang ilmu.


Tuesday, January 27, 2026

Meneliti “Sikap Bahasa, Motivasi, dan Prestasi Mahasiswa Asing Belajar Bahasa Indonesia pada Program BIPAS”, Anak Agung Sagung Shanti Sari Dewi Raih Gelar Doktor

 


Pada hari Rabu, 28 Januari 2026, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana kembali menyelenggarakan Sidang Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Linguistik, Program Doktor. Sidang ini berlangsung di Ruang Ir. Soekarno, Gedung Poerbatjaraka, Lantai IV, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Promovenda, Anak Agung Sagung Shanti Sari Dewi, S.S., M.Hum., M.App.Ling., mempresentasikan disertasi berjudul “Sikap Bahasa, Motivasi, dan Prestasi Mahasiswa Asing Belajar

Bahasa Indonesia pada Program In-Country Learning BIPAS Universitas Udayana–Bali”. Dalam sidang tersebut, promovenda berhasil mempertahankan disertasinya dan dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan”. Dengan kelulusan ini, beliau tercatat sebagai doktor ke-274 (dua ratus tujuh puluh empat) di Fakultas Ilmu Budaya dan doktor ke-278 (dua ratus tujuh puluh delapan) pada Program Studi Linguistik, Program Doktor, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

Pada sidang promosi doktor ini, Ketua Tim Penguji Disertasi adalah Prof. Dr. I Made Netra, S.S., M.Hum., yang didampingi oleh Prof. Dr. Dra. Ni Luh Ketut Mas Indrawati, M.A., sebagai Promotor, Prof. Drs. Ketut Artawa, M.A., Ph.D., sebagai Kopromotor I, serta Prof. Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini, S.S., M.Hum., sebagai Kopromotor II. Adapun anggota tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Dra. I Gusti Ayu Gde Sosiowati, M.A., Prof. Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum., Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D., Prof. Dr. I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini, S.S., M.Hum., dan Dr. Putu Weddha Savitri, S.S., M.Hum.

Disertasi ini dilatarbelakangi oleh pengamatan penulis terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai bahasa asing di lingkungan pariwisata Bali yang ditandai oleh dominasi bahasa Inggris sebagai lingua franca. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sikap bahasa mahasiswa asing Program BIPAS Universitas Udayana pada dimensi kognitif, afektif, dan konatif terhadap Bahasa Indonesia, serta mengkaji pengaruh lingkungan in-country learning terhadap sikap bahasa, motivasi, dan prestasi belajar mahasiswa asing. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah yang signifikan dalam bidang sosiolinguistik dan pembelajaran bahasa, baik dari aspek konseptual, metodologis, maupun praktis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap positif mahasiswa asing terhadap Bahasa Indonesia terutama terbentuk melalui pengalaman sosial dan budaya secara langsung selama mengikuti program in-country learning di Bali. Pengalaman tersebut lebih cepat memperkuat aspek afektif dan konatif dibandingkan aspek kognitif, sehingga Bahasa Indonesia lebih dipersepsikan sebagai sarana kedekatan sosial daripada sebagai bahasa yang memiliki nilai strategis global. Seiring dengan itu, motivasi belajar mahasiswa asing mengalami peningkatan yang ditandai oleh pergeseran dari motivasi instrumental menuju motivasi integratif, yang dipicu oleh kebutuhan untuk beradaptasi, berkomunikasi, dan terlibat dalam praktik budaya setempat. Namun, motivasi instrumental masih relatif rendah sehingga Bahasa Indonesia cenderung dipandang sebagai kebutuhan situasional, bukan sebagai aset jangka panjang.

Di sisi lain, dominasi bahasa Inggris dalam lingkungan sosiolinguistik Bali membatasi efektivitas pembelajaran berbasis in-country learning. Kondisi ini menyebabkan pengaruh lingkungan terhadap sikap bahasa mahasiswa tergolong lemah, yakni sebesar 24,5%, sementara pengaruhnya terhadap motivasi belajar berada pada tingkat sedang, yaitu sebesar 44,5%, namun belum optimal. Meski demikian, penelitian ini membuktikan bahwa sikap bahasa dan motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa asing, dengan sikap bahasa memberikan kontribusi yang lebih besar dibandingkan motivasi belajar. Analisis menggunakan model PLS juga menunjukkan bahwa instrumen penelitian yang digunakan memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang sangat baik, serta menegaskan sikap bahasa sebagai faktor utama dalam pencapaian akademik mahasiswa asing.

