Thursday, April 16, 2026

FIB Unud Sosialisasikan Program Fast Track: Dorong Mahasiswa Raih Dua Gelar dalam Lima Tahun

 


Denpasar, 17 April 2026 - Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana melaksanakan sosialisasi yang membahas mengenai pengenalan program akselerasi S1 ke S2 yang terlaksana secara daring melalui Zoom Meeting. Sosialisasi ini dihadiri oleh jajaran dekanat, para koordinator program studi S1dan dosen di lingkungan FIB Unud, serta mahasiswa semester 2, 4, dan 6 di lingkungan FIB Unud.

Mengawali sosialisasi, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. selaku Dekan FIB Unud memaparkan bahwa lahirnya program ini bukan sekadar tawaran pemotongan masa studi. Secara institusional, Fast Track merupakan mandat dari Peraturan Rektor (Pertor) untuk mendongkrak pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 1 Universitas Udayana, yakni persentase lulusan sarjana yang langsung melanjutkan studi. Selain itu, beliau juga menekankan bahwa mahasiswa yang akan mengikuti program fast track harus berusaha ekstra keras, mengingat mahasiswa yang mengikuti program ini akan menjalankan kuliah paralel dengan menghabiskan sisa SKS di semester 7 dan 8 sekaligus mengikuti kuliah magister.

Melanjutkan sosialisasi, Dr. I Gede Oeinada, S.S., M.Hum. menjelaskan mengenai detail dari program fast track ini. Dalam program akselerasi ini mahasiswa dituntut untuk memenuhi serangkaian persyaratan yang sangat ketat. Syarat mutlak yang tidak dapat ditawar adalah asas linieritas keilmuan; mahasiswa Program Studi Sastra diwajibkan melanjutkan ke Magister Linguistik, sedangkan mahasiswa Prodi Non-Sastra diarahkan ke Magister Kajian Budaya. 

Secara spesifik, pendaftaran yang dibuka pada 11 Mei hingga 5 Juni 2026 ini ditujukan bagi mahasiswa aktif Semester 6 yang telah menempuh dan lulus minimal 110 SKS dengan nilai sekurang-kurangnya B pada akhir Semester 5. Pendaftar juga diwajibkan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,25, mengantongi skor kemampuan Bahasa Inggris dari UPT Bahasa Unud minimal 475, serta melampirkan surat rekomendasi dari dua dosen bergelar Doktor. Dari segi administrasi, mahasiswa harus menyertakan surat persetujuan finansial dari orang tua atau wali, menandatangani pakta kesanggupan menyelesaikan program tepat waktu, dan melunasi biaya seleksi pada saat pendaftaran.

Dekan FIB Unud menekankan bahwa setelah mahasiswa resmi lulus ujian skripsi dan mendapatkan gelar Sarjana, mereka akan memasuki semester sembilan dan sepuluh untuk berfokus penuh pada penyusunan tesis dengan kewajiban membayar UKT S2 sebesar 100 persen yang sebelumnya membayar UKT S1 secara full dan 50% UKT S2 selama kuliah paralel (semester 7 dan 8) . Untuk menunjang percepatan studi ini, pihak fakultas sangat menyarankan agar topik skripsi S1 diangkat dari fondasi penelitian yang dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi tesis di jenjang Magister.

Sesi tanya jawab menyoroti tiga polemik utama. Pertama, dekanat menolak keras wacana lintas fakultas karena asas linieritas adalah syarat mutlak; lulusan rumpun sastra wajib ke Magister Linguistik dan non-sastra ke Kajian Budaya. Kedua, terkait keluhan sulitnya memenuhi syarat minimal 110 SKS untuk kurikulum prodi tertentu. Fakultas menyatakan aturan tersebut merujuk kaku pada draf rektorat sehingga mahasiswa dihimbau mengakali dengan mengambil 24 SKS sejak semester awal. Terakhir, terkait kepastian potensi beasiswa maupun tagihan IPI, pihak fakultas belum bisa memberikan jawaban pasti karena masih menunggu pengesahan Peraturan Rektor.


