Wednesday, November 26, 2025

Kuliah Umum “Advanced AI Literacy for Research, Writing, and Academic Integrity” dari Armenian State Pedagogical University, Armenia

 


Telah terlaksana kuliah umum tentang pengaplikasian AI berjudul Advanced AI Literacy for Research, Writing, and Academic Integrity yang diselenggarakan pada Selasa, 25 Nopember 2025 bertempat di Auditorium Widya Sabha Mandala, Falultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana. Kuliah umum ini dibuka oleh Bapak Dr. I Gede Oeinada, S.S., M.Hum. selaku Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana. Acara ini dapat terlaksana berkat kerja sama antara Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana dengan TEFLIN yang pada kesempatan ini dikordinatori oleh Prof. Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini, S.S., M.Hum.

Pada kesempatan ini, Dr. Alesa Durgaryan yang merupakan seorang praktisi dan ahli pedagogi dan metodologi dari Armenian State Pedagogical University menjadi pembicara utama. Beliau berbagi pengalaman tentang pengajaran dan pemanfaatan Ai dalam pengajaran. Prof Alesa Durgaryan merupakan pengajar berdedikasi dengan pengalaman lebih dari 15 tahun dalam pengajaran lanjutan terpadu (advanced) dan seorang ahli strategi pengajaran dan pengembangan kurikulum. Tidak hanya tentang perkembangan Ai dalam dunia pengajaran tetapi juga beberapa metode pengajaran yang dapat diimplementasikan untuk mengkombinasikan kemajuan teknologi dengan pembelajaran berbasis humanis dengan tetap mampu mempertahankan ketajaman pikiran siswa untuk menghindari kebergantungan pada AI.

Selain itu, penandatanganan MOA kerja sama antara Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana dengan perwakilan dari Armenian State Pedagogical University, Dr Alesa Durgrayan, merupakan bentuk kerja sama  berkelanjutan dari Dr. I Gusti Agung Istri Aryani, S.S., M.Hum. selaku Koordinator UPIKS. Harapannya, kerja sama dan kolaborasi bidang pengajaran bahasa lebih banyak terimplementasi di masa mendatang.


Saturday, November 22, 2025

Program Studi Antropologi Budaya Gelar "International Social Service: Weaving Hope, Embracing Local Wisdom"



 

Klungkung, 21 November 2025 – Program Studi Antropologi Budaya bekerja sama dengan Go Study melakukan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam bentuk International Social Service di Desa Besan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali. Kegiatan ini diikuti oleh setidaknya 25 orang yang terdiri dari dosen dan mahasiswa. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh dosen Antropologi, I Gede Andi Legawa diikuti oleh dosen lain, diantaranya Aliffiati selaku Koordiantor Prodi, Ida Ayu Alit Laksmiwati, Ida Bagus Oka Wedasantara, Putu Karina Pravitasari Gede Budarsa, Wildan Wahyudinata, dan Ria Hikmatul Hayati. Perjalanan dimulai pukul 08.00 dari kampus Fakultas Ilmu Budaya menggunakan 3 mobil. Setibanya di lokasi, rombongan disambut hangat oleh Ketua Adat dan Kepala BPD Desa Besan bertempat di aula desa.

Dalam kegiatan ini, dosen dan mahasiswa terjun langsung ke lapangan untuk mengamati proses pembuatan gula merah, serta pembuatan dodol buah. Dua produk khas Desa Besan ini menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat desa tersebut. Dalam pelaksanaannya, rombongan dosen dan mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok, satu kelompok mengamati proses pembuatan gula merah, satu kelompok lagi mengamati pembuatan dodol buah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga memperkuat pemahaman peserta mengenai kearifan lokal yang menjadi bagian penting dalam kajian Antropologi Budaya. Melalui observasi langsung, peserta memperoleh pengalaman lapangan yang relevan dengan upaya pemberdayaan masyarakat desa berbasis potensi lokal.