Menutup Sidang Ujian Terbuka, Prof. Dr. Dra. Ni Luh Ketut Mas Indrawati, M.A., selaku promotor, menyampaikan bahwa selama proses pembelajaran promovenda menunjukkan kemampuan berpikir kritis, keterbukaan terhadap masukan, serta kemauan yang tinggi untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan karya ilmiahnya. Hal tersebut tercermin dari perkembangan disertasi yang signifikan dari waktu ke waktu. Beliau menegaskan bahwa pencapaian gelar doktor bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab akademik yang lebih besar. Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Dra. Ni Luh Ketut Mas Indrawati, M.A., juga menyampaikan ucapan selamat kepada Program Studi Sastra Inggris atas lahirnya doktor baru di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, serta mengucapkan selamat kepada promovenda beserta keluarga. Diharapkan, promovenda dapat terus berkarya, menjunjung tinggi etika akademik, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, institusi, dan masyarakat.

Monday, January 26, 2026

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Fakultas Ilmu Budaya dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

 


Fakultas Ilmu Budaya  Universitas Udayana melaksanakan penandatanganan kerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pada Selasa, 27 Januari 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari penguatan layanan kerja sama, kehumasan, dan publikasi dalam rangka mendukung pengembangan kebahasaan dan kesastraan di Indonesia. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung penguatan bahasa dan sastra Indonesia. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan ditutup dengan sesi diskusi terkait peluang implementasi kerja sama ke depan.

Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Gedung A Lantai 2, Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin yang diwakilkan oleh Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yakni Bapak  Ganjar Harimansyah, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana Prof. I Nyoman Aryawibawa, serta Koordinator Unit Pengelola Informasi dan Kerja Sama Universitas Udayana Dr. I Gusti Agung Istri Aryani. Turut hadir pula Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali, yaitu Ibu Elis Setiati serta jajaran Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung penguatan bahasa dan sastra Indonesia. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan ditutup dengan sesi diskusi terkait peluang implementasi kerja sama ke depan.

Melalui penandatanganan kerja sama ini, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa berkomitmen untuk memperkuat sinergi dalam bidang penelitian, pengembangan, serta pendataan bahasa dan sastra. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian dan penguatan bahasa serta budaya Indonesia, sekaligus mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi secara berkelanjutan.

Sunday, January 25, 2026

Mantapkan Persiapan Reakreditasi, Prodi S3 Kajian Budaya FIB Unud Gelar Simulasi Asesmen Lapangan

 


Pada hari Senin, 26 Januari 2026, Program Studi S3 Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana terus mematangkan langkah menuju asesmen resmi. Bertempat di Ruang Ir. Soekarno, FIB Unud, kegiatan Simulasi Asesmen Lapangan Reakreditasi sukses dilaksanakan sebagai upaya memastikan kesiapan seluruh komponen akademik. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, guru besar, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan alumni dan mahasiswa.

Dalam kegiatan simulasi tersebut, Prof. Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini, S.S., M.Hum. hadir sebagai mock asesor. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah meluangkan waktu dan memberikan kontribusi maksimal. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Dekan, para guru besar, dosen, alumni, mahasiswa, hingga panitia pelaksana yang telah bekerja keras mempersiapkan simulasi ini. Dalam arahannya, Prof. Seri Malini juga mengingatkan mengenai agenda utama yang akan datang. Pembukaan resmi asesmen lapangan dijadwalkan akan berlangsung pada hari Jumat pukul 08.00 WITA di lokasi yang sama, dengan ketentuan seluruh peserta mengenakan seragam endek.

Pasca-seremoni pembukaan nantinya, dosen dan undangan prodi yang tidak terlibat langsung dapat melanjutkan agenda masing-masing. Sementara itu, mahasiswa dan alumni akan diarahkan menuju ruangan khusus untuk mengikuti rangkaian sesi berikutnya. Aspek teknis, seperti: pengaturan ruang, alur masuk, hingga manajemen transportasi asesor, koordinasi akan terus dilakukan secara ketat melalui pimpinan fakultas, Ketua P3M, koordinator program studi, dan panitia.