Wednesday, April 15, 2026

FIB Unud Melaksanakan Pelepasan Calon Wisudawan Periode Ke-175

 

Denpasar, 16 April 2026 - Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana  melaksanakan Pelepasan Calon Wisudawan Periode Ke-175 secara luring. Bertempat di Auditorium Widya Sabha Mandala Gedung Ida Bagus Mantra Lantai III FIB Unud, pelepasan ini dihadiri oleh jajaran dekanat, seluruh koordinator program Sarjana, Magister, dan Doktor di lingkungan FIB Unud, seluruh kepala unit di lingkungan FIB Unud, dan 53 calon wisudawan.

Mengawali rangkaian pelepasan, Dr. I Gede Oeinada, S.S., M.Hum. selaku Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kerjasama dalam laporannya memaparkan bahwa terdapat 53 calon wisudawan yang akan dilepas kali ini, diantaranya 1 mahasiswa program Doktor Linguistik, 4 mahasiswa program Doktor Kajian Budaya, 1 mahasiswa program Magister Linguistik, 5 mahasiswa program Magister Kajian Budaya, 5 mahasiswa Program Sarjana Sastra Indonesia, 1 mahasiswa program Sarjana Sastra Jawa Kuno, 8 mahasiswa Program Sarjana Sastra Inggris, 6 mahasiswa program Sarjana Arkeologi, 5 mahasiswa Program Sarjana Ilmu Sejarah, 6 mahasiswa Program Sarjana Antropologi Budaya, dan 11 mahasiswa program Sarjana Sastra Jepang. Selanjutnya, beliau memaparkan 3 mahasiswa Doktor yang lulus dengan predikat Dengan Pujian, 2 mahasiswa Doktor lulus dengan predikat Sangat Memuaskan, 6 mahasiswa Magister lulus dengan predikat Sangat Memuaskan, 2 mahasiswa Sarjana lulus dengan predikat Dengan Pujian, 26 mahasiswa lulus dengan predikat Sangat Memuaskan, dan 14 mahasiswa lulus dengan predikat Memuaskan.

Rincian calon wisudawan terbaik dipaparkan oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Informasi, Dr. Ni Ketut Puji Astiti Laksmi, S.S., M. Si. Calon wisudawan terbaik dari program Sarjana diraih oleh Meutia Aulia Hakim, S.S. dari Program Studi Sastra Indonesia. Calon wisudawan terbaik dari program Magister diraih oleh Aura Alifia Asmarandana, S.Fil., M. Si. dari Magister Kajian Budaya, dan calon wisudawan terbaik dari program Doktor diraih oleh Dr. Fransiska Dewi Setiawati Sunaryo, S.S., M.Hum. dari Doktor Kajian Budaya.

Dalam pelepasan calon wisudawan kali ini, perwakilan lulusan sarjana dan alumni turut menyampaikan pesan reflektif. Mewakili sarjana, Meutia Aulia Hakim, S.S., menyampaikan apresiasi atas bimbingan sivitas akademika seraya menaruh harapan agar birokrasi fakultas ke depannya semakin inklusif dalam melahirkan kebijakan yang saling menguntungkan (win-win solution). Sementara itu, Dr. Made Narawati, S.Th., M.Si. sebagai perwakilan dari Program Studi Doktor secara khusus menyoroti dedikasi total para dosen dan staf tenaga kependidikan fakultas. Ia juga menitipkan pesan moral melalui akronim AKSARA, menyerukan agar gelar akademik tidak sekadar menjadi kebanggaan teoritis (nice to know), melainkan sebagai panggilan aksi (calling to action) untuk membawa perubahan nyata dan menyuarakan hak-hak kelompok marjinal di masyarakat.

Mengakhiri rangkaian pelepasan, Dekan FIB Unud, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D., menyampaikan ucapan selamat seraya menekankan pentingnya dedikasi tinggi bagi para lulusan. Melalui analogi perjuangan Thomas Alva Edison, beliau menegaskan bahwa kesuksesan sejati merupakan buah dari satu persen inspirasi dan sembilan puluh sembilan persen kerja keras. Senada dengan hal tersebut, Melanjutkan ucapan Dekan, Ketua Senat FIB Unud, Prof. Dr. I Nyoman Weda Kusuma, M.S., dalam refleksi 43 tahun pengabdiannya, mengingatkan bahwa pendidikan adalah instrumen mutlak untuk mengubah taraf kehidupan. Beliau memotivasi para lulusan untuk tidak cepat berpuas diri dan terus melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi guna meneruskan estafet kepemimpinan serta menjaga kejayaan fakultas di masa depan.


