Wednesday, June 10, 2026

FIB Unud Lepas 33 Mahasiswa Internasional dalam Certification Ceremony BIPAS Spring 2026

 


Denpasar, 11 Juni 2026, Bali International Program on Asian Studies (BIPAS) Universitas Udayana melaksanakan acara Certification Ceremony Spring Semester 2026. Pelepasan yang bertempat di Auditorium Widya Sabha Mandala, Gedung Ida Bagus Mantra Lantai III FIB Unud. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran dekanat, perwakilan Kantor Urusan Internasional Universitas Udayana (KUI Unud), beserta perwakilan dari Asia Exchange.

Mengawali acara, I Made Sena Darmasetiyawan, S.S., M.Hum., Ph.D. selaku koordinator BIPAS melaporkan bahwa program spring semester yang berlangsung secara hybrid di kampus Jimbaran sejak 23 Februari hingga 11 Juni 2026 ini sukses memfasilitasi 33 mahasiswa internasional dari 10 negara, diantaranya Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Belanda, Swedia, Vietnam, Tunisia, Swiss, dan India. Selama satu semester, para mahasiswa telah menyelesaikan berbagai mata kuliah pilihan dan terlibat aktif dalam serangkaian kegiatan pengenalan budaya, mulai dari lokakarya busana dan adat tawar-menawar, ekskursi sejarah ke Kerta Gosa, hingga pembelajaran aksara Bali. Kesuksesan pelaksanaan program ini tidak lepas dari kolaborasi erat antara FIB Unud, KUI Unud, pihak Asia Exchange, serta tingginya dedikasi para dosen dan kedisiplinan mahasiswa. 

Melanjutkan acara, Wakil Dekan I FIB Unud, Dr. I Gede Oeinada, S.S., M.Hum., secara resmi menyambut dan memberikan apresiasi kepada 33 mahasiswa internasional beserta seluruh tamu undangan yang hadir. Beliau menaruh harapan besar agar pemahaman yang diperoleh mengenai studi kawasan Asia, beserta seluruh pengalaman pertukaran budaya selama berada di Bali, dapat memberikan manfaat yang bermakna bagi masa depan para mahasiswa. Lebih lanjut, beliau mengucapkan terima kasih yang mendalam atas kepercayaan para mahasiswa yang telah memilih Universitas Udayana sebagai institusi pendidikan mereka dan menjadi bagian dari komunitas akademik kampus.

Acara dilanjutkan dengan penayangan BIPAS Farewell Video yang menayangkan. Tayangan tersebut berisikan kompilasi perjalanan akademik dan eksplorasi budaya para mahasiswa yang dimulai dari Opening Ceremony and Orientation Day, praktik cara menggunakan busana adat Bali, praktik menulis aksara Bali dengan media lontar, pengenalan terhadap situs sejarah Kerta Gosa yang mencakup praktik memainkan gamelan, melukis wayang Kamasan, serta praktik tari Bali. Di samping itu, farewell video ini juga memuat kumpulan pesan dari jajaran sivitas akademika. Di dalamnya, terdapat pesan khusus dari Dekan FIB Unud, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. beserta rangkuman ucapan terima kasih serta apresiasi dari para dosen pengajar BIPAS.

Memasuki agenda puncak, acara dilanjutkan dengan Graduation Procession. Suasana Aula Widya Sabha berubah khidmat saat para mahasiswa yang menggunakan busana adat Bali dipanggil satu per satu ke atas panggung untuk menerima sertifikat kelulusan sebagai tanda resmi berakhirnya masa studi mereka. Prosesi penyerahan sertifikat ini dilakukan secara langsung oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Perencanaan FIB Unud, serta turut didampingi oleh perwakilan Kantor Urusan Internasional Universitas Udayana (KUI Unud), perwakilan Asia Exchange, dan koordinator BIPAS.

Sebagai penanda berakhirnya masa pengawasan akademik oleh pihak kampus, acara dilanjutkan dengan prosesi penyerahan kembali tanggung jawab (handover responsibility) mahasiswa dari Universitas Udayana kepada pihak Asia Exchange. Menyambung prosesi tersebut sekaligus menutup rangkaian acara, Hannes Borgwardt selaku Chief Operating Officer Asia Exchange menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah bersinergi menyukseskan BIPAS Spring Programme 2026. Beliau menaruh harapan besar agar seluruh ilmu serta momen kebersamaan yang dirasakan para mahasiswa selama menjalani program di Bali dapat mengukir kesan mendalam dan menjadi kenangan indah yang dibawa pulang ke negara asal mereka.

