Tuesday, May 19, 2026

Workshop Simulasi Akreditasi dan Pembacaan LED Digelar oleh Prodi Sastra Inggris FIB Unud

 


Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana menyelenggarakan kegiatan Workshop Simulasi Akreditasi dan Pembacaan Laporan Evaluasi Diri (LED) pada 20–21 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penguatan persiapan akreditasi program studi serta peningkatan pemahaman terhadap instrumen akreditasi terbaru. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Priyono FIB Unud ini diikuti oleh Koordinator Program Studi Sastra Inggris, Dr. I Gusti Ngurah Parthama, S.S., M.Hum., Ketua TPPM Program Studi Sastra Inggris Dr. Ni Made Ayu Widiastuti, S.S, M.Hum., dan para dosen dari Program Studi Sastra Inggris sebagai bagian daryaitu i upaya persiapan menghadapi proses akreditasi program studi. 

Workshop menghadirkan Prof. Dr. Pujiharto, M.Hum. dari Universitas Gadjah Mada yang juga merupakan asesor BAN-PT. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D.. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kesiapan institusi dalam menghadapi proses akreditasi yang semakin dinamis dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan. 

Dalam pemaparannya, Prof. Pujiharto menjelaskan bahwa proses akreditasi saat ini telah menggunakan sistem SAPTO 2.0 sehingga memerlukan dukungan teknologi informasi yang kuat, terutama dalam pengelolaan data dan dokumen akreditasi. Integrasi data akademik, administrasi, serta dokumentasi berbasis digital dinilai menjadi aspek penting dalam menunjang kelancaran proses asesmen. Selain itu, beliau juga menyoroti perubahan pada kriteria penilaian akreditasi unggul yang kini terdiri atas lima kriteria utama. Oleh karena itu, tim penyusun borang dan LED diharapkan lebih cermat dalam menyusun narasi, bukti, serta keterkaitan antar indikator agar dapat memenuhi standar penilaian secara optimal.

Kegiatan workshop berlangsung secara interaktif melalui sesi simulasi, pembacaan LED, serta diskusi teknis terkait penyusunan dokumen akreditasi. Para peserta yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan tim akreditasi Program Studi Sastra Inggris mengikuti kegiatan dengan antusias guna memperkuat kesiapan menghadapi proses akreditasi mendatang.


Maknai Hari Kebangkitan Nasional, Unit Lontar Unud Konservasi Naskah Kuno Hibah dari Belanda

 


Dalam memaknai perayaan Hari Kebangkitan Nasional, Unit Lontar Universitas Udayana (ULU) mengambil langkah nyata yang bukan hanya sekadar acara seremonial, namun juga sebagai tonggak kebangkitan budaya. Langkah nyata yang diambil adalah melakukan konservasi terhadap naskah lontar kuno yang baru dipulangkan dari Belanda. Konservasi lontar kuno ini terlaksana di Ruang Penyimpanan Lontar, Gedung Prof. Dr. I Gusti Ngurah Bagus FIB Unud. Konservasi lontar kuno ini tidak hanya dikerjakan oleh tenaga ahli, namun turut melibatkan mahasiswa secara langsung dari Program Studi Sastra Jawa Kuno FIB Unud. 

Mengawali kegiatan konservasi, Dr. Putu Ari Suprapta Pratama, M.Hum. selaku Sekretaris Unit Lontar Unud menegaskan bahwa konservasi ini adalah wujud pelestarian naskah lontar Bali yang telah dipulangkan, di mana perayaan Hari Kebangkitan Nasional sangat erat kaitannya dengan aksi nyata penyelamatan naskah tersebut. Meskipun kondisi fisik naskah hibah ini secara umum tergolong baik dan terawat, tindakan konservasi berkala tetap wajib dilakukan untuk membersihkan material perusak dan memperpanjang usia fisik lontar agar dapat diteruskan ke generasi mendatang.

