Dalam sambutannya, Koordinator
Program Studi S1 Sastra Indonesia FIB Unud, Dr. I Gusti Ayu Agung Mas
Triadnyani, S.S., M.Hum. memaparkan tema workshop kali ini yaitu “Transformasi
Materi Pembelajaran menjadi Buku Ajar yang Relevan dan Berbasis CPL" guna
merespons tuntutan pendidikan tinggi terhadap kualitas pembelajaran berbasis Outcome-Based
Education (OBE). Kegiatan ini merupakan wujud komitmen program studi dalam
mendorong para dosen untuk secara aktif berdiskusi dan mentransformasikan
Rencana Pembelajaran Semester (RPS) atau materi perkuliahan yang telah dimiliki
menjadi draf buku ajar yang terstruktur.
Kegiatan ini dibuka secara resmi
oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Prof. I Nyoman Aryawibawa,
S.S., M.A., Ph.D. Beliau mengapresiasi inisiatif tersebut karena transformasi
materi perkuliahan menjadi buku ajar akan sangat mempermudah program studi
dalam memonitor pemenuhan CPL sekaligus menyempurnakan kurikulum. Hal ini
sejalan dengan tuntutan penerapan Outcome-Based Education (OBE) yang
menggeser fokus pengajaran dari sekadar penyampaian materi menuju pencapaian
kompetensi nyata yang relevan dengan dinamika dunia kerja. Kegiatan ini dinilai
memiliki urgensi tinggi karena secara langsung menunjang pencapaian Indikator
Kinerja Utama (IKU) institusi, khususnya dalam meningkatkan kualitas
lulusan.
Narasumber pada workshop kali ini
adalah Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A. dari Universitas Pendidikan Ganesha.
Beliau memaparkan pentingnya penyesuaian kurikulum berdasarkan Peraturan
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 39
Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Peraturan ini
mengamanatkan bahwa standar luaran pendidikan merupakan standar kompetensi
lulusan yang wajib dirumuskan ke dalam Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).
Untuk merealisasikan hal tersebut, perguruan tinggi harus mengadopsi sistem Outcome-Based
Education (OBE), yakni pendekatan pendidikan yang berfokus penuh pada
pencapaian hasil belajar mahasiswa yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan
sikap. Prinsip utama dari OBE ini ditekankan pada kejelasan hasil pembelajaran,
metode pengajaran serta penilaian yang fleksibel, dan pendekatan pembelajaran
yang berpusat pada peserta didik.
Dalam tataran praktisnya,
pengembangan materi dan buku ajar harus terintegrasi dengan hierarki kurikulum
OBE yang terdiri atas Program Educational Objectives (PEO), Program
Learning Outcomes (PLO/CPL), dan Course Outcomes (CO/CPMK). Saat
merancang bahan ajar berbasis OBE, dosen diharapkan untuk melakukan evaluasi
mandiri melalui tiga aspek krusial. Aspek pertama adalah keselarasan (Alignment),
guna memastikan tujuan pembelajaran dan tingkat kognitif terhubung langsung
dengan CO. Aspek kedua adalah berpusat pada mahasiswa (Student-Centered),
yang mengharuskan penyajian konteks dunia nyata serta mendorong partisipasi
aktif mahasiswa dibandingkan sekadar membaca materi secara pasif. Terakhir,
aspek pengukuran & bukti (Assessment) wajib dihadirkan melalui
latihan soal atau tugas yang mengukur ketercapaian kompetensi secara langsung
dan spesifik.
Usai pemaparan materi, workshop dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang secara khusus membedah langkah-langkah praktis dalam penyusunan materi ajar. Rangkaian kegiatan ini kemudian ditutup secara resmi dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada narasumber. Ke depannya, penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan mampu memantik motivasi tenaga pendidik untuk terus memperkuat kinerja akademik melalui inovasi bahan ajar yang selaras dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Dengan demikian, institusi dapat terus mencetak lulusan unggul yang adaptif dan siap bersaing menghadapi tantangan zaman.


No comments:
Post a Comment