Sunday, June 28, 2026

Tu Na Raih Gelar Doktor meneliti “A Study of Tourism Chinese Teaching Strategy in Bali”

 


Pada hari Senin, 29 Juni 2026, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana kembali menyelenggarakan Sidang Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor Linguistik. Sidang ini berlangsung di Ruang Sidang Soekarno, Gedung Poerbatjaraka Lantai IV FIB Unud. Promovenda, Tu Na., mempresentasikan disertasi berjudul “A Study of Tourism Chinese Teaching Strategy in Bali”. dan berhasil mempertahankan disertasinya dengan predikat “Sangat Memuaskan” serta menjadi doktor ke-282 di FIB Unud dan doktor ke-282 di Program Studi Linguistik Program Doktor FIB Unud.

Pada sidang promosi Doktor ini, Ketua Tim Penguji Disertasi Prof. Dr. I Made Netra, S.S., M.Hum., yang didampingi oleh Anggota Tim Penguji yaitu Prof. Dr. Dra. Ni Luh Ketut Mas Indrawati, TEFL., M.A. selaku Promotor, Prof. Dr. Dra. Luh Putu Laksminy, M.Hum. selaku Kopromotor I, Putu Ayu Asty Senja Pratiwi,S.S., M.Hum, Ph.D. selaku Kopromotor II, Adapun anggota tim penguji pada sidang terbuka kali ini Adalah Prof. Dr. Ketut Artawa, M.A., Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sukarini, M.Hum., Prof. Dr. Dra. Ida Ayu Made Puspani, M.Hum., Prof. Dr. I Nengah Laba, M.Hum., Dr. I Gusti Agung Istri Aryani, S.S., M. Hum.

Disertasi ini mengungkapkan strategi pengajaran Bahasa Mandarin Pariwisata yang terbukti efektif meningkatkan kemampuan berbahasa pada dua kelompok pembelajar berbeda di Bali, yaitu mahasiswa manajemen perhotelan dan staf kantor imigrasi. Penelitian ini menjadi penting mengingat tingginya kebutuhan komunikasi berbahasa Mandarin di sektor pariwisata Bali, seiring derasnya arus wisatawan dari negara-negara berbahasa Mandarin. Menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas dengan metode campuran, peneliti merancang strategi pengajaran yang memadukan Metode Audiolingual, Pendekatan Budaya Pertunjukan, dan Pengajaran Bahasa Berbasis Tugas, dengan prinsip Bahasa Mandarin untuk Tujuan Khusus sebagai landasan utamanya.

Hasil pre-test awal menunjukkan tantangan besar yang dihadapi kedua kelompok. Mahasiswa manajemen perhotelan hanya mencatatkan nilai rata-rata 50,2 dengan tingkat kelulusan sebesar 24%, sementara kondisi lebih memprihatinkan terjadi pada staf imigrasi, di mana 16 dari 18 peserta bahkan mendapat nilai nol. Namun setelah strategi pengajaran diterapkan, hasil post-test memperlihatkan lonjakan yang signifikan. Nilai rata-rata kelas perhotelan melonjak menjadi 74,44 dengan tingkat kelulusan naik menjadi 68%, sedangkan kelas imigrasi mencatatkan hasil yang lebih mengesankan dengan rata-rata 76 dan tingkat kelulusan mencapai 77,8%. Analisis N-Gain turut mengonfirmasi keberhasilan ini, dengan efek sedang sebesar 0,53 pada kelas perhotelan dan efek tinggi sebesar 0,74 pada kelas imigrasi menandakan bahwa peserta didik yang sudah bekerja justru menunjukkan kemajuan belajar yang lebih pesat.