Salah satu pengrajin gula merah yang dikunjungi adalah Ibu Yuko Sato, beliau lahir dan besar di Jepang, namun telah lama menikah dengan penduduk asli Besan. Ibu Yuko meneruskan keahlian membuat gula merah dari mertuanya. Gula merah yang dibuat menggunakan 100% nira kelapa. Nira kelapa diproses selama kurang lebih 1 jam sampai menjadi gula merah yang dapat dikonsumsi. Proses pembuatan gula merah di Desa Besan masih mempertahankan penggunaan alat tradisional, seperti tungku dan kayu bakar. Gula merah Desa Besan memiliki karakter yang berbeda dengan wilayah lain di Bali, seperti warna yang lebih terang, memiliki rasa manis legit dan tidak terlalu tajam, memiliki tekstur padat di luar dan lembut di dalam, sehingga memudahkan untuk diiris karena tidak dicampur dengan gula pasir. Saat ini, gula merah Desa Besan telah memiliki Indikasi Geografis (IG) yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Sementara pembuatan dodol yang diproduksi pada kegiatan ini adalah dodol buah nangka. Pemilihan buah dapat berbeda-beda, menyesuaikan dengan buah musiman. Produksi dodol buah dapat ditemukan di hampir semua rumah warga, dikarenakan makanan ringan ini menjadi bagian dari upacara keagamaan warga Bali. Bahan dasar dodol buah adalah buah matang dan gula pasir. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme, dosen serta mahasiswa ikut andil dalam proses membuat gula merah dan dodol, seperti memilah bahan, mengaduk, hingga proses packingnya.

Selain melakukan kunjungan ke tempat produksi, rombongan juga melakukan kegiatan berupa penyerahan sembako kepada 30 KK di Desa Besan. Penyerahan pertama dilakukan oleh Kepala Desa Besan dilanjutkan dengan Kordinator Prodi Antropologi Budaya FIB, Universitas Udayana Kepada perwakilan KK yang menerima. Kegiatan ini merupakan pembuka kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berikutnya, yang akan diadakan Januari tahun 2026. Kepala Desa Besan menyambut kegiatan ini dengan baik dan berharap kegiatan serupa bisa berlanjut. Kegiatan pengabdian ini sekaligus memperkuat komitmen Program Studi Antropologi Budaya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui aksi nyata berbasis kearifan lokal.


Workshop "Introduction to Python for Qualitative Researchers"

 



Friday, November 21, 2025

Perkuat Internasionalisasi, FIB Universitas Udayana dan University of Bristol dalam Riset dan Pengajaran

 



Denpasar, 10 Nopember 2025 — Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana mengawali rangkaian kerja sama akademik internasional melalui pertemuan resmi antara Dekan Fakultas Ilmu Budaya Prof. I Nyoman Aryawibawa, M.A., Ph.D. dan perwakilan dari University of Bristol beserta tim dari Program Studi Sastra Inggris dan UPIKS FIB. Pertemuan awal ini membahas rencana kegiatan dan penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang akan memperkuat kolaborasi di bidang penelitian, pengajaran, dan pengembangan akademik. Langkah strategis ini sekaligus menjadi bagian dari upaya internasionalisasi kampus yang selaras dengan visi peningkatan kualitas pendidikan tinggi.
Kolaborasi tersebut kemudian diwujudkan melalui pelaksanaan workshop bertema “Introduction to Python for Qualitative Researchers” dan penyelenggaraannya direncanakan pada tanggal 3-5 Desember 2025, yang menghadirkan Rachel Wood dan Catherine Upex. Keduanya tercantum dalam materi resmi sebagai PhD Student dari University of Bristol. Workshop ini bertujuan memperkenalkan penggunaan Python dalam penelitian kualitatif, mulai dari pengolahan data, analisis digital, hingga pengembangan metode riset berbasis komputasi. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari mahasiswa dan dosen karena memberikan keterampilan baru yang sangat relevan dengan kebutuhan penelitian modern.
Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan aksara Bali dan lontar di Perpustakaan Lontar Fakultas Ilmu Budaya yang menjadi bagian penting dari pelestarian budaya lokal sekaligus jembatan pertukaran pengetahuan antar universitas. Rachel Wood dan Catherine Upex dari University of Bristol diperkenalkan pada filosofi, struktur aksara, serta tradisi penulisan lontar sebagai warisan intelektual Bali. Melalui rangkaian kegiatan ini, Universitas Udayana berharap kerja sama akademik dengan University of Bristol semakin kuat dan mampu menghasilkan inovasi serta penelitian kolaboratif di masa mendatang.