Tuesday, June 9, 2026

Ornament Fest #4 Sukses Digelar: Mahasiswa Sastra Inggris Unud Hidupkan Sastra Lewat "Narratives in Motion"

 


Denpasar, 10 Juni 2026 - Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) melaksanakan pementasan Ornament Fest #4 yang mengambil tema “Narratives in Motion.” pada Rabu (10/06). Pementasan yang bertempat di Auditorium Widya Sabha Mandala, Gedung Ida Bagus Mantra Lantai III FIB Unud ini adalah tugas akhir dari mata kuliah English Performing Arts yang ditempuh oleh mahasiswa Sastra Inggris angkatan 2023. Pementasan ini dihadiri oleh jajaran dekanat, ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris FIB Unud (HMPSSI FIB Unud), Koordinator Program Studi Sastra Inggris bersama para dosen pengajar English Performing Arts.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Ornament Fest #4, I Putu Diva Adhiguna, menjelaskan bahwa tema "Narratives in Motion" diusung untuk menghidupkan teks sastra secara nyata ke atas panggung melalui lima pementasan drama dan satu penampilan puisi. Pendekatan ini diharapkan mampu menginspirasi penonton sekaligus memberikan pengalaman baru dalam menikmati karya sastra. Menyambung hal tersebut, Dr. Galuh Febri Putra, M.A. selaku perwakilan dosen pengampu, mengapresiasi dedikasi mahasiswa Sastra Inggris Universitas Udayana dalam menyelenggarakan pementasan ini. Beliau menekankan bahwa festival yang digagas oleh Prof. Dr. I Made Netra, S.S., M.Hum. ini bukan sekadar pemenuhan tugas akhir, melainkan laboratorium pembelajaran dan batu loncatan bagi mahasiswa untuk merintis karier di industri teater profesional Bali.

Apresiasi senada turut disampaikan oleh Koordinator Program Studi Sastra Inggris, Dr. I Gusti Ngurah Parthama, S.S., M.Hum., yang berharap luaran praktik dari mata kuliah English Performing Arts ini dapat terus berlanjut dan menjadi identitas khas mahasiswa Sastra Inggris FIB Unud. Acara kemudian resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Informasi FIB Unud, Dr. Ni Ketut Puji Astiti Laksmi, S.S., M.Si. Mewakili Dekan FIB Unud, beliau berpesan bahwa proses panjang persiapan pementasan ini adalah modal dasar bagi pengembangan bakat mahasiswa. Ia juga menyematkan harapan agar ke depannya pementasan ini dapat berkembang secara masif menjadi pekan kesenian berskala fakultas yang terintegrasi dengan program studi lain di lingkungan FIB Unud.

Melanjutkan tradisi tahun sebelumnya, pada Ornament Fest #4 tahun ini kembali membawakan tiga dewan juriyang memiliki rekam jejak mumpuni di bidang seni dan pertunjukan. Susunan dewan juri tersebut diantaranya Kristiawan, S.S., M.A., seorang praktisi teater multimedia yang aktif menghasilkan berbagai proyek kolaborasi seni kepurbakalaan dan pameran; Titin Aminarti Daeng Tiji, peraih penghargaan Best Actress pada Ornament Fest #3 yang juga berprestasi dalam bidang storytelling; serta Hadi Satria Ganesa, seorang penampil teater, puisi, dan monolog yang sarat pengalaman di berbagai panggung seni seperti Sastra Malam dan pembukaan pameran. 

Rangkaian pementasan dimulai dari kelas Poetry yang membawakan puisi bertajuk “The Applicant” karya Sylvia Plath. Dramatisasi puisi ini menggambarkan kritik tajam terhadap ekspektasi sosial dan komodifikasi peran gender dalam institusi pernikahan. Setelah dibuka dengan dramatisasi puisi, panggung Ornament Fest #4 mulai diramaikan oleh lima pementasan drama dengan genre yang sangat variatif dari masing-masing kelas mahasiswa Sastra Inggris angkatan 2023.

