Thursday, February 26, 2026

Seminar Nasional Kajian Budaya (Narasi Budaya) Seri Ke-10 Bahas Relasi Kuasa dan Identitas dalam Pelestarian Adat dan Pendidikan Bahasa Perancis

 


Seminar Nasional Mahasiswa Kajian Budaya (Narasi Budaya) Seri Ke-10 diselenggarakan secara daring pada Jumat, 27 Februari 2026, dengan mengangkat tema hubungan kekuasaan dan identitas dalam pelestarian adat serta pembelajaran Bahasa Prancis. Kegiatan yang berlangsung selama dua jam ini diikuti oleh 53 peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, alumni, dan peneliti, serta dipandu oleh moderator Andriko Sandria, mahasiswa S3 Kajian Budaya UNS Surakarta. Webinar merupakan kolaborasi antara Program Studi Doktor Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana dan Universitas Sebelas Maret. Acara dibuka oleh Koordinator Prodi S3 Kajian Budaya UNS, Prof. Dra. S.K. Habsari, M.Hum., Ph.D., yang menekankan bahwa kajian budaya berperan sebagai ruang analisis kritis terhadap relasi kekuasaan dalam praktik sosial sehari-hari, dan ditutup oleh Koordinator Prodi S3 Kajian Budaya FIB Unud, Prof. I Nyoman Darma Putra, Ph.D.

Dua narasumber, IB Prajna Yogi dari S3 Kajian Budaya Universitas Udayana dan Sri Handayani dari S3 Kajian Budaya UNS, membahas relasi kekuasaan dalam konteks berbeda namun saling terkait. IB Prajna Yogi memaparkan dinamika adat masyarakat Dayak Tomun di Kalimantan Tengah melalui konsep Hidup Baadat dan Mati Bapati. Ia menjelaskan bahwa praktik adat menjadi arena kontestasi antara adat, agama Kristen Protestan, dan negara, yang memengaruhi pembentukan identitas masyarakat. Dengan pendekatan teori Michel Foucault, Pierre Bourdieu, dan Anthony Giddens, penelitian ini menunjukkan bahwa adat bukan sekadar warisan tradisional, melainkan praktik sosial yang terus dinegosiasikan dalam relasi kekuasaan, termasuk ketika adat dimanfaatkan dalam pembangunan dan pariwisata.
Sementara itu, Sri Handayani menyoroti pembelajaran Bahasa Prancis di perguruan tinggi sebagai ruang produksi budaya yang sarat relasi kuasa dan penyebaran ideologi Barat. Ia menemukan bahwa buku ajar Bahasa Prancis cenderung menampilkan dominasi budaya Prancis sehingga pembelajar Indonesia lebih banyak menyerap nilai budaya asing tanpa ruang refleksi terhadap identitas lokal. Melalui penelitian kualitatif di Universitas Negeri Semarang, ia menawarkan integrasi pedagogi kritis, literasi interkultural kritis, dan etnopedagogi agar pembelajaran bahasa tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga memperkuat kesadaran budaya lokal serta identitas pembelajar.

Diskusi berlangsung aktif dengan antusiasme peserta hingga akhir sesi. Dalam penutupannya, Prof. I Nyoman Darma Putra menilai kedua materi yang dipresentasikan sangat orisinal dan mampu mengkaji persoalan identitas serta pendidikan bahasa melalui pendekatan relasi kuasa secara mendalam. Ia juga menegaskan komitmen keberlanjutan seminar Narasi Budaya sebagai ruang belajar akademik yang ke depan akan melibatkan mahasiswa S2 dan S3 Kajian Budaya dari kedua universitas. Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada para narasumber secara simbolis oleh moderator.


Penyempurnaan Kurikulum Tahun 2026 Program Studi Sastra Inggris

Kegiatan Peninjauan dan Penyempurnaan Kurikulum Tahun 2026 Program Studi Sastra Inggris dilaksanakan pada tanggal 26 Pebruari 2026 sebagai upaya memastikan kurikulum tetap relevan, adaptif, dan selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan industri, serta standar akreditasi yang berlaku. Kegiatan tersebut melibatkan panitia, narasumber ahli, serta seluruh dosen di lingkungan Program Studi Sastra Inggris yang dilakukan secara daring dan dipandu oleh Dr. Ni Ketut Sri Rahayuni, S.S., M.Hum. Ketua Panitia, Dr. Putu Weddha Savitri, S.S., M.Hum., menyampaikan laporan kegiatan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Program Studi Dr. I Gusti Ngurah Parthama, S.S., M.Hum. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua UP3M, Dr.  Ni Ketut Widhiarcani Matradewi, S.S., M.Hum.. yang mewakili Dekan Fakultas Ilmu Budaya untuk memberikan sambutan sekaligus membuka acara.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber Prof. Dr. Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd., M.Hum. dari Universitas Pendidikan Ganesha, yang dimoderatori oleh Dr. Galuh Febri Putra, M.A. Materi yang disampaikan membahas perkembangan Digital Humanities sebagai bidang yang mengintegrasikan teknologi digital dengan kajian humaniora, serta implikasinya dalam penelitian linguistik, sastra, dan kajian budaya. Pemaparan memaparkan bahwa media digital memungkinkan penulis mengekspresikan diri dengan cara baru, dan alat digital membantu peneliti mengidentifikasi unsur intrinsik dengan metode yang lebih praktis. Partisipasi pembaca juga meningkat karena berbagai bentuk teks digital seperti webtoon, web novel, film pendek berbasis aplikasi, video TikTok, hingga meme dan caption media sosial kini menjadi bagian dari objek penelitian sastra dan budaya. Narasumber juga membahas kelahiran electronic literature, yang mencakup hiperteks, puisi kinetik, fiksi interaktif, hingga karya generatif yang hanya dapat eksis di lingkungan digital. Munculnya AI menimbulkan pertanyaan mengenai batas penggunaan yang masih dianggap sebagai alat bantu dan yang termasuk kecurangan akademik. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Sains dan Teknologi mulai mengatur penggunaan AI dengan membuat daftar blacklist dan whitelist. AI boleh digunakan untuk mencari sumber belajar, membuat slide berdasarkan materi yang disediakan mahasiswa, latihan mandiri, serta sebagai pendamping pembelajaran. Namun demikian, mahasiswa dituntut memiliki literasi dan kompetensi AI sejak tingkat dasar hingga tingkat lanjut.

Kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan telaah kurikulum yang melibatkan seluruh peserta untuk meninjau struktur mata kuliah, capaian pembelajaran, serta relevansinya dengan kebutuhan akademik dan profesional. Diskusi berlangsung secara aktif hingga sore hari dan menghasilkan sejumlah poin penyempurnaan kurikulum yang akan menjadi dasar finalisasi dokumen kurikulum tahun 2026. Kegiatan ditutup oleh Koordinator Program Studi Sastra Inggris, Dr. I Gusti Ngurah Parthama, S.S., M.Hum.  dan beliau berharap bahwa hasil diskusi dapat memperkuat kualitas kurikulum serta meningkatkan pemahaman dosen terhadap pengembangan kurikulum yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.


FIB Unud Lepas 23 Calon Wisudawan pada Periode ke-174

 


Pada hari Kamis, 26 Februari 2026, Pelepasan Calon Wisudawan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana periode ke-174 dilaksanakan secara luring dan bertempat di Auditorium Widya Sabha Mandala, Gedung IB Mantra Lantai III FIB Unud. Pelepasan calon wisudawan ini dihadiri oleh jajaran dekanat, ketua dan sekretaris Senat FIB Unud, seluruh Koordinator Program Sarjana, Magister, dan Doktor di FIB Unud, seluruh kepala unit di lingkungan FIB Unud serta 23 calon wisudawan yang akan dilepas. 