Wednesday, November 19, 2025

FIB Universitas Udayana Gelar Workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome dan Standar Internasional

 

Denpasar, 3 November 2025 — Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum yang menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A. dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan tim akademik dalam mengembangkan kurikulum program studi yang sesuai dengan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi serta mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
Workshop ini menjadi langkah strategis dalam mendukung implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) di lingkungan FIB Unud, yang menekankan capaian pembelajaran lulusan (CPL) dan relevansi dengan kebutuhan industri, riset, dan masyarakat global.

Prof. Padmadewi yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pendidikan Bahasa Asing Pascasarjana Indonesia memaparkan berbagai pembaruan dalam kebijakan pengembangan kurikulum nasional, termasuk perbandingan antara Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 dan Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya fleksibilitas kurikulum, pengakuan micro-credential, serta integrasi standar internasional dalam sistem pembelajaran. “Kurikulum tidak lagi bersifat kaku, tetapi harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan mahasiswa, perkembangan ilmu pengetahuan, dan dinamika global,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menyoroti pentingnya tracer study sebagai dasar evaluasi dan penyempurnaan kurikulum agar setiap program studi mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui sesi diskusi interaktif, peserta workshop yang terdiri dari dosen dan tim pengembang kurikulum FIB Unud mendapat panduan teknis tentang tahapan penyusunan kurikulum, mulai dari perancangan visi keilmuan, perumusan CPL, penetapan bahan kajian, hingga pemetaan mata kuliah dan rencana pembelajaran semester (RPS). Pendekatan ini diharapkan memperkuat mutu akademik sekaligus mendukung kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM).
Selain itu, Prof. Padmadewi juga memperkenalkan strategi internasionalisasi kurikulum, seperti pembentukan kelas internasional, program joint degree, pertukaran mahasiswa, serta kolaborasi riset lintas negara yang relevan dengan arah kebijakan globalisasi pendidikan tinggi.

Monday, November 17, 2025

Akreditasi Program Magister Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

 


Denpasar,  8 Nopember 2025 — Program Studi Magister (S2) Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, melaksanakan akreditasi melalui proses asesmen lapangan. Komitmen Prodi S2 Linguistik dalam meningkatkan mutu pendidikan, kualitas penelitian, serta pelayanan akademik bagi mahasiswa dan masyarakat luas. Proses akreditasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan keberlanjutan mutu akademik yang selaras dengan standar nasional pendidikan tinggi.

Asesmen lapangan yang berlangsung selama satu hari di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana ini melibatkan tim asesor yaitu  Prof. Dr. Muhammad Rahmadi, S.S., M.Hum. dan Prof. Dr. Maman Suryaman, M.Pd. yang melakukan verifikasi terhadap berbagai aspek, termasuk kualitas kurikulum, kompetensi dosen, kinerja penelitian, publikasi ilmiah, kerja sama, sarana dan prasarana hingga fasilitas penunjang pembelajaran. Tim asesor juga melakukan diskusi dengan pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, alumni, serta mahasiswa aktif untuk memastikan setiap komponen institusi memenuhi standar akreditasi. Kegiatan asesmen ini juga memperkuat transparansi dan akuntabilitas Prodi S2 Linguistik dalam menjalankan seluruh aspek tridharma perguruan tinggi.

