Thursday, January 29, 2026

FIB Berpartisipasi dalam Expo Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026

 


Jimbaran, 30 Januari 2026 — Universitas Udayana menggelar Udayana Campus Expo Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026 di Gedung Auditorium Widya Sabha, Kampus Unud Jimbaran. Kegiatan ini dihadiri sekitar 1.900 siswa SMA/SMK sederajat dari seluruh Bali serta sejumlah peserta dari luar Bali. Expo ini menjadi ajang bagi calon mahasiswa untuk mengenal lebih dekat Universitas Udayana, termasuk jalur masuk, peluang beasiswa, dan kehidupan kampus. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Universitas Udayana dalam meningkatkan akses informasi pendidikan tinggi kepada generasi muda.

Seluruh fakultas di Universitas Udayana turut berpartisipasi dengan menghadirkan booth informasi, termasuk Fakultas Ilmu Budaya. Booth FIB menarik perhatian banyak siswa SMA yang aktif menanyakan informasi seputar program studi, jalur penerimaan mahasiswa baru, serta kegiatan kemahasiswaan di lingkungan FIB. Antusiasme pengunjung menunjukkan tingginya minat siswa terhadap bidang ilmu budaya dan humaniora.

Pada sesi perkenalan program studi Sosial dan Humaniora (SOSHUM), Wakil Dekan I FIB Universitas Udayana, Dr. I Gede Oeanda, S.S., M.Hum., memaparkan profil Fakultas Ilmu Budaya serta peran strategisnya dalam pengembangan ilmu budaya dan humaniora. Melalui kegiatan ini, diharapkan calon mahasiswa memperoleh gambaran yang lebih jelas dalam menentukan pilihan studi di Universitas Udayana. Pemaparan tersebut disampaikan secara interaktif sehingga memudahkan peserta dalam memahami prospek akademik dan karier lulusan FIB.


HMPSSI FIB Unud Gelar Pembukaan dan Pertemuan Peserta INDEED 2026

 


HMPSSI FIB Unud menggelar hari pembukaan dan pertemuan peserta Inauguration Day of English Department 2026 pada tanggal 29 Januari 2026 di Ruang Nusantara, Universitas Udayana. Kegiatan ini dihadiri oleh Dr. Ni Ketut Puji Astiti, S.S., M.Si selaku Wakil Dekan 3 Fakultas Ilmu Budaya, Dr. I Gusti Ngurah Parthama, S.S., M. Hum. selaku Kepala Prodi Sastra Inggris, Fina Adelia Rochman selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, Putu Wahyu Widiatmika, S.S., M.Hum. dan Gek Wulan Novi Utami, S.S., M.Hum. sebagai Pembina HMPSSI. Para jajaran dari Lembaga Kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya juga hadir di kegiatan ini. Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Panitia INDEED, Kadek Ayu Diah Kalpika Aristyanti Putri dimana dia berharap bahwa kegiatan ini bisa menyambut mahasiswa baru program studi sastra inggris dan mempererat hubungan dan solidaritas para mahasiwa sastra inggris di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Prodi Sastra Inggris Dr. I Gusti Ngurah Parthama, S.S., M. Hum. dan Wakil Dekan 3 Dr. Ni Ketut Puji Astiti, S.S., M.Si.

Kegiatan PETA (Pertemuan Peserta) dilanjutkan dengan pemaparan materi dari panitia yang membahas tentang apa itu INDEED dan kegiatan seperti 3P (Pembersihan, Pengadaan, Pengajaran)  INDEED berlangsung. Tema INDEED tahun ini adalah INDEECISION: “Begin Your Journey of Discovery, Embrace The Shine”. Peserta diberikan penugasan berupa tugas individu, kelompok, dan angkatan yang nantinya akan menjadi nilai untuk mereka nanti di INDEED. Sesi tanya jawab dimulai ketika sesi pemaparan materi telah selesai dan peserta diberikan kesempatan untuk bertanya jika ada hal yang kurang dimengerti.

Puncak kegiatan INDEED 2026 akan berlangsung selama 2 hari pada tanggal 22-23 Februari 2026 di Wisma Nangun Kerthi Bedugul, Kabupaten Buleleng, Bali. Kiranya kegiatan ini bisa menjadi wadah mahasiswa sastra inggris untuk tumbuh dan berkembang bersama serta meningkatkan solidaritas.

