Tuesday, April 28, 2026

FIB Unud Gelar Lokakarya Pengukuran CPL: Mantapkan Mutu OBE dan Persiapan Akreditasi

 


Denpasar, 29 April 2026 - Unit Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (UP3M FIB Unud) menyelenggarakan Workshop Pengukuran Ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) secara hybrid. Bertempat di Ruang Soekarno Gedung Poerbatjaraka Lantai 4 FIB Unud. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pimpinan di lingkungan FIB Unud, tim UP3M FIB Unud, Koordinator UPIKS FIB Unud, tim TPPM sarjana, magister, dan doktoral, tim Task Force Program Studi Sastra Inggris, Sastra Jepang, S3 Linguistik, dan perwakilan dosen serta mahasiswa.

Mengawali workshop, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. selaku Dekan FIB Unud menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjamin kompetensi mahasiswa dapat tercapai secara maksimal melalui pelaksanaan kurikulum Outcome-Based Education (OBE). Pemahaman pengukuran ini dinilai sangat krusial dan mendesak, khususnya bagi Program Studi Sastra Jepang dan Sastra Inggris yang akan menghadapi re-akreditasi pada tahun ini, serta Program S3 pada tahun depan. Kendati demikian, Dekan menegaskan bahwa optimalisasi sistem pelaporan ini wajib dimanfaatkan oleh seluruh program studi di lingkungan fakultas guna memenuhi target Indikator Kinerja Utama (IKU), sekaligus sebagai komitmen jangka panjang fakultas dalam menciptakan standar akuntabilitas yang dapat dipertanggungjawabkan. 

Workshop ini menghadirkan dua narasumber utama, diantaranya Dr. Adi Sutrisno, M.A. yang hadir secara daring dari Universitas Gadjah Mada serta merupakan ketua ESAI (English Studies Association in Indonesia) dan I Made Arsa Suyadnya, S.T., M.Eng. dari USDI (Unit Sumber Daya Informasi) Universitas Udayana, dan dimoderatori oleh Dr. Ni Ketut Widhiarcani Matradewi, S.S., M.Hum. sebagai ketua UP3M FIB Unud. 

Dalam evaluasinya terhadap Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Program Studi Sastra Inggris Universitas Udayana, Dr. Adi Sutrisno, M.A. memberikan tinjauan mendalam terhadap implementasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) pada Program Studi Sastra Inggris Universitas Udayana. Dalam evaluasinya, beliau menyoroti adanya inkonsistensi pada dokumen Rencana Pembelajaran Semester (RPS), di mana kandungan materi sering kali tidak selaras dengan judul mata kuliah yang tertera. Sebagai langkah perbaikan, Dr. Adi merekomendasikan restrukturisasi hierarki CPL agar disusun secara berurutan mulai dari aspek sikap, pengetahuan, hingga keterampilan umum dan khusus guna memastikan fondasi akademik mahasiswa terbangun dengan kokoh. 

Terkait metode pengukuran, beliau menekankan penerapan outcome-based assessment dengan menetapkan ambang batas ketercapaian minimal sebesar 70 persen pada setiap mata kuliah untuk menjamin standar kualitas lulusan. Lebih lanjut, beliau mendorong penggunaan instrumen programmatic assessment yang konkret, seperti penyelenggaraan tes profisiensi bahasa mandiri yang kualitasnya setara dengan TOEFL ITP, serta pemanfaatan evaluasi skripsi sebagai sarana untuk menguji kompetensi linguistik dan sastra mahasiswa secara menyeluruh.
Sesi diskusi pada pemaparan pertama menyoroti dinamika teknis dan tantangan administratif dalam implementasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE) di lapangan. Perhatian utama peserta tertuju pada upaya pencarian strategi efisiensi guna menekan beban administratif dosen saat menyusun matriks evaluasi penilaian. Lebih lanjut, forum tersebut juga secara spesifik membahas panduan mengenai proporsi ideal jumlah Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang diturunkan untuk setiap rumusan CPL, serta mendiskusikan pedoman terbaik terkait pembobotan soal ujian, yakni apakah sebaiknya diukur berdasarkan CPL atau CPMK, guna memastikan proses asesmen tetap valid, proporsional, dan praktis bagi tenaga pendidik.