Tensi di dalam Auditorium Widya Sabha Mandala langsung meningkat saat kelas Drama E menampilkan drama berjudul Lockdown: Survival Class. Drama bergenre thriller-survival ini mengisahkan perjuangan sekelompok siswa dan guru yang terjebak di tengah wabah zombie akibat kegagalan eksperimen sains. Suasana kemudian berubah menjadi klasik dan emosional melalui persembahan kelas Drama B dengan pementasan drama In the Shadow of Pride. Mengadaptasi karya klasik Jane Austen yaitu Pride and Prejudice, pementasan berlatar Inggris era Georgian ini membawa penonton larut dalam romansa yang kental dengan unsur kesalahpahaman, tekanan sosial, dan pergolakan ego antar karakternya.

Keberagaman tema berlanjut pada paruh kedua acara. Kelas Drama D menyuguhkan pementasan drama The Crown of Ashes, sebuah drama bertema historical tragedy yang mengeksplorasi konflik kekuasaan, pengkhianatan keluarga, dan efek domino dari ketidakadilan di kerajaan Weningrat. Melanjutkan tema gelap yang telah dibawa, kelas Drama C mengajak audiens memasuki dunia misterius melalui pementasan Circus of Your Mind. Drama ini menyoroti sisi gelap serta dinamika emosional para pemain di karnaval Phantasma pasca tragedi, serta diiringi perjuangan karakter utamanya dalam mengungkap peristiwa aneh di balik layar. Seluruh pementasan drama ditutup dengan dramatis melalui pementasan The Devil I Trusted. Drama horror mystery yang dibawakan oleh kelas Drama A ini menceritakan tentang teror pembunuhan yang dialami oleh sekelompok siswa yang sedang berlibur di hotel antah berantah.

Sebelum menutup acara, dewan juri mengapresiasi totalitas pementasan tiap kelas, sekaligus memberikan catatan teknis terkait blocking panggung, efisiensi transisi, hingga kendala tata cahaya dan suara. Antusiasme peserta memuncak saat acara ditutup dengan Awarding Session untuk mengumumkan pemenang enam nominasi bergengsi Ornament Fest #4 yang diantaranya: Best Performance: Kelas C dengan Circus of Your Mind, Best Adaptation: Kelas D dengan The Crown of Ashes,  Best Actor: Mr. X dari Circus of Your Mind (Kelas C), Best Actress: Irene dari The Devil I Trusted (Kelas A),  Best Costume: Kelas C dengan Circus of Your Mind, dan Favorite Poster: Kelas D dengan The Crown of Ashes.


Monday, June 8, 2026

Asah Keterampilan Mahasiswa, Prodi Sastra Inggris FIB Unud Gelar Kuliah Tamu tentang Penanganan Komplain di Industri Perhotelan


 

DENPASAR – Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana (Unud) menggelar kuliah tamu praktis untuk mata kuliah English for Hospitality pada Senin, 8 Juni 2026. Kegiatan akademik ini mengusung tema yang sangat penting dalam dunia pariwisata, yaitu “Handling Complain in Hospitality Industry”.

Koordinator Program Studi Sastra Inggris FIB Unud, Dr. I Gusti Ngurah Parthama, S.S., M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada narasumber atas kesediaannya hadir untuk berbagi ilmu. Beliau menjelaskan bahwa kuliah tamu ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata kepada para peserta mengenai dinamika komunikasi di industri pelayanan (hospitality), sekaligus mempersiapkan mereka dengan keterampilan praktis yang siap pakai.

Untuk memberikan perspektif industri yang mendalam, prodi Sastra Inggris menghadirkan Ni Putu Yuni Ardianti Pratiwi, S.S., yang merupakan Acting Resort Manager dari Hotel Ramayana Suites and Resort, Bali.

Dalam sesi pemaparan materi, narasumber menjelaskan secara komprehensif mengenai berbagai ekspresi dalam bahasa Inggris yang biasa digunakan saat menghadapi komplain dari tamu hotel. Agar mahasiswa mendapatkan gambaran riil, materi juga dilengkapi dengan visualisasi contoh-contoh kasus keluhan yang paling sering terjadi di dunia perhotelan.