Peneliti menyoroti bahwa keberhasilan strategi ini tidak lepas dari pengelolaan waktu yang terstruktur serta kemampuan pengajar beradaptasi dengan berbagai kendala lapangan, mulai dari gangguan kebisingan konstruksi hingga ketidakhadiran peserta yang tidak menentu. Meski demikian, penelitian ini juga mencatat sejumlah keterbatasan, seperti tingkat kemahiran peserta yang heterogen dan masih adanya kesenjangan antara materi yang diajarkan di kelas dengan tuntutan aplikasi di dunia kerja nyata. Terlepas dari tantangan tersebut, penelitian ini dinilai memberikan kontribusi penting bagi pengembangan Bahasa Mandarin untuk Tujuan Khusus, sekaligus menawarkan model penelitian tindakan metode campuran yang dapat direplikasi di berbagai konteks. Para peneliti berharap, temuan dan rekomendasi dari studi ini tidak hanya bermanfaat bagi penyempurnaan kurikulum dan strategi pengajaran Bahasa Mandarin Pariwisata di Bali, tetapi juga dapat menjadi referensi berharga bagi destinasi-destinasi wisata lain yang turut bergantung pada sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi..

Menutup Sidang Ujian Terbuka, Prof. Dr. Dra. Ni Luh Ketut Mas Indrawati, TEFL., M.A., selaku promotor, mengungkapkan bahwa sepanjang masa studinya, Dr. Tu Na telah memperlihatkan dedikasi tinggi lewat kerja keras, ketulusan, dan kedisiplinan dalam menyempurnakan karya ilmiahnya. Hal tersebut tampak jelas dari kualitas disertasi yang terus mengalami kemajuan berarti dari waktu ke waktu. Beliau menekankan bahwa gelar doktor yang diraih bukanlah titik akhir perjalanan akademik, melainkan justru menjadi permulaan bagi tanggung jawab yang lebih besar dalam dunia keilmuan. Dalam kesempatan tersebut, beliau turut menyampaikan selamat kepada promovenda beserta keluarga, sekaligus berharap agar promovenda senantiasa berkarya, terus mengembangkan diri dan menimba ilmu, menjaga integritas serta etika akademik, dan mampu memberikan sumbangsih yang berarti bagi kemajuan ilmu pengetahuan, institusi, maupun masyarakat secara luas.


Thursday, June 25, 2026

Acara Penutupan “Sinergi Tingkatkan Kepedulian Lingkungan" Program Bina Desa Pedungan Kampus Berdampak

 


Denpasar, 25 Juni 2026 - Tim Bina Desa Pedungan Kampus Berdampak Universitas Udayana 2026 melaksanakan agenda penutupan Bina Desa Pedungan 2026. Agenda ini mengakhiri seluruh pelaksanaan Bina Desa Pedungan yang telah terlaksana dari bulan April. Bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Lurah Pedungan, kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Pedungan, perwakilan Bendesa Adat Pedungan, kepala lingkungan selingkup Kelurahan/Desa Adat Pedungan, serta perwakilan PKK selingkup Kelurahan/Desa Adat Pedungan. 

Mengawali acara, I Gusti Agung Ngurah Gorda selaku Koordinator Desa menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh perangkat kelurahan dan masyarakat Pedungan atas dukungan selama kurang lebih empat bulan pelaksanaan program Bina Desa. Ia memohon maaf atas segala kekurangan mahasiswa selama bertugas dan berharap program kerja yang telah dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga. Senada dengan hal tersebut, perwakilan Bendesa Adat Pedungan turut memberikan apresiasi atas edukasi serta pelatihan yang telah diberikan oleh para mahasiswa. Pihaknya berharap agar kegiatan positif ini dapat memotivasi masyarakat setempat untuk terus berkembang dan menerapkan ilmu pengetahuan tersebut dengan lebih baik.

Sementara itu, I Gusti Ngurah Mayun Susandhika, S.S., M.Hum. selaku Dosen Pendamping Lapangan (DPL) menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada pihak Kelurahan Pedungan karena telah memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengabdi dan mempraktikkan ilmu akademis mereka secara langsung di tengah masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Lurah Pedungan mengucapkan terima kasih kepada pihak kampus dan mahasiswa atas keberhasilan program yang telah berjalan dengan baik di seluruh lingkungan banjar adat maupun dinas. Beliau juga memohon maaf apabila terdapat kekurangan dari pihak kelurahan dalam memfasilitasi mahasiswa selama kegiatan berlangsung, serta berharap agar manfaat dari program ini dapat terus diteruskan oleh masyarakat Pedungan. 