Mengawali acara, Dr. I Gede Oeinada, S.S., M.Hum. selaku Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Perencanaan memaparkan rincian calon wisudawan yang akan dilepas hari ini. Dalam laporannya, terdapat 23 calon wisudawan yang akan dilepas, di antaranya 1 mahasiswa S3 Kajian Budaya, 1 mahasiswa S2 Linguistik, 1 mahasiswa S2 Kajian Budaya, 4 mahasiswa Sastra Inggris, 2 mahasiswa Arkeologi, 4 mahasiswa Ilmu Sejarah, 5 mahasiswa Antropologi Budaya, dan 5 mahasiswa Sastra Jepang. Selanjutnya, beliau memaparkan bahwa 1 mahasiswa Program Doktor berhasil lulus dengan predikat Sangat Memuaskan, 1 mahasiswi Program Magister meraih predikat Dengan Pujian, 1 mahasiswa Program Magister meraih predikat Sangat Memuaskan, 7 mahasiswa Program Sarjana meraih predikat Sangat Memuaskan, 8 mahasiswi meraih predikat Sangat Memuaskan, 4 mahasiswa meraih predikat Memuaskan, dan 1 mahasiswi meraih predikat Memuaskan.

Rincian calon wisudawan disampaikan oleh Dr. Ni Ketut Puji Astiti Laksmi, S.S., M.Si. selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Informasi menginformasikan mengenai lulusan terbaik dari setiap jenjang program. Predikat lulusan terbaik dari program sarjana diraih oleh Nyoman Dinda Prapti Dwijayanthi, S.S. dari program studi Sastra Inggris, dilanjut dengan Anak Agung Istri Candrawati, S.Kom., S.S., M.Si. dari program studi Magister Kajian Budaya, dan Dr. Ida Bagus Gede Paramita, S.S., M.Si. dari program studi doktor Kajian Budaya.
Nyoman Dinda Prapti Dwijayanthi, S.S. mewakili seluruh calon wisudawan FIB Unud pada pelepasan kali ini  menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas bimbingan seluruh sivitas akademika selama masa perkuliahan. Ia menyoroti bagaimana berbagai tantangan akademik telah berhasil membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang lebih disiplin, kritis, dan bertanggung jawab. Selain menaruh harapan agar FIB Unud terus maju dan adaptif terhadap perkembangan zaman, ia juga berpesan kepada rekan-rekan sejawatnya untuk terus berkembang.

Pada sesi akhir acara, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. selaku Dekan FIB Unud menitipkan harapan dan pedoman esensial bagi kesuksesan para lulusan di masa depan. Beliau menekankan dua fondasi utama bagi wisudawan: pertama, pentingnya memadukan kerja keras dan ketekunan dengan cara menentukan sasaran yang jelas (set the goal), senantiasa fokus, bersabar, dan pantang menyerah meski dihadapkan pada kenyataan yang sulit dalam mewujudkan tujuannya. Kedua, beliau mendorong para wisudawan untuk terus mengejar apa yang menjadi rencana (passion) mereka, sembari menanamkan keyakinan utuh pada diri sendiri bahwa mereka pasti mampu mencapai segala cita-cita yang diimpikan, tentunya tidak lepas dari doa tiada henti dari orang tua.


Wednesday, February 25, 2026

Program Studi Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana Gelar “Festival Kamus Digital”


Kamis, 26 Pebruari 2026, Program Studi Sastra Bali, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana telah melaksanakan acara “Festival Kamus Digital" di Ruang Ir. Soekarno, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana. Acara tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut Bulan Bahasa Bali tahun 2026 di bulan Pebruari ini.

 Festival Kamus Digital ini dilaksanakan dengan kegiatan penyalinan kamus Bahasa Bali ke dalam bentuk digital, lengkap beserta aksara Balinya dan memanfaatkan aplikasi Bali Simbar Dwijendra sebagai sarana. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa aktif program studi Sastra Bali dari angkatan 2022 hingga angkatan 2025, dipandu juga oleh para dosen Sastra Bali, Bapak Koordinator Program Studi Sastra Bali, Pembina Himpunan Program Studi Sastra Bali turut memeriahkan dan mendukung kegiatan ini.

Drs. I Gde Nala Antara, M. Hum menjelaskan bahwa penyalinan kamus digital ini bukan sekadar penyusunan kosakata, melainkan penerapan langsung ilmu mahasiswa Prodi Sastra Bali, mulai dari fonologi hingga semantik. “Ini sekaligus penerapan dan pengaplikasian ilmu yang mahasiswa dapatkan selama kuliah di Sastra Bali.” Kamus Bahasa Bali ini juga disusun ulang dengan penyempurnaan ejaan 2023 dan penambahan kosakata baru yang akan dikembangkan menjadi versi digital.

Drs. I Ketut Ngurah Sulibra, M. Hum selaku Koordinator Program Studi Sastra Bali menyampaikan bahwa mahasiswa Prodi Sastra Bali merupakan cikal bakal pelestarian Bahasa dan Aksara Bali, sehingga keterlibatan mereka dalam penyusunan kamus digital menjadi bentuk kontribusi nyata agar mudah dipelajari oleh generasi berikutnya. “Jadi kamus Bahasa Bali itu akan berisi kata, aksaranya, maknanya dalam huruf latin, serta kata turunannya,” jelasnya. Penyusunan ini juga terintegrasi dengan mata kuliah seperti fonologi, morfologi, dan semantik, dan masing-masing mahasiswa akan mengerjakan sekitar 22 halaman.

Acara ini bukanlah sebatas kegiatan akademik saja, juga sebagai wahana kita sebagai anak muda Bali untuk melestarikan bahasa dan aksara Bali di era digital seperti saat ini. Melalui Festival Kamus Digital ini, harapannya anak-anak muda dapat memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada sebagai sarana untuk menjaga dan melestarikan eksistensi warisan budaya Bali seperti: bahasa, aksara, dan sastra Bali. Tak hanya itu, acara ini juga bertujuan untuk memeriahkan Bulan Bahasa Bali tahun 2026 ini.


Monday, February 23, 2026

Inaugurasi BIPAS Spring Semester 2026: FIB Unud Menyambut 33 Mahasiswa Internasional

 


Pada hari Senin, 23 Februari 2026 telah terlaksana Opening Ceremony dan Orientation Day dari program Bali International Program on Asian Studies (BIPAS) FIB Unud Spring Semester 2026. Bertempat di Auditorium Widya Sabha Mandala Gedung IB Mantra Lantai 3 FIB Unud, kegiatan ini dihadiri oleh koordinator BIPAS,  perwakilan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Wakil Rektor I Universitas Udayana mewakili Rektor Universitas Udayana, perwakilan Asia Exchange, perwakilan International Office Universitas Udayana, tim Bali Study Guide, serta kurang lebih 33 (tiga puluh tiga) peserta dari 10 negara berbeda.

Sambutan dari I Made Sena Darmasetiyawan, S.S., M.Hum., Ph.D. selaku koordinator BIPAS menyambut kehadiran 33 mahasiswa internasional untuk menempuh studi di program BIPAS Fakultas Ilmu Budaya, yang perkuliahannya akan berlangsung dari tanggal 23 Februari hingga 12 Juni 2026. Beliau berharap para mahasiswa agar dapat sepenuhnya menikmati pengalaman akademis dan budaya selama beberapa bulan ke depan di Bali.
Mewakili Dekan FIB Unud, Dr. Ni Ketut Widhiarcani Matradewi, S.S., M.Hum. selaku Ketua Unit Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (UP3M) FIB Unud mengawali acara orientasi dengan memperkenalkan sejarah fakultas tertua di lingkungan Universitas Udayana yang telah berdiri sejak tanggal 29 September 1958. Beliau juga memotivasi para mahasiswa program BIPAS untuk aktif mengeksplorasi keindahan pulau serta tradisi budaya Bali guna memperkaya pengalaman akademik mereka selama masa studi. Setelah sambutan tersebut, prosesi dilanjutkan dengan serah terima tanggung jawab dari pihak Asia Exchange kepada Universitas Udayana, yang kemudian disahkan melalui pemukulan gong sebagai simbol peresmian masa orientasi.