Melalui simulasi ini, diharapkan seluruh sistem pendukung siap menghadapi asesmen lapangan yang sesungguhnya agar berjalan tertib, efektif, dan sesuai standar yang ditetapkan. Rangkaian acara simulasi ditutup dengan harapan besar agar agenda utama reakreditasi dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.


Wednesday, January 21, 2026

Program Studi Sastra Bali Universitas Udayana melaksanakan Asesmen Lapangan Akreditasi BAN-PT

 


Denpasar – Program Studi Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana melaksanakan asesmen lapangan dalam rangka akreditasi program studi. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 22–24 Januari 2026 ini, berlangsung di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana, Denpasar. Asesmen lapangan ini menghadirkan tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), yakni Prof. Dr. Hesti Sadtyadi dan Prof. Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si., D.Phil., serta didampingi oleh Ahmad Nur Rohman sebagai pendamping dari BAN-PT.

Rangkaian kegiatan dimulai pada Kamis (22/1/2026) dengan peninjauan sarana dan prasarana. Salah satu titik krusial dalam peninjauan ini adalah Laboratorium Program Studi Sastra Bali yang sekaligus merupakan Unit Lontar Universitas Udayana. Laboratorium ini menjadi pusat aktivitas kompetensi mahasiswa dan dosen, mulai dari membaca lontar, konservasi, digitalisasi, penulisan lontar, hingga komputerisasi aksara Bali. Selain itu, laboratorium ini menjadi wadah praktik alih aksara serta alih bahasa sebagai upaya pelestarian naskah kuno.

Pembukaan asesmen secara resmi dilaksanakan pada Jumat (23/1) di Ruang Soekarno, Gedung Poerbatjaraka. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Udayana, Prof. Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr.Sc., Ph.D. Dekan FIB Unud, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D., dalam sambutannya menekankan keunikan Prodi Sastra Bali Unud. Menurutnya, prodi ini merupakan satu-satunya program studi sastra daerah Bali yang berfokus pada kajian murni keilmuan, bukan pada ranah keguruan seperti di perguruan tinggi lain. "Program Studi Sastra Bali diharapkan menjadi garda terdepan dalam dokumentasi serta pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali. Asesmen ini bertujuan memastikan kualitas pelayanan Tri Dharma Perguruan Tinggi telah sesuai dengan standar nasional," ujar Prof. Aryawibawa.

Wakil Rektor I menegaskan komitmen universitas untuk terus meningkatkan mutu tata kelola institusi. Ia berharap masukan dari para asesor dapat menjadi bahan evaluasi strategis bagi pengembangan prodi ke depan. Perwakilan asesor, Prof. Hesti Sadtyadi, menyambut baik keterbukaan pihak universitas dan berharap proses verifikasi data dapat memberikan gambaran nyata mengenai kondisi prodi. Sementara itu, Prof. I Ketut Subagiasta mengingatkan pentingnya peran Prodi Sastra Bali dalam menjaga identitas budaya di kalangan generasi muda agar bahasa Bali tetap lestari.

Proses asesmen mencakup verifikasi sembilan kriteria akreditasi, mulai dari visi misi, tata pamong, kemahasiswaan, SDM, hingga capaian luaran Tri Dharma. Selain verifikasi dokumen dan fasilitas, dilakukan pula sesi diskusi dengan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa aktif, alumni, serta pengguna lulusan yang dilakukan secara hibrida (luring dan daring). Melalui asesmen ini, Program Studi Sastra Bali diharapkan semakin kokoh dalam menjalankan fungsinya sebagai garda terdepan pelestarian identitas budaya Bali.


Peninjauan Sarana dan Prasarana sebagai Rangkaian Kegiatan Asesmen Lapangan Program Studi Sastra Bali

 



Pada Kamis, 22 Januari 2026, telah dilaksanakan kegiatan Peninjauan Sarana dan Prasarana Kampus Program Studi Sastra Bali sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Asesmen Lapangan Program Studi Sastra Bali. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan serta kelayakan fasilitas penunjang akademik, sekaligus sebagai sarana penyampaian masukan dari tim asesor kepada tim task force terkait data dan dokumen yang masih perlu dilengkapi. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Ketua UP3M Fakultas Ilmu Budaya, Koordinator Program Studi Sastra Bali, Tim Task Force, serta Panitia Asesmen Lapangan. Sarana dan prasarana kampus ditinjau oleh Prof. Dr. Hesti Sadtyadi selaku asesor.

