Wednesday, January 28, 2026

FIB Unud Melaksanakan Sosialisasi Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa

 


Pada hari Kamis, 29 Januari 2026, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana melaksanakan Sosialisasi Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa yang bertempat di Ruang Prof. Dr. Prijono, Gedung Poerbatjaraka Lantai IV, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi, daya saing, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja sesuai dengan standar kompetensi yang berlaku. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran dekanat, narasumber, para koordinator program studi S1 FIB Unud, perwakilan dosen dari masing-masing program studi S1 FIB Unud, dan tamu undangan lainnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Dr. I Gede Oeinada, S.S., M.Hum. selaku Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Perencanaan. Beliau menyatakan komitmen FIB Unud untuk memastikan mahasiswa tidak hanya berbekal kemampuan akademik, namun juga memiliki kompetensi yang dapat diakui secara profesional. Beliau juga meneruskan pesan Dekan untuk para koordinator program studi S1 agar segera mengidentifikasi skema kompetensi yang paling relevan dengan profil lulusan masing-masing program studi dan segera menyusun langkah strategis dalam persiapan pelaksanaan sertifikasi kompetensi mahasiswa secara internal.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dr. I Nyoman Nurcaya, S.E., M.M. selaku narasumber dan Koordinator Program Studi S1 Manajemen FEB Unud, yang menjelaskan bahwa sertifikat kompetensi mahasiswa berfungsi sebagai bukti dan pengakuan atas kemampuan yang relevan dengan bidang keilmuan serta untuk meminimalkan miskonsepsi antara nilai ijazah dan pengalaman kerja. Beliau menekankan bahwa sertifikasi kompetensi memerlukan waktu, biaya, dan memiliki masa berlaku sehingga tidak dapat diterapkan secara instan. Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa hampir seluruh lulusan S1 Manajemen FEB Unud telah memiliki sertifikat kompetensi melalui berbagai upaya, seperti mewajibkan sertifikat kompetensi sebelum pengajuan dosen pembimbing atau sidang skripsi, pembaruan kurikulum, penerapan case based method dan team based project, serta kolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Manajemen dalam sosialisasi sertifikasi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung secara interaktif, dengan fokus pada upaya yang dapat dilakukan oleh masing-masing program studi dalam merancang serta mengimplementasikan skema kompetensi yang paling relevan dengan karakteristik keilmuan di lingkungan FIB Unud. Diskusi ini menjadi krusial mengingat keberagaman fokus program studi yang ada, mulai dari linguistik, penerjemahan, sejarah, antropologi, hingga sastra daerah, sehingga diperlukan pendekatan yang tepat agar sertifikasi kompetensi mampu menjawab kebutuhan akademik maupun dunia kerja secara spesifik.

Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Unud, Dr. Dra. Putu Saroyini Piartrini, M.M., Ak. menegaskan komitmen LSP Unud untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung dan memfasilitasi proses sertifikasi lulusan dari FIB Unud dan fakultas lainnya, khususnya bagi lulusan dengan konsentrasi keilmuan yang spesifik. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan skema sertifikasi yang relevan, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja serta karakteristik masing-masing bidang ilmu.


Tuesday, January 27, 2026

Meneliti “Sikap Bahasa, Motivasi, dan Prestasi Mahasiswa Asing Belajar Bahasa Indonesia pada Program BIPAS”, Anak Agung Sagung Shanti Sari Dewi Raih Gelar Doktor

 


Pada hari Rabu, 28 Januari 2026, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana kembali menyelenggarakan Sidang Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Linguistik, Program Doktor. Sidang ini berlangsung di Ruang Ir. Soekarno, Gedung Poerbatjaraka, Lantai IV, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Promovenda, Anak Agung Sagung Shanti Sari Dewi, S.S., M.Hum., M.App.Ling., mempresentasikan disertasi berjudul “Sikap Bahasa, Motivasi, dan Prestasi Mahasiswa Asing Belajar