Gandeng EA Exchange, FIB Unud Siap Menerima Mahasiswa Internasional


Denpasar, 16 April 2026 - Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana menerima audiensi dari Europe and America Higher Education Exchange & Study Abroad Platform (EA Exchange) yang berbasis di Kanada dan Republik Rakyat Tiongkok. Bertempat di Ruang Dekan, Gedung Ida Bagus Mantra Lantai I FIB Unud, audiensi ini dihadiri oleh Rossi Chu sebagai President of International Affairs EA Exchange, Charter Chen sebagai Vice President of International Affairs EA Exchange, Dekan FIB yaitu  Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A. Ph.D. yang didampingi  Dr. I Gede Oeinada, S.S., M.Hum. sebagai Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kerjasama, Koordinator Kantor Urusan Internasional Unud yaitu Ni Putu Senja Pratiwi S.S, M.Hum, PhD. ,dan Koordinator UPIKS FIB Unud yaitu Dr. I Gusti Agung Istri Aryani, S.S., M.Hum., dan Drs. I Ketut Tika, M.A.  Kunjungan strategis ini bertujuan untuk membahas peluang kerja sama pengiriman mahasiswa internasional dari kawasan Amerika Utara, Eropa, dan Australia untuk menempuh studi selama satu semester di lingkungan Universitas Udayana.

Dalam pertemuan tersebut, Rossie Chu dan Carter Chen dari EA Exchange memaparkan rencana mereka untuk memfasilitasi mahasiswa asing mengikuti program pertukaran selama satu semester di Bali. Para mahasiswa ini ditargetkan untuk mengambil sekitar lima mata kuliah, di mana kredit akademiknya nanti dapat ditransfer kembali ke universitas asal mereka di Eropa, Amerika Utara, atau Australia. Inisiatif kerja sama ini didasari oleh daya tarik Bali yang tidak hanya unggul di sektor pariwisata, tetapi juga mampu menyediakan lingkungan akademik yang kondusif bagi mahasiswa asing. Selain itu, tingginya biaya pendidikan tahunan di universitas di Amerika Utara yang dapat mencapai 80.000 Dolar AS, ini menjadikan program pertukaran ke Asia sebagai alternatif studi yang jauh lebih terjangkau namun tetap memberikan pengalaman internasional yang berharga.

Merespons rencana dan penawaran tersebut, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A. Ph.D. selaku Dekan FIB Unud menawarkan skema kolaborasi yang lebih inovatif dan efisien melalui Cultural Immersion Program. Program unggulan ini telah didesain secara khusus oleh FIB Unud dan memiliki standar akreditasi internasional. Alih-alih merancang kurikulum baru dari nol, program satu semester ini dinilai sudah sangat siap mengakomodasi mahasiswa asing untuk menyelami kebudayaan Bali secara komprehensif melalui outdoor classes. Mahasiswa akan diajak melakukan observasi langsung ke berbagai lokasi sarat budaya, seperti kawasan agraris Jatiluwih, hingga mempelajari bahasa isyarat lokal di lapangan.

Selanjutnya, untuk menjamin kelancaran aktivitas outdoor classes, kedua belah pihak sepakat merumuskan skema pembiayaan terpadu yang transparan, mencakup biaya akademik dasar hingga operasional lapangan. Selain itu, standar keselamatan dan perlindungan hukum bagi mahasiswa internasional juga menjadi prioritas. EA Exchange memastikan bahwa setiap mahasiswa yang berpartisipasi diwajibkan memiliki asuransi internasional, serta akan menandatangani surat pelepasan tanggung jawab hukum (waiver) untuk memastikan pihak FIB Unud terbebas dari tuntutan terkait insiden di luar aktivitas akademik.

Sebagai langkah tindak lanjut, pihak FIB Unud didampingi oleh Kantor Urusan Internasional Unud akan segera merumuskan dokumen legalitas formal. Penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) akan diproses secara komprehensif di tingkat universitas, guna merealisasikan masuknya gelombang mahasiswa internasional ke FIB Unud di masa mendatang. Harapannya, penjajakan kerjasama ini dapat memperluas jangkauan internasionalisasi dan memperkuat posisi FIB Unud sebagai pusat studi budaya yang terakreditasi internasional. 