Mantapkan Mutu Akademik, Prodi S3 Kajian Budaya FIB Unud Jalani Asesmen Lapangan Reakreditasi

 

Program Studi S3 Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana melaksanakan Asesmen Lapangan Reakreditasi Program Studi Doktor Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana yang berlangsung pada 29–31 Januari 2026 di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana, Denpasar. Kegiatan ini merupakan tahapan penting dalam memastikan kualitas penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan standar nasional akreditasi.
Agenda pembukaan asesmen diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa saat ini terdapat 13 program kajian budaya di Indonesia, dengan enam program berada di Bali dan tujuh lainnya di luar Bali. Kondisi tersebut menunjukkan tingkat kompetisi yang sangat ketat, di mana calon mahasiswa memiliki banyak pilihan program studi. Oleh karena itu, Program Studi S3 Kajian Budaya Unud menegaskan keunikannya melalui pendekatan critical culture (budaya kritis) yang sejalan dengan visi Universitas Udayana, visi Fakultas Ilmu Budaya, dan visi program studi, serta dimasukan secara konsisten ke dalam kurikulum.
Prof. Aryawibawa menjelaskan bahwa untuk mengantisipasi persaingan yang semakin kompetitif, program studi telah melakukan analisis SWOT yang menempatkan S3 Kajian Budaya pada posisi kuadran agresif. Program studi juga telah melakukan revisi kurikulum untuk memastikan kesesuaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan mata kuliah, menetapkan jalur seleksi mahasiswa sejak 2024 melalui kombinasi by research dan by course serta jalur penuh by research, meningkatkan visibilitas melalui media sosial, menjaga komitmen pendanaan operasional, penelitian, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana, dan menjalin kerja sama dengan universitas terkemuka di luar negeri. Asesmen lapangan ini, menurutnya, bertujuan memastikan kualitas operasional, pelaksanaan Tri Dharma, serta pemenuhan sembilan kriteria akreditasi, sekaligus memohon masukan bagi pengembangan program studi dan universitas.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Rektor Universitas Udayana yang menyampaikan apresiasi kepada para asesor BAN-PT atas kesediaannya hadir di tengah agenda yang padat. Rektor menegaskan bahwa akreditasi merupakan instrumen penting dalam menjaga keberlanjutan penjaminan mutu, di mana sistem penjaminan mutu internal perlu dilengkapi dengan penilaian eksternal sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. Ia juga menekankan posisi strategis Fakultas Ilmu Budaya sebagai cikal bakal Universitas Udayana dan ujung tombak pengembangan universitas, khususnya dalam penguatan riset, budaya, dan pariwisata, serta harapan agar Program Studi S3 Kajian Budaya menjadi garda terdepan dengan dukungan publikasi bereputasi internasional.

Perwakilan asesor BAN-PT, Prof. Dr. Sarwiji Suwardi, M.Pd. dari Universitas Sebelas Maret, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dirinya bersama tim ditugaskan oleh BAN-PT untuk melaksanakan asesmen lapangan. Ia menyampaikan bahwa dokumen yang telah dikirimkan oleh program studi telah dibaca dan dicermati secara menyeluruh, serta menegaskan keterbukaan tim asesor terhadap data tambahan yang belum sempat tercantum. Selama asesmen, tim akan banyak berdialog dan berdiskusi dengan sivitas akademika guna memberikan masukan konstruktif bagi pengembangan program studi ke depan.

Sambutan asesor berikutnya disampaikan oleh Dr. Pujiharto, M.Hum. dari Universitas Gadjah Mada, yang menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam asesmen ini juga didasari pengalaman mengikuti pendirian program Kajian Budaya di UGM. Ia menyinggung dinamika awal Kajian Budaya, termasuk polemik mengenai perbedaannya dengan antropologi budaya, serta menegaskan bahwa lahirnya kajian budaya tidak terlepas dari tanggapan terhadap isu-isu nasional yang berkembang.