Selanjutnya, Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Udayana, Prof. Ir. I Nengah Sujaya,  M.Agr.Sc., Ph.D. menyampaikan apresiasi mendalam kepada para mahasiswa internasional dan pihak Asia Exchange atas kepercayaan serta kerja sama yang terjalin. Beliau juga menegaskan komitmen Universitas Udayana sebagai institusi pendidikan terkemuka di kawasan Indonesia Timur untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur dan sumber daya manusianya demi menyediakan layanan serta atmosfer akademik yang berstandar global bagi seluruh mahasiswa.

Setelah pembukaan, rangkaian dilanjutkan dengan pemaparan profil dosen-dosen dari berbagai fakultas yang akan mengajar selama Spring Semester 2026. Dilanjut dengan pemaparan dari Putu Eka Ariady Putra, S.P. selaku perwakilan International Office Universitas Udayana mengenai kewajiban mahasiswa untuk memiliki Izin Tinggal Terbatas (ITAS) Visa E30 untuk fokus pada kegiatan akademik dan melarang segala aktivitas bekerja atau berbisnis. Beliau juga meminta mahasiswa BIPAS untuk wajib lapor mengenai rencana perjalanan, mutasi alamat dengan berkas yang diperlukan dan urusan kehilangan paspor.

Pemaparan materi dilanjutkan oleh Prof. Dr. Drs. I Made Rajeg, M.Hum. selaku perwakilan dosen pengajar BIPAS memaparkan esensi kearifan lokal Bali yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana dan keharmonisan toleransi beragama. Mahasiswa BIPAS secara khusus diinstruksikan untuk menerapkan etika dasar, seperti menggunakan sapaan tradisional, berpakaian sopan dengan selendang saat ke pura, dan mematuhi aturan berlalu lintas. Mahasiswa BIPAS juga diperingatkan untuk tidak melanggar pantangan budaya yang sangat krusial di Bali, seperti menyentuh kepala orang lain, menginjak sesajen canang sari, menunjuk menggunakan kaki, ataupun memasuki kawasan suci pura saat sedang dalam kondisi menstruasi.

Menjelang akhir hari orientasi, I Made Sena Darmasetiyawan, S.S., M.Hum., Ph.D. selaku koordinator BIPAS memaparkan bahwa mahasiswa BIPAS wajib menempuh satu kelas Bahasa Indonesia dan dua hingga enam mata kuliah pilihan. Kelayakan untuk mengikuti ujian akhir mensyaratkan minimal 75 persen tingkat kehadiran kelas, dengan toleransi absen maksimal tiga hari bersurat keterangan sah, serta sanksi ketidakhadiran bagi yang terlambat lebih dari 10 menit. Selama perkuliahan berlangsung, BIPAS juga melarang keras penggunaan atasan tanpa lengan, celana pendek, sandal, dan rok mini di area kampus. Di luar rutinitas akademik, Bali Study Guide selaku mitra Asia Exchange turut memfasilitasi kebutuhan mahasiswa melalui layanan logistik seperti penyewaan akomodasi, skuter, dan pengurusan SIM, sekaligus mengkoordinasikan berbagai ragam aktivitas rekreasi opsional untuk memperkaya pengalaman kultural mereka selama di Bali.


FIB Unud Terima Hibah 26 Naskah Lontar dari Akademisi Australia untuk Pelestarian Warisan Budaya Bali

 


Denpasar, 23 Pebruari 2026 – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana menerima hibah sebanyak kurang lebih 26 (dua puluh enam) naskah lontar untuk koleksi Perpustakaan Lontar FIB Unud. Kegiatan serah terima dilaksanakan di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana dan dihadiri oleh pimpinan fakultas, pengelola perpustakaan lontar, dosen, serta pihak donatur sebagai bentuk komitmen bersama dalam pelestarian warisan budaya Bali.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kepercayaan serta kontribusi yang diberikan. Beliau menegaskan bahwa lontar merupakan sumber pengetahuan tradisional yang memiliki nilai historis, filologis, dan kultural yang sangat penting. Hibah ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat fungsi akademik fakultas, khususnya dalam mendukung kegiatan penelitian, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis khazanah budaya lokal.
Rektor Universitas Udayana dalam sambutannya turut menyampaikan penghargaan atas kontribusi yang diberikan kepada Fakultas Ilmu Budaya. Beliau menekankan bahwa pelestarian naskah lontar sejalan dengan komitmen universitas dalam menjaga identitas dan jati diri berbasis budaya. Rektor juga berharap koleksi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai sumber pembelajaran dan pengembangan riset yang berdampak luas bagi masyarakat.

Naskah-naskah lontar tersebut didonasikan oleh Dr. David J. Stuart-Fox, seorang akademisi asal Australia yang berdomisili di Belanda. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa donasi ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif untuk mendukung pelestarian warisan budaya Bali serta pengembangan pendidikan dan penelitian. Ia berharap lontar-lontar tersebut dapat dirawat dengan baik dan dimanfaatkan oleh generasi akademisi berikutnya. Adapun daftar lontar yang diserahterimakan mencakup berbagai judul, seperti: Tingkah ing akarya tirtha pangentas, Puja Parikrama, Kajang, Krakah, Yamaraja, Parik Basa, Aksara Utama, Wisik Utama, Piwlas, Panghidup dahi, Gaguritan Hikayat Nabi, Pangunus Wisesa, Pratekaning rare wawu metu, Wariga Gemet, Usada, Usada Tenung Sakit, Gaguritan Dewasa, Kawisesan, Pigedeg, Pabesah, Patengeran Tiwang, Aksara Mawisesa, Kanda Mpat, Usada Manak, empat lontar tanpa identifikasi, serta tiga bundel embat-embatan, pangeling-eling, dan lempir-lempir bebas.

Agenda penyerahan lontar kemudian ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga dan merawat koleksi tersebut secara berkelanjutan. Seluruh naskah lontar akan disimpan dan dirawat secara aman di Perpustakaan Lontar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Keberadaan koleksi ini diharapkan dapat menjadi sumber rujukan yang berharga bagi kegiatan penelitian, pembelajaran, serta pelestarian pengetahuan tradisional bagi generasi mendatang, sekaligus memperkuat komitmen Fakultas Ilmu Budaya dalam menjaga dan mengembangkan khazanah budaya Bali.


Saturday, February 21, 2026

Hilirisasi Hasil Penelitian dan Sosialisasi 8 Program Studi Sarjana di Makassar

 

Kegiatan hilirisasi hasil penelitian dan sosialisasi program studi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana dilaksanakan pada 21–24 Februari 2026 di Kota Makassar. Kegiatan ini menyampaikan hasil-hasil penelitian dosen sekaligus sosialisasi delapan Program Studi S1 kepada para siswa di Yayasan Sadhana Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Makassar, yang kemudian dilanjutkan di SMA Negeri 21 Makassar pada hari berikutnya. Program ini bertujuan untuk menyebarluaskan luaran penelitian akademik agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkenalkan peluang pendidikan tinggi kepada para siswa yang ingin melanjutkan studi di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat melalui diseminasi ilmu pengetahuan.