Fokus utama dari konservasi lontar kuno ini adalah lontar yang dihibahkan oleh David Stuart Fox, seorang mantan pustakawan dari Rijksmuseum voor Volkenkunde (Museum Etnologi Nasional) di Leiden, Belanda. Dari keseluruhan 30 lontar hibah tersebut, Tim Unit Lontar Unud bergerak secara cepat untuk memprioritaskan konservasi terhadap empat cakep lontar pada tahap awal ini. Empat cakep lontar yang memuat pengetahuan tradisional Bali yang sangat bernilai tersebut diantaranya:

  • 62 Lembar Lontar Krakah yang memuat pedoman membaca aksara suci Modre, yang dilengkapi dengan tata cara pelafalan serta simbol-simbol suci aksara Bali.

  • 48 Lembar Lontar Wariga Gemet yang memuat ilmu astronomi tradisional Bali yang berkaitan dengan perhitungan hari baik dan buruk (dewasa).

  • 15 Lembar Lontar Geguritan Dewasa yang memuat acuan krusial bagi masyarakat untuk mengukur baik atau buruknya suatu hari sebelum melangsungkan upacara keagamaan.

  • 28 Lembar Lontar Anggelar Puja Parikrama yang turut menjadi bagian penting dari koleksi naskah yang juga berhasil diselamatkan pada tahap ini.  

Dengan pelibatan mahasiswa secara langsung dalam kegiatan konservasi lontar ini, para mahasiswa memiliki kesempatan untuk mempraktikkan ilmu konservasi dan filologi secara langsung, sekaligus menumbuhkan kedekatan emosional dengan peninggalan leluhur yang sebelumnya sempat melanglang buana ke negeri kincir angin tersebut. Pemulangan puluhan naskah lontar ini pada akhirnya semakin mengukuhkan komitmen Universitas Udayana sebagai pusat kajian naskah Nusantara yang terpercaya sekaligus sebagai benteng pertahanan kebudayaan. 

Monday, May 11, 2026

Penandatanganan Kerja Sama Universitas Udayana dan Fakultas Ilmu Budaya dengan Institut Seni Indonesia Bali


Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana turut menghadiri kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama antara Universitas Udayana dengan Institut Seni Indonesia Bali yang dilaksanakan pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Rektor, Gedung Pascasarjana Lantai 1 Kampus Sudirman Denpasar dan dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kedua institusi yaitu Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Informasi, Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Plt. Kepala Biro Akademik, Kerja Sama dan Humas, Koordinator Program Studi S3 Kajian Budaya, dan Koordinator UPIKS Fakultas Ilmu Budaya.

Acara diawali dengan sambutan dari Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, ST., Ph.D. serta sambutan dari Rektor Institut Seni Indonesia Bali, Prof. Dr. I Wayan Adnyana, Sn., M.Sn. Dalam sambutannya, kedua pimpinan institusi menyampaikan pentingnya penguatan sinergi antarlembaga pendidikan tinggi dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat di Bali dan Indonesia.

Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Rektor Universitas Udayana bersama Rektor Institut Seni Indonesia Bali sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperluas jejaring kolaborasi akademik dan kelembagaan. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pelaksanaan berbagai program strategis yang mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia di bidang budaya dan seni.

Selain penandatanganan Nota Kesepahaman, dilaksanakan juga penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana dengan Pascasarjana ISI Bali. Penandatanganan PKS dilakukan oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D.  bersama Direktur Pascasarjana ISI Bali, Nyoman Dewi Pebriyani, ST. M.A., Ph.D. Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong pelaksanaan kegiatan akademik bersama, seperti penelitian kolaboratif, seminar, pertukaran narasumber, serta pengembangan kajian budaya dan seni secara berkelanjutan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata dan ramah tamah antara para peserta yang hadir. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai jalannya kegiatan sebagai simbol eratnya hubungan kerja sama antara Universitas Udayana dan Institut Seni Indonesia Bali. Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan PKS ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin produktif dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi, seni, dan budaya di Bali. 


Wednesday, May 6, 2026

Tumbuhkan Semangat untuk Melanjutkan Pendidikan,: SMK Negeri 1 Surabaya Berkunjung ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

 



Tabanan, 3 Mei 2026 - Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (HMPSSI FIB Unud) menyelenggarakan kegiatan donasi (charity) dan pengabdian masyarakat di Panti Asuhan Salam, Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini adalah salah satu rangkaian Competition and Charity of English Department (CCED) 2026 yang merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh HMPSSI FIB Unud. Program ini dilaksanakan sebagai wujud nyata dedikasi sosial HMPSSI FIB Unud untuk terjun langsung menumbuhkan solidaritas terhadap sesama. 