Rangkaian kegiatan pembukaan asesmen ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan pernyataan asesmen lapangan oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya, para asesor BAN-PT, serta didampingi oleh Rektor Universitas Udayana, Ketua UP3M, dan Koordinator Program Studi S3 Kajian Budaya. Melalui asesmen lapangan ini, Program Studi S3 Kajian Budaya diharapkan semakin memperkuat perannya dalam pengembangan kajian budaya yang kritis, relevan, dan berdampak bagi masyarakat.

Wednesday, January 28, 2026

FIB Unud Melaksanakan Sosialisasi Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa

 


Pada hari Kamis, 29 Januari 2026, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana melaksanakan Sosialisasi Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa yang bertempat di Ruang Prof. Dr. Prijono, Gedung Poerbatjaraka Lantai IV, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi, daya saing, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja sesuai dengan standar kompetensi yang berlaku. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran dekanat, narasumber, para koordinator program studi S1 FIB Unud, perwakilan dosen dari masing-masing program studi S1 FIB Unud, dan tamu undangan lainnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Dr. I Gede Oeinada, S.S., M.Hum. selaku Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Perencanaan. Beliau menyatakan komitmen FIB Unud untuk memastikan mahasiswa tidak hanya berbekal kemampuan akademik, namun juga memiliki kompetensi yang dapat diakui secara profesional. Beliau juga meneruskan pesan Dekan untuk para koordinator program studi S1 agar segera mengidentifikasi skema kompetensi yang paling relevan dengan profil lulusan masing-masing program studi dan segera menyusun langkah strategis dalam persiapan pelaksanaan sertifikasi kompetensi mahasiswa secara internal.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dr. I Nyoman Nurcaya, S.E., M.M. selaku narasumber dan Koordinator Program Studi S1 Manajemen FEB Unud, yang menjelaskan bahwa sertifikat kompetensi mahasiswa berfungsi sebagai bukti dan pengakuan atas kemampuan yang relevan dengan bidang keilmuan serta untuk meminimalkan miskonsepsi antara nilai ijazah dan pengalaman kerja. Beliau menekankan bahwa sertifikasi kompetensi memerlukan waktu, biaya, dan memiliki masa berlaku sehingga tidak dapat diterapkan secara instan. Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa hampir seluruh lulusan S1 Manajemen FEB Unud telah memiliki sertifikat kompetensi melalui berbagai upaya, seperti mewajibkan sertifikat kompetensi sebelum pengajuan dosen pembimbing atau sidang skripsi, pembaruan kurikulum, penerapan case based method dan team based project, serta kolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Manajemen dalam sosialisasi sertifikasi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung secara interaktif, dengan fokus pada upaya yang dapat dilakukan oleh masing-masing program studi dalam merancang serta mengimplementasikan skema kompetensi yang paling relevan dengan karakteristik keilmuan di lingkungan FIB Unud. Diskusi ini menjadi krusial mengingat keberagaman fokus program studi yang ada, mulai dari linguistik, penerjemahan, sejarah, antropologi, hingga sastra daerah, sehingga diperlukan pendekatan yang tepat agar sertifikasi kompetensi mampu menjawab kebutuhan akademik maupun dunia kerja secara spesifik.

Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Unud, Dr. Dra. Putu Saroyini Piartrini, M.M., Ak. menegaskan komitmen LSP Unud untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung dan memfasilitasi proses sertifikasi lulusan dari FIB Unud dan fakultas lainnya, khususnya bagi lulusan dengan konsentrasi keilmuan yang spesifik. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan skema sertifikasi yang relevan, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja serta karakteristik masing-masing bidang ilmu.


Tuesday, January 27, 2026

Meneliti “Sikap Bahasa, Motivasi, dan Prestasi Mahasiswa Asing Belajar Bahasa Indonesia pada Program BIPAS”, Anak Agung Sagung Shanti Sari Dewi Raih Gelar Doktor

 


Pada hari Rabu, 28 Januari 2026, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana kembali menyelenggarakan Sidang Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Linguistik, Program Doktor. Sidang ini berlangsung di Ruang Ir. Soekarno, Gedung Poerbatjaraka, Lantai IV, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Promovenda, Anak Agung Sagung Shanti Sari Dewi, S.S., M.Hum., M.App.Ling., mempresentasikan disertasi berjudul “Sikap Bahasa, Motivasi, dan Prestasi Mahasiswa Asing Belajar

