Friday, May 22, 2026

Sinergi FIB Unud dan Pemkab Jembrana: Ekskavasi Arkeologi Ungkap Ragam Artefak Prasejarah di Gilimanuk

 


Gilimanuk, 22 Mei 2026—Mahasiswa Program Studi Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana melaksanakan Training Ekskavasi di Museum Manusia Purba Gilimanuk yang terlaksana dari tanggal 18-22 Mei 2026.  Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah praktikum arkeologi yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam proses penggalian, pencatatan, dokumentasi, serta analisis data arkeologi secara ilmiah di lapangan dan didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah Praktikum Arkeologi, yaitu Bapak Kristiawan, S.S., M.A., serta Bapak I Made Agus Julianto, S.S., M.Sc. untuk memastikan pelaksanaan penggalian berjalan sesuai kaidah ilmiah dan etika pelestarian situs budaya.

Rangkaian kegiatan dibuka pada hari pertama dengan agenda kunjungan museum, peninjauan area, serta acara peresmian yang turut melibatkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana. Pada tahap awal ini, mahasiswa bersama dosen pendamping juga menyepakati titik main grid yang menjadi patokan pembagian kotak galian. Memasuki tanggal 19 Mei 2026, para mahasiswa mulai mengukur sumbu X dan Y berdasarkan main grid tersebut untuk menentukan titik ekskavasi dan memulai proses penggalian. Pada hari-hari selanjutnya, ritme kegiatan dibagi menjadi dua sesi: aktivitas penggalian di lapangan sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WITA, yang kemudian dilanjutkan dengan analisis temuan awal pada malam hari bersama dosen pendamping. Rangkaian ekskavasi ini akhirnya ditutup pada hari terakhir melalui proses penggambaran stratigrafi sebagai bentuk pendokumentasian data situs. 

Sejumlah artefak bernilai sejarah berhasil diangkat dalam pelatihan ekskavasi ini. Temuan tersebut meliputi fragmen tulang manusia dan hewan, cangkang mollusca, pecahan kendi, gerabah polos dan bermotif, serta manik-manik dari berbagai material seperti batu, kaca, kerang, hingga tulang. Menariknya, penemuan manik-manik ini menjadi sorotan utama karena objek tersebut merupakan peninggalan identik dari Situs Gilimanuk. Seluruh artefak kelak akan diinventarisasi dan diteliti lebih lanjut oleh tim mahasiswa dan dosen pendamping. Setelah proses analisis rampung, benda-benda bersejarah tersebut akan dikembalikan ke museum demi kepentingan pelestarian koleksi dan data penelitian.  

Pelaksanaan ekskavasi ini turut mendapat apresiasi dari dosen pengampu mata kuliah Praktikum Arkeologi, Kristiawan, S.S., M.A., dan I Made Agus Julianto, S.S., M.Sc. Mewakili Koordinator Program Studi Arkeologi, mereka menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh, fasilitas, serta ruang belajar dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana dan Museum Manusia Purba Gilimanuk. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana serta Museum Manusia Purba Gilimanuk yang telah memberikan wadah dan fasilitas bagi mahasiswa. Kami berharap kegiatan dan kerja sama ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan oleh mahasiswa Arkeologi Universitas Udayana pada tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya. 

Lewat kegiatan turun lapang ini, mahasiswa diharapkan tidak sekadar memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan metode penelitian ekskavasi secara langsung. Praktik ini dinilai krusial untuk mengasah ketajaman analisis data sekaligus memperdalam wawasan mereka akan kekayaan arkeologi Bali, khususnya Gilimanuk yang dikenal sebagai salah satu situs prasejarah terpenting. Di samping manfaat akademis tersebut, kegiatan ini turut menjadi bentuk kontribusi nyata para mahasiswa dalam memperkaya pendataan arkeologis dan mendukung pelestarian benda cagar budaya di Museum Manusia Purba Gilimanuk. 


No comments:

Post a Comment

FIB Unud Gelar KELIR Seri 1: Menenun Masa Depan Bahasa dan Budaya Bali di Era Digital

  Program Studi Linguistik Program Doktor Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana resmi menggelar edisi perdana Kolokium Eksplorasi Linguis...