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi penyerahan kenang-kenangan dan luaran program kerja dari Tim Bina Desa Pedungan kepada para pemangku kepentingan setempat. Secara rinci, penyerahan plakat, sertifikat, serta majalah "Pedungan Tripedia" diberikan secara khusus kepada Lurah Pedungan dan Bendesa Adat Pedungan. Selanjutnya, tim menyerahkan kelengkapan alat-alat kebersihan beserta produk eco enzyme kepada seluruh Kepala Lingkungan selingkup Kelurahan/Desa Adat Pedungan. Sementara itu, perwakilan ibu-ibu PKK yang hadir turut menerima penyerahan produk eco enzyme. Seluruh rangkaian kegiatan penutupan ini pada akhirnya ditutup secara hangat melalui sesi foto bersama.

Pelaksanaan Bina Desa Pedungan Kampus Berdampak ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang solid dalam meningkatkan taraf kebersihan lingkungan di kawasan Pedungan. Kedepannya, kolaborasi yang telah terjalin antara mahasiswa dan perangkat desa diharapkan mampu menumbuhkan budaya peduli lingkungan yang mengakar di masyarakat, sehingga kebersihan dan kelestarian Kelurahana tau Desa Adat Pedungan dapat terus terjaga secara berkesinambungan. 



Tuesday, June 23, 2026

Tegaskan Komitmen Tata Kelola Bersih, FIB Unud Ikuti Evaluasi Zona Integritas Menuju WBK

 











Denpasar, 23 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) mengikuti agenda Evaluasi Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (ZI WBK) yang diselenggarakan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Itjen Kemdiktisaintek) pada Jumat (19/06) lalu secara hybrid. Bertempat di Ruang Sidang Dr. Ir. Soekarno Gedung Poerbatjaraka Lantai IV FIB Unud, agenda evaluasi ini dihadiri oleh tim pembangunan Zona Integritas FIB Unud menuju WBK. 

Dalam pemaparannya, Dekan FIB Unud yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Tim Inti Pembangunan ZI, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D., menegaskan komitmen fakultas yang mengusung slogan "FIB Berintegritas dan Berbudaya". Beliau memaparkan bahwa inovasi unggulan yang diluncurkan berakar dari tantangan nyata di lapangan, khususnya terkait manajemen jadwal perkuliahan dan ujian. Oleh karena itu, FIB Unud menghadirkan Sistem Perencanaan Jadwal Kuliah (SIPERJAKA) dan Sistem Reservasi Ruangan (SIRERU) guna mengatasi tumpang tindih jadwal dosen dan mahasiswa, serta mengoptimalkan layanan sosial pelestarian naskah kuno melalui Unit Lontar Udayana. 

Pada sesi tanya jawab terkait capaian kinerja dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), tim ZI WBK FIB Unud menjelaskan bahwa proses pemantauan kinerja dilakukan secara berkala setiap triwulan dengan melibatkan seluruh pimpinan unit. Walaupun sempat menghadapi tantangan capaian kinerja pada tahun 2025 akibat penyesuaian anggaran dan kendala respons pengisian tracer study oleh alumni, fakultas telah merumuskan rencana aksi perbaikan dan strategi komunikasi yang lebih intensif. FIB Unud juga terus berbenah dalam pelaporan kinerja melalui integrasi dengan sistem SILAKIN universitas serta merancang aplikasi Sistem Capaian Kinerja (SICAKI) di tingkat fakultas pada tahun 2026.