Monday, April 13, 2026

Menjembatani Masa Depan: SMAN 3 Sidoarjo Menjelajahi FIB Unud

 


Denpasar, 13 April 2026 - Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana menerima kunjungan dari SMAN 3 Sidoarjo. Bertempat di Auditorium Widya Sabha Mandala, kunjungan ini dihadiri oleh 143 peserta yang terdiri dari siswa kelas XI dan para guru pendamping. Kegiatan ini memiliki tujuan jangka panjang untuk meningkatkan persentase penerimaan lulusan SMAN 3 Sidoarjo di perguruan tinggi negeri pada tahun mendatang melalui berbagai jalur seleksi, seperti SNBP, SNBT, maupun jalur Mandiri.

Wakil Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) SMAN 3 Sidoarjo, Dr. Sri Wulandari, S.Pd., M.Pd.I. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan untuk mengenal Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana secara lebih dekat. Kunjungan langsung ke lokasi ini dinilai sangat esensial guna melengkapi informasi dari internet, sehingga para siswa dapat melihat secara nyata mengenai program studi, mata kuliah, dan arah program akademik agar tidak salah dalam menentukan pilihan studi. 

Kunjungan ini disambut oleh Dr. I Gusti Agung Istri Aryani, S.S., M.Hum. selaku Koordinator Unit Pelayanan Informasi dan Kerja Sama (UPIKS) FIB Unud serta Dr. Ni Ketut Widhiarcani Matradewi, S.S., M.Hum. selaku Koordinator Unit Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (UP3M) FIB Unud. Keduanya memaparkan sejarah dan keunikan FIB Unud sebagai fakultas pertama di Universitas Udayana, yang pada awal berdirinya merupakan cabang dari Universitas Airlangga. Penjelasan dilanjutkan dengan pengenalan fasilitas di Kampus Nias dan Jimbaran, delapan program studi sarjana di bawah naungan FIB Unud, serta prospek karier yang menjanjikan bagi para lulusannya.

Sebagai representasi komitmen terhadap mutu pendidikan berstandar global, turut disoroti pencapaian membanggakan dari tiga program studi, yakni Sastra Inggris, Sastra Jepang, dan Sastra Indonesia, yang telah sukses meraih akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA). Mengakhiri pemaparan, dijelaskan pula mengenai berbagai wadah organisasi yang dinaungi oleh FIB Unud, meliputi BPM FIB, SMFIB, himpunan mahasiswa di masing-masing prodi, hingga ragam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) akademik maupun non-akademik.

Sesi pemaparan dilanjutkan dengan diskusi antusiasme dari para siswa SMAN 3 Sidoarjo, khususnya terkait strategi seleksi mahasiswa baru. Menjawab pertanyaan mengenai Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), beliau menyarankan agar siswa tidak hanya mengandalkan nilai rapor, tetapi turut melampirkan sertifikat prestasi guna meningkatkan daya saing. Adapun terkait pertanyaan mengenai jalur khusus bagi pengurus organisasi seperti Ketua OSIS, pihak fakultas menegaskan bahwa seluruh regulasi penerimaan mahasiswa baru sepenuhnya berada di ranah Rektorat. Oleh karena itu, para siswa diarahkan untuk memantau pembaruan informasinya secara berkala melalui situs resmi PMB Universitas Udayana.

Sesi penutup, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi penyerahan cendera mata oleh kedua belah pihak sebagai simbol jalinan silaturahmi yang baik antara SMAN 3 Sidoarjo dan FIB Unud. Momen kebersamaan tersebut kemudian diabadikan melalui sesi foto bersama. Setelah itu, para siswa diajak untuk melakukan peninjauan langsung ke lingkungan kampus. Dalam sesi ini, peserta tidak hanya diperkenalkan dengan berbagai fasilitas akademik dan gedung perkuliahan, tetapi juga berkesempatan mengunjungi Unit Lontar Udayana. Kunjungan ke unit pelestarian ini memberikan pengalaman edukatif bagi para siswa untuk melihat secara langsung proses konservasi naskah-naskah kuno, yang sekaligus merepresentasikan komitmen FIB Unud dalam merawat dan mengkaji warisan budaya Nusantara.