Menariknya, kuliah tamu ini tidak berjalan satu arah. Para mahasiswa diberikan kesempatan emas untuk terlibat aktif melalui aktivitas berlatih langsung secara interaktif melalui metode bermain peran guna menguji kemampuan komunikasi dan penyelesaian masalah secara langsung. Selain itu, pada kegiatan tersebut mahasiswa juga berkesempatan mendengar pengalaman langsung narasumber mengenai seluk-beluk dunia perhotelan, mulai dari strategi komunikasi dengan tamu, interaksi dengan rekan sejawat, hingga pemahaman alur sistem manajerial hotel.

"Komunikasi yang efektif dan pemahaman sistem manajerial adalah kunci utama dalam meredam serta menyelesaikan keluhan tamu secara profesional di industri hospitality," ungkap Ni Putu Yuni Ardianti Pratiwi dalam pemaparannya.

Antusiasme peserta semakin terlihat pada sesi diskusi interaktif. Selain membahas aspek penggunaan bahasa Inggris di bidang perhotelan, forum ini juga mengupas tuntas mengenai peluang dan prospek cerah bagi lulusan Program Studi Sastra Inggris untuk berkarier serta menduduki posisi strategis di industri perhotelan global.

Acara kemudian ditutup secara resmi oleh Koordinator Program Studi Sastra Inggris yang dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada Ni Putu Yuni Ardianti Pratiwi, S.S. sebagai bentuk apresiasi. Dalam penutupnya, Dr. I Gst Ngurah Parthama kembali mengucapkan terima kasih dan menaruh harapan besar agar wawasan berharga yang telah dibagikan dapat diserap serta diaplikasikan dengan baik oleh seluruh mahasiswa demi masa depan karier mereka.

Friday, June 5, 2026

Sastra Inggris FIB Unud dan Bina Desa Senganan Kanginan Implementasikan Pendidikan Berkualitas di SDN 4 Senganan

 


Senganan, 5 Juni 2026 – Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) bekerjasama dengan mahasiswa Bina Desa Senganan Kanginan melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat yang bertajuk “Pembelajaran Bahasa Inggris Kreatif bagi Siswa SDN 4 Senganan dalam Mendukung Pendidikan Berkualitas (SDG 4)”. Pengabdian ini menyasar siswa kelas 4-6 SD di SDN 4 Senganan serta dihadiri oleh mahasiswa Bina Desa, Koordinator Program Studi Sastra Inggris beserta para dosen dan para guru SDN 4 Senganan.

Kepala SDN 4 Senganan, Gusti Ayu Putu Maderi, S.Pd. SD., dalam sambutannya menyambut hangat kedatangan tim pengabdian dari prodi Sastra Inggris Unud. Beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas dipilihnya SDN 4 Senganan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Gusti Ayu Putu Maderi juga memaparkan kondisi riil kemampuan bahasa Inggris para siswa di sekolahnya yang dinilai masih relatif rendah jika dibandingkan dengan siswa-siswi di daerah perkotaan. Kesenjangan ini salah satunya disebabkan oleh keterbatasan paparan (exposure) penggunaan bahasa Inggris secara aktif di lingkungan siswa. Kondisi tersebut cukup disayangkan mengingat kompetensi berbahasa Inggris telah menjadi kebutuhan wajib di era saat ini. Oleh karena itu, pihak sekolah menyambut baik program ini dengan harapan besar.

"Kehadiran tim pengabdian ini diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris para siswa, tetapi juga memotivasi para guru di sekolah kami untuk meningkatkan proses pembelajaran yang lebih kreatif dan bermakna," ujar Gusti Ayu Putu Maderi.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Program Studi Sastra Inggris FIB Unud, Dr. I Gusti Ngurah Parthama, S.S., M.Hum., menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan untuk dapat melaksanakan pengabdian terkait pembelajaran bahasa Inggris kreatif di sekolah tersebut. Beliau memaparkan bahwa program ini merupakan langkah pengembangan dari rangkaian kegiatan Bina Desa yang sebelumnya telah dijalankan secara rutin oleh para mahasiswa setiap hari Sabtu. Mengakhiri sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih atas sambutan serta koordinasi yang baik dari pihak sekolah.