Peninjauan diawali dari Lobby Utama Fakultas Ilmu Budaya, kemudian dilanjutkan menuju Unit Lontar Udayana (ULU), yang merupakan ruang mahasiswa Program Studi Sastra Bali untuk melaksanakan kegiatan penulisan aksara Bali di atas daun lontar sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya Bali. Selanjutnya, rombongan menuju Gedung Poerbatjaraka untuk meninjau Ruang Kelas 23 dan Ruang Kelas 24, serta Student Center dengan melewati area kantin fakultas. Rangkaian peninjauan berlanjut ke Ruang Dosen Program Studi Sastra Bali dan Ruang Program Studi sebagai pusat kegiatan akademik dan administrasi. Selanjutnya, asesor meninjau Ruang Kelas 21, Ruang Kelas 22, serta Ruang Laboratorium yang digunakan untuk mendukung proses pembelajaran. Setelah itu, rombongan diarahkan menuju Aula Widya Sabha Mandala untuk melihat fasilitas penunjang kegiatan akademik dan kemahasiswaan. Kegiatan peninjauan diakhiri dengan kunjungan ke Kampus Sudirman guna meninjau fasilitas Perpustakaan.

Setelah seluruh rangkaian peninjauan sarana dan prasarana kampus selesai dilaksanakan, Prof. Dr. Hesti Sadtyadi menyampaikan penilaian bahwa sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Program Studi Sastra Bali dinilai sangat baik dan layak, serta telah menunjang secara optimal pelaksanaan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.


Friday, January 9, 2026

FIB Unud Melaksanakan Diskusi Repatriasi Lontar

 


Pada hari Kamis, 8 Januari 2026 telah terlaksana diskusi mengenai repatriasi benda cagar budaya berupa lontar yang didonasikan oleh Universitas Leiden kepada Universitas Udayana. Diskusi ini terlaksana di Ruang Wakil Dekan I Lantai 1 Gedung Ida Bagus Mantra FIB Unud. Diskusi ini dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Perencanaan, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Koordinator Prodi Sastra Bali, Koordinator Prodi Sastra Jawa Kuno, Sekretaris Unit Lontar Udayana, dan Koordinator Prodi S3 Kajian Budaya guna membahas teknis pengembalian naskah tersebut.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unud, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. sangat mengapresiasi usaha repatriasi lontar yang dilaksanakan oleh Universitas Leiden. Beliau juga meneruskan pesan dari Rektor yang sama-sama menghargai usaha repatriasi lontar tersebut dan berharap repatriasi lontar tersebut dapat berjalan lancar. Beliau juga berharap bahwa kegiatan repatriasi lontar ini juga dapat dibarengi dengan pelaksanaan seminar mengenai lontar yang dapat diisi oleh pembicara dari Universitas Leiden.

Koordinator Prodi Sastra Jawa Kuno, Prof. Dr. Drs. I Nyoman Suarka, M.Hum. menghargai langkah yang dilaksanakan oleh pihak dari Universitas Leiden sebagai salah satu bentuk kecintaan dan pemuliaan terhadap budaya Bali. Beliau juga mengusahakan agar para pihak dari Universitas Leiden mampu mendapat penghargaan atas upaya yang telah mereka laksanakan dalam melestarikan dan menjaga budaya Bali pada acara Bulan Bahasa Bali VIII yang akan terlaksana dari tanggal 1-28 Februari 2026. Upaya ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi internasional untuk pelestarian naskah-naskah kuno Bali.

Dekan FIB UNUD Rapat Koordinasi dengan Seluruh Pegawai di Awal Tahun 2026


Mengawali Tahun 2026, dekan Fakultas Ilmu Budaya Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D.  melaksanakan rapat koordinasi dengan segenap jajaran dekanat dan seluruh tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