Bahasa Indonesia pada Program In-Country Learning BIPAS Universitas Udayana–Bali”. Dalam sidang tersebut, promovenda berhasil mempertahankan disertasinya dan dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan”. Dengan kelulusan ini, beliau tercatat sebagai doktor ke-274 (dua ratus tujuh puluh empat) di Fakultas Ilmu Budaya dan doktor ke-278 (dua ratus tujuh puluh delapan) pada Program Studi Linguistik, Program Doktor, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

Pada sidang promosi doktor ini, Ketua Tim Penguji Disertasi adalah Prof. Dr. I Made Netra, S.S., M.Hum., yang didampingi oleh Prof. Dr. Dra. Ni Luh Ketut Mas Indrawati, M.A., sebagai Promotor, Prof. Drs. Ketut Artawa, M.A., Ph.D., sebagai Kopromotor I, serta Prof. Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini, S.S., M.Hum., sebagai Kopromotor II. Adapun anggota tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Dra. I Gusti Ayu Gde Sosiowati, M.A., Prof. Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum., Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D., Prof. Dr. I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini, S.S., M.Hum., dan Dr. Putu Weddha Savitri, S.S., M.Hum.

Disertasi ini dilatarbelakangi oleh pengamatan penulis terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai bahasa asing di lingkungan pariwisata Bali yang ditandai oleh dominasi bahasa Inggris sebagai lingua franca. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sikap bahasa mahasiswa asing Program BIPAS Universitas Udayana pada dimensi kognitif, afektif, dan konatif terhadap Bahasa Indonesia, serta mengkaji pengaruh lingkungan in-country learning terhadap sikap bahasa, motivasi, dan prestasi belajar mahasiswa asing. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah yang signifikan dalam bidang sosiolinguistik dan pembelajaran bahasa, baik dari aspek konseptual, metodologis, maupun praktis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap positif mahasiswa asing terhadap Bahasa Indonesia terutama terbentuk melalui pengalaman sosial dan budaya secara langsung selama mengikuti program in-country learning di Bali. Pengalaman tersebut lebih cepat memperkuat aspek afektif dan konatif dibandingkan aspek kognitif, sehingga Bahasa Indonesia lebih dipersepsikan sebagai sarana kedekatan sosial daripada sebagai bahasa yang memiliki nilai strategis global. Seiring dengan itu, motivasi belajar mahasiswa asing mengalami peningkatan yang ditandai oleh pergeseran dari motivasi instrumental menuju motivasi integratif, yang dipicu oleh kebutuhan untuk beradaptasi, berkomunikasi, dan terlibat dalam praktik budaya setempat. Namun, motivasi instrumental masih relatif rendah sehingga Bahasa Indonesia cenderung dipandang sebagai kebutuhan situasional, bukan sebagai aset jangka panjang.

Di sisi lain, dominasi bahasa Inggris dalam lingkungan sosiolinguistik Bali membatasi efektivitas pembelajaran berbasis in-country learning. Kondisi ini menyebabkan pengaruh lingkungan terhadap sikap bahasa mahasiswa tergolong lemah, yakni sebesar 24,5%, sementara pengaruhnya terhadap motivasi belajar berada pada tingkat sedang, yaitu sebesar 44,5%, namun belum optimal. Meski demikian, penelitian ini membuktikan bahwa sikap bahasa dan motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa asing, dengan sikap bahasa memberikan kontribusi yang lebih besar dibandingkan motivasi belajar. Analisis menggunakan model PLS juga menunjukkan bahwa instrumen penelitian yang digunakan memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang sangat baik, serta menegaskan sikap bahasa sebagai faktor utama dalam pencapaian akademik mahasiswa asing.