Rombongan kegiatan dipimpin oleh Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Dr. I Gede Oeinada, S.S., M.Hum. menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi momentum penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, universitas berupaya menghadirkan akses informasi pendidikan berkualitas sekaligus membuka wawasan siswa mengenai pilihan studi di Fakultas Ilmu Budaya. Selanjutnya, Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun peserta. Antusiasme para siswa terlihat dari aktifnya sesi diskusi dan tanya jawab selama kegiatan berlangsung.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Dekan II, Ketua UP2M, tenaga kependidikan, serta para koordinator program studi dari masing-masing prodi. Wakil Dekan II juga menyampaikan komitmen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana dalam memberikan kesempatan pendidikan melalui program beasiswa, khususnya bagi siswa kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas terutama yang berminat melanjutkan ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Ketua UP2M FIB yaitu Dr. Ngurah Indra Pradhana, S.S., M.Hum. selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan apresiasi kepada pimpinan fakultas atas dukungan yang diberikan, serta berharap kegiatan ini mampu meningkatkan minat calon mahasiswa untuk melanjutkan studi di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana pada masa mendatang. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan sebagai strategi promosi akademik sekaligus penguatan jejaring institusi di berbagai daerah.

Thursday, February 19, 2026

FIB Unud Sukses Gelar SNBI ke-18: Soroti Peluang Revitalisasi Bahasa Ibu di Era Digital

 


Pada hari Jumat, 20 Februari 2026, Program Studi Doktor dan Magister Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana melaksanakan Seminar Nasional Bahasa Ibu ke-18 dengan tema “Bahasa Ibu sebagai Pilar Identitas Bangsa: Tantangan dan Peluang di Era Modernisasi Digital”. Bertempat di Auditorium Widya Sabha Mandala Gedung IB Mantra Lantai 3 FIB Unud, seminar ini terlaksana secara hybrid dan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Udayana, serta dihadiri oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali, Ketua Asosiasi Peneliti Bahasa Lokal, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, seluruh koordinator program studi di lingkungan FIB Unud, para dosen, dan pemakalah.
Ketua Panitia Pelaksana, Ni Nyoman Tri Gitayani, S.S. menyampaikan bahwa tema tahun ini diangkat untuk merespons urgensi pelestarian martabat dan eksistensi bahasa ibu di tengah gempuran digitalisasi. Seminar ini mencatat antusiasme tinggi dengan melibatkan 120 pemakalah dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri. 

Selanjutnya, ibu Elis Setiati, S.Pd., M.Hum., Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali mengapresiasi pelaksanaan SNBI XVIII tahun ini. Bertepatan dengan Hari Bahasa Ibu Internasional, beliau berharap SNBI XVIII tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga menjadi wujud aksi nyata, konsultasi, dan gagasan strategis untuk pelestarian bahasa daerah di Indonesia. 
Kekhawatiran terhadap masa depan bahasa ibu turut disuarakan oleh Ketua Asosiasi Pendidik Bahasa Lokal (APBL) Pusat, Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A. Beliau menyoroti masifnya pengajaran bahasa asing sejak dini dan menegaskan bahwa bahasa lokal harus dikembalikan maruahnya sebagai fondasi utama (the point of departure) dalam komunikasi awal anak.

Dekan FIB Unud, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D., mengingatkan ancaman hilangnya memori kolektif budaya akibat kepunahan bahasa. Meski Bali dan Indonesia memiliki landasan hukum perlindungan bahasa yang kuat, gempuran konten digital berbahasa asing tetap menjadi tantangan berat yang harus dihadapi generasi muda.

Mewakili Rektor Universitas Udayana, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr.Sc., Ph.D., secara resmi membuka acara. Beliau mendorong FIB Unud sebagai garda terdepan pelestarian budaya untuk terus mengawal strategi revitalisasi agar warisan leluhur tetap relevan melintasi zaman. Sesi pembukaan ini kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Pelaksanaan Kegiatan antara Program Studi S2 Linguistik FIB Unud dan Balai Bahasa Provinsi Bali.

Adapun materi seminar disampaikan oleh narasumber kunci serta para pakar, diantaranya Dr. Dora Amalia dari Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra sebagai narasumber kunci, Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sartini, M.Hum. dari Universitas Airlangga, Prof Dr. Maria Arina Luardini, M.A. dari Universitas Palangkaraya, dan Prof. Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini, S.S., M.Hum. dari Universitas Udayana sebagai para narasumber.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dr. Dora Amalia, selaku narasumber kunci menegaskan peran bahasa ibu sebagai instrumen fundamental pendidikan karakter. Beliau mendorong agar era digital tidak dipandang semata sebagai ancaman, melainkan dioptimalkan sebagai peluang revitalisasi melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), aplikasi edukasi edukatif, serta integrasi kurikulum digital.

Presentasi Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sartini, M.Hum. menjelaskan bahwa di tengah dominasi bahasa global dan pergeseran minat generasi muda ke ruang digital, bahasa ibu terancam mengalami penyempitan ranah penggunaan serta disrupsi transmisi antargenerasi. Tantangan di Bali semakin kompleks karena bahasa daerah harus bersaing dengan bahasa Indonesia dan Inggris yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi di sektor pariwisata. Namun, era digital juga menawarkan peluang revitalisasi melalui produksi konten kreatif, digitalisasi sastra lisan, dan kolaborasi lintas sektor.

Terkait intervensi teknologi, Prof. Dr. Maria Arina Luardini, M.A. dari Universitas Palangka Raya menekankan perlunya integrasi pelestarian budaya ke dalam pendidikan. Menurutnya, penggunaan kecerdasan buatan dapat menjadi alat pelestarian yang tangguh jika diimbangi dengan bimbingan akademis yang tepat dan penerapan program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD)

Mengakhiri sesi pemaparan materi, Prof. Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini, S.S., M.Hum. dari Universitas Udayana, menganalogikan bahasa ibu sebagai "tali pusar" emosional bagi komunitas diaspora di Bali. Ia optimis bahwa inovasi teknologi seperti Unicode aksara daerah dan kehadiran platform komunitas virtual mampu menghadirkan transformasi pelestarian yang lebih dinamis, modern, dan berdaya saing.

Dalam sesi penutupan seminar, Koordinator Program Studi Magister Ilmu Linguistik FIB Unud, Prof. Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum., merefleksikan perjalanan 18 tahun penyelenggaraan SNBI. Beliau memaparkan bahwa forum yang awalnya dirancang untuk melatih mahasiswa magister tampil mempresentasikan makalah ini, kini telah berkembang menjadi ajang pertemuan nasional yang sukses memfasilitasi kolaborasi strategis antar-ahli bahasa dan sastra. Sambutan ini pun sekaligus menutup sesi utama sebelum acara dilanjutkan ke presentasi makalah paralel.

Wednesday, February 18, 2026

Penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2026 di Lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

 



Pada hari Kamis, 19 Februari 2026, telah terlaksana penandatanganan perjanjian kinerja dari Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana kepada seluruh koordinator Program Sarjana, Magister, Doktor  di lingkungan FIB Unud, ketua unit Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), dan ketua unit Bali International Program on Asian Studies (BIPAS), dan para Dekanat. Kegiatan ini diadakan di Ruang Dr. Ir. Soekarno, Gedung Poerbatjaraka FIB Unud.

Dalam sambutannya, Dekan FIB Universitas Udayana, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D., memaparkan bahwa target Indikator Kinerja Utama (IKU) tetap berlaku tanpa perubahan berdasarkan keputusan Rektor. Keputusan tersebut tetap berjalan meskipun pihak fakultas telah mengupayakan negosiasi revisi terkait penambahan integrasi Sustainable Development Goals (SDG) sebagai poin wajib dalam draft kontrak kinerja 2026 yang saat ini sedang difinalisasi. 