Bahasa Indonesia pada Program In-Country Learning BIPAS Universitas Udayana–Bali”. Dalam sidang tersebut, promovenda berhasil mempertahankan disertasinya dan dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan”. Dengan kelulusan ini, beliau tercatat sebagai doktor ke-274 (dua ratus tujuh puluh empat) di Fakultas Ilmu Budaya dan doktor ke-278 (dua ratus tujuh puluh delapan) pada Program Studi Linguistik, Program Doktor, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

Pada sidang promosi doktor ini, Ketua Tim Penguji Disertasi adalah Prof. Dr. I Made Netra, S.S., M.Hum., yang didampingi oleh Prof. Dr. Dra. Ni Luh Ketut Mas Indrawati, M.A., sebagai Promotor, Prof. Drs. Ketut Artawa, M.A., Ph.D., sebagai Kopromotor I, serta Prof. Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini, S.S., M.Hum., sebagai Kopromotor II. Adapun anggota tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Dra. I Gusti Ayu Gde Sosiowati, M.A., Prof. Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum., Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D., Prof. Dr. I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini, S.S., M.Hum., dan Dr. Putu Weddha Savitri, S.S., M.Hum.

Disertasi ini dilatarbelakangi oleh pengamatan penulis terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai bahasa asing di lingkungan pariwisata Bali yang ditandai oleh dominasi bahasa Inggris sebagai lingua franca. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sikap bahasa mahasiswa asing Program BIPAS Universitas Udayana pada dimensi kognitif, afektif, dan konatif terhadap Bahasa Indonesia, serta mengkaji pengaruh lingkungan in-country learning terhadap sikap bahasa, motivasi, dan prestasi belajar mahasiswa asing. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah yang signifikan dalam bidang sosiolinguistik dan pembelajaran bahasa, baik dari aspek konseptual, metodologis, maupun praktis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap positif mahasiswa asing terhadap Bahasa Indonesia terutama terbentuk melalui pengalaman sosial dan budaya secara langsung selama mengikuti program in-country learning di Bali. Pengalaman tersebut lebih cepat memperkuat aspek afektif dan konatif dibandingkan aspek kognitif, sehingga Bahasa Indonesia lebih dipersepsikan sebagai sarana kedekatan sosial daripada sebagai bahasa yang memiliki nilai strategis global. Seiring dengan itu, motivasi belajar mahasiswa asing mengalami peningkatan yang ditandai oleh pergeseran dari motivasi instrumental menuju motivasi integratif, yang dipicu oleh kebutuhan untuk beradaptasi, berkomunikasi, dan terlibat dalam praktik budaya setempat. Namun, motivasi instrumental masih relatif rendah sehingga Bahasa Indonesia cenderung dipandang sebagai kebutuhan situasional, bukan sebagai aset jangka panjang.

Di sisi lain, dominasi bahasa Inggris dalam lingkungan sosiolinguistik Bali membatasi efektivitas pembelajaran berbasis in-country learning. Kondisi ini menyebabkan pengaruh lingkungan terhadap sikap bahasa mahasiswa tergolong lemah, yakni sebesar 24,5%, sementara pengaruhnya terhadap motivasi belajar berada pada tingkat sedang, yaitu sebesar 44,5%, namun belum optimal. Meski demikian, penelitian ini membuktikan bahwa sikap bahasa dan motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa asing, dengan sikap bahasa memberikan kontribusi yang lebih besar dibandingkan motivasi belajar. Analisis menggunakan model PLS juga menunjukkan bahwa instrumen penelitian yang digunakan memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang sangat baik, serta menegaskan sikap bahasa sebagai faktor utama dalam pencapaian akademik mahasiswa asing.