Saturday, April 11, 2026

Manfaatkan Bahasa Inggris untuk Promosi Desa: Mahasiswa Sastra Inggris Unud Resmi Memulai Bina Desa di Senganan Kanginan

 


Pada hari Sabtu, 11 April 2026, tim Bina Desa Senganan Kanginan Universitas Udayana melaksanakan pembukaan Bina Desa Senganan Kanginan sebagai bagian dari program Kampus Berdampak Universitas Udayana. Bertempat di Wantilan Desa Senganan, Kabupaten Tabanan, kegiatan ini dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan, perwakilan Babinsa dan Bhabinkamtibnas Desa Senganan, Prajuru Adat Senganan Kanginan, perwakilan Bendesa Adat Senganan Kanginan, Kepala Wilayah Banjar Adat Senganan Kanginan, Sekretaris Desa Senganan, Ketua Presiki Darma Sentana Senganan Kanginan, dan Ketua Sekaa Truna Giri Kusuma.

Mengawali rangkaian pembukaan, I Kadek Dwi Widya Nugraha selaku Wakil Ketua Tim memaparkan bahwa menjelaskan bahwa Bina Desa merupakan bagian dari program Kampus Berdampak yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkolaborasi langsung dengan masyarakat dalam menggali serta mengangkat potensi desa yang belum terjamah secara optimal. Melalui program kerja yang telah dikurasi, tim Bina Desa Senganan Kanginan berkomitmen untuk mempromosikan keunikan dan keramah-tamahan Desa Senganan Kanginan ke kancah nasional maupun internasional.

Melanjutkan sambutan, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sekaligus Koordinator Program Studi Sastra Inggris Universitas Udayana, Dr. I Gusti Ngurah Parthama, S.S., M.Hum., secara resmi menyerahkan para mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan Bina Desa di Desa Senganan Kanginan dari bulan April hingga Juni 2026. Beliau menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui program kerja berbasis digital serta pendampingan pengajaran bahasa Inggris.

Sekretaris Desa Senganan mewakili Perbekel Desa Senganan, I Wayan Supartika menyoroti secara khusus latar belakang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan mahasiswa Bina Desa yang berasal dari Program Studi Sastra Inggris Universitas Udayana. Beliau mendorong para mahasiswa untuk mengoptimalkan bidang keilmuan tersebut dengan menciptakan inovasi promosi potensi budaya dan adat desa menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris. Langkah ini ditekankan sebagai strategi yang sangat tepat untuk memperluas jangkauan promosi Desa Senganan Kanginan, terlebih karena lokasinya yang berdekatan dengan destinasi wisata Jatiluwih.

Mengakhiri sambutan, perwakilan Bendesa Desa Adat Senganan Kanginan menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa bangga atas terpilihnya wilayah mereka sebagai lokasi pelaksanaan program Bina Desa pada tahun ini. Beliau memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif para mahasiswa untuk terjun langsung dan membaur bersama warga setempat. Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi para mahasiswa untuk mengimplementasikan serta mendedikasikan ilmu yang telah mereka peroleh di bangku perkuliahan agar dapat memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat Desa Adat Senganan Kanginan.

Bina Desa Senganan Kanginan resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Sekretaris Desa Senganan yang mewakili Perbekel Desa Senganan. Mengakhiri pembukaan, I Kadek Dwi Widya Nugraha selaku Wakil Ketua Tim dan Ni Kadek Karista Denianti selaku Sekretaris Tim memaparkan program kerja Tim Bina Desa Senganan Kanginan, diantaranya E-Seng (English in Senganan), yaitu program pengajaran bahasa Inggris rutin mingguan bagi anak-anak tingkat SD dan SMP. Kedua, Senganan in Frame (SIF), yakni pembuatan film dokumenter yang menyoroti potensi sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat setempat. Ketiga, pembuatan video profil desa guna meningkatkan visibilitas Desa Senganan Kanginan di media sosial. Terakhir, program pengadaan barang berupa peralatan kebersihan dan perlengkapan keagamaan untuk menunjang kebutuhan esensial desa. 

Harapannya, pelaksanaan Bina Desa Senganan Kanginan mampu menjadi program yang keberlanjutan di masa mendatang dan mengimbau para mahasiswa untuk terus menjaga komunikasi serta koordinasi yang solid dengan perangkat kewilayahan, seperti Kepala Wilayah (Kawil) dan perwakilan desa adat, agar inisiatif ini dapat sukses dan menjadi percontohan bagi wilayah lain di Senganan.

