Wednesday, July 22, 2026

Paradoks Moralitas di Jalan Raya: Dosen ISI Bali Sukses Raih Gelar Doktor Kajian Budaya FIB Unud


Program Studi Doktor Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) kembali melahirkan doktor baru melalui Sidang Ujian Terbuka yang terlaksana pada hari Kamis 23 Juli 2026 dan bertempat di Ruang Sidang Dr. Ir. Soekarno, Gedung Poerbatjaraka Lantai IV FIB Unud. Momen perayaan akademik yang berlangsung khidmat ini turut disaksikan secara langsung oleh pihak keluarga, kolega sejawat dari Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, serta rekan-rekan mahasiswa seangkatan S3 yang hadir untuk memberikan dukungan penuh.  Promovenda atas nama Ida Ayu Dwita Krisna Ari, S.Sn., M.Sn. yang sekaligus merupakan dosen program studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Seni Indonesia (ISI) Bali berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Representasi Perempuan dalam Wacana Lukisan Bak Truk di Bali”. Promovenda meraih predikat “Sangat Memuaskan” serta menjadi Doktor ke-287 di FIB Unud dan doktor ke-306 di program studi Doktor Kajian Budaya FIB Unud.

Sidang Ujian Terbuka ini dipimpin oleh Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. Beliau didampingi oleh Prof. Dr. Anak Agung Ngurah Anom Kumbara, M.A. selaku promotor, Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum. selaku kopromotor 1, dan Dr. I Wayan Suardiana, M.Hum. selaku kopromotor 2. Adapun penguji pada Sidang Ujian Terbuka kali ini diantaranya Prof. Dr. I Nyoman Weda Kusuma, M.S., dan Dr. Ni Luh Putu Ari Sulatri, S.S., M.Hum. Guna menguji kebaruan riset secara objektif, sidang ujian terbuka ini turut menghadirkan dua penguji eksternal dari Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, yakni Dr. Tjokorda Udiana Nindhia Pemayun, S.Sn., S.H., M.Hum. dan Dr. Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi, S.Sn., M.Erg.

Latar belakang penyusunan disertasi ini didasarkan pada fenomena lukisan bak truk di Bali yang cenderung dipandang oleh masyarakat umum sekadar sebagai hiburan jalanan yang lucu dan spontan. Padahal, di balik bentuk visual yang tampak sederhana, praktik wacana budaya tersebut sesungguhnya menyimpan makna mendalam mengenai representasi identitas, kelas sosial, humor, hingga ideologi yang dinegosiasikan. Secara akademis, terdapat kesenjangan kajian yang selama ini kerap mengabaikan dimensi ideologis dan relasi kuasa di balik praktik estetika jalanan tersebut. Teks verbal maupun teks visual yang dihadirkan pada bak truk pada dasarnya tidak pernah bersifat netral, melainkan beroperasi aktif sebagai ruang diskursif bergerak yang memproduksi, menaturalisasi, serta menyebarkan wacana bias gender terkait tubuh perempuan.  

Untuk membedah persoalan tersebut secara komprehensif, penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan mengintegrasikan landasan teoretis Kajian Budaya secara eklektik. Kerangka teori yang diaplikasikan meliputi teori representasi Stuart Hall, semiotika Roland Barthes, feminisme Julia Kristeva, analisis wacana kritis Norman Fairclough, hingga teori praktik sosial Pierre Bourdieu. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, studi dokumen, serta wawancara mendalam terhadap informan kunci yang dipilih secara purposif, yang terdiri atas sopir truk, pemilik truk, dan seniman lukis yang beroperasi di wilayah Bali pada periode 2021 sampai 2025. 

Hasil analisis memperlihatkan bahwa representasi perempuan dalam wacana lukisan bak truk hadir melalui perpaduan teks verbal, teks visual, dan narasi yang saling berkelindan untuk mereproduksi objektifikasi tubuh, pelabelan stereotip, dan dominasi ideologi patriarki. Konstruksi makna ini sangat dipengaruhi oleh mekanisme parodi paradoks yang menertawakan krisis maskulinitas, normalisasi wacana kekerasan seksual lewat lelucon seksis, serta apresiasi semu yang otoritas maknanya tetap berada di bawah kendali laki-laki. Implikasi Sosio Kultural dari praktik ini menunjukkan bahwa mobilitas truk telah mentransformasi jalan raya menjadi sirkulasi ideologi patriarki yang berpotensi menimbulkan nalar kritis publik terhadap ketimpangan gender. 

Sidang ujian terbuka ini berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dari dewan penguji. Sorotan utama tertuju pada pertanyaan penguji eksternal yang menukik pada inti argumentasi kultural disertasi. Dr. Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi, S.Sn., M.Erg. menyoroti konsep "katarsis psikososial bias gender" dan relevansinya ke depan. Menjawab hal tersebut, Promovends memaparkan bahwa kelas pekerja seringkali melampiaskan tekanan ekonomi mereka kepada perempuan melalui reproduksi humor seksis; sebuah temuan yang ia tegaskan krusial bagi keilmuan desain komunikasi visual (DKV). Di sisi lain, Dr. Tjokorda Udiana Nindhia Pemayun, S.Sn., S.H., M.Hum. menyoal paradoks moralitas dalam teks "Lihat jalanmu, jangan lihat celana dalamku" serta menantang Promovenda apakah ia pernah secara empiris naik ke atas bak truk guna merasakan langsung tatapan masyarakat. Promovenda secara lugas menguraikan bahwa teks tersebut menciptakan paradoks: visual perempuan sengaja ditampilkan erotis untuk memancing tatapan, namun justru perempuan dijadikan kambing hitam atas ketidakmampuan laki-laki menjaga pandangannya, seraya mengakui dirinya belum pernah melakukan observasi langsung di atas bak truk tersebut.

Menutup sidang ujian terbuka, Prof. Dr. Anak Agung Ngurah Anom Kumbara, M.A. selaku promotor menegaskan bahwa setiap karya akademik pasti memiliki keterbatasan, namun hal tersebut sama sekali bukan merupakan sebuah kelemahan yang bermakna negatif. Sebaliknya, di dalam keretakan atau celah batasan itulah justru terdapat ruang positif yang menantang para sarjana lain untuk turun gunung dan melahirkan kajian-kajian baru. Beliau menekankan bahwa dalam kacamata filsafat ilmu, sebuah disertasi yang unggul bukanlah karya yang mengklaim kesempurnaan mutlak dan menutup perdebatan. Karya yang baik adalah karya yang mampu memantik dialektika dan memberikan ruang bagi terciptanya disertasi-disertasi lanjutan di masa depan untuk terus menguliti wacana yang belum tersentuh. 


No comments:

Post a Comment

FIB Unud Gelar KELIR Seri 1: Menenun Masa Depan Bahasa dan Budaya Bali di Era Digital

  Program Studi Linguistik Program Doktor Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana resmi menggelar edisi perdana Kolokium Eksplorasi Linguis...