Dalam pelaksanaannya, proses pembelajaran difokuskan pada pengenalan kosakata dasar dan penerapan ungkapan kesantunan berbahasa yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Materi utama yang diberikan mencakup pengenalan nama-nama benda yang ada di ruang kelas (things in the classroom) serta benda-benda di lingkungan rumah (things at home). Selain pengayaan kosakata dasar, para mahasiswa juga melatih para siswa untuk mempraktikkan ungkapan kesantunan dalam bahasa Inggris (polite English phrases), seperti tata cara meminta izin, meminta tolong, dan memberikan respons yang tepat.

Guna menciptakan suasana belajar yang interaktif dan mengukur tingkat pemahaman siswa, pemaparan materi diiringi dengan pengerjaan lembar kerja praktik (worksheet). Lembar kerja tersebut dikemas secara aplikatif melalui berbagai variasi latihan, mulai dari menyusun kalimat permintaan sopan (polite requests), mencocokkan ungkapan dengan respons yang tepat (matching expressions), hingga melengkapi dialog singkat mengenai cara meminjam barang. 

Untuk menjaga antusiasme dan tingkat fokus siswa, pemaparan materi juga diselingi dengan berbagai variasi ice breaking dan permainan edukatif (mini-games) di masing-masing ruang kelas. Pendekatan belajar sambil bermain (learning by doing) ini diimplementasikan secara kreatif oleh para mahasiswa pengajar. Sebagai gambaran, siswa diajak melakukan permainan fisik interaktif yang melatih respons cepat mereka terhadap instruksi kosakata bahasa Inggris dasar. Melalui metode pembelajaran berbasis gerak tubuh yang menyenangkan ini, para siswa diharapkan dapat menyerap materi dengan lebih mudah tanpa merasa terbebani. 

Harapannya, program pengabdian masyarakat ini dapat menjadi jembatan untuk membangun sinergi dan intensitas pendampingan belajar di SDN 4 Senganan dapat terus dipertahankan dan berlanjut di masa depan. Upaya berkelanjutan dari para mahasiswa dan dosen di Desa Adat Senganan Kanginan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung target Sustainable Development Goals (SDG) ke-4, yakni menjamin pendidikan yang bermutu, inklusif, dan menyenangkan bagi anak-anak.


Wednesday, June 3, 2026

Kajian Lanskap Linguistik pada Billboard Kota Padang Antarkan Melati Theresia Raih Gelar Doktor FIB Unud

 


Denpasar, 3 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) kembali menyelenggarakan Sidang Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Linguistik. Ujian terbuka yang berlangsung di Auditorium Widya Sabha Mandala Gedung Ida Bagus Mantra Lantai III FIB Unud ini menghadirkan Melati Theresia, S.S., M.Hum. selaku promovenda dengan disertasinya yang berjudul “Billboard di Padang, Sumatera Barat: Kajian Lanskap Linguistik." dan berhasil mempertahankan disertasinya dengan predikat “Sangat Memuaskan” serta menjadi Doktor ke-281 di FIB Unud dan Doktor ke-281 di Program Studi Linguistik Program Doktor FIB Unud.

Tim penguji disertasi pada sidang kali ini diketuai oleh Prof. Dr. I Made Netra, S.S., M.Hum. serta didampingi oleh Prof. Dr. Ketut Artawa, M.A. selaku Promotor, Prof. Dr. I Wayan Mulyawan, S.S., M.Hum. selaku Kopromotor I, dan Prof. Dr. I Wayan Simpen, S.S., M.Hum. selaku Kopromotor II. Adapun anggota tim penguji pada sidang terbuka kali ini adalah Prof. Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum., Prof. Dr. Ketut Widya Purnawati, S.S., M.Hum., Dr. Silvia Damayanti, S.S., M.Hum., dan Prof. Dr. I Nengah Laba, M. Hum.