Sebagai pengantar, Dekan FIB menyampaikan capaian yang telah dicapai oleh fakultas melalui capaian kinerja Dekan, capaian meraih Sertifikasi Internasional FIBAA dan juga peningkatan peringkat FIB dalam pembentukan Zona Integritas. Pada capaian kinerja di fakultas telah tercapai 6 indikator dari 12 indikator yang ditetapkan. Kemudian 3 program studi telah berhasil meraih sertifikasi FIBAA yaitu Program Studi Sastra Indonesia, Program Studi Sastra Inggris, dan Program Studi Sastra Jepang. FIB memperoleh peringkat ke 2 dalam pembentukan Zona Integritas di lingkungan Universitas Udayana.  Pencapaian yang telah diperoleh selama 2025 dekan mengucapkan terimakasih atas dedikasi dan kerja keras seluruh tenaga kependidikan yang telah mendukung untuk mendapatkan raihan tersebut. Beliau berharap nama fakultas dapat dikenal luas di masyarakat hingga internasional.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya juga menyampaikan harapan serta target yang harus bisa dicapai pada tahun 2026, mulai dari pelayanan terbaik kepada mahasiswa maupun stakeholder, hingga mengimplementasikan integritas dalam setiap pekerjaan yang dilakukan. Beliau juga berharap dengan bergabungnya tenaga PPPK menggantikan tenaga kontrak di Fakultas Ilmu Budaya dihapkan menjadi dorongan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kedepannya.


Thursday, January 8, 2026

Rektor Unud Resmi Menyerahkan SK dan Melantik Koordinator Program Studi

 


Jimbaran – Rektor Universitas Udayana menyelenggarakan kegiatan penyerahan Surat Keputusan (SK) Rektor mengenai pemberhentian dan pengangkatan Koordinator Program Studi (Koprodi) di lingkungan Universitas Udayana. Acara ini bertempat di Auditorium Widya Sabha Kampus Jimbaran pada Jumat (9/1/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dewan Pengawas Universitas Udayana, Ketua dan Sekretaris Senat, Ketua Satuan Pengawas Internal, para Wakil Rektor, Dekan dan Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga, Kepala Biro, Ketua UPT dan USDI, serta para Koordinator Program Studi yang menerima SK Rektor.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Udayana Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D. menyampaikan bahwa program studi memiliki posisi sentral dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Ia menegaskan bahwa penunjukan Koordinator Program Studi tidak hanya bersifat administratif, melainkan merupakan amanah kepemimpinan akademik yang strategis untuk menjaga serta meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Rektor menjelaskan bahwa Koordinator Program Studi memegang peranan penting dalam mengoordinasikan pengelolaan akademik, memastikan pelaksanaan kurikulum yang relevan dan adaptif, serta menjamin berjalannya sistem penjaminan mutu di tingkat program studi. Ia juga menyoroti berbagai tantangan pendidikan tinggi ke depan, seperti transformasi digital, internasionalisasi, tuntutan dunia kerja, dan isu keberlanjutan, yang menuntut program studi agar semakin adaptif, kolaboratif, dan inovatif.

Lebih lanjut, Rektor mendorong para Koordinator Program Studi untuk memperkuat budaya mutu serta tata kelola akademik yang transparan dan akuntabel, mengembangkan kurikulum yang responsif terhadap perkembangan zaman dan keunggulan Universitas Udayana, meningkatkan produktivitas dosen dan mahasiswa dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta menciptakan iklim akademik yang inklusif, kolaboratif, dan beretika.

Pada kesempatan tersebut, Rektor Universitas Udayana secara resmi menyerahkan Surat Keputusan Pengangkatan Koordinator Program Studi di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas lainnya di Universitas Udayana, seperti: Dr. I Gusti Ayu Agung Mas Triadnyani, S.S., M.Hum. sebagai Koordinator Program Studi Sarjana Sastra Indonesia, Prof. Dr. Drs. I Nyoman Suarka, M.Hum. sebagai Koordinator Program Studi Sarjana Sastra Jawa Kuno, Drs. I Ketut Ngurah Sulibra, M.Hum.  sebagai Koordinator Program Studi Sarjana Sastra Bali, Dr. I Gusti Ngurah Parthama, S.S., M.Hum. sebagai Koordinator Program Studi Sarjana Sastra Inggris, Dr. Silvia Damayanti, S.S., M.Hum. sebagai Koordinator Program Studi Sarjana Sastra Jepang, Dr. Nanang Sutrisno, S.Ag., M.Si. sebagai Koordinator Program Studi Sarjana Antropologi Budaya, Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A.  sebagai Koordinator Program Studi Sarjana Sejarah, Zuraidah, S.S., M.Si. sebagai Koordinator Program Studi Sarjana Arkeologi, Prof. Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum. sebagai Koordinator Program Studi Magister Linguistik, Prof. Dr. I Made Netra, S.S., M.Hum. sebagai Koordinator Program Studi Doktor Linguistik, Dr. Drs. I Wayan Suardiana, M.Hum. sebagai Koordinator Program Studi Magister Kajian Budaya, Prof. Dr. Drs. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. sebagai Koordinator Program Studi Doktor Kajian Budaya beserta sejumlah Koordinator Program Studi lainnya

