Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (BIPA FIB Unud) melaksanakan kegiatan Closing Ceremony BIPA Periode Maret - Juli 2026 pada hari Kamis, 9 Juli 2026. Kegiatan yang terlaksana di Ruang Sidang Dr. Ir. Soekarno Gedung Poerbatjaraka Lantai IV FIB Unud ini merupakan acara pelepasan dan penanda berakhirnya masa pembelajaran Bahasa Indonesia bagi para karyasiswa di FIB Unud, serta dihadiri oleh 24 karyasiswa BIPA, koordinator program BIPA dan instruktur BIPA, dan perwakilan dekanat.
Dalam laporannya, Koordinator Program BIPA, Prof. Dr. Drs. I Nyoman Suparwa, M.Hum., memaparkan bahwa program BIPA semester genap tahun ajaran 2025/2026 telah berjalan dengan baik sejak Maret hingga Juni 2026 melalui 15 hingga 16 kali pertemuan perkuliahan. Proses pembelajaran yang difasilitasi oleh 22 tenaga pengajar dari berbagai program studi ini mencatatkan hasil evaluasi yang positif dengan rata-rata tingkat kehadiran mahasiswa mencapai 70 persen. Berdasarkan penilaian akhir, sebanyak 24 peserta yang berasal dari Jepang, Korea, Serbia, dan Rusia, yang terdiri atas 7 mahasiswa level 1, 12 mahasiswa level 2, dan 5 mahasiswa level 3, berhasil dinyatakan lulus secara keseluruhan.
Dekan FIB Unud, Prof. Dr. Dra. Ni Ketut Ratna Erawati, M.Hum. selaku Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan dalam sambutannya mewakili memuji antusiasme para mahasiswa asing yang hadir memeriahkan acara dengan mengenakan busana tradisional kebaya. Lebih lanjut, Prof. Ratna berharap agar segala keunikan serta pengalaman budaya yang didapatkan selama menempuh pendidikan di BIPA FIB Unud dapat menjadi kenangan positif, sehingga para lulusan dapat turut mempromosikannya ke negara asal masing-masing.
Acara penutupan ini juga diwarnai dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan mahasiswa setiap level yang menyoroti pengalaman mendalam mereka. Akira Shimizu, selaku perwakilan mahasiswa level 1, menuturkan bahwa selama empat bulan belajar, ia mengalami kemajuan pesat. Pada awalnya ia kesulitan membedakan kata ganti dasar, namun kini telah mampu berbicara menggunakan kalimat sederhana berkat kesabaran para pengajar BIPA yang menciptakan suasana kelas yang menyenangkan.
Dari level 2, Kyoko Kazawa memaparkan apresiasinya terhadap lingkungan akademik yang suportif. Ia menekankan bahwa para mahasiswa tidak pernah dihakimi atas kesalahan berbahasa mereka, sehingga mahasiswa merasa termotivasi untuk menjadikan kesalahan tersebut sebagai ruang pembelajaran.
Puncak apresiasi disampaikan oleh tiga perwakilan dari level 3, yakni Mariia Andreevna Olenikova, Masako Iwata, dan Nanoha Suzuki. Mariia menyatakan bahwa program BIPA tidak sebatas memberikan kemampuan linguistik, tetapi juga memperkenalkan budaya, tradisi, dan keramahan masyarakat Indonesia. Sementara itu, Masako Iwata menceritakan bahwa karena ia merintis studinya langsung dari level 2, tantangan awal yang ia hadapi adalah memahami tempo bicara dosen yang cepat. Kendati demikian, bimbingan para dosen yang penuh kesabaran pada akhirnya memungkinkannya untuk memahami percakapan bahasa Indonesia secara fasih. Rangkaian testimoni ditutup oleh Nanoha Suzuki, yang menyampaikan rasa syukurnya setelah menghabiskan waktu selama satu tahun di Indonesia. Ia bertekad untuk terus mempelajari bahasa Indonesia meskipun nantinya telah kembali ke Jepang.
Setelah penyampaian kesan dan pesan, rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi penyerahan sertifikat kelulusan kepada seluruh karyasiswa. Acara kemudian diisi dengan penayangan video yang berisi momen-momen kegiatan pembelajaran BIPA selama satu semester, dan ditutup secara resmi dengan sesi foto bersama. Melalui program ini, pihak lembaga berharap para mahasiswa yang akan kembali ke negara asalnya maupun yang akan melanjutkan ke tingkat selanjutnya dapat mengaplikasikan kemampuan bahasa Indonesia secara optimal dan turut mempromosikan nama baik BIPA Universitas Udayana di kancah internasional.

No comments:
Post a Comment