Tuesday, July 21, 2026

Dosen ISI Bali Meraih Gelar Doktor Membahas “Polusi Visual Media Luar Ruang”


Program Studi Doktor Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana sekali lagi menyambut doktor terbaru, Dr. I Putu Arya Janottama, S. Sn., M. Sn.. Promovendus merupakan doktor ke-286 di FIB Universitas Udayana dan ke-305 pada Program Studi S3 Kajian Budaya. Dalam meraih gelar doktor ini, FIB Universitas Udayana telah menyelenggarakan sidang terbuka promosi doktor yang bertempat di Ruang Sidang Soekarno, Gedung Poerbatjaraka pada Selasa, 21 Juli 2026. Promovendus berhasil meraih predikat sangat memuaskan melalui disertasi yang berjudul “Polusi Visual Media Luar Ruang di Denpasar sebagai Kota Budaya”.


Sidang promosi Doktor ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. sebagai Ketua Sidang Ujian Terbuka. Sementara itu, Promotor dalam sidang ini adalah Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra  M.Litt. yang didampingi oleh Prof. Dr. Anak Agung Ngurah Anom Kumbara, M.A. sebagai Ko-Promotor I dan Dr. Ida Bagus Gde Pujaastawa, M.A. sebagai Ko-Promotor II. Anggota tim penguji diantaranya yaitu: Prof. Dr. I Gusti Putu Bagus Suka Arjawa, M.Si., Prof. Dr. Drs. I Gede Mugi Raharja  M.Sn., Dr. I Wayan Nuriarta, S.Pd., M.Sn., Dr. Ni Luh Putu Ari Sulatri, S.S., M.Si., dan Dr. I Nyoman Winia, M.Si.


Disertasi yang dibawakan oleh promovendus membahas mengenai problematika polusi visual media luar ruang di Denpasar, utamanya dalam perannya sebagai kota budaya. Dalam disertasinya, promovendus menyebutkan media luar ruang sebagai suatu hal yang memiliki peranan penting dan berkontribusi nyata terhadap pendapatan asli daerah. Di lain sisi, hal ini justru dapat menjadi bumerang terhadap ruang publik dan menimbulkan polusi visual. Tak hanya dari sisi estetika, polusi visual ini memicu ancaman keselamatan hingga peningkatan budaya konsumtif. Promovendus kemudian mengkaji permasalahan ini dengan mengambil pendekatan kritis kajian budaya serta metode kualitatif. “Polusi visual adalah sebagai pencemaran ruang pandang kota akibat hadirnya elemen-elemen visual yang berlebihan, tidak teratur, tidak proporsional, serta mengabaikan regulasi setempat,” terang promovendus dalam disertasinya. 


Di Denpasar, polusi visual ini terdapat dalam beragam bentuk, mulai dari penggunaan bahan yang tidak dapat didaur ulang untuk membuat media luar ruang hingga pembiaran media luar ruang yang telah kedaluwarsa. Polusi ini berimbas pada identitas Kota Denpasar sebagai kota budaya, di mana identitas visual menjadi terkikis dan nilai-nilai luhur kebudayaan kian termarginalisasi. Selain itu, polusi visual dapat berdampak kepada pariwisata, dimana polusi visual dapat mengurangi pengalaman visual otentik yang diburu wisatawan. Sisi keamanan juga perlu diperhatikan ketika membahas polusi visual. Ketika suatu videotron dinyalakan terlalu terang, videotron tersebut dapat memberi efek silau, mengakibatkan distraksi serta memperlambat kecepatan kendaraan di luar titik henti. Bentuk media luar ruang lain seperti baliho semi permanen yang berbahan rapuh tidak luput dari penyebab ancaman keamanan, dikarenakan media tersebut rawan untuk roboh ketika terjadi cuaca ekstrem. Promovendus menegaskan bahwa segala sisi yang terlibat dalam adanya media luar ruang diharapkan untuk dapat lebih bertanggung jawab etis dan estetis terhadap ruang publik di Denpasar.


Setelah penetapan kelulusan, sidang dilanjutkan dengan pidato singkat oleh promotor, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra  M.Litt. Beliau menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang telah membantu keberhasilan disertasi promovendus. Apresiasi turut diberikan kepada Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.Skar, M.Hum. yang merupakan orang tua dari promovendus sekaligus mantan lulusan terbaik dari S3 Kajian Budaya FIB Universitas Udayana yang turut hadir dalam sidang terbuka pada Selasa (21/7) lalu. Menyinggung disertasi yang dihasilkan promovendus, beliau mengungkapkan bahwa satu fenomena (polusi visual media luar ruang) ternyata mengandung persoalan yang luas. Promovendus dianggap telah memilih dan mengkaji pembahasan ini dengan sangat baik. Promotor menyarankan disertasi ini dapat dikembangkan menjadi buku agar dapat dibaca lebih luas.


Pada penghujung acara, Promovendus menyampaikan terima kasih kepada tim promotor dan penguji, dosen-dosen S3 Kajian Budaya, Rektor ISI Bali, Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain, para staf administrasi S3 Kajian Budaya, rekan-rekan angkatan 2020, keluarga, rekan-rekan pada Program Studi Animasi, keluarga besar Program Studi Desain Komunikasi Visual, serta rekan-rekan LPMPP. Promovendus menyadari kekurangan dari penelitiannya, dan memohon bimbingan agar penelitian disertasi ini dapat lebih bermakna baik untuk membedah keilmuan desain komunikasi visual, animasi, maupun kajian budaya.





No comments:

Post a Comment

FIB Unud Gelar KELIR Seri 1: Menenun Masa Depan Bahasa dan Budaya Bali di Era Digital

  Program Studi Linguistik Program Doktor Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana resmi menggelar edisi perdana Kolokium Eksplorasi Linguis...