Sunday, June 28, 2026

Tu Na Raih Gelar Doktor meneliti “A Study of Tourism Chinese Teaching Strategy in Bali”

 


Pada hari Senin, 29 Juni 2026, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana kembali menyelenggarakan Sidang Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor Linguistik. Sidang ini berlangsung di Ruang Sidang Soekarno, Gedung Poerbatjaraka Lantai IV FIB Unud. Promovenda, Tu Na., mempresentasikan disertasi berjudul “A Study of Tourism Chinese Teaching Strategy in Bali”. dan berhasil mempertahankan disertasinya dengan predikat “Sangat Memuaskan” serta menjadi doktor ke-282 di FIB Unud dan doktor ke-282 di Program Studi Linguistik Program Doktor FIB Unud.

Pada sidang promosi Doktor ini, Ketua Tim Penguji Disertasi Prof. Dr. I Made Netra, S.S., M.Hum., yang didampingi oleh Anggota Tim Penguji yaitu Prof. Dr. Dra. Ni Luh Ketut Mas Indrawati, TEFL., M.A. selaku Promotor, Prof. Dr. Dra. Luh Putu Laksminy, M.Hum. selaku Kopromotor I, Putu Ayu Asty Senja Pratiwi,S.S., M.Hum, Ph.D. selaku Kopromotor II, Adapun anggota tim penguji pada sidang terbuka kali ini Adalah Prof. Dr. Ketut Artawa, M.A., Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sukarini, M.Hum., Prof. Dr. Dra. Ida Ayu Made Puspani, M.Hum., Prof. Dr. I Nengah Laba, M.Hum., Dr. I Gusti Agung Istri Aryani, S.S., M. Hum.

Disertasi ini mengungkapkan strategi pengajaran Bahasa Mandarin Pariwisata yang terbukti efektif meningkatkan kemampuan berbahasa pada dua kelompok pembelajar berbeda di Bali, yaitu mahasiswa manajemen perhotelan dan staf kantor imigrasi. Penelitian ini menjadi penting mengingat tingginya kebutuhan komunikasi berbahasa Mandarin di sektor pariwisata Bali, seiring derasnya arus wisatawan dari negara-negara berbahasa Mandarin. Menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas dengan metode campuran, peneliti merancang strategi pengajaran yang memadukan Metode Audiolingual, Pendekatan Budaya Pertunjukan, dan Pengajaran Bahasa Berbasis Tugas, dengan prinsip Bahasa Mandarin untuk Tujuan Khusus sebagai landasan utamanya.

Hasil pre-test awal menunjukkan tantangan besar yang dihadapi kedua kelompok. Mahasiswa manajemen perhotelan hanya mencatatkan nilai rata-rata 50,2 dengan tingkat kelulusan sebesar 24%, sementara kondisi lebih memprihatinkan terjadi pada staf imigrasi, di mana 16 dari 18 peserta bahkan mendapat nilai nol. Namun setelah strategi pengajaran diterapkan, hasil post-test memperlihatkan lonjakan yang signifikan. Nilai rata-rata kelas perhotelan melonjak menjadi 74,44 dengan tingkat kelulusan naik menjadi 68%, sedangkan kelas imigrasi mencatatkan hasil yang lebih mengesankan dengan rata-rata 76 dan tingkat kelulusan mencapai 77,8%. Analisis N-Gain turut mengonfirmasi keberhasilan ini, dengan efek sedang sebesar 0,53 pada kelas perhotelan dan efek tinggi sebesar 0,74 pada kelas imigrasi menandakan bahwa peserta didik yang sudah bekerja justru menunjukkan kemajuan belajar yang lebih pesat.

Peneliti menyoroti bahwa keberhasilan strategi ini tidak lepas dari pengelolaan waktu yang terstruktur serta kemampuan pengajar beradaptasi dengan berbagai kendala lapangan, mulai dari gangguan kebisingan konstruksi hingga ketidakhadiran peserta yang tidak menentu. Meski demikian, penelitian ini juga mencatat sejumlah keterbatasan, seperti tingkat kemahiran peserta yang heterogen dan masih adanya kesenjangan antara materi yang diajarkan di kelas dengan tuntutan aplikasi di dunia kerja nyata. Terlepas dari tantangan tersebut, penelitian ini dinilai memberikan kontribusi penting bagi pengembangan Bahasa Mandarin untuk Tujuan Khusus, sekaligus menawarkan model penelitian tindakan metode campuran yang dapat direplikasi di berbagai konteks. Para peneliti berharap, temuan dan rekomendasi dari studi ini tidak hanya bermanfaat bagi penyempurnaan kurikulum dan strategi pengajaran Bahasa Mandarin Pariwisata di Bali, tetapi juga dapat menjadi referensi berharga bagi destinasi-destinasi wisata lain yang turut bergantung pada sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi..

Menutup Sidang Ujian Terbuka, Prof. Dr. Dra. Ni Luh Ketut Mas Indrawati, TEFL., M.A., selaku promotor, mengungkapkan bahwa sepanjang masa studinya, Dr. Tu Na telah memperlihatkan dedikasi tinggi lewat kerja keras, ketulusan, dan kedisiplinan dalam menyempurnakan karya ilmiahnya. Hal tersebut tampak jelas dari kualitas disertasi yang terus mengalami kemajuan berarti dari waktu ke waktu. Beliau menekankan bahwa gelar doktor yang diraih bukanlah titik akhir perjalanan akademik, melainkan justru menjadi permulaan bagi tanggung jawab yang lebih besar dalam dunia keilmuan. Dalam kesempatan tersebut, beliau turut menyampaikan selamat kepada promovenda beserta keluarga, sekaligus berharap agar promovenda senantiasa berkarya, terus mengembangkan diri dan menimba ilmu, menjaga integritas serta etika akademik, dan mampu memberikan sumbangsih yang berarti bagi kemajuan ilmu pengetahuan, institusi, maupun masyarakat secara luas.


No comments:

Post a Comment

FIB Unud Gelar KELIR Seri 1: Menenun Masa Depan Bahasa dan Budaya Bali di Era Digital

  Program Studi Linguistik Program Doktor Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana resmi menggelar edisi perdana Kolokium Eksplorasi Linguis...