Selanjutnya, Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Perencanaan, Dr. I Gede Oeinada, S.S., M.Hum., memaparkan isi kontrak kinerja antara Rektor Universitas Udayana dengan Dekan FIB yang telah ditandatangani sebelumnya. Beliau juga menjelaskan rincian target dalam perjanjian kinerja antara Dekan dengan para pimpinan program studi dan unit di lingkungan FIB Unud. Salah satu poin penekanan dalam perjanjian tersebut adalah peningkatan jumlah publikasi bereputasi internasional dan publikasi terindeks Scopus.

Kegiatan diakhiri dengan proses penandatanganan perjanjian secara serentak oleh Dekan FIB beserta seluruh pihak terkait. Melalui penetapan target ini, diharapkan akselerasi kinerja seluruh sivitas akademika dalam meningkatkan mutu dan kualitas FIB Unud dapat tercapai secara optimal.


UPT Bahasa Universitas Udayana Melaksanakan Pelatihan Udayana Academic English Proficiency Test (UAEPT) untuk Mahasiswa FIB Unud

 


Pada hari Rabu, 18 Februari 2026 telah terlaksana Pelatihan Udayana Academic English Proficiency Test (UAEPT) yang diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa Universitas Udayana. Sasaran tujuan pelatihan ini yaitu mahasiswa Program Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3) yang akan/sedang menyusun skripsi, tesis, atau disertasi. Pelatihan ini terlaksana di UPT Bahasa Universitas Udayana Kampus Sudirman. Pelatihan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana sebagai perwakilan Rektor Universitas Udayana, Kepala UPT Bahasa, Sekretaris UPT Bahasa, instruktur ujian, serta 25 peserta dari berbagai program studi di lingkungan FIB Unud.

Kepala UPT Bahasa Universitas Udayana, Dr. I Nyoman Tri Ediwan, S.S., M.Hum. menyampaikan bahwa terdapat perubahan pada UAEPT tahun ini. Dibandingkan dengan UAEPT tahun sebelumnya yang hanya mengundang 2 mahasiswa per fakultas, UAEPT tahun ini membuka lebih banyak kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti UAEPT dengan mengundang 20-24 mahasiswa untuk berpartisipasi per fakultas secara berurutan dengan Fakultas Ilmu Budaya sebagai fakultas pertama yang mengikuti UAEPT tahun ini. Beliau juga memaparkan bahwa pelaksanaan UAEPT adalah salah satu bagian penguatan kemampuan bahasa Inggris dalam upaya mengejar kampus bertaraf internasional.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. sekaligus perwakilan Rektor Universitas Udayana mengapresiasi pelaksanaan UAEPT sebagai implementasi dalam penciptaan standarisasi untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam berbahasa Inggris. Lebih lanjut, beliau juga menjelaskan bahwa agar standarisasi kemampuan mahasiswa dalam berbahasa Inggris dapat mencapai hasil maksimal, pelaksanaan UAEPT juga harus dilakukan di fakultas lain, tidak hanya fakultas yang mewajibkan skor bahasa Inggris seperti FIB Unud dan FEB Unud. Beliau juga berpesan kepada mahasiswa agar dapat memanfaatkan UPT Bahasa Universitas Udayana dengan lebih maksimal, bukan hanya untuk mengikuti UAEPT, namun juga untuk meningkatkan kemampuan berbahasa lain.

Pelaksanaan UAEPT tahun ini terbagi menjadi 3 hari, dari tanggal 18 Februari s/d 20 Februari 2026. Pada hari pertama, telah terlaksana sesi pelatihan pertama, yaitu sesi Reading. Hari kedua akan berfokus pada pelatihan Listening dan Structure. Hari terakhir adalah sesi pelaksanaan UAEPT dan penutupan. 

Saturday, February 14, 2026

Optimalkan Luaran Mahasiswa, Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Udayana Gelar Pembekalan Kunjungan Situs Sejarah

 

Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Udayana menggelar pembekalan Kunjungan Situs Sejarah, Kamis 12 Februari 2026. Pembekalan ini diawali dengan pembukaan secara resmi oleh Koordinator Prodi Ilmu Sejarah Universitas Udayana, Prof. Dr. phil. I Ketut Ardhana, M.A. Dalam sambutannya, Prof. Ardhana menyampaikan bahwa kegiatan Kunjungan Situs Sejarah sudah seharusnya dikemas agar mahasiswa dan dosen Sejarah Universitas Udayana semakin banyak memiliki ide yang bisa ditulis dan dihasilkan sebagai luaran, tidak hanya di tingkat lokal namun juga pada skala nasional maupun internasional. Prof. Ardhana menegaskan bahwa kegiatan Kunjungan Situs Sejarah ini merupakan agenda pertama yang akan terhubung dengan agenda lainnya, salah satunya International Conferences IFSSO “Religion, Secularization, and Modernization in Comparative Perspective” 21 April 2026 mendatang. 

I Kadek Surya Jayadi, S.S.,M.A. selaku ketua panitia menyampaikan bahwa jika kegiatan pembekalan ini dikemas secara menyenangkan dan memberikan manfaat secara signifikan, “Terlepas dari kekurangannya, maka ikhtiar ini sudah seyogyanya akan semakin mengoptimalkan capaian luaran mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Udayana”. Untuk memenuhi harapan tersebut, kegiatan Kunjungan Situs Sejarah 2026 diawali dengan pembekalan dengan materi pembekalan yang diberikan oleh seluruh dosen prodi Ilmu Sejarah Universitas Udayana. Materi pembekalan meliputi gambaran historis Karangasem tentang multikulturalisme, etika penelitian, dan sejarah lisan. Pembekalan juga dilengkapi dengan workshop penulisan esai dan pembuatan video promosi pariwisata. Pembekalan tidak terkesan membosankan karena dalam pembekalan mahasiswa karena langsung diberikan praktek menyusun pertanyaan wawancara atau praktek membuat video. 

Kegiatan pembekalan ini diharapkan mampu menjadi fondasi akademik yang kuat bagi mahasiswa sebelum terjun langsung ke lapangan dalam Kunjungan Situs Sejarah 2026. Melalui sinergi antara teori dan praktik, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman empiris, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan karya ilmiah, esai populer, hingga konten edukatif yang bernilai publikasi. Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Udayana berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis riset dan luaran konkret sebagai bagian dari penguatan kualitas akademik serta kontribusi nyata bagi pengembangan kajian sejarah di tingkat nasional maupun internasional.

Thursday, February 12, 2026

Kuliah Umum “Tipologi Konstruksi Pasif Analitik di Bahasa-Bahasa Asia Tenggara: Suatu Kajian Awal” dengan Associate Prof. Hiroki Nomoto dari Tokyo University of Foreign Studies

 


Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana kembali menghadirkan forum akademik internasional melalui kegiatan Kuliah Umum yang diselenggarakan pada tanggal 12 Februari 2026. Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. sedangkan Moderator dalam kegiatan tersebut yaitu Gede Primahadi Wijaya Rajeg Ph.D.  Pelaksanaan kuliah umum dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom dan dihadiri oleh Ketua UP2M Fakultas Ilmu Budaya yaitu Dr. Ngurah Indra Pradhana, S.S., M.Hum., para mahasiswa dan dosen di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya.

