Pada 23 Desember 2025 Fakultas
Ilmu Budaya Universitas Udayana menyelenggarakan kegiatan Refleksi Akhir Tahun
2025 di Auditorium Widya Sabha Mandala. Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi
kinerja sepanjang tahun sekaligus momentum konsolidasi dan penyamaan visi
sivitas akademika dalam menyongsong tahun mendatang.
Acara dibuka dengan menyanyikan
lagu Indonesia Raya, doa, serta sambutan dari Ketua dan Sekretaris Senat
Fakultas Ilmu Budaya. Dalam sambutannya, pimpinan senat menyampaikan apresiasi
atas berbagai capaian fakultas selama tahun 2025, sekaligus menekankan
pentingnya refleksi sebagai sarana menjaga kesinambungan akademik dan
kebersamaan seluruh unsur fakultas. Disampaikan pula bahwa dalam beberapa bulan
ke depan akan berlangsung proses regenerasi kepemimpinan senat, sehingga
diperlukan kesiapan dan partisipasi aktif seluruh sivitas akademika, termasuk
dosen-dosen muda.
Melalui laporan refleksi akhir
tahun, pimpinan fakultas memaparkan berbagai program strategis yang telah dan
sedang dijalankan, di antaranya penguatan Zona Integritas, peningkatan kerja
sama nasional dan internasional, pengembangan program internasional tanpa agen,
serta upaya pembukaan program studi baru. Fakultas Ilmu Budaya juga
mengembangkan dua program internasional unggulan, yaitu Udayana Balinese
Cultural Immersion Program dalam bentuk short course dan Udayana International
Program on Multidisciplinary Studies yang dirancang sebagai program satu
semester. Selain itu, fakultas tengah mempersiapkan pembukaan Program Studi
Bahasa dan Kebudayaan Prancis yang masih berada pada tahap pengumpulan data
survei sebelum diajukan kembali ke tingkat universitas.
Sepanjang tahun 2025, Fakultas
Ilmu Budaya mencatat capaian penting dalam bidang akreditasi dan mutu akademik.
Tiga program studi sarjana, yakni Sastra Indonesia, Sastra Inggris, dan Sastra
Jepang, berhasil memperoleh akreditasi internasional FIBAA. Sementara itu,
beberapa program studi lainnya menjalani asesmen lapangan BAN-PT dengan hasil
membanggakan, termasuk Program Studi Sastra Jepang yang meraih akreditasi
Unggul melalui jalur ISK. Capaian ini menjadi bukti komitmen fakultas dalam
menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Di bidang pengembangan keilmuan,
Fakultas Ilmu Budaya juga menunjukkan perhatian serius terhadap Digital
Humanities. Sepanjang tahun 2025, fakultas menyelenggarakan FIB DigiTalk yang
menghadirkan sepuluh narasumber dari universitas dalam dan luar negeri. Ke
depan, fakultas merencanakan pengembangan laman khusus Digital Humanities
sebagai wadah penguatan riset dan kolaborasi berbasis teknologi digital.
Berdasarkan evaluasi Indikator
Kinerja Utama (IKU) Triwulan IV Tahun 2025, Fakultas Ilmu Budaya mencatat
capaian sebesar 41,7 persen, sementara 58,3 persen indikator lainnya masih
memerlukan peningkatan. IKU yang berhasil dicapai antara lain kerja sama program
studi, akreditasi internasional, predikat SAKIP, pembangunan Zona Integritas,
serta penerimaan PNBP di luar UKT. Adapun indikator yang belum tercapai
meliputi tracer study alumni, partisipasi mahasiswa dalam MBKM dan prestasi,
keterlibatan dosen dalam kegiatan Tridharma di luar kampus, sertifikasi dosen,
luaran penelitian, penerapan case method, serta serapan anggaran.
Dalam sesi refleksi, pimpinan
senat mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan hasil evaluasi ini
sebagai dasar perbaikan berkelanjutan. Ditekankan pula pentingnya peningkatan
budaya riset, publikasi ilmiah, serta keterlibatan aktif dosen dan tenaga
kependidikan dalam mendukung kemajuan fakultas.
Kegiatan Refleksi Akhir Tahun
2025 ditutup dengan pemutaran kaleidoskop perjalanan Fakultas Ilmu Budaya
sepanjang tahun, pengumuman dan penyerahan penghargaan kepada dosen serta
tenaga kependidikan berprestasi, hiburan, dan makan siang bersama. Melalui kegiatan
ini, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana berharap dapat terus berkembang
sebagai fakultas yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional
maupun internasional.


.jpg)















.jpeg)

