Denpasar, 23 Pebruari 2026 –
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana menerima hibah sebanyak kurang lebih
26 (dua puluh enam) naskah lontar untuk koleksi Perpustakaan Lontar FIB Unud.
Kegiatan serah terima dilaksanakan di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Udayana dan dihadiri oleh pimpinan fakultas, pengelola perpustakaan
lontar, dosen, serta pihak donatur sebagai bentuk komitmen bersama dalam
pelestarian warisan budaya Bali.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas
Ilmu Budaya, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D., menyampaikan
apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kepercayaan serta kontribusi
yang diberikan. Beliau menegaskan bahwa lontar merupakan sumber pengetahuan
tradisional yang memiliki nilai historis, filologis, dan kultural yang sangat
penting. Hibah ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat fungsi
akademik fakultas, khususnya dalam mendukung kegiatan penelitian, pengajaran,
dan pengabdian kepada masyarakat berbasis khazanah budaya lokal.
Rektor Universitas Udayana dalam sambutannya turut menyampaikan penghargaan atas kontribusi yang diberikan kepada Fakultas Ilmu Budaya. Beliau menekankan bahwa pelestarian naskah lontar sejalan dengan komitmen universitas dalam menjaga identitas dan jati diri berbasis budaya. Rektor juga berharap koleksi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai sumber pembelajaran dan pengembangan riset yang berdampak luas bagi masyarakat.
Rektor Universitas Udayana dalam sambutannya turut menyampaikan penghargaan atas kontribusi yang diberikan kepada Fakultas Ilmu Budaya. Beliau menekankan bahwa pelestarian naskah lontar sejalan dengan komitmen universitas dalam menjaga identitas dan jati diri berbasis budaya. Rektor juga berharap koleksi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai sumber pembelajaran dan pengembangan riset yang berdampak luas bagi masyarakat.
Naskah-naskah lontar tersebut
didonasikan oleh Dr. David J. Stuart-Fox, seorang akademisi asal Australia yang
berdomisili di Belanda. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa
donasi ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif untuk mendukung pelestarian
warisan budaya Bali serta pengembangan pendidikan dan penelitian. Ia berharap
lontar-lontar tersebut dapat dirawat dengan baik dan dimanfaatkan oleh generasi
akademisi berikutnya. Adapun daftar lontar yang diserahterimakan mencakup
berbagai judul, seperti: Tingkah ing akarya tirtha pangentas, Puja
Parikrama, Kajang, Krakah, Yamaraja, Parik Basa,
Aksara Utama, Wisik Utama, Piwlas, Panghidup dahi, Gaguritan
Hikayat Nabi, Pangunus Wisesa, Pratekaning rare wawu metu, Wariga
Gemet, Usada, Usada Tenung Sakit, Gaguritan Dewasa, Kawisesan,
Pigedeg, Pabesah, Patengeran Tiwang, Aksara Mawisesa,
Kanda Mpat, Usada Manak, empat lontar tanpa identifikasi, serta
tiga bundel embat-embatan, pangeling-eling, dan lempir-lempir
bebas.
Agenda penyerahan lontar kemudian ditutup dengan
komitmen bersama untuk menjaga dan merawat koleksi tersebut secara
berkelanjutan. Seluruh naskah lontar akan disimpan dan dirawat secara aman di
Perpustakaan Lontar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Keberadaan
koleksi ini diharapkan dapat menjadi sumber rujukan yang berharga bagi kegiatan
penelitian, pembelajaran, serta pelestarian pengetahuan tradisional bagi
generasi mendatang, sekaligus memperkuat komitmen Fakultas Ilmu Budaya dalam
menjaga dan mengembangkan khazanah budaya Bali.

No comments:
Post a Comment