Ketua Program Studi Magister Linguistik Dr. Ketut Widya Purnawati, M.Hum. menjelaskan bahwa akreditasi ini bertujuan untuk memverifikasi kualitas pendidikan program studi magister ilmu Linguistik. Tentunya, semua itu memerlukan usaha keras dari civitas akademika di Fakultas Ilmu Budaya beserta Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana yaitu Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D.,  dan jajarannya untuk senantiasa memperkuat kontribusi akademik dalam pengembangan kajian linguistik, baik pada tingkat nasional maupun internasional. Program Studi juga berkomitmen memperluas kolaborasi riset serta meningkatkan jumlah publikasi dan kegiatan ilmiah lintas bidang.

Pihak fakultas menyambut baik kegiatan akreditasi sebagai wujud keseriusan Universitas Udayana dalam mempertahankan kualitas pendidikan tinggi. Dengan akreditasi ini, Program Studi S2 Linguistik diharapkan semakin kompetitif dalam menyediakan lingkungan akademik yang unggul, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Capaian ini juga membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa dan alumni untuk memperluas jejaring profesional serta memperkuat daya saing di dunia akademik maupun industri. Proses akreditasi ini diyakini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas lulusan yang dihasilkan oleh Program Studi S2 Linguistik Universitas Udayana.

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana Kerja Sama dengan Ubud Writers dan Readers Festival

 

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana bekerja sama dengan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) menggelar dua sesi acara fringe event yang menghadirkan dua penulis kenamaan Indonesia, Mhyajo dan Dr. Andreas Kurniawan. Acara ini berlangsung pada Jumat, 31 Oktober, di Fakultas Ilmu Budaya Udayana University. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak menelusuri proses kreatif dua penulis lintas bidang mulai dari penulisan trilogi Majapahit hingga refleksi seputar humor, duka, dan kesehatan mental dalam suasana yang inspiratif dan terbuka untuk umum.

Sesi pertama dibuka dengan pengantar dari moderator, Bapak Jalu Norva, yang memantik jalannya diskusi. Pemateri pertama, Mhyajo, membagikan kisah kreatif di balik proses penulisan trilogi Majapahit yang terdiri dari Gayatri dan Gitarja. Dalam paparannya, Mhyajo mengungkap bahwa bukunya dipublikasikan dalam tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jawa Kuna, serta menekankan bahwa karyanya bukan sekadar kumpulan puisi, melainkan hasil endapan sejarah yang lahir dari penelitian mendalam mengenai era kerajaan Majapahit. Ia menjelaskan bahwa setiap karyanya berawal dari riset kualitatif, mengunjungi situs-situs bersejarah, dan menelusuri berbagai referensi di perpustakaan. Proses kreatif tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan dan visualisasi yang kuat. Mhyajo juga berbagi pengalaman pribadinya saat melakukan riset, mulai dari Solo hingga Yogyakarta, di mana ia bertemu dengan para filolog Jawa Kuna dari UGM. Dari pertemuan itu, ia mendengar nama Gayatri yang menjadi momen yang disebutnya sebagai “kesetrum” dan menjadi titik jatuh cintanya pada sosok tersebut, yang kemudian menginspirasi lahirnya karya Gayatri.

Sesi kedua menghadirkan Dr. Andreas Kurniawan dengan moderator Bapak Isnan Waluyo, S.Pd., M.A., staf Program Studi Sastra Indonesia. Dalam sesi bertajuk Humour, Grief, and Mental Health, Dr. Andreas membahas refleksi dari dua karyanya, Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya dan Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring. Ia menjelaskan bahwa kedua bukunya menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami dan dapat menyentuh pengalaman pembaca secara langsung. Melalui analogi mencuci piring, Dr. Andreas menekankan pentingnya mindfulness, yaitu kesadaran penuh terhadap setiap aktivitas yang dilakukan, bahkan hal kecil seperti mencuci piring bisa menjadi bentuk meditasi yang menenangkan karena mengajak seseorang hadir sepenuhnya pada momen tersebut. Selanjutnya, ia mengaitkan konsep tersebut dengan teori Acceptance and Commitment Therapy (ACT), filsafat Stoik, hingga paradoks The Ship of Theseus untuk menunjukkan bagaimana manusia sering kali menderita lebih banyak dalam imajinasi daripada kenyataan. Ia juga menyoroti bahwa keterikatan (attachment) sering kali menjadi sumber penderitaan, dan bahwa menghapus duka berarti juga menghapus cinta yang melahirkannya. Bagi Dr. Andreas, kunci dari penyembuhan bukanlah memperkecil luka, melainkan memperkuat wadah yang menampungnya. Kita diajak belajar menerima, memahami, dan terus tumbuh dari setiap pengalaman hidup.