Berlanjut ke sesi kedua, Dr. I Made Arsa Suyadnya, S.T., M.Eng. sebagai Ketua USDI Universitas Udayana memaparkan pedoman teknis pengelolaan penilaian Outcome-Based Education (OBE). Implementasi kurikulum ini menuntut pemetaan terstruktur, mulai dari Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), hingga sub-CPMK yang dihubungkan dengan indikator kinerja spesifik pada RPS. Dengan skema ini, pembobotan instrumen asesmen seperti tugas, kuis, UTS, dan UAS tidak lagi menggunakan persentase statis, melainkan dipetakan secara dinamis guna mengevaluasi ketercapaian pada masing-masing indikator. 

Merespons keluhan terkait tingginya beban administratif penginputan nilai, beliau menegaskan bahwa sistem SIMAK telah dilengkapi fitur impor nilai massal berbasis Excel guna menyederhanakan pekerjaan dosen. Jika matriks penilaian diisi secara konsisten, sistem akan otomatis mengakumulasi persentase kelulusan sesuai ambang batas yang ditetapkan program studi. Otomatisasi ini pada akhirnya memfasilitasi penyusunan portofolio penilaian terpusat dan pencetakan transkrip CPL mahasiswa yang sangat krusial untuk pemenuhan kelengkapan borang akreditasi.

Antusiasme sekaligus kehati-hatian para tenaga pendidik dalam beradaptasi dengan sistem SIMAK tergambar jelas pada sesi diskusi. Forum tanya jawab menyoroti berbagai aspek teknis pengoperasian sistem, mulai dari klarifikasi mengenai kewajiban penginputan seluruh Capaian Pembelajaran (CP) ke dalam pangkalan data, hingga aturan hirarki pemilihan indikator Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang secara sistematis harus bermuara pada indikator CP. Lebih dari itu, diskusi ini juga secara langsung memfasilitasi resolusi kendala teknis (troubleshooting) di lapangan, seperti anomali inkompatibilitas sistem yang kerap terjadi ketika dosen menginput jumlah CPMK yang lebih banyak dibandingkan rumusan CP pada suatu mata kuliah. 

Friday, April 24, 2026

Fakultas Ilmu Budaya Unud Melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat di SMA N 1 Melaya: Dorong Minat Lanjut Studi ke Perguruan Tinggi

 


Melaya, 24 April 2026 — Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMA Negeri 1 Melaya. Kegiatan ini disambut hangat oleh pihak sekolah dan diikuti oleh siswa kelas XI dengan antusiasme tinggi. Kedatangan rombongan dosen dan pegawai FIB Unud diterima langsung oleh Kepala SMA N 1 Melaya, I Ketut Widia, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas  kunjungan untuk melaksanakan pengabdian kepada Masyarakat di SMA N 1 Melaya. Ia berharap materi yang diberikan dapat memberikan wawasan baru serta memotivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran para dosen dan pegawai. Semoga kegiatan ini memberi manfaat nyata bagi siswa, serta mendorong semakin banyak lulusan SMA N 1 Melaya yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi,” ujarnya.

Koordinator Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UP2M) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Dr. Ngurah Indra Pradhana, S.S., M.Hum. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata peran dosen dalam berbagi ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif, khususnya bagi generasi muda. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi seperti ini dapat menjadi jembatan bagi siswa untuk lebih mengenal dunia akademik sejak dini.

Kegiatan ini menghadirkan beragam materi menarik dari berbagai program studi di lingkungan FIB Unud. Program Studi Jawa Kuno memperkenalkan konsep kepemimpinan melalui “Leadership Hack: Rahasia Kepemimpinan ala Sastra Jawa Kuno”. Program Studi Sastra Jepang mengajak siswa mengenal dasar-dasar budaya Jepang, sementara Program Studi Antropologi membahas tentang pengenalan kebudayaan secara umum. Selain itu, Program Studi Arkeologi memaparkan perkembangan dunia arkeologi melalui tema “Arkeologi Kini dan Nanti”. Program Studi Sejarah menghadirkan materi “Dari Kakao ke Sejarah” yang mengaitkan komoditas lokal dengan kajian sejarah. Dari sisi bahasa, Program Studi Sastra Inggris memberikan pembelajaran interaktif mengenai penggunaan past tense dan past perfect tense melalui tema “Which happened first?”. Materi yang disampaikan dirancang secara aplikatif agar mudah dipahami oleh siswa dari berbagai latar belakang. Para pemateri juga menggunakan metode interaktif seperti diskusi dan kuis untuk meningkatkan keterlibatan peserta.