Turut hadir memberikan dukungan langsung dalam kegiatan ini adalah Koordinator Program Studi Sastra Inggris, Dr. I Gusti Ngurah Parthama, S.S., M.Hum., yang juga hadir mewakili Dekan FIB Unud. Kehadirannya didampingi oleh perwakilan dosen sekaligus pembina HMPSSI FIB Unud, yakni Nissa Puspitaning Adni, S.S., M.Hum., dan Putu Wahyu Widiatmika, S.S., M.Hum. 

Pemilihan Panti Asuhan Salam sebagai target penyaluran donasi didasari oleh urgensi kebutuhan di lapangan. Berbeda dengan institusi pendidikan formal yang umumnya ditopang oleh sistem pendanaan dan struktur yang stabil, panti asuhan dinilai jauh lebih esensial untuk dibantu. Hal ini mengingat tingginya ketergantungan mereka terhadap kepedulian masyarakat luas guna memenuhi kelangsungan hidup dan operasional sehari-hari.

Menariknya, rangkaian kunjungan ini tidak sebatas pada penyerahan bantuan materi. Panitia CCED 2026 turut menyelenggarakan program pengajaran bahasa Inggris yang metode pendekatannya disesuaikan dengan tingkatan usia penghuni panti. Bagi kelompok anak usia dini hingga sekolah dasar, edukasi difokuskan pada pemahaman dasar seperti pengenalan angka dan magic words (ungkapan kesopanan sehari-hari). Materi ini dikemas secara interaktif melalui ragam permainan dan ice breaking berbasis gerak fisik untuk menjaga antusiasme anak-anak. Selain itu, panitia memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai frasa bahasa Inggris yang berkaitan dengan tanggung jawab (responsibility), baik di ranah domestik, sekolah, maupun lingkungan sosial kepada kelompok usia remaja (SMP-SMA),. Sesi edukasi yang komprehensif ini kemudian ditutup dengan kehangatan permainan estafet karet yang sukses meleburkan jarak antara panitia dan adik-adik panti.

Dalam momentum pengabdian tersebut, HMPSSI FIB Unud berhasil menghimpun dan menyalurkan sejumlah donasi dari berbagai pihak. Seluruh bentuk kepedulian tersebut telah disalurkan secara strategis untuk memenuhi empat sektor krusial operasional panti, yakni: perlengkapan penunjang edukasi, perlengkapan kebersihan, fasilitas kesehatan dasar melalui pengadaan kotak P3K, serta pemenuhan pangan harian berupa paket sembako. 

Secara keseluruhan, inisiatif ini merepresentasikan komitmen dari tema besar CCED 2026, “Empowering Youth Cultural Creativity in the Digital Age”. Melalui pengabdian ini, HMPSSI FIB Unud membuktikan bahwa semangat kompetisi akademik mahasiswa Sastra Inggris dapat berjalan selaras dengan dedikasi sosial. Ke depannya, program ini diharapkan mampu memantik kesadaran kolektif agar generasi muda yang berprestasi dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia.

Sunday, May 3, 2026

HMPSSI FIB Unud Wujudkan Dedikasi Sosial Melalui Charity sebagai Rangkaian CCED 2026 di Panti Asuhan Salam

 


Tabanan, 3 Mei 2026 - Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (HMPSSI FIB Unud) menyelenggarakan kegiatan donasi (charity) dan pengabdian masyarakat di Panti Asuhan Salam, Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini adalah salah satu rangkaian Competition and Charity of English Department (CCED) 2026 yang merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh HMPSSI FIB Unud. Program ini dilaksanakan sebagai wujud nyata dedikasi sosial HMPSSI FIB Unud untuk terjun langsung menumbuhkan solidaritas terhadap sesama. 

Turut hadir memberikan dukungan langsung dalam kegiatan ini adalah Koordinator Program Studi Sastra Inggris, Dr. I Gusti Ngurah Parthama, S.S., M.Hum., yang juga hadir mewakili Dekan FIB Unud. Kehadirannya didampingi oleh perwakilan dosen sekaligus pembina HMPSSI FIB Unud, yakni Nissa Puspitaning Adni, S.S., M.Hum., dan Putu Wahyu Widiatmika, S.S., M.Hum. 