Friday, April 10, 2026

Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat: Pembukaan Program Bina Desa Unud 2026 di Pedungan


 

Pada hari Jumat, 10 April 2026, tim Bina Desa Pedungan Universitas Udayana melaksanakan pembukaan Bina Desa Pedungan Kampus Berdampak Universitas Udayana 2026. Bertempat di Ruang Pertemuan Kelurahan Pedungan, kegiatan ini dihadiri oleh Dosen Pendamping Lapangan, perwakilan Linmas, Pecalang Desa, Bendesa Adat, Kepala Lingkungan dari tiap lingkungan di Desa Pedungan, staf Kelurahan, dan Sekretaris Desa Pedungan.

Mengawali kegiatan, I Gusti Agung Ngurah Gorda selaku Koordinator Desa melaporkan bahwa rencana pelaksanaan kegiatan Bina Desa akan berlangsung selama empat bulan, terhitung dari bulan April hingga Juli 2026. Mengusung tema yang berfokus pada pelestarian lingkungan, program ini bertujuan untuk mengajak warga menjaga alam sebagai sumber kehidupan sekaligus memberdayakan masyarakat melalui langkah-langkah yang nyata dan berdampak. 

Bendesa Desa Adat Pedungan, I Ketut Dantara sangat menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran mahasiswa dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana yang telah melaksanakan program pengabdian masyarakat melalui kegiatan Bina Desa di wilayah Pedungan serta berharap kepada tim Bina Desa Pedungan agar dapat membantu pihak kelurahan mensosialisasikan mengenai pemilahan sampah ke masyarakat.

Melanjutkan rangkaian acara, I Gusti Ngurah Mayun Susandhika, S.S., M.Hum., selaku Dosen Pendamping Lapangan (DPL), menaruh harapan besar agar kegiatan Bina Desa ini mampu menciptakan sinergi yang positif dan kolaboratif antara pihak Desa Adat Pedungan dengan para mahasiswa. Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa program ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar pengabdian kepada masyarakat. 

Mengakhiri sambutan, I Wayan Diana selaku Sekretaris Lurah Pedungan menaruh harapan besar agar Bina Desa ini dapat berdampak positif dan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat di lingkungan Desa Pedungan. Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan mengucapkan terima kasih kepada Bendesa Adat serta para Kepala Lingkungan atas sinergi yang terjalin erat antara pihak pemerintahan kelurahan dan desa adat dalam mendukung kesuksesan kegiatan pengabdian ini.

Puncak rangkaian pembukaan Bina Desa Pedungan ditandai dengan pengalungan name tag kepada perwakilan peserta Bina Desa Pedungan oleh Bendesa Adat Pedungan dan Sekretaris Lurah Pedungan. Pemaparan program kerja utama untuk Kelurahan Pedungan tahun 2026 dilanjutkan oleh Koordinator Desa. Program unggulan di bidang lingkungan difokuskan pada sosialisasi dan demonstrasi pembuatan eco-enzyme bagi masyarakat banjar dan siswa SMP, yang puncaknya akan ditandai dengan panen dan penebaran cairan tersebut ke aliran sungai setempat. Di sektor pendidikan, mahasiswa menyasar siswa SD melalui pengajaran interaktif Bahasa Inggris dan Jepang, edukasi biopori, serta kegiatan P5 berupa pembuatan potpourri dari bahan alami. Guna mempererat sinergi dengan warga, tim juga akan membaur dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang ada, seperti kerja bakti dan pelayanan posyandu.

Harapannya, pelaksanaan Bina Desa Pedungan ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk terjun langsung memahami dinamika masyarakat, sekaligus menghadirkan program kerja yang kebermanfaatannya dapat dirasakan secara nyata dan berkelanjutan oleh warga desa.