Dalam kesempatan tersebut, Associate Prof. Hiroki Nomoto dari Tokyo University of Foreign Studies membawakan materi berjudul “Tipologi Konstruksi Pasif Analitik di Bahasa-Bahasa Asia Tenggara: Suatu Kajian Awal”. Kuliah tamu ini mengupas secara mendalam perbedaan antara pasif sintesis dan pasif analitik, serta menawarkan perspektif teoritis mengenai definisi dan klasifikasi konstruksi pasif. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi ilmiah yang memperkaya kajian linguistik, khususnya dalam bidang sintaksis dan tipologi bahasa di kawasan Asia Tenggara. Pada paparannya, Associate Prof. Hiroki Nomoto menjelaskan bahwa tidak ada satu definisi pasif yang berlaku secara universal, melainkan terdapat fitur morfosintaksis tertentu yang mencirikan konstruksi pasif. Ia menekankan pentingnya melihat pasif dari sudut argumen dalam (internal argument), terutama untuk bahasa-bahasa di Nusantara yang memiliki karakteristik diatesis berbeda dengan bahasa-bahasa Eropa. Melalui pendekatan teoritis struktur frasa verba berlapis tiga, Nomoto memaparkan peran voice maker dan voice marker dalam membentuk konstruksi aktif dan pasif. Penjelasan ini memperlihatkan bagaimana analisis sintaksis modern dapat menjembatani perbedaan struktur bahasa Melayu, Indonesia, Bali, hingga bahasa-bahasa lain di Asia Tenggara.

Lebih lanjut, penelitian ini mengklasifikasikan pasif analitik berdasarkan tiga ciri utama, yakni kategori sintaksis Aux, kemandirian morfologis, dan makna modalitas Aux. Berbagai contoh bahasa seperti Bahasa Melayu Standar (kena), Bahasa Vietnam (bị), Melayu Patani (kenor), hingga bahasa-bahasa di Sarawak dipaparkan untuk menunjukkan variasi tipologis konstruksi pasif analitik. Melalui pemetaan tipologi ini, penelitian tentang konstruksi pasif analitik di Asia Tenggara diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan teori sintaksis dan studi perbandingan bahasa. Kegiatan Kuliah Umum ini sekaligus menegaskan komitmen Universitas Udayana dalam mendorong kolaborasi riset internasional dan penguatan kajian Linguistik di tingkat global.


Wednesday, February 11, 2026

Pertukaran budaya antara Osaka University, Jepang dan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

 



Pertukaran budaya antara Osaka University, Jepang dan Fakultas Ilmu Budaya  Universitas Udayana digelar di Auditorium Widya Sabha pada tanggal 12 Pebruari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan akademik dan kebudayaan antara kedua institusi, sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional di bidang pendidikan dan kebudayaan. Acara tersebut dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, serta delegasi dari Osaka University yang turut memperkenalkan budaya dan sistem pendidikan di Jepang.

Dalam sambutannya, Koprodi Sastra Jepang FIB Universitas Udayana, Dr. Silvia Damayanti, S.S., M.Hum. menyampaikan bahwa kegiatan cultural exchange ini merupakan wadah strategis untuk mendorong pemahaman lintas budaya dan memperkuat kolaborasi akademik di masa mendatang. Mahasiswa dari Udayana dapat mempelajari budaya pernikahan Jepang dan upacara matsui yang ada di Jepang sedangkan mahasiswa Jepang dapat mempelajari tulisan tradisional dan Bahasa Indonesia.

Assoc. Prof. Morita Atsushi dari Osaka International University menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan serta harapan agar kerja sama ini dapat berkembang dalam bentuk program pertukaran mahasiswa, joint research, maupun kuliah tamu internasional. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi presentasi, diskusi, serta tanya jawab antara mahasiswa kedua institusi.

Kegiatan pertukaran budaya ini juga diisi dengan penampilan seni dan pengenalan budaya masing-masing negara, yang semakin memperkaya wawasan peserta mengenai keberagaman tradisi Indonesia dan Jepang. Antusiasme mahasiswa terlihat dari partisipasi aktif dalam setiap rangkaian acara, menunjukkan tingginya minat terhadap program internasional. Melalui kegiatan ini, FIB Universitas Udayana dan Osaka International University diharapkan dapat terus membangun sinergi yang berkelanjutan dalam pengembangan akademik dan penguatan diplomasi budaya.

Monday, February 9, 2026

Keberhasilan Gede Budi Hartawan Meraih Juara I dalam Lomba Sakubun Universitas Hiroshima untuk Peserta Indonesia ke-2

 



Lomba Sakubun Universitas Hiroshima untuk Peserta Indonesia ke-2 merupakan kompetisi menulis bahasa Jepang yang diselenggarakan oleh Universitas Hiroshima bekerja sama dengan Universitas Dharma Persada. Lomba ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Pendidikan Indonesia, serta beberapa perguruan tinggi lainnya, sehingga kompetisi ini memiliki cakupan peserta yang luas dan tergolong sebagai lomba tingkat nasional. Pelaksanaan lomba berlangsung pada November 2025, dengan pengumuman hasil akhir pada Februari 2026. Dalam lomba tersebut, panitia menetapkan tiga pilihan tema yang dapat dipilih oleh peserta. Gede Budi Hartawan memilih tema ketiga yaitu “Guru Bahasa Jepang yang Menginspirasi Hidup Saya: Sebuah Ucapan Terima Kasih.” Sakubun yang ditulis berjudul 「割れたレンズに映った希望」(Harapan yang Tercermin dalam Lensa yang Retak). Tema ini dipilih sebagai bentuk refleksi atas pengalaman pribadi Budi sekaligus sebagai ungkapan apresiasi terhadap dedikasi pengajar bahasa Jepang yang memberikan pengaruh besar dalam perjalanan akademiknya.

Sakubun yang dilombakan memiliki ketentuan jumlah karakter sebanyak 1.500–1.700 karakter dan ditulis menggunakan bahasa Jepang yang mudah dipahami serta mampu menarik perhatian pembaca. Pelaksanaan lomba ini terdiri atas beberapa tahapan, yaitu seleksi naskah tertulis yang kemudian dilanjutkan dengan seleksi wawancara, sebelum akhirnya ditentukan pemenang lomba. Proses penulisan sakubun yang dilakukan oleh Budi melalui tahapan yang panjang dan penuh tantangan. Kesulitan utama yang dihadapi terletak pada penyusunan bagian pembuka tulisan, sehingga diperlukan proses revisi berulang kali hingga diperoleh sakubun yang sesuai. Selama proses tersebut, Budi memperoleh pendampingan dan dukungan secara maksimal dari pembimbingnya. Tantangan terbesar dalam penulisan ini adalah menghadirkan sakubun yang hidup dan mampu menyampaikan emosi secara mendalam kepada pembaca.

Penilaian lomba sakubun mencakup beberapa aspek, antara lain isi tulisan, orisinalitas karya, keaslian naskah yang tidak menggunakan bantuan kecerdasan buatan (AI), serta ketepatan penggunaan tata bahasa Jepang. Keunggulan sakubun karya Budi terletak pada kekuatan pengalaman pribadi yang disampaikan secara jujur dan reflektif, sehingga mampu memberikan kesan mendalam bagi pembaca. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, Budi berhasil meraih Juara I dalam Lomba Sakubun Universitas Hiroshima untuk Peserta Indonesia ke-2. Pencapaian ini menjadi sarana evaluasi sekaligus pengembangan kemampuan akademik, khususnya dalam bidang penulisan bahasa Jepang. Selain itu, keikutsertaannya dalam lomba ini turut meningkatkan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Jepang, baik secara tertulis maupun lisan. Ke depannya, Budi berharap dapat terus mengembangkan kemampuannya dan berpartisipasi dalam berbagai kompetisi akademik serupa.

Sunday, February 8, 2026

Pencapaian I Gusti Bagus Ryan Pradnyana sebagai Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Jepang Sakura Cup ke-7


 

Lomba Pidato Bahasa Jepang Sakura Cup ke-7 diselenggarakan oleh Bali Japan Club dan bertempat di Kuta, Bali. Lomba tingkat nasional ini diikuti oleh 37 peserta dari berbagai daerah. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, 10 peserta terpilih berkesempatan untuk mengikuti babak pidato secara luring (offline) yang dilaksanakan pada 8 Februari 2026. Dalam lomba tersebut, I Gusti Bagus Ryan Pradnyana membawakan pidato dengan tema 「先生から教えた勇気」(Keberanian yang Diajarkan oleh Sensei). Tema ini dipilih sebagai bentuk penghargaan dan refleksi atas peran seorang sensei yang telah membimbing Bagus sejak awal mempelajari bahasa Jepang semasa SMA. Melalui pidato ini, Bagus menyampaikan pengalaman pribadi yang bersifat emosional mengenai proses belajar bahasa Jepang serta nilai keberanian yang diperolehnya selama perjalanan tersebut.

