Tuesday, June 2, 2026

Bina Desa Buduk FIB Laksanakan Program Konservasi Lontar Bersama Tim Penyuluh Kecamatan Mengwi

 


Buduk, Badung–Dalam upaya menjaga salah satu warisan peradaban masa lampau, tim Bina Desa Buduk FIB mengadakan program konservasi lontar dengan berkolaborasi bersama tim Penyuluh Bahasa Bali Kecamatan Mengwi (sekarang berganti nama menjadi Penata Layanan Operasional–red). Adapun kegiatan ini dilaksanakan di Griya Gede Simpangan, Desa Buduk sejak 19 Mei 2026 dan  telah memasuki tahap pendataan isi lontar sebagai bagian dari penyusunan katalog naskah lontar yang tersimpan di griya tersebut.  

Ida Bagus Adi Santika selaku Ketua Baga (Bagian–red) Lontar kecamatan Mengwi yang sekaligus tergabung sebagai tim penyuluh menuturkan bahwa kegiatan konservasi lontar menjadi sebuah  langkah pelestarian guna menjaga keberlanjutan warisan intelektual budaya yang terkandung dalam naskah-naskah lontar peninggalan para tetua dahulu. “Karena di Bali sangat kaya akan keberadaan naskah, terutama naskah-naskah kuno yang merupakan warisan dari leluhur atau nenek moyang terdahulu yang dimana isinya sangat penting bagi eee eksistensi Bali itu sendiri sebenarnya. Karena disana mengandung nilai budaya, nilai kearifan lokal, dan nilai pengetahuan,” papar Adi Santika kala ditemui pada kegiatan konservasi  2 Juni 2026 lalu.

Sementara itu, Ketua Tim Bina Desa Buduk yakni Gusti Ayu Putu Dian Oktamaharani menjelaskan alasan dibalik pemilihan Griya Gede Simpangan sebagai lokasi yang dituju dalam melangsungkan program konservasi ini. “Griya Gede Simpangan Manuaba memiliki naskah lontar dengan jenis beragam. Manuskrip lontar yang terdapat di Griya tersebut merupakan tetamian atau warisan dan sebagian besar ditulis oleh keluarga Griya. Belum adanya upaya untuk membuat katalog dari naskah-naskah lontar yang ada di Griya tersebut menjadi alasan utama kami melaksanakan konservasi serta pembuatan katalog di Griya Simpangan Manuaba,” ujar Dian.

Selanjutnya, Adi Santika selaku bagian dari tim penyuluh yang kerap terjun langsung melakukan kegiatan konservasi turut menjelaskan serangkaian tahap yang ditempuh dalam proses konservasi lontar. Adi Santika menjelaskan bahwa proses konservasi diawali dengan identifikasi kondisi naskah untuk menentukan penanganan yang sesuai. Setelah itu, lontar dibersihkan menggunakan kuas guna menghilangkan debu dan kotoran, kemudian diberi minyak sereh agar tetap lentur serta terlindungi dari serangga perusak. Setelah itu, lembaran lontar yang terdiri dari berbagai halaman dibiarkan terbuka supaya setiap sisi yang telah diberi minyak sereh dapat terserap dengan baik serta tidak menimbulkan kelembaban jika langsung ditutup. Adi Santika juga menambahkan bahwa setelah diberi minyak, lontar tidak boleh terpapar sinar matahari langsung. “Jangan dijemur, enggak boleh dijemur. Diangin-anginkan saja,” imbuhnya.

Setelah proses konservasi selesai, dilakukan tahap katalogisasi untuk mendata identitas naskah, mulai dari nomor, judul, jenis naskah, kalimat pertama dan terakhir, penulis, hingga informasi kepemilikannya. “Nah, katalogisasi itu adalah bukan membaca keseluruhan, tidak, tapi menentukan pertama kita memberikan penomoran sama seperti di perpustakaan,” ujar Ida Bagus Adi Santika mengenai proses katalogisasi naskah lontar. 