Terkait aspek pengawasan dan integritas, pimpinan FIB Unud menunjukkan komitmen kepatuhan yang tinggi, dibuktikan dengan ketaatan pengisian LHKPN dan LHKASN di lingkungan fakultas. Fakultas ini juga telah mengimplementasikan Whistle Blowing System serta membuka akses aduan masyarakat melalui berbagai kanal yang disosialisasikan secara masif, seperti laman SP4N Lapor, surat elektronik, media sosial Instagram, dan formulir elektronik khusus. Hingga proses evaluasi berlangsung, tidak ditemukan kasus pelanggaran integritas krusial maupun laporan gratifikasi, sementara aduan administratif yang masuk, seperti informasi teknis beasiswa, langsung ditangani dengan cepat. 

Untuk mempertahankan dan meningkatkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang pada Triwulan IV telah mencapai predikat Sangat Baik (91,91), FIB Unud fokus membenahi kualitas pelayanan publik secara nyata. Salah satu langkah konkretnya adalah pembentukan Unit Layanan Terpadu (ULT) yang memfasilitasi administrasi akademik, kemahasiswaan, dan umum di satu pintu. Mengingat pusat administrasi telah dialihkan ke Kampus Bukit Jimbaran sejak awal 2024, operasional ULT yang saat ini masih berjalan semi-manual akan segera didigitalisasi untuk memudahkan mobilitas mahasiswa yang berkuliah di Kampus Nias.

Menutup kegiatan evaluasi tersebut, Dekan FIB Unud menegaskan kembali hakikat utama dari pembangunan Zona Integritas di lingkungan FIB Unud. Beliau menyatakan bahwa ikhtiar ini bukanlah semata-mata demi pemenuhan indikator penilaian atau sekadar melengkapi dokumen Lembar Kerja Evaluasi (LKE), melainkan sebuah komitmen yang berkelanjutan. Tujuan akhirnya adalah mewujudkan tata kelola fakultas yang bersih dan akuntabel, serta memberikan pelayanan nyata yang berorientasi pada kecepatan, kemudahan, dan kepuasan seluruh pengguna layanan.   






Thursday, June 18, 2026

S2 Kajian Budaya FIB Unud Wujudkan Kepedulian Lingkungan Melalui Aksi Bersih Pantai dan Edukasi Pengelolaan Sampah di Gianyar

 


Denpasar, 18 Juni 2026 - Program Studi Magister (S2) Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) telah menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di lingkungan Pantai Lebih, Kabupaten Gianyar, pada Sabtu (13/06) lalu. Kegiatan yang mengusung tema "Kriya Raksa Bhuwana Asri: Penguatan Budaya Peduli Lingkungan Melalui Edukasi Pengelolaan Sampah dan Aksi Bersih Pantai" ini dilaksanakan sebagai bentuk perwujudan dharma ketiga Perguruan Tinggi sekaligus menyongsong perayaan hari suci Galungan dan Kuningan.

Rangkaian kegiatan ini terbagi menjadi dua agenda utama, yakni aksi bersih-bersih pesisir pantai dan sesi ceramah mengenai pengelolaan sampah berbasis sumber. Dimulai tepat pada pukul 07.00 WITA, para peserta yang terdiri dari dosen serta mahasiswa jenjang S2 dan S3 Kajian Budaya berbaur membersihkan area di seputaran Pantai Lebih, termasuk di area belakang Pura Segara. Meskipun sempat diguyur hujan gerimis, kondisi cuaca tersebut tidak menyurutkan antusiasme para peserta dalam upaya menghadirkan lingkungan yang asri di kawasan yang terkenal dengan kuliner ikan lautnya tersebut. 

Setelah aksi kebersihan rampung, acara dilanjutkan dengan sesi edukasi yang bertempat di lantai dua Jero Jawi Coffee, Resto & Villa, Gianyar. Koordinator Program Studi (Koprodi) S2 Kajian Budaya FIB Unud, Dr. Drs. I Wayan Suardiana, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan pengabdian ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Pantai Lebih, khususnya dalam menyambut hari raya suci umat Hindu. Sesi ini turut dihadiri oleh masyarakat setempat.