Pemilihan Panti Asuhan Salam sebagai target penyaluran donasi didasari oleh urgensi kebutuhan di lapangan. Berbeda dengan institusi pendidikan formal yang umumnya ditopang oleh sistem pendanaan dan struktur yang stabil, panti asuhan dinilai jauh lebih esensial untuk dibantu. Hal ini mengingat tingginya ketergantungan mereka terhadap kepedulian masyarakat luas guna memenuhi kelangsungan hidup dan operasional sehari-hari.

Menariknya, rangkaian kunjungan ini tidak sebatas pada penyerahan bantuan materi. Panitia CCED 2026 turut menyelenggarakan program pengajaran bahasa Inggris yang metode pendekatannya disesuaikan dengan tingkatan usia penghuni panti. Bagi kelompok anak usia dini hingga sekolah dasar, edukasi difokuskan pada pemahaman dasar seperti pengenalan angka dan magic words (ungkapan kesopanan sehari-hari). Materi ini dikemas secara interaktif melalui ragam permainan dan ice breaking berbasis gerak fisik untuk menjaga antusiasme anak-anak. Selain itu, panitia memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai frasa bahasa Inggris yang berkaitan dengan tanggung jawab (responsibility), baik di ranah domestik, sekolah, maupun lingkungan sosial kepada kelompok usia remaja (SMP-SMA),. Sesi edukasi yang komprehensif ini kemudian ditutup dengan kehangatan permainan estafet karet yang sukses meleburkan jarak antara panitia dan adik-adik panti.

Dalam momentum pengabdian tersebut, HMPSSI FIB Unud berhasil menghimpun dan menyalurkan sejumlah donasi dari berbagai pihak. Seluruh bentuk kepedulian tersebut telah disalurkan secara strategis untuk memenuhi empat sektor krusial operasional panti, yakni: perlengkapan penunjang edukasi, perlengkapan kebersihan, fasilitas kesehatan dasar melalui pengadaan kotak P3K, serta pemenuhan pangan harian berupa paket sembako. 

Secara keseluruhan, inisiatif ini merepresentasikan komitmen dari tema besar CCED 2026, “Empowering Youth Cultural Creativity in the Digital Age”. Melalui pengabdian ini, HMPSSI FIB Unud membuktikan bahwa semangat kompetisi akademik mahasiswa Sastra Inggris dapat berjalan selaras dengan dedikasi sosial. Ke depannya, program ini diharapkan mampu memantik kesadaran kolektif agar generasi muda yang berprestasi dapat terus memberikan kontribusi riil bagi masyarakat Indonesia. 


Saturday, May 2, 2026

Tingkatkan Kesadaran Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga, Tim Bina Desa Pedungan Gelar Sosialisasi dan Demonstrasi Eco Enzyme di Banjar Sawah, Pedungan

 


Denpasar, 2 Mei 2026 — Tim Bina Desa Pedungan 2026 melaksanakan kegiatan sosialisasi dan praktik langsung pengelolaan sampah organik rumah tangga melalui pembuatan eco enzyme sebagai solusi ramah lingkungan. Kegiatan yang berlangsung di Wantilan Banjar Sawah, Pedungan ini dihadiri oleh 25 orang peserta, yaitu Kepala Lingkungan Banjar Sawah Pedungan, Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta Ibu-Ibu perwakilan anggota PKK.

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah organik dapur agar dapat dimanfaatkan menjadi produk yang lebih bernilai guna. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan eco enzyme, bahan dan alat yang digunakan, tahapan pembuatan, teknik penyimpanan, serta manfaat penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh materi dipaparkan langsung oleh tim Bina Desa Pedungan 2026.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi demonstrasi pembuatan eco enzyme. Peserta terlibat langsung dalam proses pembuatan, mulai dari pencampuran limbah kulit buah dan sayur, penambahan molase dan air, hingga teknik penyimpanan yang tepat. Praktik ini dilakukan dengan pendampingan panitia guna memastikan setiap tahapan dapat dipahami dengan baik.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu menerapkan pembuatan eco enzyme secara mandiri di rumah sebagai upaya pengelolaan sampah organik. Ke depan, hasil eco enzyme yang telah dipanen direncanakan akan dimanfaatkan bersama melalui kegiatan penebaran cairan eco enzyme di sungai, parit, dan saluran air di wilayah Desa Adat Pedungan yang ditargetkan akan dilangsungkan saat masa panen eco enzyme dalam 1 bulan mendatang sebagai langkah nyata dalam mengurangi pencemaran lingkungan.