Disertasi ini dilatarbelakangi oleh pandangan bahwa lanskap linguistik di ruang publik, khususnya melalui media billboard di kota Padang, tidak sekadar berfungsi sebagai sebagai sarana promosi fungsional, melainkan turut merefleksikan praktik bahasa, ideologi, dan dinamika sosial masyarakatnya. Guna membongkar makna di balik realitas bahasa visual tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data secara empiris dilakukan melalui tahap observasi dan dokumentasi visual terhadap papan reklame yang tersebar di sepanjang sisi kanan dan kiri pada 9 (sembilan) jalan utama di wilayah kota Padang. Melalui proses pengambilan data yang berlangsung selama bulan Agustus 2024 tersebut, penelitian ini berhasil menghimpun dan memvalidasi sebanyak 144 data billboard

Berdasarkan hasil analisis, kajian ini mengidentifikasi keberadaan lima tipe teks utama yang secara konvensional terkandung dalam billboard di Kota Padang, yang meliputi teks regulasi, komersial, edukasi, politik, dan peringatan atau commemorative. Menariknya, penelitian ini membuahkan kebaruan teoretis (novelty) berupa pencetusan "tipe teks kombinasi". Kategori baru ini dirumuskan setelah ditemukannya sebelas tanda visual yang tidak dapat diidentifikasi menggunakan teori tipe teks pendahulu. Tipe teks kombinasi ini merangkum perpaduan pesan yang lebih kompleks dan berlapis, seperti kombinasi politik dan edukasi, peringatan dan edukasi, identitas dan komersial, komersial dan edukasi, artistik dan komersial, serta kombinasi teks protes dan alerting

Lebih jauh, telaah terhadap satuan lingual mengungkap bahwa billboard di Kota Padang secara strategis memanfaatkan elemen bahasa mulai dari tingkatan kata, frasa, hingga kalimat deklaratif maupun imperatif guna menarik perhatian masyarakat secara cepat. Dari sudut pandang Semiotik Sosial, konstruksi pesan pada billboard tersebut dibangun secara multimodal melalui kolaborasi tiga elemen utama, yakni mode tulisan, gambar, dan warna. Ketiga elemen tersebut pada akhirnya memproyeksikan makna denotatif yang berfokus pada informasi harfiah, serta makna konotatif yang membawa muatan pesan tersirat dan sangat bergantung pada konteks kultural masyarakat setempat. 

Menutup sidang, Prof. Dr. Ketut Artawa, M.A. selaku promotor menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi serta kerja keras yang telah dikerahkan oleh promovenda dalam merampungkan disertasinya. Beliau turut menghaturkan ucapan terima kasih kepada jajaran dewan penguji yang telah memberikan masukan konstruktif demi penyempurnaan riset tersebut. Sebagai penutup, Prof. Artawa menitipkan pesan moral agar promovenda senantiasa konsisten melahirkan karya-karya akademik yang inovatif dan pantang menyerah dalam menapaki langkah ke depannya.


Kolaborasi Internasional, FIB Unud dan Monash University Gelar Lokakarya Semiotika dan Multimodalitas

 


Denpasar, 3 Juni 2026 – Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) bekerjasama dengan Monash University Australia menyelenggarakan lokakarya bertajuk "Monash/Udayana Semiotics and Multimodality Workshop" yang berlangsung dari tanggal 3-4 Juni 2026; kegiatan ini sepenuhnya didanai oleh Monash University, Australia melalui Academy of Korean Studies Laboratory Grant. Lokakarya yang dilaksanakan di Ruang Sidang Dr. Ir. Soekarno, Gedung Poerbatjaraka Lantai IV FIB Unud dan secara hybrid melalui Zoom Meeting ini menghadirkan para ahli bahasa dari Indonesia dan Australia untuk membongkar cara manusia menciptakan dan memaknai pesan; menyoroti bagaimana bahasa, kebiasaan budaya, hingga saluran komunikasi yang dipilih saling berjalin dalam membentuk sebuah makna. Lokakarya ini turut dihadiri oleh jajaran dekanat FIB Unud, Koordinator dan dosen Program Studi Sastra Inggris hingga mahasiswa S3 Linguistik.

Mengawali kegiatan, Assoc. Prof.  Lucien Brown, mewakili tim delegasi Australia menyampaikan rasa terima kasihnya atas keramahan dan kesiapan profesional dari FIB Unud. Ia berharap lokakarya yang menghadirkan tim dari latar belakang internasional yang beragam ini dapat menjadi pembuka jalan untuk memperkuat kerjasama antar institusi di masa mendatang.