Sesi ceramah menghadirkan dua narasumber utama yang ahli di bidang lingkungan. Pemaparan pertama diberikan oleh praktisi lingkungan sekaligus pemuda pelopor program 'teba modern' dari Cemenggaon, Sukawati, I Wayan Balik Mustiana. Ia membagikan kiat-kiat dalam mengelola sampah organik, non-organik, dan residu agar tuntas di tingkat desa, berkaca dari keberhasilan desanya yang telah memilah sampah secara efektif sejak tahun 2011. Dalam paparannya, Balik menegaskan bahwa kebersihan lingkungan saat ini bukan lagi sekadar keinginan, melainkan sebuah kebutuhan bersama. “Kita harus menanamkan dalam pikiran bahwa sampah bila terpilah bisa jadi berkah, dan jika tidak dipilah itulah sampah!” tuturnya memberikan pesan. 

Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar, Ni Ketut Sri Umayati. Ia menjelaskan strategi Pemerintah Daerah (Pemda) Gianyar dalam menangani sampah dari sumbernya, sebuah inisiatif yang telah berjalan tertib sejak tahun 2022. Ia menyoroti peran penting Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) dalam mengolah dan mendistribusikan sampah sesuai alurnya agar Gianyar menjadi semakin berseri. “Masyarakat diharapkan merasakan manfaat mengelola sampah hingga menjadi berkah, kecuali residu yang merupakan tanggung jawab pemerintah ke depannya,” pungkas Sri Umayati pada akhir sesi tanya jawab.   

Komitmen pengelolaan sampah ini juga mendapatkan dukungan secara langsung oleh Perbekel Desa Lebih, I Wayan Agus Muliana, S.Ap., yang menegaskan bahwa desanya telah menjalankan pemilahan sampah dari sumber sejak program tersebut dicanangkan oleh Pemda Gianyar. Kegiatan pengabdian ini kemudian ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan kepada Perbekel Desa Lebih oleh Koprodi S2 Kajian Budaya yang turut didampingi oleh pemilik Jero Jawi, Anak Agung Gde Ari Mahavira Canakya Puthra, serta diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh partisipan. 


Monday, June 15, 2026

Upaya Konservasi Bahasa Mawes: FIB Unud Gelar Seminar Hasil Penelitian Lapangan dan Pelibatan Masyarakat di Papua Barat

 


Denpasar, 15 Juni 2026 - Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana bekerjasama dengan Palacký University Olomouc menyelenggarakan seminar bertajuk “The Mawes Language: A Fieldwork Report of a Language of West Papua” guna memperkenalkan seluk beluk mengenai proyek penelitian dan perlindungan bahasa Mawes. Bertempat di Ruang Sidang Prof. Dr. Prijono, Gedung Poerbatjaraka Lantai IV FIB Unud, seminar ini dihadiri oleh berbagai dosen dan mahasiswa dari program studi Sastra Inggris FIB Unud.

Penelitian ini dilaksanakan oleh George Saad, ahli bahasa dari Republik Ceko, I Komang Sumaryana Putra, S.S., M.Hum., I Made Sena Darmasetiyawan, S.S., M.Hun., Ph.D., Aldila Tania Agatha, dan Ni Putu Cintya Wartini Putri dari Universitas Udayana.

Proyek dokumentasi bahasa ini memiliki urgensi yang tinggi mengingat status kebahasaan di Indonesia. Berdasarkan pemaparan dalam seminar, Indonesia merupakan rumah bagi 10% bahasa di dunia, dengan total pencatatan mencapai 707 bahasa. Namun, tingkat vitalitas bahasa di Indonesia cukup memprihatinkan karena 65% dari bahasa tersebut tergolong terancam punah atau sudah punah sepenuhnya. Secara global, Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara dengan jumlah bahasa terancam punah terbanyak di dunia, yakni mencapai 425 bahasa. Pemilihan wilayah Papua Barat sebagai lokasi penelitian didasari oleh keragaman bahasanya yang sangat luas, mencakup afiliasi rumpun bahasa Austronesia dan Papua, serta memiliki sekitar 19 bahasa isolat. Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk menyediakan deskripsi komprehensif pertama mengenai bahasa Mawes sekaligus melakukan peningkatan kapasitas peneliti lokal.