Menutup Sidang Ujian Terbuka, Prof. Dr. Dra. Ni Luh Ketut Mas Indrawati, M.A., selaku promotor, menyampaikan bahwa selama proses pembelajaran promovenda menunjukkan kemampuan berpikir kritis, keterbukaan terhadap masukan, serta kemauan yang tinggi untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan karya ilmiahnya. Hal tersebut tercermin dari perkembangan disertasi yang signifikan dari waktu ke waktu. Beliau menegaskan bahwa pencapaian gelar doktor bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab akademik yang lebih besar. Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Dra. Ni Luh Ketut Mas Indrawati, M.A., juga menyampaikan ucapan selamat kepada Program Studi Sastra Inggris atas lahirnya doktor baru di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, serta mengucapkan selamat kepada promovenda beserta keluarga. Diharapkan, promovenda dapat terus berkarya, menjunjung tinggi etika akademik, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, institusi, dan masyarakat.

Monday, January 26, 2026

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Fakultas Ilmu Budaya dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

 


Fakultas Ilmu Budaya  Universitas Udayana melaksanakan penandatanganan kerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pada Selasa, 27 Januari 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari penguatan layanan kerja sama, kehumasan, dan publikasi dalam rangka mendukung pengembangan kebahasaan dan kesastraan di Indonesia. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung penguatan bahasa dan sastra Indonesia. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan ditutup dengan sesi diskusi terkait peluang implementasi kerja sama ke depan.

Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Gedung A Lantai 2, Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin yang diwakilkan oleh Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yakni Bapak  Ganjar Harimansyah, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana Prof. I Nyoman Aryawibawa, serta Koordinator Unit Pengelola Informasi dan Kerja Sama Universitas Udayana Dr. I Gusti Agung Istri Aryani. Turut hadir pula Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali, yaitu Ibu Elis Setiati serta jajaran Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung penguatan bahasa dan sastra Indonesia. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan ditutup dengan sesi diskusi terkait peluang implementasi kerja sama ke depan.

Melalui penandatanganan kerja sama ini, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa berkomitmen untuk memperkuat sinergi dalam bidang penelitian, pengembangan, serta pendataan bahasa dan sastra. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian dan penguatan bahasa serta budaya Indonesia, sekaligus mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi secara berkelanjutan.

Sunday, January 25, 2026

Mantapkan Persiapan Reakreditasi, Prodi S3 Kajian Budaya FIB Unud Gelar Simulasi Asesmen Lapangan

 


Pada hari Senin, 26 Januari 2026, Program Studi S3 Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana terus mematangkan langkah menuju asesmen resmi. Bertempat di Ruang Ir. Soekarno, FIB Unud, kegiatan Simulasi Asesmen Lapangan Reakreditasi sukses dilaksanakan sebagai upaya memastikan kesiapan seluruh komponen akademik. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, guru besar, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan alumni dan mahasiswa.

Dalam kegiatan simulasi tersebut, Prof. Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini, S.S., M.Hum. hadir sebagai mock asesor. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah meluangkan waktu dan memberikan kontribusi maksimal. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Dekan, para guru besar, dosen, alumni, mahasiswa, hingga panitia pelaksana yang telah bekerja keras mempersiapkan simulasi ini. Dalam arahannya, Prof. Seri Malini juga mengingatkan mengenai agenda utama yang akan datang. Pembukaan resmi asesmen lapangan dijadwalkan akan berlangsung pada hari Jumat pukul 08.00 WITA di lokasi yang sama, dengan ketentuan seluruh peserta mengenakan seragam endek.

Pasca-seremoni pembukaan nantinya, dosen dan undangan prodi yang tidak terlibat langsung dapat melanjutkan agenda masing-masing. Sementara itu, mahasiswa dan alumni akan diarahkan menuju ruangan khusus untuk mengikuti rangkaian sesi berikutnya. Aspek teknis, seperti: pengaturan ruang, alur masuk, hingga manajemen transportasi asesor, koordinasi akan terus dilakukan secara ketat melalui pimpinan fakultas, Ketua P3M, koordinator program studi, dan panitia.

Melalui simulasi ini, diharapkan seluruh sistem pendukung siap menghadapi asesmen lapangan yang sesungguhnya agar berjalan tertib, efektif, dan sesuai standar yang ditetapkan. Rangkaian acara simulasi ditutup dengan harapan besar agar agenda utama reakreditasi dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.