Di pihak lain, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. selaku Dekan FIB Unud menyambut hangat kedatangan para ahli linguistik dari Australia dan secara resmi membuka acara tersebut. Ia menggarisbawahi pentingnya memahami komunikasi secara utuh tidak hanya dari bahasa verbal, melainkan melalui berbagai ragam moda (multimodal) yang saling melengkapi serta menekankan lokakarya ini sebagai manifestasi nyata dari komitmen fakultas dalam membangun dan mengembangkan kapasitas akademik bagi mahasiswa dan dosen di lingkungan FIB Unud.

Pembicara utama dari lokakarya ini adalah Assoc. Prof. Lucien Brown serta Dr. Daniel Pieper dari Monash University, Dr. Eldin Milak dari Curtin University, serta Dr. Jessica Kruk dari The University of Western Australia. 

Pada sesi panel utama, benang merah diskusi langsung berfokus pada fenomena ekspansi bahasa dan budaya pop Korea Selatan di Asia Pasifik melalui kacamata semiotika transnasional. Assoc. Prof. Lucien Brown menyoroti pergeseran makna (resemiotisasi) pada kata "Oppa". Ia membedah bagaimana panggilan yang awalnya bermakna kekerabatan tersebut kini dikomodifikasi menjadi standar maskulinitas ideal, bahkan kerap berkelindan dengan praktik eksploitasi dan penipuan romansa daring di luar Korea. Selaras dengan temuan tersebut, Dr. Jessica Kruk mengeksplorasi gestur finger heart yang marak di media massa Indonesia. Rekontekstualisasi gestur ini membuktikan bahwa finger heart telah berevolusi dari sekadar tren budaya pop menjadi simbol identitas modern bagi anak muda lintas negara. 

Diskusi berlanjut pada tatanan linguistik dan ortografi yang dibawakan oleh Dr. Daniel Pieper. Melalui studi kasus penerapan aksara Han'gŭl pada bahasa suku Cia-Cia di Sulawesi Tenggara, ia mengupas kompleksitas antara nasionalisme bahasa Korea dan adaptasinya oleh masyarakat di luar batas teritorial negara tersebut. Melengkapi eksplorasi identitas "Ke-Korea-an" global ini, Dr. Eldin Milak menutup sesi utama dengan membedah fenomena prefiksasi, yang menyoroti bagaimana penggunaan awalan "K-" (seperti pada K-Pop atau K-Drama) dan "Han-" mendikte pembentukan makna baru di tengah masyarakat dunia.

Melanjutkan materi dari pemateri utama sebelumnya, lokakarya berlanjut dengan sesi presentasi  yang menyoroti penerapan semiotika dari ruang fisik tradisional hingga lanskap digital. Eksplorasi lokalitas timur Indonesia dibawakan oleh Polce Aryanto Bessie yang membedah makna kognitif baliho di Kota Kupang, bersanding dengan riset Agnes Odiyanti Manek terkait "malak noni" sebagai representasi semiotik kepemilikan hewan dan identitas kultural Suku Dawan. Beralih ke ranah digital, Rabiatul Adawiah menyajikan analisis multimodal pada tata letak studio podcast YouTube "LOGIN" yang secara visual membangun otoritas dalam dialog antaragama, sementara kajian Matthew Skidmore dan Levi Dubridge membongkar konstruksi afektif identitas kultural Korea-Australia melalui narasi visual di Instagram. Melengkapi keragaman diskursus tersebut, Marc Yeo memaparkan polemik papan nama beraksara Jawi di Malaysia dalam kacamata politik identitas etnis dan religiositas.

Memasuki hari kedua, lokakarya berganti fokus pada penguatan research skills partisipan melalui dua sesi praktik yang interaktif. Pada sesi pertama bertajuk “Linguistic Landscapes” yang dipandu oleh Dr. Jessica Kruk dan Dr. Eldin Milak, peserta dibekali kerangka metodologis untuk membedah bagaimana makna diproduksi melalui teks visual di ruang publik. Teori ini langsung diaplikasikan dalam diskusi kelompok, di mana peserta ditantang untuk menebak negara asal sebuah kafe murni dengan menganalisis elemen semiotik keruangan, seperti warna cat dan penataan objek di dalamnya. 

