Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil meraih gelar Doktor dalam bidang Kajian Budaya di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana setelah sukses mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka yang dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026, di kampus setempat. Keberhasilan tersebut menandai pencapaian akademik penting bagi peneliti yang selama ini aktif dalam kegiatan riset kebudayaan.
Promovendus, Ida Bagus Putu
Prajna Yogi, mempresentasikan disertasi berjudul “Artikulasi dan
Disartikulasi Hidup Baadat dan Mati Bapati pada Komunitas Dayak Tomun Kristen
di Kalimantan Tengah”. Dalam ujian terbuka tersebut, ia dinyatakan lulus
dengan predikat Sangat Memuaskan. Dengan capaian itu, ia tercatat sebagai Doktor
ke-302 yang diluluskan oleh Program Studi Kajian Budaya Universitas Udayana
yang telah berdiri sejak 11 Juli 2001 dan kini memasuki usia ke-25 tahun.
Ujian terbuka dihadiri oleh
mahasiswa, para dosen, senat Fakultas Ilmu Budaya, dan kolega promovendus dari
lingkungan BRIN. Sidang dipimpin oleh Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum. dan Tim
penguji terdiri atas Prof. Dr. I Nyoman Wijaya, M.Hum. sebagai promotor; Prof.
Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. sebagai Ko-Promotor I; Dr. I Wayan Suardiana,
M.Hum. sebagai Ko-Promotor II; serta anggota penguji Prof. Dr. I Gusti Putu
Bagus Suka Arjawa, M.Si., Prof. Dr. I Nyoman Weda Kusuma, M.S., Prof. Dr. I
Nengah Punia, M.Si., Dr. Ni Luh Putu Agustini Kerta, S.E., M.M., dan Dr. I
Wayan Nuriarta, S.Pd., M.Sn.
Dalam penelitiannya, Ida Bagus Putu Prajna Yogi mengkaji dinamika budaya
Hidup Baadat dan Mati Bapati yang berkembang di kalangan masyarakat Dayak Tomun
Kristen di Kalimantan Tengah. Secara normatif, tradisi tersebut diperkirakan
akan mengalami kemunduran seiring dengan konversi masyarakat kepada agama
Kristen serta pengaruh doktrin religius yang menekankan konsep “Hidup adalah
Kristus, mati adalah keuntungan”. Namun, hasil penelitiannya menunjukkan bahwa
praktik budaya tersebut justru tetap bertahan dan muncul dalam bentuk-bentuk
kultural kontemporer seperti Babukunk dan Bebantan Laman. Ia
menjelaskan bahwa keberlanjutan tradisi tersebut tidak sekadar menunjukkan daya
tahan adat, tetapi juga mencerminkan proses negosiasi dalam ruang sosial yang
dipengaruhi berbagai relasi kekuasaan. Penelitian ini bertujuan mengungkap
bagaimana kekuasaan berperan dalam proses artikulasi maupun disartikulasi
budaya Hidup Baadat dan Mati Bapati, sekaligus menelusuri bagaimana relasi
kuasa dan pengetahuan bekerja melalui praktik sosial, habitus, serta modal
dalam kehidupan masyarakat Dayak Tomun Kristen.
Secara teoretis, penelitian ini
memanfaatkan pendekatan arkeologi pengetahuan dan genealogi kekuasaan dari
Michel Foucault, yang diperkaya dengan konsep habitus dari Pierre Bourdieu
serta teori strukturasi Anthony Giddens. Melalui kerangka tersebut, penelitian
menemukan bahwa budaya Hidup Baadat dan Mati Bapati menjadi arena kontestasi
antara tiga kekuatan utama, yaitu gereja, adat, dan negara. Gereja berperan
mendisiplinkan praktik religius melalui doktrin dan moralitas, adat memperkuat
solidaritas sosial melalui ritus leluhur, sementara negara memaknai adat
sebagai potensi ekonomi melalui kebijakan kebudayaan dan pariwisata. Ketiganya
membentuk jaringan kuasa yang melahirkan identitas ganda dalam diri
masyarakat—sebagai penganut Kristen, anggota komunitas adat, sekaligus warga
negara.
Pada akhir sidang, promotor Prof. Dr. I Nyoman Wijaya, M.Hum., menyampaikan apresiasi atas keberanian dan ketekunan promovendus selama menjalani proses akademik. Ia menilai disertasi tersebut berhasil menerapkan teori kritis dalam kerangka kajian budaya secara kuat dan berbasis riset lapangan. Ida Bagus Putu Prajna Yogi juga menyampaikan terima kasih kepada Promotor dan para Ko-Promotor serta penguji yang telah membimbing serta memberi masukan selama proses penyusunan disertasi. Selain itu, pihak keluarga yang turut hadir menyampaikan harapan agar capaian akademik tersebut dapat menjadi awal pengabdian dan kontribusi ilmiah yang lebih luas bagi masyarakat.
Pada akhir sidang, promotor Prof. Dr. I Nyoman Wijaya, M.Hum., menyampaikan apresiasi atas keberanian dan ketekunan promovendus selama menjalani proses akademik. Ia menilai disertasi tersebut berhasil menerapkan teori kritis dalam kerangka kajian budaya secara kuat dan berbasis riset lapangan. Ida Bagus Putu Prajna Yogi juga menyampaikan terima kasih kepada Promotor dan para Ko-Promotor serta penguji yang telah membimbing serta memberi masukan selama proses penyusunan disertasi. Selain itu, pihak keluarga yang turut hadir menyampaikan harapan agar capaian akademik tersebut dapat menjadi awal pengabdian dan kontribusi ilmiah yang lebih luas bagi masyarakat.

No comments:
Post a Comment