Program Studi Sastra Indonesia turut membekali siswa dengan kemampuan literasi kritis melalui modul “Detektif Berita (Fakta vs Opini)”, sedangkan Program Studi Sastra Bali memperkenalkan nilai budaya lokal melalui materi “Tembang dalam Masyarakat Bali”. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga membuka wawasan siswa mengenai berbagai bidang keilmuan yang dapat mereka tekuni di perguruan tinggi. Dengan pendekatan yang interaktif dan kontekstual, siswa terlihat aktif berpartisipasi selama sesi berlangsung. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi berlangsung. Hal ini menunjukkan tingginya minat siswa dalam menggali pengetahuan baru yang relevan dengan kehidupan mereka.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta membangun semangat belajar generasi muda, khususnya di wilayah Bali Barat. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan menjangkau lebih banyak sekolah di berbagai daerah. Upaya ini diharapkan mampu memperluas akses informasi pendidikan tinggi bagi siswa.

Thursday, April 23, 2026

Kolaborasi Fakultas Ilmu Budaya Unud dan UNS: Seminar Nasional Kajian Budaya Seri 11 Bedah Posmodernisme Sastra dan Dinamika Diaspora Sumba

 


Denpasar, 24 April 2026 – Program Studi Doktor Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana Unud) kembali bekerjasama dengan Program Studi Doktor Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (FIB UNS) dalam melaksanakan Seminar Nasional Mahasiswa Kajian Budaya: Narasi Budaya Seri 11. Seminar yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting ini dihadiri oleh lebih dari 80 peserta serta membahas mengenai dua isu kultural yang relevan, diantaranya kompleksitas posmodernisme dalam sastra kontemporer dan dinamika diaspora internal di Indonesia.

Seminar ini dibuka secara resmi oleh Koordinator Program Studi Doktor Kajian Budaya Unud, Prof. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., Ph.D. Beliau mengapresiasi antusiasme yang tinggi dari para peserta serta mengemukakan sebuah korelasi yang menarik dari kedua topik bahasan tersebut, yaitu kesamaan tema 'petualangan'. Tema ini terepresentasikan melalui perjalanan imajinatif tokoh fiktif ciptaan pengarang, sekaligus pengalaman nyata perpindahan masyarakat sub-etnis Sumba menuju Bali.

Acara ini dimoderatori oleh Agus Putra Mahendra, mahasiswa S3 Kajian Budaya FIB Unud. Pemaparan sesi pertama dilakukan oleh Dra. Susilorini, M.A. (perwakilan Doktor Kajian Budaya FIB UNS) yang mengkaji novel Gentayangan: Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu karya Intan Paramadita. Karya ini merespons posmodernisme dengan mendekonstruksi alur linear menjadi literatur ergodik bernarasi bercabang, memberikan otonomi penuh kepada pembaca sebagai karakter "Kau" untuk menavigasi jalannya cerita.

Lebih lanjut, beliau menekankan dimensi transnasional novel ini. Melalui pendekatan intertekstual, dongeng Rumpelstiltskin dan Faust dimanfaatkan sebagai kiasan kritis terhadap eksploitasi buruh perempuan di tengah kapitalisme global. Teks ini juga mengilustrasikan transisi dari ranah epistemologis menuju ontologis, di mana eksistensi perempuan pascamodern menempati ruang liminal yang dinamis dan terus bertransformasi secara rhizomatic (menyebar tanpa hierarki).

Dr. Fransiska Dewi Setiowati Sunaryo, S.S., M.Hum. selaku perwakilan dari Program Doktor Kajian Budaya Unud mengkaji dinamika integrasi dan kontestasi diaspora Sumba di Bali, menyoroti eksistensi mereka sebagai subjek aktif yang terus menegosiasikan identitas di ruang multikultural. Manifestasi keluwesan budaya ini terlihat pada fenomena "Marapu Modern", yakni adaptasi nilai leluhur agar selaras dengan spiritualitas Bali, serta penguatan kohesi sosial melalui wadah paguyuban seperti Ikatan Warga Sumba dan Flobamora.