Proses persiapan yang dilakukan Bagus tidaklah mudah. Ia harus menghafal naskah pidato, memperbaiki pelafalan dan intonasi, melatih ekspresi, serta meningkatkan kemampuan penguasaan panggung agar dapat tampil dengan percaya diri. Dengan bimbingan dari dosen, dukungan teman, serta keluarga, Bagus berhasil menyusun dan menyempurnakan naskah pidato hingga dapat lolos seleksi dan tampil pada babak final lomba.Pelaksanaan Lomba Pidato Bahasa Jepang Sakura Cup ke-7 berlangsung selama kurang lebih lima jam, dimulai dari tahap registrasi peserta, sambutan pembuka, acara tambahan, hingga pelaksanaan lomba pidato. Dalam kategori mahasiswa/umum, setiap peserta diwajibkan menyampaikan pidato dengan durasi 5–7 menit. Penilaian lomba mencakup beberapa aspek, yaitu isi dan tema naskah (30%), kemampuan bahasa Jepang (20%), ekspresi (20%), serta sesi tanya jawab (30%). Melalui persaingan yang ketat, Bagus berhasil meraih Juara III dalam Lomba Pidato Bahasa Jepang Sakura Cup ke-7.

Pencapaian ini tidak hanya dimaknai sebagai hasil perlombaan semata, tetapi juga sebagai proses pembelajaran dan pengembangan diri. Melalui keikutsertaannya dalam lomba ini, Bagus merasakan peningkatan kemampuan berbicara di depan umum dalam bahasa Jepang serta pemahaman yang lebih baik mengenai kepercayaan diri terhadap kemampuan yang dimilikinya. Ke depannya, Bagus berharap pengalaman ini dapat menjadi motivasi untuk terus berani mencoba, mengembangkan diri, dan menghadapi tantangan baru dalam bidang akademik maupun non akademik.

Re-nihong nihongo.unud.ac.id


Giat P3M Mahasiswa Antropologi Unud di Desa Besan, Klungkung

 


Rombongan mahasiswa dan dosen Antropologi Budaya, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana diterima Prebekel (Kepala Desa) Besan, Kecamatan Dawan, Klungkung – I Ketut Yasa – pada hari Senin, 9 Februari 2026, bertempat di wantilan Banjar Kawan, dalam rangka Pelatihan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M). Kegiatan P3M ini akan diselenggarakan 9-14 Februari 2026 dengan melibatkan 109 mahasiswa dan 12 dosen pendamping.

Dalam sambutannya, I Ketut Yasa menyampaikan bahwa pemerintah dan warga Desa Besan menyambut baik kegiatan tersebut. Ada 11 warga yang telah disiapkan sebagai orang tua asuh bagi mahasiswa yang akan tinggal di Desa Besan selama kegiatan berlangsung. Ia juga berharap kegiatan ini mampu berdampak terhadap pembangunan desa, terutama untuk mengoptimalkan berbagai potensi unggulan, seperti gula merah dan monkey bar sebagai daya tarik wisata. Selama di desa, mahasiswa diharapkan dapat berpartisipasi aktif mensukseskan program desa bersih dari sampah plastik. 

Selanjutnya, Koordinator Program Studi Antropologi Budaya – Dr. Nanang Sutrisno – mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan warga Desa Besan. Ia berpesan kepada mahasiswa agar menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk melatih keterampilannya dalam melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan turun langsung ke masyarakat. Sebagai calon antropolog, mahasiswa tidak hanya mempelajari masyarakat, tetapi juga belajar dari masyarakat. Selain menghasilkan laporan P3M, ia pun berharap dari kegiatan ini dapat menginspirasi setidaknya 4 skripsi yang berkualitas. Mengakhiri sambutannya, Koprodi berpesan agar mahasiswa menjaga sikap dan perilakunya selama tinggal di Desa Besan, termasuk menjunjung tinggi adat dan adab masyarakat setempat.

Thursday, February 5, 2026

Mahasiswa Asing Pelajari Aksara Bali dan Lontar di Unit Lontar FIB Universitas Udayana

 


Pada hari Kamis, 5 Pebruari 2026, pukul 10.30 Wita, Unit Lontar Universitas menerima kunjungan mahasiswa asing yang merupakan peserta Social Anthropology Short Course Program Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana yang berjumlah sepuluh orang. Dalam kunjungan yang berlangsung selama satu setengah jam tersebut, kegiatan dihadiri langsung oleh pimpinan Unit Lontar Unud, Prof. Dr. Drs. Putu Sutama, M.S., dan didampingi oleh dua orang staf Unit Lontar Unud. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan naskah lontar sebagai warisan budaya Bali kepada mahasiswa internasional. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi pembelajaran berbasis kearifan lokal di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya.

Dalam kunjungan mahasiswa asing tersebut, pimpinan dan dua orang staf Unit Lontar Unud memberikan penjelasan mengenai koleksi lontar yang ada di Unit Lontar Unud, aksara Bali, teknik penulisan aksara Bali di atas kertas dan daun lontar, serta isi naskah lontar dan lontar prasi. Penjelasan disampaikan secara interaktif sehingga mahasiswa dapat memahami fungsi lontar dalam kehidupan masyarakat Bali. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait pelestarian dan pemanfaatan lontar di era modern.

Dalam pelatihan penulisan aksara Bali di atas daun lontar, para mahasiswa menunjukkan antusiasme yang tinggi hingga mampu menulis aksara Bali menggunakan pengerupak. Kegiatan praktik ini memberikan pengalaman langsung yang berkesan bagi peserta dalam mengenal tradisi tulis Bali. Pada akhir pertemuan, para mahasiswa diberikan kenang-kenangan berupa lontar bertuliskan nama masing-masing mahasiswa dengan menggunakan aksara Bali. Pemberian cenderamata tersebut menjadi simbol apresiasi sekaligus pengingat atas pengalaman budaya yang mereka peroleh selama berkunjung ke Unit Lontar Universitas Udayana.

FIB Unud Menerima Kunjungan dari SMA Islam Terpadu Abu Bakar Yogyakarta

 


Pada hari Kamis 5 Februari 2026, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana  menerima kunjungan dari SMA Islam Terpadu Abu Bakar Yogyakarta. Kunjungan diterima di Auditorium Widya Sabha Mandala Gedung IB Mantra Lantai IV, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana. Kunjungan ini dihadiri oleh oleh siswa kelas XI beserta para guru pendamping yang berjumlah sekitar 160-an peserta. Rombongan disambut dan diterima dengan hangat oleh Dr. Ni Ketut Widhiarcani Matradewi, S.S., M.Hum. selaku ketua Unit Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (UP3M) Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana.

Kunjungan diawali dengan sambutan dari Drs. Ali Sugiyanto selaku perwakilan Komite SMA IT Abu Bakar Yogyakarta. Dalam sambutannya, beliau berterima kasih atas kesempatan yang diberikan FIB Unud. Beliau juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengunjungi berbagai kampus sebelumnya, seperti UMY, UNS, dan kunjungan ke FIB Unud sebagai destinasi terakhir. Dalam kunjungan kali ini, SMA IT Abu Bakar Yogyakarta memilih Universitas Udayana untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai salah satu universitas terbaik di Indonesia Timur.