Pengangkatan Koordinator Program Studi tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Rektor Universitas Udayana setelah melalui proses seleksi dan pertimbangan yang matang, mencakup aspek kompetensi akademik, integritas, serta rekam jejak kinerja.

Sebagai penutup, Rektor Universitas Udayana menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh Koordinator Program Studi yang dilantik. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan komitmen pengabdian demi kemajuan Universitas Udayana serta kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.


Wednesday, January 7, 2026

Marcellino dari Program Studi Sastra Inggris Raih Juara 1 dalam Kejuaraan Cakra Buana Wushu Championship Tingkat Nasional 2026

 


Atlet UKM Wushu Universitas Udayana kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Cakra Buana Wushu Championship Tingkat Nasional 2026 Piala Kadisporapar Kota Malang yang berlangsung di Malang Creative Center (MCC), Kota Malang, Jawa Timur, pada 8–11 Januari 2026. Kejuaraan nasional ini diikuti oleh atlet-atlet wushu terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia dan menjadi salah satu kompetisi bergengsi dalam kalender olahraga wushu nasional. Persaingan ketat dan kualitas pertandingan yang tinggi mewarnai seluruh rangkaian kejuaraan tersebut.

Salah satu atlet yang tampil gemilang adalah Marcellino B. Hambur, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris angkatan 2022 Universitas Udayana. Ia menunjukkan performa luar biasa dengan teknik yang matang, kekuatan, serta ketepatan gerak yang konsisten sejak babak penyisihan hingga final. Berkat persiapan yang optimal dan mental bertanding yang kuat, Marcellino mampu bersaing dengan atlet-atlet senior dari berbagai daerah. Penampilannya pun mendapatkan apresiasi tinggi dari dewan juri dan penonton yang memadati arena pertandingan.

Dalam kejuaraan ini, Marcellino B. Hambur berhasil meraih Juara 1 Kelas Nan Quan Senior Putra dan Juara 1 Kelas Nandao Senior Putra. Raihan dua medali emas tersebut menjadi bukti kualitas dan dedikasi atlet UKM Wushu Universitas Udayana di tingkat nasional. Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama pribadi dan UKM Wushu, tetapi juga membawa kebanggaan bagi Program Studi Sastra Inggris serta Universitas Udayana secara keseluruhan. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan mengembangkan potensi diri di berbagai bidang.


Prestasi Juara 1 dan 2 Bela Diri Wushu Tingkat Nasional diraih I Gusti Agung Ayu Ratih Nirmala dari Program Studi Sastra Inggris Universitas Udayana

 

Kejuaraan Cakra Buana Wushu Championship Tingkat Nasional Piala Kadisporapar Kota Malang sukses digelar di Malang Creative Center (MCC), Kota Malang, Jawa Timur, pada 8–11 Januari 2026. Ajang bergengsi ini diikuti atlet-atlet wushu terbaik dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadi wadah kompetisi sekaligus pembinaan prestasi olahraga bela diri wushu di tingkat nasional. Selama empat hari pelaksanaan, para peserta mempertandingkan berbagai nomor dengan persaingan yang ketat dan sportif. Kejuaraan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Malang dalam mendorong pengembangan sport tourism dan pembinaan atlet muda berprestasi. Antusiasme peserta terlihat sangat baik sepanjang rangkaian pertandingan.

Salah satu atlet yang berhasil mencuri perhatian adalah I Gusti Agung Ayu Ratih Nirmala, mahasiswi angkatan 2023 Program Studi Sastra Inggris Universitas Udayana. Ia tampil konsisten dan meyakinkan sejak babak awal hingga final, menunjukkan penguasaan teknik, ketepatan gerak, serta ekspresi yang kuat di setiap penampilannya. Keuletan dan disiplin latihan yang dijalaninya membuahkan hasil positif dalam kejuaraan tersebut. Penampilannya mendapat apresiasi dari dewan juri maupun penonton yang menyaksikan langsung di arena pertandingan. Kepercayaan diri dan fokus tinggi menjadi kunci keberhasilannya menghadapi persaingan yang cukup ketat di tiap kelas yang diikuti.