Setelah melakukan proses identifikasi, tim penyuluh menyebutkan bahwa terdapat 71 cakep naskah lontar yang tersimpan di merajan Griya Gede Simpangan. Naskah-naskah tersebut memiliki ukuran dan jumlah halaman yang beragam. Selain itu, kondisi naskah pun berbeda-beda. Sebagian naskah dalam keadaan utuh dan tersusun urut sesuai nomor halaman. Sementara sebagian lainnya ditemukan dalam kondisi acak, rusak, hingga tidak dapat terbaca. Puluhan lontar tersebut ditulis menggunakan aksara Bali dengan bahasa Jawa Kuna (Kawi). Adapun isi lontar mencakup berbagai bidang pengetahuan, antara lain ilmu alam atau usada, tattwa (psikologi/filosofi), Babad (sejarah dan geografi), suastra (literatur) serta berbagai klasifikasi pengetahuan lainnya.

Kegiatan konservasi lontar ini tidak hanya menjadi upaya pelestarian naskah kuno, tetapi juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga warisan budaya. Ida Bagus Adi Santika selaku Ketua Baga Lontar Kecamatan Mengwi berharap keterlibatan generasi muda dalam pelestarian lontar dapat terus meningkat di masa mendatang. “Kita sebagai generasi muda juga penting merawatnya (warisan lontar–red) dan melestarikan dalam berbagai bidang apapun itu,” ujar Ida Bagus Adi Santika.

Sependapat dengan hal tersebut, Ketua Tim Bina Desa Buduk, Gusti Ayu Putu Dian Oktamaharani, turut menyampaikan harapannya pada kegiatan konservasi yang telah dilaksanakan, “Harapannya dengan dilaksanakannya kegiatan konservasi ini dapat menjaga, menyelamatkan dan merawat manuskrip kuno ini beserta isinya. Besar pula harapan kedepannya agar generasi muda berikutnya dapat melirik dan juga meningkatkan minat untuk merawat serta meneliti lebih dalam isi dari naskah-naskah tersebut”.


Friday, May 29, 2026

Kerja Sama Internasional di Liang Bua: Mahasiswa Universitas Udayana Mendapat Pengalaman Penelitian Arkeologi


 


Setiap tahun, situs arkeologi Liang Bua di Flores, Nusa Tenggara Timur menjadi titik temu bagi para peneliti dari seluruh dunia yang berupaya mengungkap bukti-bukti baru mengenai evolusi manusia dan kehidupan prasejarah di Wallacea. Diakui secara internasional sebagai lokasi penemuan Homo floresiensis, Liang Bua terus berperan sebagai salah satu lokasi penelitian arkeologi terpenting di Asia Tenggara, yang menarik kolaborasi ilmiah multidisiplin serta penyelidikan lapangan tingkat lanjut.

Penelitian tahun 2026 yang dilaksanakan pada tanggal 29 Mei hingga 29 Juli 2026, I Made Agus Julianto, S.S., M.Sc., seorang dosen dan peneliti dari Program Studi Arkeologi dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana turut berpartisipasi dalam penggalian bersama dua mahasiswa Arkeologi, yaitu Valentha Joe Trisnadjati dan Devina Anggeraini. Keterlibatan mereka mencerminkan partisipasi berkelanjutan Universitas Udayana dalam program penelitian internasional dan kolaborasi ilmiah tahunan di Liang Bua.

Penelitian ini diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Lakehead University (Kanada), University of Wollongong dan Macquarie University (Australia), serta Max Planck Institute (Jerman). Musim lapangan tahun 2026 juga melibatkan lima mahasiswa arkeologi dari tiga universitas di Indonesia (dua dari Universitas Udayana, satu dari Universitas Gadjah Mada, dan dua dari Universitas Indonesia). Kolaborasi ini menciptakan lingkungan di mana para peserta dapat bertukar pengetahuan dan pengalaman lapangan, sehingga mempererat hubungan akademis tidak hanya dengan para peneliti internasional, tetapi juga di antara program-program arkeologi terkemuka di Indonesia.