Menanggapi eskalasi stigmatisasi media sosial yang diperparah oleh algoritma kapitalisasi konflik, Fransiska memaparkan bahwa pelabelan "Nak Sumba" justru memicu resistensi kultural. Stigma negatif tersebut kini direbut dan dimanfaatkan oleh komunitas diaspora sebagai wujud representasi identitas demi mendapatkan pengakuan sosial yang setara.

Rangkaian seminar ini ditutup oleh Koprodi S3 Kajian Budaya UNS, Prof. Dra. S.K. Habsari, M.Hum., Ph.D., melalui apresiasi tinggi yang diberikan terhadap tajamnya pisau analisis pada kedua pemaparan tersebut. Ditegaskan pula oleh beliau bahwa kapasitas Kajian Budaya dalam membaca perubahan, negosiasi identitas, dan dinamika kuasa telah dibuktikan melalui kebaruan topik fiksi digital maupun diaspora etnik yang dikaji. Pada akhirnya, keberlanjutan kerja sama antara Unud dan UNS yang telah terjalin selama dua tahun ini sangat diharapkan, agar nalar kritis peneliti dalam merespons lanskap budaya yang dinamis dapat senantiasa dirawat melalui mimbar akademis tersebut.


Tingkatkan Visibilitas Riset Global, FIB Unud Resmi Luncurkan Ekosistem Humaniora Digital "DUMILAH”

 

Denpasar, 23 April 2026 - Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) melaksanakan launching DUMILAH (Digital Humanities Landscape at the Faculty of Humanities Udayana University). Bertempat di Ruang Dr. Ir. Soekarno Gedung Poerbatjaraka Lantai IV FIB Unud, kegiatan ini dihadiri oleh jajaran dekanat, ketua Senat FIB Unud, para koordinator program studi dan  ketua Unit di lingkungan FIB Unud, pimpinan CIRHSS (Centre for Interdisciplinary Research on the Humanities and Social Science), dan ketua Media FIB Unud.

Mengawali kegiatan, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. selaku Dekan FIB Unud menegaskan bahwa peluncuran DUMILAH merupakan langkah strategis guna meningkatkan visibilitas fakultas di tingkat nasional dan internasional. Inovasi yang mewujudkan amanat pendiri Fakultas Sastra sekaligus penjabaran Rencana Strategis FIB ini, dikembangkan sejak 2025 dengan melibatkan pakar humaniora digital dunia dari Oxford dan Melbourne. Kehadiran DUMILAH diproyeksikan menjadi wadah interaktif bagi peneliti dan mahasiswa dalam mengelola data penelitian untuk mendongkrak produktivitas akademik, selaras dengan komitmen pimpinan dalam menaikkan peringkat global Universitas Udayana.

Melanjutkan kegiatan, Gede Primahadi Wijaya Rajeg, S.S., M.Hum., Ph.D. selaku Ketua tim peluncuran DUMILAH memaparkan bahwa inisiasi pengembangan platform ini dimotivasi oleh fakta bahwa para kolega peneliti di lingkungan FIB Unud sejatinya telah banyak melaksanakan riset terkait Humaniora Digital. Rangkaian riset tersebut di antaranya mencakup penyusunan basis data pada bidang arkeologi dan antropologi, hingga upaya pemetaan dan pelestarian teks lontar. Oleh karena itu, DUMILAH hadir secara spesifik untuk memfasilitasi visibilitas dan diseminasi riset bernuansa sains terbuka, memastikan pengakuan yang tepat bagi peneliti melalui sitasi karya (citeability), serta menjamin kelestarian arsip riset digital dalam jangka panjang (long-term preservation).

Secara teknis, DUMILAH memanfaatkan Zenodo, yakni sebuah repositori riset terbuka tak berbayar yang berskala global. Platform ini dipilih karena integritasnya yang telah dipercaya oleh berbagai lembaga riset dunia dan dikelola langsung oleh CERN. Keunggulan utama pengarsipan melalui Zenodo ini adalah setiap materi yang diunggah akan secara otomatis mendapatkan Digital Object Identifier (DOI) sehingga terekam secara global dan mudah dikutip, serta materi tersebut memiliki kapabilitas untuk terus diperbarui ke versi-versi lanjutannya (versioning).