Kedua sesi ini berlangsung dengan interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan mendalam kepada masing-masing pemateri, menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap tema yang diangkat. Sebagai bentuk apresiasi, beberapa penanya beruntung mendapatkan buku dari narasumber. Setiap sesi ditutup dengan suasana hangat melalui sesi foto bersama antara pembicara, moderator, dan para hadirin yang menandai berakhirnya rangkaian acara yang tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga mempererat hubungan antara penulis dan pembaca dalam ruang dialog yang inspiratif.

FIB Universitas Udayana Gelar Workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome dan Standar Internasional

 


Denpasar, 3 November 2025 — Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum yang menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A. dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan tim akademik dalam mengembangkan kurikulum program studi yang sesuai dengan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi serta mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Workshop ini menjadi langkah strategis dalam mendukung implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) di lingkungan FIB Unud, yang menekankan capaian pembelajaran lulusan (CPL) dan relevansi dengan kebutuhan industri, riset, dan masyarakat global.

Prof. Padmadewi yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pendidikan Bahasa Asing Pascasarjana Indonesia memaparkan berbagai pembaruan dalam kebijakan pengembangan kurikulum nasional, termasuk perbandingan antara Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 dan Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya fleksibilitas kurikulum, pengakuan micro-credential, serta integrasi standar internasional dalam sistem pembelajaran. “Kurikulum tidak lagi bersifat kaku, tetapi harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan mahasiswa, perkembangan ilmu pengetahuan, dan dinamika global,” ujarnya. Kegiatan ini juga menyoroti pentingnya tracer study sebagai dasar evaluasi dan penyempurnaan kurikulum agar setiap program studi mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui sesi diskusi interaktif, peserta workshop yang terdiri dari dosen dan tim pengembang kurikulum FIB Unud mendapat panduan teknis tentang tahapan penyusunan kurikulum, mulai dari perancangan visi keilmuan, perumusan CPL, penetapan bahan kajian, hingga pemetaan mata kuliah dan rencana pembelajaran semester (RPS). Pendekatan ini diharapkan memperkuat mutu akademik sekaligus mendukung kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM). Selain itu, Prof. Padmadewi juga memperkenalkan strategi internasionalisasi kurikulum, seperti pembentukan kelas internasional, program joint degree, pertukaran mahasiswa, serta kolaborasi riset lintas negara yang relevan dengan arah kebijakan globalisasi pendidikan tinggi.

FIB Universitas Udayana Gelar Workshop Spesifikasi Program Studi untuk Penguatan Akreditasi dan Mutu Akademik

 

Denpasar, 27 Oktober 2025 —Dekan FIB Universitas Udayana, Prof. I Nyoman Aryawibawa, Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme peserta dan berharap hasil dari workshop ini dapat diimplementasikan di seluruh program studi. “Spesifikasi program studi yang lengkap dan terdokumentasi dengan baik akan menjadi bukti nyata komitmen fakultas terhadap mutu pendidikan, riset, dan pengabdian,” tegasnya. Melalui kegiatan ini, FIB Unud menegaskan perannya sebagai fakultas unggul yang terus beradaptasi terhadap tuntutan akreditasi berbasis mutu, transparansi akademik, dan daya saing global.

