Fakultas Ilmu Budaya Universitas
Udayana resmi melepas 309 mahasiswanya dalam acara Yudisium Calon Wisudawan
Periode ke-177 dan 178 yang digelar pada Kamis, 20 Agustus 2026. Upacara
akademik yang berlangsung di Auditorium Widya Sabha Mandala, Gedung Prof. Dr.
Ida Bagus Mantra Lantai III FIB Unud ini turut dihadiri oleh jajaran dekanat,
senat fakultas, para koordinator program studi, pimpinan unit kerja, tenaga
kependidikan, serta perwakilan lembaga kemahasiswaan di lingkungan FIB
Unud.
Pelaksanaan yudisium menjadi
prasyarat mutlak yang menandai berakhirnya masa studi mahasiswa secara
administratif dan akademik di fakultas. Melalui prosesi ini, 309 mahasiswa
tersebut resmi dikukuhkan sebagai alumni FIB Unud untuk kemudian dilepas ke tingkat
universitas. Berdasarkan laporan akademik dari Dr. I Gede Oeinada, S.S., M.Hum.
selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama, lulusan pada yudisium periode
ini menunjukkan kualitas akademik dan efisiensi studi yang sangat baik. Pada
jenjang Sarjana (S1) yang menjadi kelompok mayoritas, tercatat rata-rata
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mencapai 3,87 dengan masa studi 51 bulan.
Sementara itu, lulusan program pascasarjana (Magister dan Doktoral) turut
menorehkan prestasi impresif dengan rata-rata IPK pada rentang 3,80 hingga
3,93, serta waktu penyelesaian studi antara 30 hingga 49 bulan. Dari sisi
sebaran peserta, Program Studi Sastra Inggris mendominasi pelepasan kali ini
dengan menyumbang 103 calon wisudawan, sedangkan Program Studi Sastra Jawa Kuna
melepas sejumlah 10 mahasiswa.
Calon wisudawan terbaik dipaparkan
oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Informasi, Dr. Ni Ketut Puji
Astiti Laksmi, S.S., M. Si. Calon wisudawan terbaik untuk periode ke-177 dari
program Sarjana diraih oleh Ni Kadek Febriyati Wulandari, S.S. dari Program
Studi Sastra Inggris. Calon wisudawan terbaik dari program Magister diraih oleh
Ni Putu Dian Angga Melani, S.S., M.Hum. dari Magister Linguistik, dan calon
wisudawan terbaik dari program Doktoral diraih oleh Dr. Asridayani, S.S.,
M.Hum. dari Doktor Linguistik.
Periode ke-178, calon wisudawan
terbaik dari program Sarjana diraih oleh Rafi Nazmi Ghifari, S.S. dari program
studi Sastra Inggris, Calon wisudawan terbaik dari program Magister diraih oleh
Ni Nyoman Tri Gitayani, S.S., M.Hum. dari Magister Linguistik, dan calon
wisudawan terbaik dari program Doktoral diraih oleh Dr. Yana Qomariana, S.S.,
M.Ling. dari Doktor Linguistik.
Puncak kehidmatan acara ditandai
dengan prosesi pengalungan gordon kepada seluruh 309 calon wisudawan oleh Dekan
FIB Unud dan penyerahan sertifikat kelulusan oleh masing-masing Koordinator
Program Studi. Suasana haru dan penuh kebanggaan yang menyelimuti Auditorium
Widya Sabha Mandala ini turut disemarakkan oleh persembahan hiburan dari Unit
Kegiatan Mahasiswa (UKM) Symphony FIB Unud.
Sesudah sesi pengalungan gordon
kepada seluruh calon wisudawan, Ni Kadek Febriyati Wulandari, S.S. yang didapuk
sebagai perwakilan wisudawan terbaik memberikan kesan pesan selama studi yang
reflektif. Ia menekankan bahwa kelulusan ini bukanlah sebuah garis akhir,
melainkan titik awal yang membawa ketidakpastian sekaligus peluang baru untuk
terus belajar. Mewakili rekan-rekannya, ia menyampaikan apresiasi mendalam
kepada jajaran sivitas akademika, tenaga kependidikan, serta keluarga yang
terus memberikan dukungan.
Mengakhiri rangkaian kegiatan,
Dekan FIB Unud, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. menekankan bahwa
kegagalan adalah bahan baku utama menuju kesuksesan. Mengambil inspirasi dari
perjalanan tokoh dunia seperti J.K. Rowling, Thomas Alva Edison, hingga
pesepakbola Lionel Messi, Dekan mengingatkan para lulusan agar tidak takut
menghadapi penolakan di dunia nyata. Lebih lanjut, beliau juga membagikan
pengalaman pribadinya saat menghadapi penolakan jurnal internasional semasa
studi doktoralnya, yang justru menjadi batu loncatan menuju publikasi
bereputasi tinggi.
Berakhirnya prosesi yudisium ini
sekaligus menjadi penanda dimulainya babak baru bagi ke-309 lulusan. Berbekal
ilmu kebudayaan dan gelar yang kini disandang, para calon wisudawan diharapkan
tidak hanya siap menghadapi tantangan global, tetapi juga mampu mengukir jejak
kesuksesan dan membawa nama baik almamater di tengah masyarakat.

No comments:
Post a Comment