Proyek ini juga mengintegrasikan keahlian dari berbagai disiplin ilmu, termasuk Arkeologi, Biologi Molekuler, DNA Purba, Genetika Evolusioner, Paleoantropologi, dan Geokronologi, sehingga memungkinkan para peneliti untuk merekonstruksi sejarah biologis, budaya, dan lingkungan Liang Bua melalui pendekatan interdisipliner.

Selama musim penggalian, Valentha Joe Trisnadjati dan Devina Anggeraini bertugas sebagai Pengawas Unit Penggalian, mengawasi proses penggalian harian di dalam unit penggalian yang ditugaskan kepada mereka. Tanggung jawab mereka meliputi pemantauan perubahan arkeologis dan geologis yang terungkap pada setiap lapisan yang digali, memastikan prosedur penggalian dilaksanakan secara sistematis, mengoordinasikan kegiatan penggalian dengan pekerja lokal yang terlatih, serta menjaga keakuratan dokumentasi lapangan sepanjang proyek.

Selain peran pengawasan tersebut, kedua mahasiswa ini secara rutin turut serta langsung dalam proses penggalian dengan bekerja di dalam unit-unit penggalian. Mereka mendokumentasikan setiap lubang penggalian yang telah diselesaikan, mencatat profil stratigrafi dan konteks arkeologis, memberi label dan mengatalogkan bahan-bahan yang ditemukan, serta membantu dalam digitalisasi catatan penggalian harian. Mereka juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengoperasikan Total Station untuk menghasilkan dokumentasi spasial tiga dimensi berpresisi tinggi dari temuan-temuan Arkeologi.

Bekerja bersama tim Arkeologi internasional dan para ahli dari berbagai disiplin ilmu memberikan kesempatan berharga untuk mempelajari beragam metode analitis, termasuk penelitian DNA purba, genetika evolusioner, penanggalan geokronologis, dan analisis paleoantropologi. Melalui kolaborasi sehari-hari dan diskusi ilmiah, para mahasiswa memperoleh wawasan langsung tentang bagaimana penelitian multidisiplin berkontribusi pada pemahaman sejarah evolusi manusia dan pembentukan endapan arkeologis di Liang Bua.

Bagi Valentha Joe Trisnadjati dan Devina Anggeraini, berpartisipasi dalam proyek penelitian Liang Bua merupakan pengalaman akademik yang tak ternilai harganya. Selain memperkuat keterampilan teknis mereka dalam penggalian, pencatatan arkeologi, dan dokumentasi lapangan, program ini memberikan kesempatan untuk berkolaborasi dengan sesama mahasiswa arkeologi dari Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada, sehingga menciptakan lingkungan yang dinamis untuk berbagi perspektif, mendiskusikan metode arkeologi, dan saling belajar. Di saat yang sama, bekerja bersama para peneliti yang diakui secara internasional memperluas pemahaman mereka tentang penelitian arkeologi multidisiplin dan memperkuat jaringan profesional mereka. Partisipasi mereka mencerminkan komitmen berkelanjutan Universitas Udayana dalam mempersiapkan mahasiswa untuk penelitian kolaboratif baik di tingkat nasional maupun internasional.


Penutupan CCED 2026 HMPSSI FIB Unud: Sukses Gelar Perdana di Kancah Nasional

 


Rangkaian penutupan acara Competition and Charity of English Department (CCED) 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (HMPSSI FIB Unud) dan mengusung tema "Empowering Youth Cultural Creativity in the Digital Age" telah terselenggara dengan sukses dan ditutup secara resmi oleh Wakil Dekan III FIB Unud, Dr. Ni Ketut Puji Astiti Laksmi, S.S., M.Si. Bertempat di Auditorium Widya Sabha Mandala Gedung Ida Bagus Mantra Lantai III FIB Unud dan terlaksana secara hybrid, penutupan acara tahunan dari HMPSSI FIB Unud ini dihadiri oleh Dr. I Gusti Ngurah Parthama, S.S., M.Hum. selaku Koordinator Program Studi Sastra Inggris, Alfina Adelia Rochman selaku ketua HMPSSI FIB Unud,  pimpinan lembaga kemahasiswaan FIB Unud dan para peserta.

