Denpasar, 10 Juni 2026 - Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) melaksanakan pementasan Ornament Fest #4 yang mengambil tema “Narratives in Motion.” pada Rabu (10/06). Pementasan yang bertempat di Auditorium Widya Sabha Mandala, Gedung Ida Bagus Mantra Lantai III FIB Unud ini adalah tugas akhir dari mata kuliah English Performing Arts yang ditempuh oleh mahasiswa Sastra Inggris angkatan 2023. Pementasan ini dihadiri oleh jajaran dekanat, ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris FIB Unud (HMPSSI FIB Unud), Koordinator Program Studi Sastra Inggris bersama para dosen pengajar English Performing Arts.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Ornament Fest #4, I Putu Diva Adhiguna, menjelaskan bahwa tema "Narratives in Motion" diusung untuk menghidupkan teks sastra secara nyata ke atas panggung melalui lima pementasan drama dan satu penampilan puisi. Pendekatan ini diharapkan mampu menginspirasi penonton sekaligus memberikan pengalaman baru dalam menikmati karya sastra. Menyambung hal tersebut, Dr. Galuh Febri Putra, M.A. selaku perwakilan dosen pengampu, mengapresiasi dedikasi mahasiswa Sastra Inggris Universitas Udayana dalam menyelenggarakan pementasan ini. Beliau menekankan bahwa festival yang digagas oleh Prof. Dr. I Made Netra, S.S., M.Hum. ini bukan sekadar pemenuhan tugas akhir, melainkan laboratorium pembelajaran dan batu loncatan bagi mahasiswa untuk merintis karier di industri teater profesional Bali.
Apresiasi senada turut disampaikan oleh Koordinator Program Studi Sastra Inggris, Dr. I Gusti Ngurah Parthama, S.S., M.Hum., yang berharap luaran praktik dari mata kuliah English Performing Arts ini dapat terus berlanjut dan menjadi identitas khas mahasiswa Sastra Inggris FIB Unud. Acara kemudian resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Informasi FIB Unud, Dr. Ni Ketut Puji Astiti Laksmi, S.S., M.Si. Mewakili Dekan FIB Unud, beliau berpesan bahwa proses panjang persiapan pementasan ini adalah modal dasar bagi pengembangan bakat mahasiswa. Ia juga menyematkan harapan agar ke depannya pementasan ini dapat berkembang secara masif menjadi pekan kesenian berskala fakultas yang terintegrasi dengan program studi lain di lingkungan FIB Unud.
Melanjutkan tradisi tahun sebelumnya, pada Ornament Fest #4 tahun ini kembali membawakan tiga dewan juriyang memiliki rekam jejak mumpuni di bidang seni dan pertunjukan. Susunan dewan juri tersebut diantaranya Kristiawan, S.S., M.A., seorang praktisi teater multimedia yang aktif menghasilkan berbagai proyek kolaborasi seni kepurbakalaan dan pameran; Titin Aminarti Daeng Tiji, peraih penghargaan Best Actress pada Ornament Fest #3 yang juga berprestasi dalam bidang storytelling; serta Hadi Satria Ganesa, seorang penampil teater, puisi, dan monolog yang sarat pengalaman di berbagai panggung seni seperti Sastra Malam dan pembukaan pameran.
Rangkaian pementasan dimulai dari kelas Poetry yang membawakan puisi bertajuk “The Applicant” karya Sylvia Plath. Dramatisasi puisi ini menggambarkan kritik tajam terhadap ekspektasi sosial dan komodifikasi peran gender dalam institusi pernikahan. Setelah dibuka dengan dramatisasi puisi, panggung Ornament Fest #4 mulai diramaikan oleh lima pementasan drama dengan genre yang sangat variatif dari masing-masing kelas mahasiswa Sastra Inggris angkatan 2023.
Tensi di dalam Auditorium Widya Sabha Mandala langsung meningkat saat kelas Drama E menampilkan drama berjudul Lockdown: Survival Class. Drama bergenre thriller-survival ini mengisahkan perjuangan sekelompok siswa dan guru yang terjebak di tengah wabah zombie akibat kegagalan eksperimen sains. Suasana kemudian berubah menjadi klasik dan emosional melalui persembahan kelas Drama B dengan pementasan drama In the Shadow of Pride. Mengadaptasi karya klasik Jane Austen yaitu Pride and Prejudice, pementasan berlatar Inggris era Georgian ini membawa penonton larut dalam romansa yang kental dengan unsur kesalahpahaman, tekanan sosial, dan pergolakan ego antar karakternya.
Keberagaman tema berlanjut pada paruh kedua acara. Kelas Drama D menyuguhkan pementasan drama The Crown of Ashes, sebuah drama bertema historical tragedy yang mengeksplorasi konflik kekuasaan, pengkhianatan keluarga, dan efek domino dari ketidakadilan di kerajaan Weningrat. Melanjutkan tema gelap yang telah dibawa, kelas Drama C mengajak audiens memasuki dunia misterius melalui pementasan Circus of Your Mind. Drama ini menyoroti sisi gelap serta dinamika emosional para pemain di karnaval Phantasma pasca tragedi, serta diiringi perjuangan karakter utamanya dalam mengungkap peristiwa aneh di balik layar. Seluruh pementasan drama ditutup dengan dramatis melalui pementasan The Devil I Trusted. Drama horror mystery yang dibawakan oleh kelas Drama A ini menceritakan tentang teror pembunuhan yang dialami oleh sekelompok siswa yang sedang berlibur di hotel antah berantah.
Sebelum menutup acara, dewan juri mengapresiasi totalitas pementasan tiap kelas, sekaligus memberikan catatan teknis terkait blocking panggung, efisiensi transisi, hingga kendala tata cahaya dan suara. Antusiasme peserta memuncak saat acara ditutup dengan Awarding Session untuk mengumumkan pemenang enam nominasi bergengsi Ornament Fest #4 yang diantaranya: Best Performance: Kelas C dengan Circus of Your Mind, Best Adaptation: Kelas D dengan The Crown of Ashes, Best Actor: Mr. X dari Circus of Your Mind (Kelas C), Best Actress: Irene dari The Devil I Trusted (Kelas A), Best Costume: Kelas C dengan Circus of Your Mind, dan Favorite Poster: Kelas D dengan The Crown of Ashes.