Mendampingi Ketua tim DUMILAH, I Made Sena Darmasetiyawan, S.S., M.Hum., Ph.D. mendemonstrasikan lebih detail mengenai cara menggunakan DUMILAH, diantaranya cara mengakses DUMILAH melalui Zenodo yang dapat dilakukan melalui berbagai opsi browser, Setelah berhasil login, pengguna dapat langsung mencari komunitas dengan mengetikkan "DUMILAH" pada kolom pencarian di menu Communities. Di dalam laman komunitas tersebut, pengguna akan mendapati tombol New Upload yang berfungsi untuk mengunggah berbagai data penelitian mentah, seperti basis data atau dataset. Pengguna diwajibkan untuk mengisi sejumlah metadata esensial, utamanya mencentang opsi permintaan Digital Object Identifier (DOI) untuk memastikan visibilitas dan kemudahan sitasi karya secara global. Selain itu, fitur penting seperti Save Draft sangat disarankan untuk ditekan secara berkala guna mencegah hilangnya data saat proses pengunggahan berlangsung. Setelah seluruh metadata wajib yang ditandai dengan asteris merah serta pengaturan visibilitas publik dilengkapi, pengguna dapat menekan tombol Submit for Review. Karya yang telah diunggah akan melalui proses kurasi terlebih dahulu oleh tim pengelola (reviewer) sebelum akhirnya disetujui, dipublikasikan secara resmi di laman DUMILAH, dan mendapatkan DOI serta format sitasi yang dapat disesuaikan (misalnya format Vancouver).  

Dalam sesi tanya jawab, isu krusial mengenai pelindungan hak cipta kekayaan intelektual dan kebijakan kurasi data menjadi sorotan utama. Menanggapi kekhawatiran terkait hak cipta, tim DUMILAH menjelaskan bahwa platform Zenodo telah dilengkapi dengan fitur opsi lisensi yang fleksibel. Peneliti dapat menerapkan hak cipta penuh, membatasi akses data (restricted), atau sekadar menampilkan rekaman metadata (record) beserta tautan luar tanpa harus mengunggah data mentahnya secara terbuka. Sementara itu, terkait kebijakan pengunggahan, ditegaskan bahwa komunitas DUMILAH diprioritaskan untuk mewadahi karya sivitas akademika FIB Unud. Pihak luar atau kolaborator eksternal hanya diizinkan untuk menyumbangkan data ke dalam repositori tersebut apabila menyertakan sivitas akademika FIB sebagai salah satu penulis atau mitra kolaborasi dalam karyanya. Guna menjamin mutu dan relevansi konten yang dipublikasikan, pengelola DUMILAH juga akan memberdayakan perwakilan dari masing-masing grup riset program studi untuk bertindak sebagai kurator yang bertugas menyeleksi serta memverifikasi karya yang masuk sesuai dengan disiplin keilmuannya.

Turut mengapresiasi peluncuran ini, Ketua Senat FIB Unud, Prof. Dr. I Nyoman Weda Kusuma, M.S., menaruh harapan besar pada generasi muda untuk menjadi motor penggerak pemanfaatan DUMILAH. Beliau menekankan pentingnya sosialisasi berkelanjutan agar inovasi ini dapat dimaksimalkan oleh seluruh sivitas akademika. Prof. Weda optimis bahwa program ini akan terus berkembang dan berkontribusi signifikan terhadap kemajuan serta reputasi FIB Unud.


Tuesday, April 21, 2026

Fakultas Ilmu Budaya menjadi lokasi pelaksanaan SNPMB SNBT UTBK 2026

 


Selasa, 21 April 2026 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana yang berlokasi di Jalan Pulau Nias 13, Denpasar berlangsung kegiatan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) yaitu Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Kegiatan tersebut dilaksanakan tanggal 21 April hingga 23 April 2026 di ruang Laboratorium 19 dan Laboratorium 20. Pelaksanaan SNBT di FIB ini diikuti sebanyak 240 orang peserta yang terdiri dari siswa lulusan tingkat SMA/SMK/MA. Ujian yang dilaksanakan kali ini diikuti oleh peserta dari wilayah Bali dan sekitarnya.