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana menyelenggarakan Workshop Spesifikasi Program Studi sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu akademik dan penguatan dokumen akreditasi. Kegiatan ini menghadirkan Kastam Syamsi dari Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai narasumber utama dan dimoderatori oleh Ibu Sri Lestari, S.S., M.Si. Workshop ini menjadi wadah penting bagi dosen dan tim pengembang kurikulum dalam memahami komponen spesifikasi program studi, termasuk penyusunan dokumen pendukung akreditasi dan pelaporan capaian tridharma perguruan tinggi. Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat tata kelola akademik, transparansi mutu, serta sinkronisasi antara dokumen akademik dan capaian kinerja dosen dan mahasiswa.
Dalam pemaparannya, Kastam Syamsi menjelaskan bahwa spesifikasi program studi merupakan fondasi utama dalam penyusunan dokumen akademik, yang meliputi data dosen tetap, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, serta rekognisi dan prestasi dosen. “Setiap program studi wajib memiliki dokumen yang lengkap dan terintegrasi agar mutu pembelajaran dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dan administratif,” ujarnya. Beliau juga menekankan pentingnya tracer study dan bukti luaran penelitian sebagai indikator relevansi lulusan terhadap kebutuhan dunia kerja dan masyarakat. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) yang menuntut fleksibilitas dan akuntabilitas pendidikan tinggi.

Peserta workshop memperoleh pemahaman mendalam mengenai komponen dokumen yang harus disiapkan oleh setiap program studi, seperti daftar dosen tetap, EWMP, publikasi ilmiah, teknologi tepat guna, luaran penelitian dan pengabdian masyarakat, serta prestasi mahasiswa. Selain itu, peserta juga dilatih menyusun dokumen kurikulum yang selaras dengan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi dan standar internasional. Workshop ini menjadi sarana strategis dalam memperkuat kesiapan program studi menghadapi proses akreditasi nasional maupun internasional, serta menegaskan komitmen FIB Unud dalam menjaga mutu akademik yang berkelanjutan.

UP3M Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana Selenggarakan Workshop Metode Pembelajaran Case Based Learning

 


Pada hari Selasa, 30 Oktober 2025,  Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana, melalui Unit Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (UP3M FIB Unud) selenggarakan Workshop Metode Pembelajaran Case Based Learning. Kegiatan dilaksanakan secara Hybrid di Ruang Priyono, Lt. IV Gedung Poerbatjaraka FIB Unud. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Perencanaan FIB Unud, Para Koordinator Program Studi di lingkungan FIB Unud, Ketua dan Tim UP3M FIB, Perwakilan dari Tim Pelaksana Penjaminan Mutu (TPPM) pada masing-masing Program Studi dan Perwakilan Dosen di lingkungan FIB Unud. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Dekan FIB Unud, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting sebagai bentuk penyegaran mengenai pembelajaran Case Based dan Project Based yang dapat diterapkan di kelas. Beliau menegaskan workshop ini sangat relevan untuk diselenggarakan saat ini, karena perkuliahan masih belum dimulai. Sehingga, nantinya luaran dari workshop ini dapat diterapkan langsung ketika perkuliahan mulai berjalan. Setelah menyampaikan kata sambutan, beliau membuka kegiatan workshop secara resmi. 

Workshop ini dibagi menjadi dua sesi dengan dua pembicara. Materi pertama membahas tentang Pengukuran CPL Pada Metode Pembelajaran Case Based Learning/Project Based. Moderator pada kegiatan kali ini adalah dosen dari Program Studi Ilmu Sejarah, Sri Lestari, S.S., M.Si. Narasumber pertama pada workshop kali ini adalah Prof. Dr. Ahmad Yani, M.Pd., dari Universitas Pendidikan Indonesia. Dalam pemaparannya, beliau terlebih dahulu membagikan Google Form berisi pertanyaan terkait pembelajaran. Salah satu pertanyaannya adalah ”Apa hakikat pembelajaran?”, ada yang menjawab pengembangan kognitif dan juga konseptualisasi pengalaman belajar.  Menanggapi hal tersebut, disampaikan bahwa kurikulum yang baik adalah kurikulum yang yakin apa yang diwariskan ke pelajar dapat digunakan di masyarakat. Kegiatan yang termasuk dalam mengumpulkan ilmu pengetahuan adalah ceramah, memberikan materi, dan membaca buku, sedangkan kegiatan yang termasuk dalam menggunakan ilmu adalah menjawab pertanyaan. Jika dikaitkan dengan relevansi konteks saat ini, yang perlu dikritisi adalah bagaimana pelajar datang ke kampus dan langsung menggunakan ilmunya melalui ilmu pengetahuan yang telah mereka siapkan dengan membaca buku, internet, dan lain sebagainya. 

