Denpasar, 23 April 2026 -
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) melaksanakan launching DUMILAH
(Digital Humanities Landscape at the Faculty of Humanities Udayana
University). Bertempat di Ruang Dr. Ir. Soekarno Gedung Poerbatjaraka
Lantai IV FIB Unud, kegiatan ini dihadiri oleh jajaran dekanat, ketua Senat FIB
Unud, para koordinator program studi dan ketua Unit di lingkungan FIB
Unud, pimpinan CIRHSS (Centre for Interdisciplinary Research on the
Humanities and Social Science), dan ketua Media FIB Unud.
Mengawali kegiatan, Prof. I
Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. selaku Dekan FIB Unud menegaskan bahwa
peluncuran DUMILAH merupakan langkah strategis guna meningkatkan visibilitas
fakultas di tingkat nasional dan internasional. Inovasi yang mewujudkan amanat
pendiri Fakultas Sastra sekaligus penjabaran Rencana Strategis FIB ini,
dikembangkan sejak 2025 dengan melibatkan pakar humaniora digital dunia dari
Oxford dan Melbourne. Kehadiran DUMILAH diproyeksikan menjadi wadah interaktif
bagi peneliti dan mahasiswa dalam mengelola data penelitian untuk mendongkrak
produktivitas akademik, selaras dengan komitmen pimpinan dalam menaikkan
peringkat global Universitas Udayana.
Melanjutkan kegiatan, Gede
Primahadi Wijaya Rajeg, S.S., M.Hum., Ph.D. selaku Ketua tim peluncuran DUMILAH
memaparkan bahwa inisiasi pengembangan platform ini dimotivasi oleh fakta bahwa
para kolega peneliti di lingkungan FIB Unud sejatinya telah banyak melaksanakan
riset terkait Humaniora Digital. Rangkaian riset tersebut di antaranya mencakup
penyusunan basis data pada bidang arkeologi dan antropologi, hingga upaya
pemetaan dan pelestarian teks lontar. Oleh karena itu, DUMILAH hadir secara
spesifik untuk memfasilitasi visibilitas dan diseminasi riset bernuansa sains
terbuka, memastikan pengakuan yang tepat bagi peneliti melalui sitasi karya (citeability),
serta menjamin kelestarian arsip riset digital dalam jangka panjang (long-term
preservation).
Secara teknis, DUMILAH
memanfaatkan Zenodo, yakni sebuah repositori riset terbuka tak berbayar yang
berskala global. Platform ini dipilih karena integritasnya yang telah dipercaya
oleh berbagai lembaga riset dunia dan dikelola langsung oleh CERN. Keunggulan
utama pengarsipan melalui Zenodo ini adalah setiap materi yang diunggah akan
secara otomatis mendapatkan Digital Object Identifier (DOI) sehingga
terekam secara global dan mudah dikutip, serta materi tersebut memiliki
kapabilitas untuk terus diperbarui ke versi-versi lanjutannya (versioning).
Mendampingi Ketua tim DUMILAH, I
Made Sena Darmasetiyawan, S.S., M.Hum., Ph.D. mendemonstrasikan lebih detail
mengenai cara menggunakan DUMILAH, diantaranya cara mengakses DUMILAH melalui
Zenodo yang dapat dilakukan melalui berbagai opsi browser, Setelah berhasil login,
pengguna dapat langsung mencari komunitas dengan mengetikkan
"DUMILAH" pada kolom pencarian di menu Communities. Di dalam laman
komunitas tersebut, pengguna akan mendapati tombol New Upload yang berfungsi
untuk mengunggah berbagai data penelitian mentah, seperti basis data atau
dataset. Pengguna diwajibkan untuk mengisi sejumlah metadata esensial, utamanya
mencentang opsi permintaan Digital Object Identifier (DOI) untuk
memastikan visibilitas dan kemudahan sitasi karya secara global. Selain itu,
fitur penting seperti Save Draft sangat disarankan untuk ditekan secara
berkala guna mencegah hilangnya data saat proses pengunggahan berlangsung.
Setelah seluruh metadata wajib yang ditandai dengan asteris merah serta
pengaturan visibilitas publik dilengkapi, pengguna dapat menekan tombol Submit
for Review. Karya yang telah diunggah akan melalui proses kurasi terlebih
dahulu oleh tim pengelola (reviewer) sebelum akhirnya disetujui, dipublikasikan
secara resmi di laman DUMILAH, dan mendapatkan DOI serta format sitasi yang
dapat disesuaikan (misalnya format Vancouver).
Dalam sesi tanya jawab, isu
krusial mengenai pelindungan hak cipta kekayaan intelektual dan kebijakan
kurasi data menjadi sorotan utama. Menanggapi kekhawatiran terkait hak cipta,
tim DUMILAH menjelaskan bahwa platform Zenodo telah dilengkapi dengan fitur
opsi lisensi yang fleksibel. Peneliti dapat menerapkan hak cipta penuh,
membatasi akses data (restricted), atau sekadar menampilkan rekaman
metadata (record) beserta tautan luar tanpa harus mengunggah data
mentahnya secara terbuka. Sementara itu, terkait kebijakan pengunggahan,
ditegaskan bahwa komunitas DUMILAH diprioritaskan untuk mewadahi karya sivitas
akademika FIB Unud. Pihak luar atau kolaborator eksternal hanya diizinkan untuk
menyumbangkan data ke dalam repositori tersebut apabila menyertakan sivitas
akademika FIB sebagai salah satu penulis atau mitra kolaborasi dalam karyanya.
Guna menjamin mutu dan relevansi konten yang dipublikasikan, pengelola DUMILAH
juga akan memberdayakan perwakilan dari masing-masing grup riset program studi
untuk bertindak sebagai kurator yang bertugas menyeleksi serta memverifikasi
karya yang masuk sesuai dengan disiplin keilmuannya.
Turut mengapresiasi peluncuran
ini, Ketua Senat FIB Unud, Prof. Dr. I Nyoman Weda Kusuma, M.S., menaruh
harapan besar pada generasi muda untuk menjadi motor penggerak pemanfaatan
DUMILAH. Beliau menekankan pentingnya sosialisasi berkelanjutan agar inovasi
ini dapat dimaksimalkan oleh seluruh sivitas akademika. Prof. Weda optimis
bahwa program ini akan terus berkembang dan berkontribusi signifikan terhadap
kemajuan serta reputasi FIB Unud.

No comments:
Post a Comment