Kelompok 23 Bina Desa 2026 Melaksanakan Pembukaan Program Bina Desa di Desa Taro, Tegallalang, Gianyar

 


Gianyar, 10 April 2026 — Kelompok 23 Bina Desa yang terdiri atas 15 anggota dari program studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana, secara resmi melaksanakan pembukaan sebagai awal dari terlaksananya kegiatan Kampus Berdampak Bina Desa. Acara tersebut dilaksanakan pada Wantilan Pura Agung Gunung Raung dan dihadiri oleh Dr. Galuh Febri Putra, M.A. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), I Wayan Warka selaku Kepala Desa Taro, Ketua Pengelola Desa Wisata Taro, Bendesa Adat Taro Kaja, Klian Banjar Dinas (KBD) se-desa Taro, perwakilan Bimas dan Babinsa, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD),  perwakilan Karang Taruna, Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), perwakilan puskesmas, serta anggota kelompok sekaligus panitia acara.

Acara diawali oleh sambutan dari Fransiska Oktafian selaku Ketua Kelompok Bina Desa Taro sekaligus Koordinator Desa. Beliau menyampaikan rasa terima kasih pada pihak-pihak desa yang telah menyambut kehadiran mereka di Desa Taro dengan baik dan telah berkenan hadir pada acara pembukaan. Beliau juga menjelaskan bahwa Bina Desa merupakan salah satu program dari Kampus Berdampak yang berlangsung selama kurang lebih 4 bulan dan berharap pihak-pihak desa ikut bekerja sama untuk membantu kelancaran  pelaksanaannya.

Dr. Galuh Febri Putra, M.A. selaku DPL turut menyampaikan rasa terima kasih atas kerjasama pihak Desa Taro. Beliau menjelaskan bahwa fokus dari kegiatan bina desa ini adalah meningkatkan rekognisi global dari Desa Taro melalui program-program kerja yang akan dilaksanakan nanti. Menurutnya, selain Ubud, masyarakat lokal maupun internasional juga harus tahu bahwa ada Desa Taro sebagai bagian dari Gianyar. Potensi Sumber Daya Alam maupun Sumber Daya Manusia yang dimilikinya berlimpah sehingga Desa Taro pantas untuk mendapat perhatian lebih dari publik.

Kepala Desa dari Desa Taro, I Wayan Warka, menanggapi sambutan DPL dengan menyatakan bahwa memang Desa Taro merupakan desa tertua di Bali yang secara historis sudah dihuni oleh kira-kira 11.000 penduduk. Sehingga, tatanan masyarakat, budaya kultural, pura-pura sakral, hingga tempat-tempat wisata yang ada sudah sejak lama terbangun. Sebagai awal dari tradisi subak atau irigasi di Bali, Desa Taro pun dihuni oleh masyarakat yang hampir 70% profesinya petani. Beliau berharap kehadiran mahasiswa dari Universitas Udayana dapat membantu lebih banyak orang mengenal Desa Taro, juga dapat memberikan dampak yang tetap bermanfaat dan dirasakan oleh Desa Taro meskipun program Bina Desa Taro ini selesai setelah beberapa bulan.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan singkat program kerja Bina Desa Taro 2026 yang dipaparkan oleh Ketua dan Wakil Ketua Kelompok. Judul dari proposal Bina Desa Taro adalah “Penguatan Kapasitas SDM dan Media Promosi dalam Mendukung Pengembangan Desa Wisata Taro” dengan 4 program yang akan dilaksanakan, yaitu; Digi-Taro (Digitalisasi Promosi Desa Wisata Taro) yang dinaungi oleh Divisi Publikasi; Tour-Eng (Tourism English) yang dinaungi oleh Divisi Akademik; WARSA (Warisan Sejarah) yang dinaungi oleh Divisi Non-Akademik; dan SAPTA (Sarana Pariwisata Tertata Taro) yang dinaungi oleh Divisi Sarana dan Prasarana. Ketua Pengelola Desa Taro pun memberi saran untuk mencatat warisan-warisan sejarah dari setiap dusun atau banjar yang ada di Desa Taro, karena bagian tersebut lah yang belum pernah tercatat sebelumnya.

Pembukaan kemudian dilakukan secara simbolis dan resmi dengan penyematan jas almamater oleh Kepala Desa Taro kepada perwakilan kelompok Bina Desa Taro 2026. Acara kemudian diakhiri dengan foto bersama antara kelompok bina desa, DPL, serta seluruh pihak-pihak desa yang telah hadir.


FIB Unud Gelar KELIR Seri 1: Menenun Masa Depan Bahasa dan Budaya Bali di Era Digital

  Program Studi Linguistik Program Doktor Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana resmi menggelar edisi perdana Kolokium Eksplorasi Linguis...