Pada hari Rabu, 28 Januari 2026,
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana kembali menyelenggarakan Sidang Ujian
Terbuka Promosi Doktor Program Studi Linguistik, Program Doktor. Sidang ini
berlangsung di Ruang Ir. Soekarno, Gedung Poerbatjaraka, Lantai IV, Fakultas
Ilmu Budaya Universitas Udayana. Promovenda, Anak Agung Sagung Shanti Sari
Dewi, S.S., M.Hum., M.App.Ling., mempresentasikan disertasi berjudul “Sikap
Bahasa, Motivasi, dan Prestasi Mahasiswa Asing Belajar
Bahasa Indonesia pada Program In-Country
Learning BIPAS Universitas Udayana–Bali”. Dalam sidang tersebut, promovenda
berhasil mempertahankan disertasinya dan dinyatakan lulus dengan predikat
“Sangat Memuaskan”. Dengan kelulusan ini, beliau tercatat sebagai doktor ke-274
(dua ratus tujuh puluh empat) di Fakultas Ilmu Budaya dan doktor ke-278 (dua
ratus tujuh puluh delapan) pada Program Studi Linguistik, Program Doktor,
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.
Pada sidang promosi doktor ini,
Ketua Tim Penguji Disertasi adalah Prof. Dr. I Made Netra, S.S., M.Hum., yang
didampingi oleh Prof. Dr. Dra. Ni Luh Ketut Mas Indrawati, M.A., sebagai
Promotor, Prof. Drs. Ketut Artawa, M.A., Ph.D., sebagai Kopromotor I, serta
Prof. Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini, S.S., M.Hum., sebagai Kopromotor II.
Adapun anggota tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Dra. I Gusti Ayu Gde
Sosiowati, M.A., Prof. Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum., Prof. I Nyoman
Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D., Prof. Dr. I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini, S.S.,
M.Hum., dan Dr. Putu Weddha Savitri, S.S., M.Hum.
Disertasi ini dilatarbelakangi
oleh pengamatan penulis terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai bahasa
asing di lingkungan pariwisata Bali yang ditandai oleh dominasi bahasa Inggris
sebagai lingua franca. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
sikap bahasa mahasiswa asing Program BIPAS Universitas Udayana pada dimensi
kognitif, afektif, dan konatif terhadap Bahasa Indonesia, serta mengkaji
pengaruh lingkungan in-country learning terhadap sikap bahasa, motivasi,
dan prestasi belajar mahasiswa asing. Penelitian ini memberikan kontribusi
ilmiah yang signifikan dalam bidang sosiolinguistik dan pembelajaran bahasa,
baik dari aspek konseptual, metodologis, maupun praktis.
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa sikap positif mahasiswa asing terhadap Bahasa Indonesia terutama
terbentuk melalui pengalaman sosial dan budaya secara langsung selama mengikuti
program in-country learning di Bali. Pengalaman tersebut lebih cepat memperkuat
aspek afektif dan konatif dibandingkan aspek kognitif, sehingga Bahasa
Indonesia lebih dipersepsikan sebagai sarana kedekatan sosial daripada sebagai
bahasa yang memiliki nilai strategis global. Seiring dengan itu, motivasi
belajar mahasiswa asing mengalami peningkatan yang ditandai oleh pergeseran
dari motivasi instrumental menuju motivasi integratif, yang dipicu oleh
kebutuhan untuk beradaptasi, berkomunikasi, dan terlibat dalam praktik budaya
setempat. Namun, motivasi instrumental masih relatif rendah sehingga Bahasa
Indonesia cenderung dipandang sebagai kebutuhan situasional, bukan sebagai aset
jangka panjang.
Di sisi lain, dominasi bahasa
Inggris dalam lingkungan sosiolinguistik Bali membatasi efektivitas
pembelajaran berbasis in-country learning. Kondisi ini menyebabkan pengaruh
lingkungan terhadap sikap bahasa mahasiswa tergolong lemah, yakni sebesar
24,5%, sementara pengaruhnya terhadap motivasi belajar berada pada tingkat
sedang, yaitu sebesar 44,5%, namun belum optimal. Meski demikian, penelitian
ini membuktikan bahwa sikap bahasa dan motivasi belajar berpengaruh signifikan
terhadap prestasi belajar mahasiswa asing, dengan sikap bahasa memberikan
kontribusi yang lebih besar dibandingkan motivasi belajar. Analisis menggunakan
model PLS juga menunjukkan bahwa instrumen penelitian yang digunakan memiliki
tingkat validitas dan reliabilitas yang sangat baik, serta menegaskan sikap
bahasa sebagai faktor utama dalam pencapaian akademik mahasiswa asing.
Menutup Sidang Ujian Terbuka, Prof. Dr. Dra. Ni
Luh Ketut Mas Indrawati, M.A., selaku promotor, menyampaikan bahwa selama
proses pembelajaran promovenda menunjukkan kemampuan berpikir kritis,
keterbukaan terhadap masukan, serta kemauan yang tinggi untuk terus memperbaiki
dan menyempurnakan karya ilmiahnya. Hal tersebut tercermin dari perkembangan
disertasi yang signifikan dari waktu ke waktu. Beliau menegaskan bahwa
pencapaian gelar doktor bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari
tanggung jawab akademik yang lebih besar. Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr.
Dra. Ni Luh Ketut Mas Indrawati, M.A., juga menyampaikan ucapan selamat kepada
Program Studi Sastra Inggris atas lahirnya doktor baru di lingkungan Fakultas
Ilmu Budaya Universitas Udayana, serta mengucapkan selamat kepada promovenda
beserta keluarga. Diharapkan, promovenda dapat terus berkarya, menjunjung
tinggi etika akademik, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu
pengetahuan, institusi, dan masyarakat.