Dalam laporannya, Chloe Angelina Parengkuan selaku ketua Panitia memaparkan bahwa CCED tahun ini adalah pertama kalinya CCED terlaksana pada tingkat nasional. Kesuksesan tersebut dibuktikan melalui pelaksanaan kegiatan amal di Panti Asuhan Salam serta penyelenggaraan kompetisi pidato tingkat mahasiswa dan debat tingkat SMA/SMK secara daring diikuti oleh peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.

Puncak acara penutupan ini juga diwarnai dengan pengumuman pemenang dari kedua cabang perlombaan. Pada ajang Debate Competition, posisi pertama berhasil diraih oleh tim "OYSTERS AJI stoned 🗿🗿" yang beranggotakan Ainsly Axelia Luvena, Ivanka Tjung, dan Jimmy Lim Kai Long. Posisi 1st Runner Up ditempati oleh tim "WE HAD NOTHING TO DO THIS WEEK" dengan anggota Irawan Mulia Hakim, William Nugroho Setiyo, dan Zahra Aurelia Zainal, disusul oleh tim "DETIK DETIK SELEKSI KAB" yang beranggotakan Shafira Valeri, Cecilia Amalina, dan Zhafira Luna Adhnia sebagai 2nd Runner Up. 

Sementara itu, persaingan pada ajang Speech Competition menobatkan Fathandra Mahesa Suwardi dari Universitas Gadjah Mada sebagai peraih juara pertama. Posisi kedua sukses diraih oleh Made Pramitha Dwi Ardiantini dari Universitas Udayana, sedangkan posisi ketiga berhasil diamankan oleh Rakryan Wirabrama Satya Wisnu Putra dari Universitas Padjadjaran.

Sepanjang gelaran Debate Competition hari pertama yang terlaksana di tanggal 16 Mei 2026, peserta diuji melalui berbagai mosi kontemporer lintas disiplin. Pada babak penyisihan, perdebatan diawali dengan dilema moral prioritas keselamatan nyawa pada kendaraan otonom (Ronde 1), disusul oleh diskursus filosofis mengenai narasi cinta sebagai bentuk adaptabilitas (Ronde 2). Ketajaman analisis ekonomi peserta kemudian ditantang pada Ronde 3 yang menyoroti polemik normalisasi model bisnis "growth over profit" pada industri startup modern.

Memasuki babak penentuan di tanggal 17 Mei 2026, kompetisi berfokus pada fenomena sosial dan kajian budaya. Pada babak Semifinal, peserta ditantang untuk mengkritisi glorifikasi gaya hidup "soft life" di tengah tuntutan produktivitas generasi muda masa kini. Puncak kompetisi di babak Grand Final kemudian ditutup dengan mosi yang sangat selaras dengan diskursus keilmuan sastra, yakni penolakan terhadap kecenderungan literatur dan media arus utama dalam melabeli karakter bervisi keadilan radikal sebagai seorang penjahat (villain). Rangkaian mosi ini secara gemilang berhasil memantik nalar kritis peserta dalam merespons kompleksitas isu global.

Sementara itu, tahapan perlombaan untuk cabang  Speech Competition diawali dengan tenggat waktu pengumpulan naskah (work submission) pada tanggal 17 Mei 2026, kemudian dilanjutkan dengan periode pengumpulan video penampilan (video submission) pada 18 hingga 19 Mei 2026. Pada kategori pidato ini, para peserta dituntut untuk merumuskan gagasan kritis mereka melalui tiga pilihan sub-tema utama yang selaras dengan tema besar acara, yaitu: "Digitalizing Cultural Heritage: Youth's Role in Preserving and Promoting Culture in the Modern Era", "Preserving Culture through Digital Innovation", serta "Cultural Pride in the Age of Social Media". Pemilihan ketiga sub-tema tersebut secara khusus ditujukan untuk menggali perspektif generasi muda dalam memanfaatkan inovasi digital dan media sosial sebagai instrumen utama pelestarian identitas budaya.

