Tuesday, April 21, 2026

Malam Keakraban di Nari Graha: Puncak Hari Pertama Konferensi Internasional IFSSO 2026

 


Denpasar, 21 April 2026 – Sebagai penutup dari rangkaian hari pertama The 27th IFSSO International Conference and General Assembly 2026, para delegasi dan tamu kehormatan dijamu dalam acara Gala Dinner yang diselenggarakan atas kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali. Bertempat di Gedung Wanita Nari Graha, malam keakraban ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Udayana, pimpinan di lingkungan FIB Unud, pengurus IFSSO, serta para pakar dari berbagai institusi kolaborator global.

Suasana khidmat menyelimuti ruangan sesaat sebelum rangkaian sambutan dimulai dengan penampilan apik Tari Sekar Jagat. Tarian penyambutan khas Bali ini berhasil memukau para delegasi mancanegara, memberikan impresi pertama yang kuat tentang kekayaan seni Pulau Dewata di tengah agenda akademik yang padat.

Mengawali malam keakraban tersebut, Presiden IFSSO, Prof. Dr. phil. I Ketut Ardhana, M.A., menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Provinsi Bali atas dukungannya dalam memfasilitasi jamuan istimewa ini. Beliau melaporkan bahwa konferensi tahun ini berjalan sangat sukses dengan kehadiran lebih dari 100 peserta dan sekitar 35 makalah penelitian yang telah dipresentasikan. Sebagai wujud komitmen akademik, hasil pemikiran dari perhelatan ini akan diterbitkan secara resmi melalui kolaborasi penerbitan antara pihak Vietnam dan Udayana Press. Lebih lanjut, Prof. Ardhana yang juga secara aklamasi terpilih kembali untuk memimpin IFSSO, turut mengumumkan bahwa konferensi internasional tahun depan direncanakan akan diselenggarakan di Vietnam.

Menyambung sambutan hangat tersebut, Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., menekankan bahwa gala dinner ini dirancang untuk mempererat hubungan antar-delegasi dalam suasana yang lebih santai namun tetap sarat akan nilai kolaborasi. Menurutnya, institusi pendidikan tinggi harus senantiasa hadir sebagai jembatan penghubung pengetahuan global. Prof. Sudarsana juga merefleksikan filosofi Bhinneka Tunggal Ika serta keharmonisan budaya Bali yang diharapkan mampu menjadi sumber inspirasi bagi para akademisi mancanegara untuk terus memperkaya pemahaman kolektif dalam merespons dinamika sosial.


No comments:

Post a Comment

FIB Unud Gelar KELIR Seri 1: Menenun Masa Depan Bahasa dan Budaya Bali di Era Digital

  Program Studi Linguistik Program Doktor Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana resmi menggelar edisi perdana Kolokium Eksplorasi Linguis...