Narasumber juga memaparkan perbedaan dari ”tugas proyek” menggunakan Project Based Learning (PBL). Hal-hal yang disebut sebagai mengerjakan proyek adalah tugas proyek sebagai tambahan pembelajaran, mengikuti arahan guru, berfokus pada produk, seringkali tidak terikat dengan standar akademik dan keterampilan pekerjaan, serta dapat diselesaikan sendiri. Untuk pembelajaran berbasis proyek dikategorikan sebagai pembelajaran yang terintegrasi ke dalam proyek, didorong oleh penyelidikan siswa, berfokus pada produk dan proses, selaras dengan standar akademik dan keterampilan sukses, dan melibatkan kolaborasi dengan siswa dan bimbingan guru.  Risiko PBL juga dijelaskan oleh narasumber, seperti halnya PBL akan menghasilkan hasil yang bagus, tetapi jika PBL tidak dilakukan dengan baik maka akan muncul dua masalah. Masalah tersebut adalah banyak tugas dan aktivitas yang diberi label sebagai ”proyek” tetapi bukan PBL dan Proyek menjadi bumerang bagi pendidik yang kurang siap, sehingga menghasilkan waktu yang terbuang, frustasi, dan kegagalan untuk memahami kemungkinan PBL. Melanjutkan topik tersebut, narasumber memberikan penjelasan mengenai syarat menentukan tema Project-Based. Salah satunya adalah harus berkaitan dengan kompetensi dan produk, autentik dan relevan dengan dunia nyata, mendorong untuk berkolaborasi, terukur dan terbatas waktu, memberi ruang kreativitas dan inovasi, serta didukung sumber belajar.

Setelah pemaparan pada sesi pertama selesai dilaksanakan. Agenda kegiatan dilanjutkan dengan sesi kedua yaitu membahas tentang Pelaporan PDDIKTI IKU-7 Universitas Udayana dengan narasumber yang berasal dari Unit Pengelola Pelaporan Pangkalan Dikti (UP3D), I Nyoman Prayana Trisna. Beliau merupakan Dosen Fakultas Teknik, Universitas Udayana. Narasumber menjelaskan bahwa UP3D merupakan unit baru yang ada di Unud. Dalam materinya, narasumber menjelaskan mengenai Teknis Pelaporan IKU 7 Evaluasi Pembelajaran. Adapun teknis yang pertama adalah dengan memahami perubahan alur pendataan: dilakukan pendataan terhadap komponen evaluasi per kelas perkuliahan dan nilai per komponen evaluasi di kelas perkuliahan. Selanjutnya, mata kuliah akan terhitung jika semua kelas yang dibuka memenuhi kriteria bobot minimal. Mata kuliah juga harus memiliki kelas dan peserta (mahasiswa), kemudian mata kuliah yang memiliki nama sama dihitung sebagai 1 (satu) mata kuliah. Selain itu, dilakukan juga pendataan terhadap link Rencana Pembelajaran Semester (RPS), dilakukan pada bagian deskripsi Rencana Evaluasi di menu Mata Kuliah. Di akhir materi kedua, narasumber juga menjelaskan bahwa dalam menuju Universitas Udayana Unggul capaian IKU-7, target yang dibutuhkan untuk dicapai adalah sebesar 40% untuk Mata Kuliah S1, DIV, dan DIII, dan mata kuliah tersebut harus menggunakan Case Method dan/atau Team Based Project.

FIB Unud Gelar KELIR Seri 1: Menenun Masa Depan Bahasa dan Budaya Bali di Era Digital

  Program Studi Linguistik Program Doktor Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana resmi menggelar edisi perdana Kolokium Eksplorasi Linguis...