Sebagai informasi kilas balik, kemeriahan penganugerahan juara ini sekaligus menjadi penutup manis dari seluruh rangkaian kompetisi CCED 2026 yang sebelumnya telah resmi dibuka pada Sabtu, 16 Mei 2026 lalu oleh Wakil Dekan III FIB Unud, Dr. Ni Ketut Puji Astiti Laksmi, S.S., M.Si. Melalui kesuksesan penyelenggaraan dari hari pertama hingga garis akhir ini, HMPSSI FIB Unud berharap momentum CCED tidak hanya menjadi ajang unjuk prestasi, tetapi juga mampu memupuk nalar kritis dan kecintaan generasi muda terhadap pelestarian budaya di tengah pusaran era digital.



Tuesday, May 26, 2026

Berbenah Pengelolaan Informasi, FIB Universitas Udayana Gelar Workshop PPID

 

Pada Selasa, 26 Mei 2026, pejabat pegawai informasi dan dokumentasi di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana berkumpul di Ruang Soekarno, Gedung Poerbatjaraka, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana guna mengikuti Workshop PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi). Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Dekanat, para Koprodi, Sub Koordinator, Koordinator Unit di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana. 


Dalam sambutannya, Dr. Ni Ketut Puji Astiti Laksmi, S.S., M.Si selaku ketua panitia workshop ini digelar guna menanggapi persoalan dan keraguan mengenai penyebaran informasi serta jenis informasi yang dapat disebarluaskan dan tidak dapat disebarluaskan. Ketua panitia berharap melalui workshop ini, narasumber dapat melihat serta mengulas apa yang sudah dikerjakan. Beliau turut menyampaikan terima kasih atas kesediaan narasumber untuk datang dan berbagi wawasan serta kepada kehadiran peserta.


Memasuki acara utama, I Kadek Surya Jayadi, S.S., M.A. selaku moderator memandu jalannya acara serta mempersilakan narasumber untuk memaparkan materi. Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes. membuka penjelasannya dengan mengingatkan akan pentingnya keterbukaan informasi. Beliau mengungkapkan bahwa publik berhak mengetahui rencana dan landasan suatu kegiatan. Dengan memberikan sosialisasi, partisipasi, dan masukan, diharapkan bahwa suatu kegiatan atau proses berjalan dengan transparan dan kredibel. Menurutnya, terdapat beberapa pihak yang turut berperan dalam hal ini: masyarakat sebagai pemohon informasi publik, Universitas Udayana sebagai badan publik, serta pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID) di bawahnya yang melakukan monitoring dan evaluasi kepada badan publik, yang dilakukan oleh komisi informasi.


Dalam pemaparan materi workshop, narasumber menyampaikan beberapa pesan terkait pengelolaan informasi. Sehubungan dengan keterbukaan informasi pada publik, beliau berpesan apabila diminta informasi, sebisa mungkin diberikan sesuai yang diketahui. Beliau turut menyampaikan agar pencatatan permintaan informasi dilakukan, seperti dalam hal waktu tanggap dan dampak pemberian informasi tersebut. Narasumber menambahkan bahwa terdapat 3 jenis data yang disampaikan: berkala, serta merta, dan setiap saat. Dalam menyajikan data-data pada website, narasumber mengingatkan bahwa data yang belum siap tidak boleh dibiarkan kosong. Melainkan,  sebaiknya diberi pengumuman bahwa data sedang disiapkan. Dalam penghujung materi, narasumber menegaskan untuk kehati-hatian dalam menangani beberapa jenis data. Hal ini patut diperhatikan agar tidak terjadi kebocoran data.


Memasuki waktu tanya jawab, beberapa pertanyaan diajukan mengenai pengelolaan informasi. Menanggapi kekhawatiran akan keamanan website dari hacking, beliau berpesan untuk memastikan kebaruan website. Pertanyaan mengenai aduan masyarakat mendapat pesan bahwa sebaiknya tidak menggunakan kontak pribadi dalam menanggapi aduan masyarakat. Sesi diskusi sekaligus mengakhiri kegiatan. Workshop ini merupakan penambahan wawasan bagi para pejabat pengelola informasi dan dokumentasi dalam pengelolaan informasi yang lebih baik.