Kunjungan ini dilanjutkan dengan pengenalan secara garis besar mengenai FIB Unud oleh Dr. Ni Ketut Widhiarcani Matradewi, S.S., M.Hum. selaku ketua Unit Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (UP3M) Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana. Beliau memperkenalkan sejarah dan keunikan dari FIB Unud sebagai fakultas pertama di Universitas Udayana yang pada saat pendiriannya, merupakan cabang dari Universitas Airlangga. Beliau juga menjelaskan mengenai fasilitas yang dimiliki FIB Unud, baik di kampus Nias maupun kampus Bukit Jimbaran. Selain itu, beliau juga memaparkan delapan program studi yang dinaungi beserta prospek kerja dari prodi-prodi tersebut. Lebih lanjut, beliau juga menjelaskan berbagai organisasi mahasiswa yang dinaungi FIB Unud, seperti BPMFIB, SMFIB, himpunan delapan (8) prodi sarjana, serta UKM akademik dan non-akademik.  

Pemaparan materi mengenai FIB Unud dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diikuti oleh kelas XI. Salah satu pertanyaan yang dilontarkan adalah program studi di FIB Unud yang paling banyak diminati dari segi calon pendaftar. Kunjungan diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan dari SMA IT Abu Bakar Yogyakarta kepada FIB Unud. Harapannya, kunjungan ini mampu memberikan wawasan serta opsi kepada para siswa kelas XI sebagai bekal untuk memilih universitas yang sesuai dengan minat mereka.


Tuesday, February 3, 2026

Calon Mahasiswa Wajib Tahu Nilai Rapor Minimal SNBP di FIB Unud

 


Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 menjadi salah satu jalur masuk perguruan tinggi negeri yang banyak diminati calon mahasiswa. Dalam pelaksanaannya, tahapan SNBP dimulai dari registrasi akun SNPMB siswa yang dibuka pada 12 Januari hingga 18 Februari 2026, dilanjutkan dengan pendaftaran SNBP pada 3–18 Februari 2026. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 31 Maret 2026, sementara kartu peserta SNBP dapat diunduh mulai 3 Februari hingga 30 April 2026.

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana sebagai fakultas tertua di Universitas Udayana menawarkan delapan program studi jenjang sarjana yang dapat dipilih melalui jalur SNBP. Program studi tersebut meliputi Sastra Bali, Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Jawa Kuno, Sastra Jepang, Arkeologi, Antropologi Budaya, dan Ilmu Sejarah. Seluruh program studi ini berfokus pada pengembangan keilmuan humaniora dan pelestarian nilai-nilai budaya.

Berdasarkan data nilai, rata-rata nilai rapor minimal yang perlu diperhatikan calon pendaftar untuk meningkatkan peluang lolos SNBP di FIB UNUD. Program Studi Sastra Bali memiliki nilai minimal 80,42; Sastra Indonesia 81,64; Sastra Inggris 87,61, Sastra Jawa Kuno 80,12; Sastra Jepang 84,78; Arkeologi 81,07; Antropologi Budaya 82,65; dan Ilmu Sejarah 81,90. Nilai tersebut dapat menjadi acuan awal bagi siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi.

Selain capaian akademik, penyertaan sertifikat prestasi akademik maupun non-akademik juga dapat membantu meningkatkan peluang diterima melalui jalur SNBP. Dengan persiapan yang matang dan informasi yang tepat, calon mahasiswa diharapkan dapat menentukan pilihan program studi sesuai minat dan kemampuannya. 


Monday, February 2, 2026

Perkuat Keberlanjutan Prodi, S2 Kajian Budaya FIB UNUD Jalani Asesmen Lapangan Reakreditasi

 


Program Studi S2 Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana melaksanakan Asesmen Lapangan Reakreditasi S2 Kajian Budaya FIB UNUD yang berlangsung pada 2–4 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Ir. Soekarno, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Denpasar, sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar nasional akreditasi.

Agenda pembukaan asesmen diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa keberadaan Program Studi S2 Kajian Budaya sejalan dengan amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan dan diharapkan menjadi garda terdepan dalam pengembangan akademik bidang kajian budaya. Ia juga menyampaikan bahwa program studi ini menghadapi tantangan yang besar akibat keberadaan program sejenis yang memiliki kemiripan, khususnya di Pulau Jawa, sehingga berimplikasi pada keberlanjutan program studi.

Selanjutnya, Prof. Aryawibawa menjelaskan bahwa melalui analisis SWOT, Program Studi S2 Kajian Budaya berada pada posisi kuadran agresif. Oleh karena itu, berbagai langkah strategis telah dilakukan, antara lain revisi kurikulum yang difasilitasi oleh Ketua UP3M, serta sosialisasi program studi untuk meningkatkan visibilitas yang berdampak pada peningkatan jumlah mahasiswa. Melalui asesmen lapangan ini, pihak fakultas berharap asesor eksternal dapat menilai secara lebih spesifik dan mendalam kualitas pelayanan operasional program studi, serta memberikan masukan agar penyelenggaraan pendidikan tetap berjalan sesuai kerangka standar perguruan tinggi di Indonesia.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Udayana, Prof. Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr.Sc., Ph.D., yang mewakili Rektor Universitas Udayana. Ia menyampaikan bahwa akreditasi merupakan instrumen penting dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan, terlebih dalam upaya Universitas Udayana bertransformasi menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH). Menurutnya, budaya merupakan roh Universitas Udayana, sehingga Fakultas Ilmu Budaya dan Program Studi Kajian Budaya memiliki peran strategis dalam menjaga jati diri universitas di tengah arus globalisasi. Ia juga menyampaikan dukungan penuh universitas terhadap proses asesmen serta harapan agar masukan dari asesor dapat membuka ruang peningkatan mutu, meskipun dengan keterbatasan sumber daya.

Perwakilan asesor BAN-PT, Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum. dari Universitas Sebelas Maret, dalam sambutannya membuka dengan pantun dan menyampaikan bahwa dirinya bersama Dr. Kastam Syamsi telah mempersiapkan diri untuk melakukan asesmen secara mendalam. Ia menegaskan bahwa proses asesmen akan difokuskan pada pencermatan dan klarifikasi terhadap data yang telah dilaporkan kepada BAN-PT, serta membuka ruang dialog dengan sivitas akademika. Ia juga menyampaikan ketertarikannya untuk melihat secara langsung fokus laboratorium dan pengembangan keilmuan Kajian Budaya yang mendukung pelestarian budaya.

Sambutan asesor selanjutnya disampaikan oleh Dr. Kastam Syamsi, M.Ed. dari Universitas Negeri Yogyakarta, yang menegaskan bahwa peran asesor eksternal adalah menghimpun dan menggonfirmasi data dari sistem penjaminan mutu internal. Ia berharap Program Studi S2 Kajian Budaya dapat terus berkembang di tengah tantangan marginalisasi bidang humaniora, serta tetap menjadi program studi pembinaan budaya agar tidak kalah oleh dominasi budaya asing.

Rangkaian kegiatan pembukaan asesmen ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan pernyataan asesmen lapangan oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya dan para asesor BAN-PT, yang didampingi oleh Wakil Rektor I Universitas Udayana, Ketua UP3M, serta Koordinator Program Studi S2 Kajian Budaya. Melalui asesmen lapangan ini, Program Studi S2 Kajian Budaya diharapkan semakin memperkuat kualitas akademik dan kontribusinya dalam pengembangan serta pelestarian budaya.


FIB Unud Gelar KELIR Seri 1: Menenun Masa Depan Bahasa dan Budaya Bali di Era Digital

  Program Studi Linguistik Program Doktor Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana resmi menggelar edisi perdana Kolokium Eksplorasi Linguis...