Wednesday, January 21, 2026

Program Studi Sastra Bali Universitas Udayana melaksanakan Asesmen Lapangan Akreditasi BAN-PT

 


Denpasar – Program Studi Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana melaksanakan asesmen lapangan dalam rangka akreditasi program studi. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 22–24 Januari 2026 ini, berlangsung di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana, Denpasar. Asesmen lapangan ini menghadirkan tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), yakni Prof. Dr. Hesti Sadtyadi dan Prof. Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si., D.Phil., serta didampingi oleh Ahmad Nur Rohman sebagai pendamping dari BAN-PT.

Rangkaian kegiatan dimulai pada Kamis (22/1/2026) dengan peninjauan sarana dan prasarana. Salah satu titik krusial dalam peninjauan ini adalah Laboratorium Program Studi Sastra Bali yang sekaligus merupakan Unit Lontar Universitas Udayana. Laboratorium ini menjadi pusat aktivitas kompetensi mahasiswa dan dosen, mulai dari membaca lontar, konservasi, digitalisasi, penulisan lontar, hingga komputerisasi aksara Bali. Selain itu, laboratorium ini menjadi wadah praktik alih aksara serta alih bahasa sebagai upaya pelestarian naskah kuno.

Pembukaan asesmen secara resmi dilaksanakan pada Jumat (23/1) di Ruang Soekarno, Gedung Poerbatjaraka. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Udayana, Prof. Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr.Sc., Ph.D. Dekan FIB Unud, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D., dalam sambutannya menekankan keunikan Prodi Sastra Bali Unud. Menurutnya, prodi ini merupakan satu-satunya program studi sastra daerah Bali yang berfokus pada kajian murni keilmuan, bukan pada ranah keguruan seperti di perguruan tinggi lain. "Program Studi Sastra Bali diharapkan menjadi garda terdepan dalam dokumentasi serta pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali. Asesmen ini bertujuan memastikan kualitas pelayanan Tri Dharma Perguruan Tinggi telah sesuai dengan standar nasional," ujar Prof. Aryawibawa.

Wakil Rektor I menegaskan komitmen universitas untuk terus meningkatkan mutu tata kelola institusi. Ia berharap masukan dari para asesor dapat menjadi bahan evaluasi strategis bagi pengembangan prodi ke depan. Perwakilan asesor, Prof. Hesti Sadtyadi, menyambut baik keterbukaan pihak universitas dan berharap proses verifikasi data dapat memberikan gambaran nyata mengenai kondisi prodi. Sementara itu, Prof. I Ketut Subagiasta mengingatkan pentingnya peran Prodi Sastra Bali dalam menjaga identitas budaya di kalangan generasi muda agar bahasa Bali tetap lestari.

Proses asesmen mencakup verifikasi sembilan kriteria akreditasi, mulai dari visi misi, tata pamong, kemahasiswaan, SDM, hingga capaian luaran Tri Dharma. Selain verifikasi dokumen dan fasilitas, dilakukan pula sesi diskusi dengan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa aktif, alumni, serta pengguna lulusan yang dilakukan secara hibrida (luring dan daring). Melalui asesmen ini, Program Studi Sastra Bali diharapkan semakin kokoh dalam menjalankan fungsinya sebagai garda terdepan pelestarian identitas budaya Bali.


Peninjauan Sarana dan Prasarana sebagai Rangkaian Kegiatan Asesmen Lapangan Program Studi Sastra Bali

 



Pada Kamis, 22 Januari 2026, telah dilaksanakan kegiatan Peninjauan Sarana dan Prasarana Kampus Program Studi Sastra Bali sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Asesmen Lapangan Program Studi Sastra Bali. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan serta kelayakan fasilitas penunjang akademik, sekaligus sebagai sarana penyampaian masukan dari tim asesor kepada tim task force terkait data dan dokumen yang masih perlu dilengkapi. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Ketua UP3M Fakultas Ilmu Budaya, Koordinator Program Studi Sastra Bali, Tim Task Force, serta Panitia Asesmen Lapangan. Sarana dan prasarana kampus ditinjau oleh Prof. Dr. Hesti Sadtyadi selaku asesor.