Monday, May 25, 2026

Dorong Optimalisasi Capaian IKU 2026, FIB Unud Laksanakan Evaluasi Capaian Kinerja Triwulan I

 


Denpasar, 25 Mei 2026 - Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) melaksanakan Evaluasi Capaian Kinerja Triwulan I FIB Unud. Kegiatan yang bertempat di Ruang Sidang Dr. Ir. Soekarno Gedung Poerbatjaraka Lantai IV FIB Unud ini terlaksana secara hybrid melalui Zoom Meeting dan dihadiri oleh jajaran dekanat, seluruh koordinator program Sarjana, Magister, dan Doktor di lingkungan FIB Unud, seluruh ketua unit dibawah naungan FIB Unud, kepala tata usaha beserta para sub koordinator di lingkungan FIB Unud, beserta ketua tim Capaian Kinerja dari setiap program studi FIB Unud.

Mengawali kegiatan, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. selaku Dekan FIB Unud menekankan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk berfokus mengevaluasi capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) fakultas pada Triwulan I secara menyeluruh, mengingat pencapaian tersebut akan berdampak langsung pada penetapan remunerasi. Selain itu, Dekan juga menginstruksikan para Koordinator Program Studi untuk memahami adanya pembaruan komponen target, khususnya klasifikasi IKU wajib dan pilihan, agar seluruh pihak dapat merumuskan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang strategis dan berfokus pada pemenuhan kontrak kinerja yang telah ditetapkan oleh Rektor. 

Melanjutkan rangkaian kegiatan, Dr. I Gede Oeinada, S.S., M.Hum. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan  Perencanaan memaparkan sejumlah capaian membanggakan dalam Evaluasi Capaian Kinerja Triwulan I Tahun 2026, yang berfokus pada capaian dan rencana aksi 11 Indikator Kinerja Utama (IKU). Salah satu sorotan utama yang sangat patut dibanggakan adalah prestasi akademik fakultas, di mana 75% program studi kini telah sukses meraih akreditasi nasional "Unggul", dan 25% di antaranya juga berhasil mengantongi akreditasi internasional dari FIBAA. Di samping itu, komitmen teguh FIB dalam mewujudkan tata kelola birokrasi yang bersih dan berintegritas turut membuahkan hasil positif; FIB telah dinyatakan lolos dalam penilaian Tim Penilai Satuan Kerja (TPSK) dan Tim Penilai Internal (TPI) untuk usulan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), dan kini bersiap untuk melaju ke tahap Tim Penilai Nasional (TPN). 

Lebih lanjut, evaluasi ini juga difokuskan untuk merancang rencana aksi lanjutan bagi beberapa indikator yang masih berada dalam tahap pengumpulan data pada awal tahun ini. Pimpinan dan seluruh jajaran fakultas berfokus untuk terus menggenjot target kelulusan tepat waktu (Angka Efisiensi Edukasi), pelaksanaan tracer study untuk pelacakan alumni, mendorong prestasi mahasiswa di luar kampus, hingga mengakselerasi keterlibatan institusi dalam agenda Sustainable Development Goals (SDGs) dan publikasi riset internasional. Melalui pemantauan rasio ideal dosen-mahasiswa yang telah terpetakan dengan baik serta penerapan digitalisasi proses bisnis secara bertahap, FIB Unud optimis dapat mengoptimalkan dan melampaui seluruh target Perjanjian Kinerja di sisa tahun 2026. 

