Pada hari Senin, 16 Maret 2026,
Program Studi S1 Sastra Inggris FIB Unud melaksanakan seminar yang bertajuk
“How to Conduct Language Documentation: From Start to Finish”. Bertempat di
Ruang 5 Gedung Dr. R. Goris Lantai 1 FIB Unud, seminar ini dihadiri oleh dosen
dan mahasiswa dari program studi Sastra Inggris. Workshop ini bertujuan untuk
membekali para peserta dengan keterampilan teknis dalam pendokumentasian bahasa
sesuai dengan standar modern yang berlaku.
Narasumber pada seminar kali ini
adalah George Saad, seorang ahli bahasa dari Palacky University Olomouc,
Republik Ceko. Dalam seminar ini, beliau memaparkan bahwa alasan dari munculnya
dokumentasi bahasa adalah sebagai alat untuk mempertahankan dan melestarikan
bahasa-bahasa yang terancam punah yang disebabkan oleh berbagai faktor, seperti
globalisasi, bahasa daerah yang tidak terintegrasi dengan kurikulum, dan
stigmatisasi terhadap bahasa daerah. Beliau menerangkan bahwa dalam
melaksanakan dokumentasi bahasa, diperlukan adanya data linguistik yang dapat
berupa sampel bahasa baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Untuk mendapatkan
data linguistik tersebut, diperlukan beberapa tahap yang harus diperhatikan,
seperti: perencanaan, pemilihan narasumber, dan penerapan persetujuan dari
penutur bahasa. Aspek etika menjadi perhatian utama, di mana informan harus
memahami tujuan penelitian, memberikan izin atas penggunaan data, serta
memiliki hak untuk menarik persetujuan kapan saja. Selain itu, peserta dibekali
dengan pemahaman mengenai metadata, yaitu informasi pendukung yang mencakup
data penutur, bahasa, serta kondisi perekaman, yang berfungsi untuk memastikan
data dapat dipahami dan digunakan secara optimal oleh peneliti lain.
Selanjutnya, peserta seminar
berkesempatan untuk berlatih menjadi seorang peneliti bahasa dan penutur bahasa
dengan mempraktekkan bagaimana penelitian bahasa dilakukan dengan dokumentasi.
Peserta juga diperkenalkan pada berbagai sumber daya linguistik daring serta
teknik praktis seperti penggunaan perangkat rekam, penamaan file yang
sistematis, dan proses transkripsi. Selain itu, pelatihan ini memberikan
panduan teknis dalam melakukan perekaman data bahasa secara efektif, baik
menggunakan ponsel maupun peralatan profesional, dengan memperhatikan kualitas
audio-visual dan kondisi lingkungan. Peserta seminar juga diajarkan mengenai
teknik pengumpulan wordlist, yang melibatkan proses pencatatan langsung
bersama penutur dan pelafalan ulang untuk memastikan akurasi.
Kegiatan ini diharapkan mampu
melatih peserta untuk melakukan perekaman data linguistik, serta mengumpulkan
metadata yang komprehensif terkait bahasa dan narasumber yang terlibat. Selain
aspek teknis, kegiatan ini juga menekankan pentingnya etika penelitian melalui
perolehan informed consent atau persetujuan atas penggunaan data
sehingga hasil yang diperoleh berkontribusi pada pengembangan ilmu linguistik
serta upaya pelestarian bahasa di berbagai daerah.

No comments:
Post a Comment