Denpasar, 16 April 2026 - Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana menerima audiensi dari Europe and America Higher Education Exchange & Study Abroad Platform (EA Exchange) yang berbasis di Kanada dan Republik Rakyat Tiongkok. Bertempat di Ruang Dekan, Gedung Ida Bagus Mantra Lantai I FIB Unud, audiensi ini dihadiri oleh Rossi Chu sebagai President of International Affairs EA Exchange, Charter Chen sebagai Vice President of International Affairs EA Exchange, Dekan FIB yaitu Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A. Ph.D. yang didampingi Dr. I Gede Oeinada, S.S., M.Hum. sebagai Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kerjasama, Koordinator Kantor Urusan Internasional Unud yaitu Ni Putu Senja Pratiwi S.S, M.Hum, PhD. ,dan Koordinator UPIKS FIB Unud yaitu Dr. I Gusti Agung Istri Aryani, S.S., M.Hum., dan Drs. I Ketut Tika, M.A. Kunjungan strategis ini bertujuan untuk membahas peluang kerja sama pengiriman mahasiswa internasional dari kawasan Amerika Utara, Eropa, dan Australia untuk menempuh studi selama satu semester di lingkungan Universitas Udayana.
Dalam pertemuan tersebut, Rossie
Chu dan Carter Chen dari EA Exchange memaparkan rencana mereka untuk
memfasilitasi mahasiswa asing mengikuti program pertukaran selama satu semester
di Bali. Para mahasiswa ini ditargetkan untuk mengambil sekitar lima mata
kuliah, di mana kredit akademiknya nanti dapat ditransfer kembali ke
universitas asal mereka di Eropa, Amerika Utara, atau Australia. Inisiatif
kerja sama ini didasari oleh daya tarik Bali yang tidak hanya unggul di sektor
pariwisata, tetapi juga mampu menyediakan lingkungan akademik yang kondusif
bagi mahasiswa asing. Selain itu, tingginya biaya pendidikan tahunan di
universitas di Amerika Utara yang dapat mencapai 80.000 Dolar AS, ini
menjadikan program pertukaran ke Asia sebagai alternatif studi yang jauh lebih
terjangkau namun tetap memberikan pengalaman internasional yang berharga.
Merespons rencana dan penawaran
tersebut, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A. Ph.D. selaku Dekan FIB Unud
menawarkan skema kolaborasi yang lebih inovatif dan efisien melalui Cultural
Immersion Program. Program unggulan ini telah didesain secara khusus oleh FIB
Unud dan memiliki standar akreditasi internasional. Alih-alih merancang
kurikulum baru dari nol, program satu semester ini dinilai sudah sangat siap
mengakomodasi mahasiswa asing untuk menyelami kebudayaan Bali secara
komprehensif melalui outdoor classes. Mahasiswa akan diajak melakukan observasi
langsung ke berbagai lokasi sarat budaya, seperti kawasan agraris Jatiluwih,
hingga mempelajari bahasa isyarat lokal di lapangan.
Selanjutnya, untuk menjamin
kelancaran aktivitas outdoor classes, kedua belah pihak sepakat
merumuskan skema pembiayaan terpadu yang transparan, mencakup biaya akademik
dasar hingga operasional lapangan. Selain itu, standar keselamatan dan
perlindungan hukum bagi mahasiswa internasional juga menjadi prioritas. EA Exchange
memastikan bahwa setiap mahasiswa yang berpartisipasi diwajibkan memiliki
asuransi internasional, serta akan menandatangani surat pelepasan tanggung
jawab hukum (waiver) untuk memastikan pihak FIB Unud terbebas dari tuntutan
terkait insiden di luar aktivitas akademik.
Sebagai langkah tindak lanjut, pihak FIB Unud didampingi oleh Kantor Urusan Internasional Unud akan segera merumuskan dokumen legalitas formal. Penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) akan diproses secara komprehensif di tingkat universitas, guna merealisasikan masuknya gelombang mahasiswa internasional ke FIB Unud di masa mendatang. Harapannya, penjajakan kerjasama ini dapat memperluas jangkauan internasionalisasi dan memperkuat posisi FIB Unud sebagai pusat studi budaya yang terakreditasi internasional.

No comments:
Post a Comment