Dalam pelaksanaannya, penelitian ini memadukan linguistik eksperimental dan observasi lapangan. Tim peneliti merancang video stimulus tanpa suara untuk menguji sintaksis dan morfologi bahasa Mawes, yang digabungkan dengan kuesioner sosiolinguistik. Eksperimen ini membandingkan data pemerolehan bahasa dari kelompok penutur tua yang dijadikan standar dasar (baseline) dengan kelompok penutur muda. Dari eksperimen tersebut, terungkap bahwa penutur muda sering kali mengalami kesulitan dalam menggunakan sistem angka bahasa Mawes yang kompleks (mencakup bentuk tunggal, ganda, dan jamak), sehingga mereka cenderung menyederhanakan tata bahasa tersebut. Pengambilan data ini juga menghadirkan tantangan tersendiri, di mana tim peneliti harus memberikan pengertian kepada tetua adat agar tidak menginterupsi penutur muda yang sedang direkam, karena justru data kesalahan itulah yang krusial untuk memperbaiki metode pembelajaran bahasa di masa mendatang.

Selain pendekatan Linguistik, proyek ini juga menyoroti aspek antropologis dan pelibatan masyarakat (community engagement) yang mengungkap akar penyebab terancam punahnya bahasa Mawes. Komunitas Mawes yang awalnya merupakan masyarakat pesisir terpaksa harus bermigrasi sejauh 4,5 kilometer menembus hutan dari desa asli mereka (Kampung Lama/Maui) menuju desa yang baru. Relokasi ini dipicu oleh dampak pemanasan global, kenaikan air laut, erosi, serta hantaman tsunami yang tidak tercatat pada tahun 1996.

Lebih lanjut, kepunahan bahasa Mawes sangat erat kaitannya dengan trauma lintas generasi yang dipicu oleh kebijakan masa lalu. Berdasarkan temuan di lapangan, pada era 1970-an hingga 1980-an yang bertepatan dengan kampanye Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dan program transmigrasi nasional, para siswa di Papua kerap mendapat hukuman fisik dari guru di sekolah apabila mereka ketahuan menggunakan bahasa daerah. Trauma inilah yang menyebabkan generasi tua enggan mengajarkan bahasa Mawes kepada anak-anak mereka, yang pada akhirnya memutus rantai pewarisan bahasa dan menjauhkan komunitas dari akar budaya, alam, serta leluhur mereka.

Untuk memutus siklus kepunahan ini, tim peneliti melaksanakan berbagai inisiatif pelibatan masyarakat yang berkelanjutan. Mereka mengadakan lokakarya mingguan yang berhasil mengumpulkan warga dari berbagai rentang usia, dimulai dari remaja hingga lansia untuk belajar menggunakan laptop dan melakukan transkripsi data bahasa mereka sendiri. Di samping itu, tim peneliti juga menggandeng seniman dan anak-anak sekolah dasar setempat untuk menggambar ilustrasi desa mereka. Karya seni ini kemudian dikembangkan menjadi cinderamata (merchandise) dan stiker edukatif untuk mempromosikan kembali kosakata bahasa Mawes secara menarik. Melalui inisiatif ini, masyarakat diajak untuk kembali bangga menggunakan bahasa mereka, misalnya dengan mempelajari ragam sebutan lokal untuk kanguru seperti sefe, mambe, dan was. Penjualan cenderamata tersebut juga diarahkan untuk mendanai kebutuhan komunitas secara mandiri, menjadikan proyek pelestarian bahasa ini berjangka panjang dan berpusat pada masyarakat.