Berlanjut ke sesi diskusi, Sesi diskusi dalam rapat tersebut menyoroti sejumlah strategi dan tantangan, salah satunya pada pemenuhan IKU 1 terkait kelulusan mahasiswa tepat waktu. Merespons banyaknya mahasiswa yang sedang berproses tugas akhir, khususnya di Program Studi Sastra Inggris yang menargetkan kelulusan sekitar 140 mahasiswa pada periode ini, Dekan memberikan diskresi khusus. Ujian skripsi kini diizinkan untuk diselenggarakan di luar hari Jumat guna menyiasati banyaknya hari libur, dengan syarat penjadwalannya tidak berbenturan dengan kewajiban mengajar dosen. Terkait IKU 2 (Tracer Study), fakultas menginstruksikan tim pengelola untuk proaktif mendampingi alumni agar melaporkan total penghasilan secara utuh dan menegaskan bahwa pekerjaan yang tidak linier dengan bidang studi tetap diakui sebagai capaian fakultas. 

Selain itu, optimalisasi capaian IKU 5 di bidang kerja sama dan hilirisasi riset turut menjadi fokus. Terdapat usulan penataan tata kelola keuangan terkait keterlibatan dosen FIB sebagai tenaga ahli di instansi luar, di mana honorarium yang sebelumnya sering ditransfer ke rekening pribadi akan dikoordinasikan dengan rektorat agar dapat disalurkan melalui Virtual Account (VA) kerja sama institusi. Pimpinan fakultas juga mendorong percepatan penyelesaian administrasi kerja sama (MoU) agar segera menghasilkan luaran nyata berupa artikel ilmiah maupun buku akademik. Melalui sinergi antar unit, pemantauan rasio ideal dosen dan mahasiswa, serta pemetaan strategi yang tepat, FIB optimis dapat melampaui seluruh target Perjanjian Kinerja di tahun 2026.


Friday, May 22, 2026

Sinergi FIB Unud dan Pemkab Jembrana: Ekskavasi Arkeologi Ungkap Ragam Artefak Prasejarah di Gilimanuk

 


Gilimanuk, 22 Mei 2026—Mahasiswa Program Studi Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana melaksanakan Training Ekskavasi di Museum Manusia Purba Gilimanuk yang terlaksana dari tanggal 18-22 Mei 2026.  Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah praktikum arkeologi yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam proses penggalian, pencatatan, dokumentasi, serta analisis data arkeologi secara ilmiah di lapangan dan didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah Praktikum Arkeologi, yaitu Bapak Kristiawan, S.S., M.A., serta Bapak I Made Agus Julianto, S.S., M.Sc. untuk memastikan pelaksanaan penggalian berjalan sesuai kaidah ilmiah dan etika pelestarian situs budaya.

Rangkaian kegiatan dibuka pada hari pertama dengan agenda kunjungan museum, peninjauan area, serta acara peresmian yang turut melibatkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana. Pada tahap awal ini, mahasiswa bersama dosen pendamping juga menyepakati titik main grid yang menjadi patokan pembagian kotak galian. Memasuki tanggal 19 Mei 2026, para mahasiswa mulai mengukur sumbu X dan Y berdasarkan main grid tersebut untuk menentukan titik ekskavasi dan memulai proses penggalian. Pada hari-hari selanjutnya, ritme kegiatan dibagi menjadi dua sesi: aktivitas penggalian di lapangan sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WITA, yang kemudian dilanjutkan dengan analisis temuan awal pada malam hari bersama dosen pendamping. Rangkaian ekskavasi ini akhirnya ditutup pada hari terakhir melalui proses penggambaran stratigrafi sebagai bentuk pendokumentasian data situs. 

Sejumlah artefak bernilai sejarah berhasil diangkat dalam pelatihan ekskavasi ini. Temuan tersebut meliputi fragmen tulang manusia dan hewan, cangkang mollusca, pecahan kendi, gerabah polos dan bermotif, serta manik-manik dari berbagai material seperti batu, kaca, kerang, hingga tulang. Menariknya, penemuan manik-manik ini menjadi sorotan utama karena objek tersebut merupakan peninggalan identik dari Situs Gilimanuk. Seluruh artefak kelak akan diinventarisasi dan diteliti lebih lanjut oleh tim mahasiswa dan dosen pendamping. Setelah proses analisis rampung, benda-benda bersejarah tersebut akan dikembalikan ke museum demi kepentingan pelestarian koleksi dan data penelitian.  

