Thursday, June 18, 2026

S2 Kajian Budaya FIB Unud Wujudkan Kepedulian Lingkungan Melalui Aksi Bersih Pantai dan Edukasi Pengelolaan Sampah di Gianyar

 


Denpasar, 18 Juni 2026 - Program Studi Magister (S2) Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) telah menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di lingkungan Pantai Lebih, Kabupaten Gianyar, pada Sabtu (13/06) lalu. Kegiatan yang mengusung tema "Kriya Raksa Bhuwana Asri: Penguatan Budaya Peduli Lingkungan Melalui Edukasi Pengelolaan Sampah dan Aksi Bersih Pantai" ini dilaksanakan sebagai bentuk perwujudan dharma ketiga Perguruan Tinggi sekaligus menyongsong perayaan hari suci Galungan dan Kuningan.

Rangkaian kegiatan ini terbagi menjadi dua agenda utama, yakni aksi bersih-bersih pesisir pantai dan sesi ceramah mengenai pengelolaan sampah berbasis sumber. Dimulai tepat pada pukul 07.00 WITA, para peserta yang terdiri dari dosen serta mahasiswa jenjang S2 dan S3 Kajian Budaya berbaur membersihkan area di seputaran Pantai Lebih, termasuk di area belakang Pura Segara. Meskipun sempat diguyur hujan gerimis, kondisi cuaca tersebut tidak menyurutkan antusiasme para peserta dalam upaya menghadirkan lingkungan yang asri di kawasan yang terkenal dengan kuliner ikan lautnya tersebut. 

Setelah aksi kebersihan rampung, acara dilanjutkan dengan sesi edukasi yang bertempat di lantai dua Jero Jawi Coffee, Resto & Villa, Gianyar. Koordinator Program Studi (Koprodi) S2 Kajian Budaya FIB Unud, Dr. Drs. I Wayan Suardiana, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan pengabdian ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Pantai Lebih, khususnya dalam menyambut hari raya suci umat Hindu. Sesi ini turut dihadiri oleh masyarakat setempat.

Sesi ceramah menghadirkan dua narasumber utama yang ahli di bidang lingkungan. Pemaparan pertama diberikan oleh praktisi lingkungan sekaligus pemuda pelopor program 'teba modern' dari Cemenggaon, Sukawati, I Wayan Balik Mustiana. Ia membagikan kiat-kiat dalam mengelola sampah organik, non-organik, dan residu agar tuntas di tingkat desa, berkaca dari keberhasilan desanya yang telah memilah sampah secara efektif sejak tahun 2011. Dalam paparannya, Balik menegaskan bahwa kebersihan lingkungan saat ini bukan lagi sekadar keinginan, melainkan sebuah kebutuhan bersama. “Kita harus menanamkan dalam pikiran bahwa sampah bila terpilah bisa jadi berkah, dan jika tidak dipilah itulah sampah!” tuturnya memberikan pesan. 

Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar, Ni Ketut Sri Umayati. Ia menjelaskan strategi Pemerintah Daerah (Pemda) Gianyar dalam menangani sampah dari sumbernya, sebuah inisiatif yang telah berjalan tertib sejak tahun 2022. Ia menyoroti peran penting Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) dalam mengolah dan mendistribusikan sampah sesuai alurnya agar Gianyar menjadi semakin berseri. “Masyarakat diharapkan merasakan manfaat mengelola sampah hingga menjadi berkah, kecuali residu yang merupakan tanggung jawab pemerintah ke depannya,” pungkas Sri Umayati pada akhir sesi tanya jawab.   

Komitmen pengelolaan sampah ini juga mendapatkan dukungan secara langsung oleh Perbekel Desa Lebih, I Wayan Agus Muliana, S.Ap., yang menegaskan bahwa desanya telah menjalankan pemilahan sampah dari sumber sejak program tersebut dicanangkan oleh Pemda Gianyar. Kegiatan pengabdian ini kemudian ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan kepada Perbekel Desa Lebih oleh Koprodi S2 Kajian Budaya yang turut didampingi oleh pemilik Jero Jawi, Anak Agung Gde Ari Mahavira Canakya Puthra, serta diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh partisipan. 


No comments:

Post a Comment

FIB Unud Gelar KELIR Seri 1: Menenun Masa Depan Bahasa dan Budaya Bali di Era Digital

  Program Studi Linguistik Program Doktor Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana resmi menggelar edisi perdana Kolokium Eksplorasi Linguis...