Pada ajang ini, I Gusti Agung Ayu Ratih Nirmala berhasil meraih Juara 1 Kelas Chu Ji Nandao C Mahasiswa Putri serta Juara 2 Kelas Bagua Zhang E Putri. Prestasi tersebut menjadi pencapaian membanggakan, tidak hanya bagi dirinya pribadi, tetapi juga bagi institusi pendidikan yang diwakilinya. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Selain itu, capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu berkontribusi positif dalam mengharumkan nama kampus melalui ajang olahraga nasional. Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa keseimbangan antara pendidikan dan pengembangan minat bakat dapat menghasilkan hasil yang membanggakan.


Mahasiswa dari Program Studi Sastra Inggris Raih Prestasi di Sea Games Thailand

 

I Dewa Ayu Dara Agung Laksmi Paramitha, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris angkatan 2021, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Melalui proses seleksi dan pembinaan intensif dalam Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) yang telah diikuti sebelumnya, ia terpilih memperkuat Tim Nasional Cricket Putri Indonesia dalam rangka persiapan menghadapi SEA Games ke-33 di Thailand pada Desember 2025. Prestasi ini mencerminkan dedikasi dan komitmen tinggi Dara dalam mengembangkan potensi diri di bidang olahraga prestasi.

Keikutsertaan Dewa Ayu Dara dalam Pelatnas menjadi bekal penting dalam meningkatkan kemampuan teknik, fisik, dan mental bertanding. Program pelatihan ini dirancang untuk mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi tingkat Asia Tenggara, sekaligus membangun kekompakan tim dan strategi permainan yang matang menjelang ajang multi-event terbesar di kawasan tersebut. Selama masa Pelatnas, para atlet menjalani jadwal latihan ketat dengan pendampingan pelatih nasional dan tim pendukung profesional.

Hasil kerja keras tersebut membuahkan prestasi gemilang. Tim Cricket Putri Indonesia berhasil meraih medali perak dan medali perunggu pada cabang olahraga cricket di SEA Games ke-33 Thailand tahun 2025. Capaian ini menjadi bukti perkembangan signifikan olahraga cricket Indonesia di kancah regional serta kontribusi nyata para atlet muda yang berjuang membawa nama bangsa. Keberhasilan ini juga menunjukkan daya saing atlet Indonesia yang semakin kuat di tingkat internasional.

Prestasi yang diraih ini tidak hanya membanggakan dunia olahraga nasional, tetapi juga menjadi inspirasi bagi sivitas akademika, khususnya mahasiswa Universitas Udayana. Keberhasilan I Dewa Ayu Dara Agung Laksmi Paramitha menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menyeimbangkan prestasi akademik dan nonakademik, serta berperan aktif mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Dukungan institusi pendidikan menjadi faktor penting dalam mendorong mahasiswa berprestasi di berbagai bidang.

Outreach Manager British Council Kunjungi Universitas Udayana untuk Peluang Kerja Sama

 

Universitas Udayana melalui Kantor Urusan Internasional (KUI) menggelar rapat koordinasi sebagai bagian dari persiapan kunjungan Director of Education and Partnership sekaligus Director of English Language Program dari British Embassy. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyambut kunjungan resmi perwakilan British Embassy ke Universitas Udayana yang bertujuan memperkuat hubungan dan peluang kerja sama internasional.

Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan pada Selasa, 6 Januari 2026, bertempat di Kantor Urusan Internasional Universitas Udayana, Agrokompleks Kampus Sudirman. Kegiatan ini melibatkan KUI, British Council, serta British Embassy, para Koordinator UPIKS di masing-masing Fakultas Universitas Udayana maupun Dekan dan perwakilannya dengan fokus pembahasan pada agenda kegiatan kunjungan, potensi kerja sama akademik, serta kolaborasi strategis antara Universitas Udayana dan sejumlah universitas di Inggris. Ibu Winda Listiyani Outreach Manager British Council hadir dalam acara tersebut yang memfasilitasi kebutuhan Unud dengan Universitas di UK melalui British Embassy dan British Council.