Pelaksanaan ekskavasi ini turut mendapat apresiasi dari dosen pengampu mata kuliah Praktikum Arkeologi, Kristiawan, S.S., M.A., dan I Made Agus Julianto, S.S., M.Sc. Mewakili Koordinator Program Studi Arkeologi, mereka menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh, fasilitas, serta ruang belajar dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana dan Museum Manusia Purba Gilimanuk. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana serta Museum Manusia Purba Gilimanuk yang telah memberikan wadah dan fasilitas bagi mahasiswa. Kami berharap kegiatan dan kerja sama ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan oleh mahasiswa Arkeologi Universitas Udayana pada tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya. 

Lewat kegiatan turun lapang ini, mahasiswa diharapkan tidak sekadar memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan metode penelitian ekskavasi secara langsung. Praktik ini dinilai krusial untuk mengasah ketajaman analisis data sekaligus memperdalam wawasan mereka akan kekayaan arkeologi Bali, khususnya Gilimanuk yang dikenal sebagai salah satu situs prasejarah terpenting. Di samping manfaat akademis tersebut, kegiatan ini turut menjadi bentuk kontribusi nyata para mahasiswa dalam memperkaya pendataan arkeologis dan mendukung pelestarian benda cagar budaya di Museum Manusia Purba Gilimanuk. 


Tuesday, May 19, 2026

Workshop Simulasi Akreditasi dan Pembacaan LED Digelar oleh Prodi Sastra Inggris FIB Unud

 


Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana menyelenggarakan kegiatan Workshop Simulasi Akreditasi dan Pembacaan Laporan Evaluasi Diri (LED) pada 20–21 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penguatan persiapan akreditasi program studi serta peningkatan pemahaman terhadap instrumen akreditasi terbaru. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Priyono FIB Unud ini diikuti oleh Koordinator Program Studi Sastra Inggris, Dr. I Gusti Ngurah Parthama, S.S., M.Hum., Ketua TPPM Program Studi Sastra Inggris Dr. Ni Made Ayu Widiastuti, S.S, M.Hum., dan para dosen dari Program Studi Sastra Inggris sebagai bagian daryaitu i upaya persiapan menghadapi proses akreditasi program studi. 

Workshop menghadirkan Prof. Dr. Pujiharto, M.Hum. dari Universitas Gadjah Mada yang juga merupakan asesor BAN-PT. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D.. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kesiapan institusi dalam menghadapi proses akreditasi yang semakin dinamis dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan. 

Dalam pemaparannya, Prof. Pujiharto menjelaskan bahwa proses akreditasi saat ini telah menggunakan sistem SAPTO 2.0 sehingga memerlukan dukungan teknologi informasi yang kuat, terutama dalam pengelolaan data dan dokumen akreditasi. Integrasi data akademik, administrasi, serta dokumentasi berbasis digital dinilai menjadi aspek penting dalam menunjang kelancaran proses asesmen. Selain itu, beliau juga menyoroti perubahan pada kriteria penilaian akreditasi unggul yang kini terdiri atas lima kriteria utama. Oleh karena itu, tim penyusun borang dan LED diharapkan lebih cermat dalam menyusun narasi, bukti, serta keterkaitan antar indikator agar dapat memenuhi standar penilaian secara optimal.

Kegiatan workshop berlangsung secara interaktif melalui sesi simulasi, pembacaan LED, serta diskusi teknis terkait penyusunan dokumen akreditasi. Para peserta yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan tim akreditasi Program Studi Sastra Inggris mengikuti kegiatan dengan antusias guna memperkuat kesiapan menghadapi proses akreditasi mendatang.


FIB Unud Gelar KELIR Seri 1: Menenun Masa Depan Bahasa dan Budaya Bali di Era Digital

  Program Studi Linguistik Program Doktor Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana resmi menggelar edisi perdana Kolokium Eksplorasi Linguis...