Denpasar, 09 Maret 2026 — Dekan
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Prof. I Nyoman Aryawibawa, M.A.,
Ph.D., menerima kunjungan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi
Bali, Kementerian Kebudayaan, Bapak Iskandar Eko Priyotomo dan sejumlah staf
BPK di Kampus Fakultas Ilmu Budaya, Jalan Nias, Denpasar.
Pertemuan yang berlangsung
sekitar satu jam tersebut membahas penjajakan kerja sama pengembangan
kebudayaan antara Balai Pelestarian Kebudayaan dan Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Udayana. Fokus kerja sama untuk memfasilitasi kegiatan mahasiswa
dalam program magang, penelitian, kebudayaan, dan kegiatan seminar baik
nasional maupun internasional. Dalam pertemuan tersebut, Prof. Aryawibawa
didampingi oleh Wakil Dekan III yaitu Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan
Informas,i Dr. Ni Ketut Puji Astiti Laksmi, S.S., M.Si.
serta dosen-dosen dari Program Studi Ilmu Arkeologi.
Prof. Aryawibawa menyampaikan
bahwa pihaknya menyambut baik rencana kerja sama ini. Beliau mengungkapkan
apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan
kepada FIB dalam merespons pengembangan dan pemanfaatan baik untuk Objek
Pemajuan Kebudayaan (OPK) dan Cagar Budaya.
“Kami sangat menyambut baik kerja sama ini. Selain penting bagi
kebudayaan Bali juga meningkatkan visibilitas FIB dan Universitas Udayana di
forum yang lebih luas,” ujar Prof. Aryawibawa. Dalam kesempatan itu, beliau
juga memaparkan sejumlah kerja sama bidang kebudayaan dengan sejumlah instansi
pemerintah, seperti :Dinas Kebudayaan di Provinsi Bali, dan universitas lainnya
seperti Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yang telah dilakukan FIB dalam
penelitian, kajian, dan publikasi hasil landasan pembangunan berkelanjutan di Bali.
Sementara itu, Bapak Iskandar
menyampaikan antusiasmenya atas sambutan positif terhadap rencana kolaborasi
ini. Ia menekankan pentingnya melibatkan akademisi, baik dosen maupun mahasiswa
dalam berbagai kegiatan program promosi kebudayaan. Beliau menekankan publikasi
dalam aspek ilmiah populer agar kinerja BPK terlihat oleh publik di tingkat
nasional dan internasional. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam berbagai
program BPK memungkinkan mereka memperoleh pengalaman langsung di lapangan,
“Hub kebudayaan dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus menjadi capaian
kinerja untuk kantor BPK. Ini akan menjadi langkah strategis dalam
keberlanjutan kerja sama yang selama ini sudah terjalin. Tidak hanya di bidang
material tapi juga non-material seperti bahasa dan ide-ide karya lainnya,”
ujarnya. Budaya menjadi core value di Bali, sehingga sudah sepantasnya
mendapatkan perhatian utama, Ilmu Budaya juga memberikan peluang mendekatkan
hasil penelitian dan kajian yang menumpuk tanpa manfaat besar kepada masyarakat
sebagai pemilik dan penerima aset budaya.
Kerja sama ini diharapkan dapat
segera ditindaklanjuti dalam bentuk program hub kebudayaan dan diseminasi hasil
kajian untuk suatu kelompok budaya, menjadi langkah konkret untuk memberikan
kontribusi bagi pelestarian kebudayaan sekaligus penguatan jejaring antar
instansi kebudayaan.

No comments:
Post a Comment