Tuesday, January 27, 2026

Meneliti “Sikap Bahasa, Motivasi, dan Prestasi Mahasiswa Asing Belajar Bahasa Indonesia pada Program BIPAS”, Anak Agung Sagung Shanti Sari Dewi Raih Gelar Doktor

 


Pada hari Rabu, 28 Januari 2026, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana kembali menyelenggarakan Sidang Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Linguistik, Program Doktor. Sidang ini berlangsung di Ruang Ir. Soekarno, Gedung Poerbatjaraka, Lantai IV, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Promovenda, Anak Agung Sagung Shanti Sari Dewi, S.S., M.Hum., M.App.Ling., mempresentasikan disertasi berjudul “Sikap Bahasa, Motivasi, dan Prestasi Mahasiswa Asing Belajar

Bahasa Indonesia pada Program In-Country Learning BIPAS Universitas Udayana–Bali”. Dalam sidang tersebut, promovenda berhasil mempertahankan disertasinya dan dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan”. Dengan kelulusan ini, beliau tercatat sebagai doktor ke-274 (dua ratus tujuh puluh empat) di Fakultas Ilmu Budaya dan doktor ke-278 (dua ratus tujuh puluh delapan) pada Program Studi Linguistik, Program Doktor, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

Pada sidang promosi doktor ini, Ketua Tim Penguji Disertasi adalah Prof. Dr. I Made Netra, S.S., M.Hum., yang didampingi oleh Prof. Dr. Dra. Ni Luh Ketut Mas Indrawati, M.A., sebagai Promotor, Prof. Drs. Ketut Artawa, M.A., Ph.D., sebagai Kopromotor I, serta Prof. Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini, S.S., M.Hum., sebagai Kopromotor II. Adapun anggota tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Dra. I Gusti Ayu Gde Sosiowati, M.A., Prof. Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum., Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D., Prof. Dr. I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini, S.S., M.Hum., dan Dr. Putu Weddha Savitri, S.S., M.Hum.

Disertasi ini dilatarbelakangi oleh pengamatan penulis terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai bahasa asing di lingkungan pariwisata Bali yang ditandai oleh dominasi bahasa Inggris sebagai lingua franca. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sikap bahasa mahasiswa asing Program BIPAS Universitas Udayana pada dimensi kognitif, afektif, dan konatif terhadap Bahasa Indonesia, serta mengkaji pengaruh lingkungan in-country learning terhadap sikap bahasa, motivasi, dan prestasi belajar mahasiswa asing. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah yang signifikan dalam bidang sosiolinguistik dan pembelajaran bahasa, baik dari aspek konseptual, metodologis, maupun praktis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap positif mahasiswa asing terhadap Bahasa Indonesia terutama terbentuk melalui pengalaman sosial dan budaya secara langsung selama mengikuti program in-country learning di Bali. Pengalaman tersebut lebih cepat memperkuat aspek afektif dan konatif dibandingkan aspek kognitif, sehingga Bahasa Indonesia lebih dipersepsikan sebagai sarana kedekatan sosial daripada sebagai bahasa yang memiliki nilai strategis global. Seiring dengan itu, motivasi belajar mahasiswa asing mengalami peningkatan yang ditandai oleh pergeseran dari motivasi instrumental menuju motivasi integratif, yang dipicu oleh kebutuhan untuk beradaptasi, berkomunikasi, dan terlibat dalam praktik budaya setempat. Namun, motivasi instrumental masih relatif rendah sehingga Bahasa Indonesia cenderung dipandang sebagai kebutuhan situasional, bukan sebagai aset jangka panjang.

Di sisi lain, dominasi bahasa Inggris dalam lingkungan sosiolinguistik Bali membatasi efektivitas pembelajaran berbasis in-country learning. Kondisi ini menyebabkan pengaruh lingkungan terhadap sikap bahasa mahasiswa tergolong lemah, yakni sebesar 24,5%, sementara pengaruhnya terhadap motivasi belajar berada pada tingkat sedang, yaitu sebesar 44,5%, namun belum optimal. Meski demikian, penelitian ini membuktikan bahwa sikap bahasa dan motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa asing, dengan sikap bahasa memberikan kontribusi yang lebih besar dibandingkan motivasi belajar. Analisis menggunakan model PLS juga menunjukkan bahwa instrumen penelitian yang digunakan memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang sangat baik, serta menegaskan sikap bahasa sebagai faktor utama dalam pencapaian akademik mahasiswa asing.

Menutup Sidang Ujian Terbuka, Prof. Dr. Dra. Ni Luh Ketut Mas Indrawati, M.A., selaku promotor, menyampaikan bahwa selama proses pembelajaran promovenda menunjukkan kemampuan berpikir kritis, keterbukaan terhadap masukan, serta kemauan yang tinggi untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan karya ilmiahnya. Hal tersebut tercermin dari perkembangan disertasi yang signifikan dari waktu ke waktu. Beliau menegaskan bahwa pencapaian gelar doktor bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab akademik yang lebih besar. Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Dra. Ni Luh Ketut Mas Indrawati, M.A., juga menyampaikan ucapan selamat kepada Program Studi Sastra Inggris atas lahirnya doktor baru di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, serta mengucapkan selamat kepada promovenda beserta keluarga. Diharapkan, promovenda dapat terus berkarya, menjunjung tinggi etika akademik, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, institusi, dan masyarakat.

No comments:

Post a Comment

FIB Unud Gelar KELIR Seri 1: Menenun Masa Depan Bahasa dan Budaya Bali di Era Digital

  Program Studi Linguistik Program Doktor Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana resmi menggelar edisi perdana Kolokium Eksplorasi Linguis...