Sunday, June 14, 2026

Tampil Dominan, Prodi Ilmu Sejarah Sabet Juara 1 Cabor Futsal Pekan Olahraga Mahasiswa FIB 2026


 

Denpasar, 14 Juni 2026 – Program Studi (Prodi) Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana (Unud), berhasil meraih gelar juara cabang olahraga futsal pada Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) FIB 2026. Gelar tersebut diraih setelah Tim Futsal Prodi Ilmu Sejarah menaklukkan Prodi Sastra Inggris pada partai final dengan skor meyakinkan 3–0. Pertandingan futsal POM FIB 2026 dilaksanakan di My Stadium Futsal Arena, Denpasar, pada 13–14 Juni 2026. Cabang olahraga ini diikuti oleh delapan tim yang merupakan perwakilan dari seluruh program studi di lingkungan FIB Unud.

Sejak fase penyisihan, Prodi Ilmu Sejarah tampil konsisten dan menunjukkan performa yang dominan. Dari tiga pertandingan yang dijalani pada babak penyisihan, Tim Futsal Prodi Ilmu Sejarah berhasil meraih tiga kemenangan. Kemenangan terbesar diraih saat menghadapi Prodi Sastra Indonesia dengan skor telak 7–0. Pada pertandingan final, Prodi Ilmu Sejarah kembali menunjukkan kualitas permainan yang solid dan berhasil mengamankan kemenangan atas Prodi Sastra Inggris dengan skor 3–0. Hasil tersebut mengantarkan Prodi Ilmu Sejarah keluar sebagai kampiun cabang olahraga futsal POM FIB 2026. Sementara itu, Prodi Sastra Inggris harus puas menempati posisi kedua. Pada laga perebutan juara ketiga, Prodi Arkeologi berhasil mengalahkan Prodi Sastra Jepang dengan skor 4–0 dan mengamankan posisi ketiga pada cabang olahraga futsal.

Pekan Olahraga Mahasiswa FIB merupakan rangkaian kegiatan perlombaan dan pertandingan yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Kegiatan ini bertujuan mewadahi minat dan bakat mahasiswa FIB Unud di bidang olahraga dan kompetisi mahasiswa. Pada POM FIB 2026, terdapat sepuluh cabang olahraga dan perlombaan yang dipertandingkan. Seluruh program studi di lingkungan FIB Unud turut berpartisipasi dengan mengirimkan kontingen masing-masing. Cabang olahraga futsal menjadi cabang terakhir yang dipertandingkan setelah sembilan cabang lainnya selesai dilaksanakan.

Meski berhasil menjuarai cabang olahraga futsal, Prodi Ilmu Sejarah masih menempati posisi ketiga pada klasemen akhir POM FIB 2026 yang dihitung berdasarkan akumulasi perolehan poin dari seluruh cabang olahraga dan perlombaan. Posisi kedua ditempati oleh Prodi Sastra Jepang, sementara Prodi Sastra Inggris tetap bertahan di puncak klasemen akhir POM FIB 2026.


Wednesday, June 10, 2026

FIB Unud Lepas 33 Mahasiswa Internasional dalam Certification Ceremony BIPAS Spring 2026

 


Denpasar, 11 Juni 2026, Bali International Program on Asian Studies (BIPAS) Universitas Udayana melaksanakan acara Certification Ceremony Spring Semester 2026. Pelepasan yang bertempat di Auditorium Widya Sabha Mandala, Gedung Ida Bagus Mantra Lantai III FIB Unud. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran dekanat, perwakilan Kantor Urusan Internasional Universitas Udayana (KUI Unud), beserta perwakilan dari Asia Exchange.