Pelaksanaan ujian dilakukan dalam 2 kali sesi yaitu sesi Pagi dari pukul 07.45 WITA – 11.30 WITA, sedangkan sesi siang dilaksanakan pada pukul 13.30 WITA -17.15 WITA. Ruang ujian lab 19 dan lab 20 masing-masing dapat menampung 20 orang peserta untuk setiap sesinya. Pada ujian kali ini, sebelum memasuki ruang ujian calon mahasiswa diperiksa setiap peserta diperiksa ketat barang bawaannya, selama ujian diawasi gerak-geriknya, hingga ujian berakhir pun dipastikan bahwa semua berjalan dengan baik.

Setiap peserta disediakan ruangan khusus menyimpan barang bawaannya. Kemudian, sebelum memasuki ruangan ujian dilakukan pemeriksaan fisik menggunakan metal detektor yang dilakukan sesuai prosedur. Selanjutnya, pemeriksaan dokumen dan juga pencocokan identitas peserta dilakukan oleh Pengawas Ujian. Selain itu, peserta ujian juga diberikan kesempatan melakukan tutorial ujian pada layar komputer agar peserta dapat memiliki gambaran tentang penggunaan sistem ujian dan langkah-langkahnya.

Pada ujian kali ini,  Fakultas Ilmu Budaya juga dipantau oleh Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D. yang sekaligus memeriksa kesiapan dan kelancaran pelaksanaan ujian. Pada sesi akhir pelaksanaan ujian peserta dipersilahkan memberikan kritik dan masukan melalui monev pelaksanaan ujian dengan mengakses barcode  yang telah disediakan oleh panitia.

Malam Keakraban di Nari Graha: Puncak Hari Pertama Konferensi Internasional IFSSO 2026

 


Denpasar, 21 April 2026 – Sebagai penutup dari rangkaian hari pertama The 27th IFSSO International Conference and General Assembly 2026, para delegasi dan tamu kehormatan dijamu dalam acara Gala Dinner yang diselenggarakan atas kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali. Bertempat di Gedung Wanita Nari Graha, malam keakraban ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Udayana, pimpinan di lingkungan FIB Unud, pengurus IFSSO, serta para pakar dari berbagai institusi kolaborator global.

Suasana khidmat menyelimuti ruangan sesaat sebelum rangkaian sambutan dimulai dengan penampilan apik Tari Sekar Jagat. Tarian penyambutan khas Bali ini berhasil memukau para delegasi mancanegara, memberikan impresi pertama yang kuat tentang kekayaan seni Pulau Dewata di tengah agenda akademik yang padat.

Mengawali malam keakraban tersebut, Presiden IFSSO, Prof. Dr. phil. I Ketut Ardhana, M.A., menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Provinsi Bali atas dukungannya dalam memfasilitasi jamuan istimewa ini. Beliau melaporkan bahwa konferensi tahun ini berjalan sangat sukses dengan kehadiran lebih dari 100 peserta dan sekitar 35 makalah penelitian yang telah dipresentasikan. Sebagai wujud komitmen akademik, hasil pemikiran dari perhelatan ini akan diterbitkan secara resmi melalui kolaborasi penerbitan antara pihak Vietnam dan Udayana Press. Lebih lanjut, Prof. Ardhana yang juga secara aklamasi terpilih kembali untuk memimpin IFSSO, turut mengumumkan bahwa konferensi internasional tahun depan direncanakan akan diselenggarakan di Vietnam.

Menyambung sambutan hangat tersebut, Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., menekankan bahwa gala dinner ini dirancang untuk mempererat hubungan antar-delegasi dalam suasana yang lebih santai namun tetap sarat akan nilai kolaborasi. Menurutnya, institusi pendidikan tinggi harus senantiasa hadir sebagai jembatan penghubung pengetahuan global. Prof. Sudarsana juga merefleksikan filosofi Bhinneka Tunggal Ika serta keharmonisan budaya Bali yang diharapkan mampu menjadi sumber inspirasi bagi para akademisi mancanegara untuk terus memperkaya pemahaman kolektif dalam merespons dinamika sosial.