Friday, May 1, 2026

Program Studi Sastra Indonesia Selenggarakan Acara Puncak Pekan Sastra Untuk Mengenang Sastrawan Chairil Anwar

 




Pada hari Jumat, 1 Mei 2026 — Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana menggelar puncak Pekan Sastra 2026 di Auditorium Widya Sabha Mandala, Fakultas Ilmu Budaya. Kegiatan ini menjadi penutup dari seluruh rangkaian acara yang telah berlangsung sebelumnya. Pekan Sastra adalah salah satu kegiatan  rutin yang dilakukan setiap tahun oleh Program Studi Sastra Indonesia sehingga seluruh sivitas Sastra Indonesia turut memeriahkan acara ini.

Pekan Sastra 2026 yang bertema Sastra, Kritik dan Politik diselenggarakan sebagai bentuk peringatan hari wafat salah satu sastrawan besar Indonesia, Chairil Anwar . Melalui kegiatan ini, panitia berupaya menghidupkan kembali semangat berkarya dan berpikir kritis masyarakat dalam dunia sastra. 

Ketua panitia melaporkan bahwa rangkaian Pekan Sastra yang telah dilaksanakan meliputi Webinar Nasional secara daring, Lomba Baca Puisi, Lomba Kritik Sastra, serta Puncak Acara sebagai penutup  keseluruhan program. Ketua Himpunan Sastra Indonesia juga turut mengapresiasi kerja keras semua panitia yang telah mempersiapkan acara itu dalam waktu yang cukup panjang. 

Dalam sambutannya, Koordinator Program Studi Sastra Indonesia, Dr. I Gusti Ayu Agung Mas Triadnyani, S.S., M.Hum., menegaskan bahwa program studi memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan mahasiswa ini, termasuk melalui pengalokasian sebagian dana. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta, pembicara, juri, panitia, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara tersebut.

Sementara itu, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Budaya, Dr. Ni Ketut Puji Astiti Laksmi, S.S., M.Si., menyampaikan bahwa penyelenggaraan Pekan Sastra merupakan langkah yang tepat dan relevan bagi Program Studi Sastra Indonesia. Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta lomba agar tidak berkecil hati jika belum meraih kemenangan, karena keberanian untuk berpartisipasi dan mencoba sudah merupakan pencapaian yang patut diapresiasi.

Rangkaian puncak acara juga diisi dengan sharing session bersama para juri lomba baca puisi dan kritik sastra, yang memberikan evaluasi serta wawasan kepada peserta. Kegiatan ini dilanjutkan dengan penampilan kreatif dari mahasiswa lintas angkatan yang menampilkan berbagai bentuk ekspresi seni sastra, seperti Monolog, Drama, dan Bernyanyi. Sebagai klimaks, dilakukan pengumuman dan awarding pemenang lomba Pekan Sastra 2026. Momen ini menjadi bentuk apresiasi terhadap para peserta dari berbagai kalangan yang telah berpartisipasi dan menunjukkan kreativitasnya dalam bidang sastra.

Melalui kegiatan ini, Pekan Sastra 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bersama bagi masyarakat untuk mengenal, mengapresiasi, dan mengembangkan sastra Indonesia. Semangat yang diwariskan oleh Chairil Anwar diharapkan terus hidup dan menginspirasi generasi masa kini untuk berkarya dan berpikir kritis. 


FIB Unud Gelar KELIR Seri 1: Menenun Masa Depan Bahasa dan Budaya Bali di Era Digital

  Program Studi Linguistik Program Doktor Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana resmi menggelar edisi perdana Kolokium Eksplorasi Linguis...