Penguatan research skills ini berlanjut pada sesi “Pragmatic and Social meanings of gesture and multimodality” bersama Assoc. Prof. Lucien Brown dan Dr. Daniel Pieper. Pada sesi yang melatih kemampuan mengidentifikasi dan mengodekan praktik visual tubuh ini, peserta diajak membedah makna berlapis di balik ragam cuplikan interaksi, mulai dari taktik gerakan tangan dalam diskusi presidensial untuk menekankan poin krusial, hingga analisis gestur tubuh dalam drama Korea yang secara implisit menunjukkan superioritas dan disparitas hubungan antar karakternya.

Penyelenggaraan lokakarya ini diharapkan menjadi batu loncatan yang solid dalam mengukuhkan kerja sama internasional FIB Unud. Kedepannya, keterampilan riset yang diperoleh para peserta diharapkan mampu diaktualisasikan ke dalam karya-karya penelitian linguistik yang kritis, inovatif, dan relevan dengan tantangan zaman.

Kolaborasi Internasional FIB dan Monash


Tuesday, June 2, 2026

Dosen Prodi Arkeologi FIB Unud Terlibat dalam kegiatan Penetapan Cagar Budaya Kota Pekalongan

 


Pekalongan, 2 Juni 2026 - Program Studi Arkeologi memberikan kontribusi dalam kegiatan Penetapan Cagar Budaya sebagai implementasi Undang Undang Cagar Budaya No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Selain itu, keterlibatan dosen Prodi Arkeologi sebagai Tim Ahli Cagar Budaya merupakan wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian masyarakat.

Kegiatan penetapan Cagar Budaya telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga setiap satu tahun sekali sejak tahun 2019. Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Pekalongan terdiri atas lima orang, yaitu Agus Hamzah (Analis Hukum Muda pada Bagian Hukum Setda Kota Pekalongan), Afdlila Ranganti (Pamong Budaya Ahli Muda pada Dinparbudpora Kota Pekalongan), Adhesty Septana Noer (Pamong Budaya Ahli Muda pada Dinpenbud Parekraf Provinsi Jawa Tengah), Vita Marshinta Devi (Arsitek/Pensiunan Perencana Madya BAPPEDA Kota Pekalongan), Moch. Dirhamsyah (Kepala Divisi Pemberitaan & Kerja Sama Radio Kota Batik Pekalongan), dan Citra Iqliyah Darojah (Dosen Asisten Ahli Prodi Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

Penetapan Cagar Budaya setiap tahunnya diikuti oleh TACB Kota Pekalongan dengan fasilitas dari Dinparbudpora melalui rangkaian survei ke lokasi Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB), penyusunan naskah rekomendasi penetapan, dan sidang penetapan. Tahun 2026, terdapat dua ODCB sebagai objek penetapan yaitu Eks Rumah Residen Pekalongan dan Gapura Kerkhof Makam Kristen Pekalongan. Kedua ODCB tersebut merupakan Cagar Budaya yang tergolong sebagai Bangunan. Gapura Kerkhof Makam Kristen Pekalongan dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, sedangkan Eks Rumah Residen Pekalongan dikelola oleh Badan Aset Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Selain sebagai wujud implementasi Undang Undang Cagar Budaya No 11 Tahun 2010, kegiatan Penetapan merupakan bentuk kerjasama antar instansi baik di sektor pemerintahan, akademisi, dan praktisi. Proses Penetapan juga dilakukan melalui kajian multidisiplin yang melibatkan arkeolog, arsitek, ahli sejarah, dan ahli hukum. 

Hasil kajian berupa naskah rekomendasi Penetapan Cagar Budaya diusulkan oleh Dinparbudpora ke Wali Kota Pekalongan dengan pengawalan dari Biro Hukum untuk kemudian disahkan melalui Surat Keputusan Wali Kota. TACB juga menyusun naskah rekomendasi Pemeringkatan, sebagai landasan status Cagar Budaya Peringkat Kota. Kegiatan ini diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan untuk menjaga semangat pelestarian Cagar Budaya, secara khusus di tingkat Kota Pekalongan dan secara umum di Jawa Tengah.

 


FIB Unud Gelar KELIR Seri 1: Menenun Masa Depan Bahasa dan Budaya Bali di Era Digital

  Program Studi Linguistik Program Doktor Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana resmi menggelar edisi perdana Kolokium Eksplorasi Linguis...