Peninjauan diawali dari Lobby Utama Fakultas Ilmu Budaya, kemudian dilanjutkan menuju Unit Lontar Udayana (ULU), yang merupakan ruang mahasiswa Program Studi Sastra Bali untuk melaksanakan kegiatan penulisan aksara Bali di atas daun lontar sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya Bali. Selanjutnya, rombongan menuju Gedung Poerbatjaraka untuk meninjau Ruang Kelas 23 dan Ruang Kelas 24, serta Student Center dengan melewati area kantin fakultas. Rangkaian peninjauan berlanjut ke Ruang Dosen Program Studi Sastra Bali dan Ruang Program Studi sebagai pusat kegiatan akademik dan administrasi. Selanjutnya, asesor meninjau Ruang Kelas 21, Ruang Kelas 22, serta Ruang Laboratorium yang digunakan untuk mendukung proses pembelajaran. Setelah itu, rombongan diarahkan menuju Aula Widya Sabha Mandala untuk melihat fasilitas penunjang kegiatan akademik dan kemahasiswaan. Kegiatan peninjauan diakhiri dengan kunjungan ke Kampus Sudirman guna meninjau fasilitas Perpustakaan.

Setelah seluruh rangkaian peninjauan sarana dan prasarana kampus selesai dilaksanakan, Prof. Dr. Hesti Sadtyadi menyampaikan penilaian bahwa sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Program Studi Sastra Bali dinilai sangat baik dan layak, serta telah menunjang secara optimal pelaksanaan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.


Friday, January 9, 2026

FIB Unud Melaksanakan Diskusi Repatriasi Lontar

 


Pada hari Kamis, 8 Januari 2026 telah terlaksana diskusi mengenai repatriasi benda cagar budaya berupa lontar yang didonasikan oleh Universitas Leiden kepada Universitas Udayana. Diskusi ini terlaksana di Ruang Wakil Dekan I Lantai 1 Gedung Ida Bagus Mantra FIB Unud. Diskusi ini dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Perencanaan, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Koordinator Prodi Sastra Bali, Koordinator Prodi Sastra Jawa Kuno, Sekretaris Unit Lontar Udayana, dan Koordinator Prodi S3 Kajian Budaya guna membahas teknis pengembalian naskah tersebut.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unud, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. sangat mengapresiasi usaha repatriasi lontar yang dilaksanakan oleh Universitas Leiden. Beliau juga meneruskan pesan dari Rektor yang sama-sama menghargai usaha repatriasi lontar tersebut dan berharap repatriasi lontar tersebut dapat berjalan lancar. Beliau juga berharap bahwa kegiatan repatriasi lontar ini juga dapat dibarengi dengan pelaksanaan seminar mengenai lontar yang dapat diisi oleh pembicara dari Universitas Leiden.

Koordinator Prodi Sastra Jawa Kuno, Prof. Dr. Drs. I Nyoman Suarka, M.Hum. menghargai langkah yang dilaksanakan oleh pihak dari Universitas Leiden sebagai salah satu bentuk kecintaan dan pemuliaan terhadap budaya Bali. Beliau juga mengusahakan agar para pihak dari Universitas Leiden mampu mendapat penghargaan atas upaya yang telah mereka laksanakan dalam melestarikan dan menjaga budaya Bali pada acara Bulan Bahasa Bali VIII yang akan terlaksana dari tanggal 1-28 Februari 2026. Upaya ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi internasional untuk pelestarian naskah-naskah kuno Bali.

FIB Unud Gelar KELIR Seri 1: Menenun Masa Depan Bahasa dan Budaya Bali di Era Digital

  Program Studi Linguistik Program Doktor Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana resmi menggelar edisi perdana Kolokium Eksplorasi Linguis...