Setiap fakultas di Universitas Udayana mempresentasikan kerja sama mereka dengan partner universitas termasuk UK (United Kingdom), menyampaikan keunggulan masing-masing fakultas, dan kendala kerja sama dengan UK. Sedangkan, pihak British Council menyampaikan program yang ditawarkan untuk kerja sama ke depannya. Pembahasan peluang kerja sama institusional, rapat juga menitikberatkan pada koordinasi teknis pelaksanaan kunjungan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan optimal. Keterlibatan para dekan dan pimpinan pascasarjana melalui unit pengelola kerja sama diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas fakultas dalam mendukung internasionalisasi Universitas Udayana.

Melalui rapat koordinasi ini, Universitas Udayana menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jejaring global dan meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, serta pengembangan sumber daya manusia. Kunjungan British Embassy diharapkan menjadi momentum strategis dalam membuka peluang kerja sama berkelanjutan yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Inggris, khususnya di bidang Pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.


Program Studi Ilmu Sejarah FIB Unud Menerima Kunjungan dari UIN Syekh Wasil Kediri

 

Pada hari Selasa, 30 Desember 2025 Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana menerima kunjungan dari Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri. Kunjungan ini terlaksana di Ruang Sidang Senat Lantai 3 Gedung Poerbatjaraka FIB Unud. Kunjungan ini dilaksanakan sebagai benchmarking dalam usaha pengembangan lembaga dan penguatan jaringan dari UIN Syekh Wasil Kediri.

Kunjungan ini dihadiri oleh jajaran dekanat yang diwakili oleh Prof. Dr. Dra. Ni Ketut Ratna Erawati, M.Hum. sebagai Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan, koordinator program studi Ilmu Sejarah beserta para dosen Ilmu Sejarah, ketua UPIKS, kepala tata usaha FIB Unud, Dari pihak UIN Syekh Wasil Kediri, kunjungan ini dihadiri oleh H. Husnu Rofik, S.Pd., M.M. sebagai Kepala Bagian, Dion Ekha Sanjaya, S.IP. sebagai Kepala Sub Bagian Akademik Kemahasiswaan, Uswatu Khitotin, S.H., sebagai Analis Pengelolaan Keuangan APBN, Muhammad Lukman Chakim, M.H., sebagai Bendahara, dan M. Ibrahim Khalilullah, S.IP. sebagai Perencana.

H. Husnu Rofik, S.Pd., M.M. selaku salah satu perwakilan UIN Syekh Wasil Kediri dalam sambutannya berharap bahwa kunjungan kerja ini mampu menjadi tempat untuk FUDA UIN Syekh Wasil Kediri belajar dan berbagi pengalaman satu sama lain dengan pihak FIB Unud, serta dengan kunjungan ini dapat menjadi salah satu upaya membangun silaturahmi antara FIB Unud dan FUDA UIN Syekh Wasil Kediri. Harapan ini turut diamini oleh Prof. Dr. phil. I Ketut Ardhana, M.A. dengan bercerita mengenai cikal bakal kerajaan di Bali yang berasal dari Kediri, Jawa Timur.

Kunjungan dilanjutkan dengan sesi penyerahan plakat dari pihak UIN Syekh Wasil Kediri kepada FIB Unud dan sesi foto bersama. Sesudah penyerahan plakat, kunjungan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Sesi diskusi dimulai dengan pemaparan mengenai struktur organisasi FIB Unud yang dijelaskan oleh Prof. Dr. Dra. Ni Ketut Ratna Erawati, M.Hum. sebagai Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan. Seusai pemaparan struktur organisasi FIB Unud, dilanjutkan dengan pemaparan mengenai struktur organisasi di Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Syekh Wasil Kediri yang dipaparkan oleh H. Husnu Rofik, S.Pd., M.M. Diskusi dilanjutkan dengan sharing session dari kedua belah pihak mengenai tata kelola serta alur kerja di masing-masing fakultas dengan harapan untuk bisa saling berbagi pengalaman dan ilmu yang bisa diimplementasikan di masa yang akan datang.


FIB Unud Gelar KELIR Seri 1: Menenun Masa Depan Bahasa dan Budaya Bali di Era Digital

  Program Studi Linguistik Program Doktor Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana resmi menggelar edisi perdana Kolokium Eksplorasi Linguis...