Mengawali acara, I Made Sena Darmasetiyawan, S.S., M.Hum., Ph.D. selaku koordinator BIPAS melaporkan bahwa program spring semester yang berlangsung secara hybrid di kampus Jimbaran sejak 23 Februari hingga 11 Juni 2026 ini sukses memfasilitasi 33 mahasiswa internasional dari 10 negara, diantaranya Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Belanda, Swedia, Vietnam, Tunisia, Swiss, dan India. Selama satu semester, para mahasiswa telah menyelesaikan berbagai mata kuliah pilihan dan terlibat aktif dalam serangkaian kegiatan pengenalan budaya, mulai dari lokakarya busana dan adat tawar-menawar, ekskursi sejarah ke Kerta Gosa, hingga pembelajaran aksara Bali. Kesuksesan pelaksanaan program ini tidak lepas dari kolaborasi erat antara FIB Unud, KUI Unud, pihak Asia Exchange, serta tingginya dedikasi para dosen dan kedisiplinan mahasiswa. 

Melanjutkan acara, Wakil Dekan I FIB Unud, Dr. I Gede Oeinada, S.S., M.Hum., secara resmi menyambut dan memberikan apresiasi kepada 33 mahasiswa internasional beserta seluruh tamu undangan yang hadir. Beliau menaruh harapan besar agar pemahaman yang diperoleh mengenai studi kawasan Asia, beserta seluruh pengalaman pertukaran budaya selama berada di Bali, dapat memberikan manfaat yang bermakna bagi masa depan para mahasiswa. Lebih lanjut, beliau mengucapkan terima kasih yang mendalam atas kepercayaan para mahasiswa yang telah memilih Universitas Udayana sebagai institusi pendidikan mereka dan menjadi bagian dari komunitas akademik kampus.

Acara dilanjutkan dengan penayangan BIPAS Farewell Video yang menayangkan. Tayangan tersebut berisikan kompilasi perjalanan akademik dan eksplorasi budaya para mahasiswa yang dimulai dari Opening Ceremony and Orientation Day, praktik cara menggunakan busana adat Bali, praktik menulis aksara Bali dengan media lontar, pengenalan terhadap situs sejarah Kerta Gosa yang mencakup praktik memainkan gamelan, melukis wayang Kamasan, serta praktik tari Bali. Di samping itu, farewell video ini juga memuat kumpulan pesan dari jajaran sivitas akademika. Di dalamnya, terdapat pesan khusus dari Dekan FIB Unud, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. beserta rangkuman ucapan terima kasih serta apresiasi dari para dosen pengajar BIPAS.

Memasuki agenda puncak, acara dilanjutkan dengan Graduation Procession. Suasana Aula Widya Sabha berubah khidmat saat para mahasiswa yang menggunakan busana adat Bali dipanggil satu per satu ke atas panggung untuk menerima sertifikat kelulusan sebagai tanda resmi berakhirnya masa studi mereka. Prosesi penyerahan sertifikat ini dilakukan secara langsung oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Perencanaan FIB Unud, serta turut didampingi oleh perwakilan Kantor Urusan Internasional Universitas Udayana (KUI Unud), perwakilan Asia Exchange, dan koordinator BIPAS.

Sebagai penanda berakhirnya masa pengawasan akademik oleh pihak kampus, acara dilanjutkan dengan prosesi penyerahan kembali tanggung jawab (handover responsibility) mahasiswa dari Universitas Udayana kepada pihak Asia Exchange. Menyambung prosesi tersebut sekaligus menutup rangkaian acara, Hannes Borgwardt selaku Chief Operating Officer Asia Exchange menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah bersinergi menyukseskan BIPAS Spring Programme 2026. Beliau menaruh harapan besar agar seluruh ilmu serta momen kebersamaan yang dirasakan para mahasiswa selama menjalani program di Bali dapat mengukir kesan mendalam dan menjadi kenangan indah yang dibawa pulang ke negara asal mereka.

FIB Unud Gelar KELIR Seri 1: Menenun Masa Depan Bahasa dan Budaya Bali di Era Digital

  Program Studi Linguistik Program Doktor Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana resmi menggelar edisi perdana Kolokium Eksplorasi Linguis...