Dari Borobudur hingga Ritual Modern: Panel IFSSO Eksplorasi Warisan Budaya

 


Denpasar, 21 April 2026 – Memasuki paruh kedua penyelenggaraan hari pertama The 27th IFSSO International Conference, antusiasme delegasi global tidak surut. Usai pemaparan dari para pembicara utama di Auditorium Widya Sabha Mandala, gelora akademik berlanjut pada sesi diskusi panel paralel yang terpusat di Gedung Poerbatjaraka, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Para delegasi membedah berbagai kajian spesifik yang terbagi ke dalam tiga ruang utama, yakni Ruang Dr. Ir. Soekarno, Ruang Prof. Dr. Priyono, dan Ruang Sidang Senat.

Di Ruang Dr. Ir. Soekarno, dinamika diskusi berpusat pada penelusuran jejak peradaban dan diplomasi masa lampau. Sesi yang dipandu secara bergantian oleh Prof. Dr. I Wayan Karja dan Prof. Dr. Sudarman ini menghadirkan perdebatan tajam dengan hadirnya penanggap (discussant) Prof. Dr. Nestor T. Castro, Dr. Nguyen Thi Hau, dan Dr. Cao Thu Nga. Sorotan utama jatuh pada paparan Assoc. Prof. Dr. Phan Thi Hong Xuan yang menjadikan Candi Borobudur dan situs Dong Duong sebagai fondasi diplomasi akademik antara Indonesia dan Vietnam. Narasi ini diperkuat oleh kajian kesejarahan Vo Thi Huynh Nhu mengenai kesinambungan Buddhisme Champa, ekskavasi warisan Buddha di Sumatera Barat oleh Prof. Sudarman, hingga pelacakan jejak Hindu-Buddha pada era pra-Hispanik di Filipina oleh Prof. Nestor T. Castro.

Beralih ke Ruang Prof. Dr. Priyono, diskursus bergerak ke arah adaptasi sosiokultural dan kelangsungan ritual di era modern. Dipandu oleh Assoc. Prof. Dicky Sofjan dan Dr. Duong Hoang Loc, serta dibahas oleh penanggap Vo Phan My Tra dan Phan Hieu Nghia, ruangan ini mengeksplorasi isu yang lekat dengan realitas hari ini. Assoc. Prof. Dicky Sofjan membedah transformasi praktik ziarah di tengah arus globalisasi, sementara Dr. Duong Hoang Loc memaparkan peran vital Buddhisme dalam menjaga ketahanan spiritual masyarakat saat pandemi COVID-19. Isu toleransi maritim di Selat Lombok oleh Putri Maya Masyitah serta kajian catur sebagai warisan budaya oleh Võ Phan Mỹ Trà turut memperkaya diskusi di ruangan ini.

Sementara itu, Ruang Sidang Senat menyajikan kekayaan kearifan lokal dan sistem kepercayaan tradisional Nusantara. Dengan Budiana Setiawan dan Dr. Nguyen Thi Hau sebagai moderator, sesi ini mengupas lapisan terdalam nilai spiritual masyarakat, mulai dari ritual Kuk Kir Kna suku Doreri di Papua oleh George Mentansan hingga tradisi Katoba pada masyarakat Muna oleh La Aso. Dinamika pariwisata religi di Makam Troloyo turut dikaji oleh Rochtri Agung Bawono, melengkapi temuan I Kadek Surya Jayadi mengenai pelestarian ajaran Buddha melalui arsip keluarga di Budakeling, serta pemaparan Dr. Preeti Oza mengenai kosmopolis Hindu-Buddha abad ke-9.

Seluruh rangkaian diskusi paralel ini membuktikan kuatnya benang merah sejarah dan budaya yang mengikat kawasan Asia Tenggara. Setelah sesi yang intens ini berakhir, para delegasi bersiap untuk agenda penutup hari pertama, yakni Gala Dinner yang akan diselenggarakan pada malam hari.


FIB Unud Gelar KELIR Seri 1: Menenun Masa Depan Bahasa dan Budaya Bali di Era Digital

  Program Studi Linguistik Program Doktor Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana resmi menggelar edisi perdana Kolokium Eksplorasi Linguis...