Menutup Sidang Ujian Terbuka, Prof. Dr. Dra. Ni Luh Ketut Mas Indrawati, M.A., selaku promotor, menyampaikan bahwa selama proses pembelajaran promovenda menunjukkan kemampuan berpikir kritis, keterbukaan terhadap masukan, serta kemauan yang tinggi untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan karya ilmiahnya. Hal tersebut tercermin dari perkembangan disertasi yang signifikan dari waktu ke waktu. Beliau menegaskan bahwa pencapaian gelar doktor bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab akademik yang lebih besar. Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Dra. Ni Luh Ketut Mas Indrawati, M.A., juga menyampaikan ucapan selamat kepada Program Studi Sastra Inggris atas lahirnya doktor baru di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, serta mengucapkan selamat kepada promovenda beserta keluarga. Diharapkan, promovenda dapat terus berkarya, menjunjung tinggi etika akademik, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, institusi, dan masyarakat.

Monday, January 26, 2026

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Fakultas Ilmu Budaya dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

 


Fakultas Ilmu Budaya  Universitas Udayana melaksanakan penandatanganan kerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pada Selasa, 27 Januari 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari penguatan layanan kerja sama, kehumasan, dan publikasi dalam rangka mendukung pengembangan kebahasaan dan kesastraan di Indonesia. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung penguatan bahasa dan sastra Indonesia. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan ditutup dengan sesi diskusi terkait peluang implementasi kerja sama ke depan.

Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Gedung A Lantai 2, Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin yang diwakilkan oleh Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yakni Bapak  Ganjar Harimansyah, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana Prof. I Nyoman Aryawibawa, serta Koordinator Unit Pengelola Informasi dan Kerja Sama Universitas Udayana Dr. I Gusti Agung Istri Aryani. Turut hadir pula Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali, yaitu Ibu Elis Setiati serta jajaran Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung penguatan bahasa dan sastra Indonesia. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan ditutup dengan sesi diskusi terkait peluang implementasi kerja sama ke depan.

Melalui penandatanganan kerja sama ini, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa berkomitmen untuk memperkuat sinergi dalam bidang penelitian, pengembangan, serta pendataan bahasa dan sastra. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian dan penguatan bahasa serta budaya Indonesia, sekaligus mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi secara berkelanjutan.

Sunday, January 25, 2026

Mantapkan Persiapan Reakreditasi, Prodi S3 Kajian Budaya FIB Unud Gelar Simulasi Asesmen Lapangan

 


Pada hari Senin, 26 Januari 2026, Program Studi S3 Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana terus mematangkan langkah menuju asesmen resmi. Bertempat di Ruang Ir. Soekarno, FIB Unud, kegiatan Simulasi Asesmen Lapangan Reakreditasi sukses dilaksanakan sebagai upaya memastikan kesiapan seluruh komponen akademik. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, guru besar, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan alumni dan mahasiswa.

Dalam kegiatan simulasi tersebut, Prof. Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini, S.S., M.Hum. hadir sebagai mock asesor. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah meluangkan waktu dan memberikan kontribusi maksimal. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Dekan, para guru besar, dosen, alumni, mahasiswa, hingga panitia pelaksana yang telah bekerja keras mempersiapkan simulasi ini. Dalam arahannya, Prof. Seri Malini juga mengingatkan mengenai agenda utama yang akan datang. Pembukaan resmi asesmen lapangan dijadwalkan akan berlangsung pada hari Jumat pukul 08.00 WITA di lokasi yang sama, dengan ketentuan seluruh peserta mengenakan seragam endek.

Pasca-seremoni pembukaan nantinya, dosen dan undangan prodi yang tidak terlibat langsung dapat melanjutkan agenda masing-masing. Sementara itu, mahasiswa dan alumni akan diarahkan menuju ruangan khusus untuk mengikuti rangkaian sesi berikutnya. Aspek teknis, seperti: pengaturan ruang, alur masuk, hingga manajemen transportasi asesor, koordinasi akan terus dilakukan secara ketat melalui pimpinan fakultas, Ketua P3M, koordinator program studi, dan panitia.

Melalui simulasi ini, diharapkan seluruh sistem pendukung siap menghadapi asesmen lapangan yang sesungguhnya agar berjalan tertib, efektif, dan sesuai standar yang ditetapkan. Rangkaian acara simulasi ditutup dengan harapan besar agar agenda utama reakreditasi dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.


FIB Unud Gelar KELIR Seri 1: Menenun Masa Depan Bahasa dan Budaya Bali di Era Digital

  Program Studi Linguistik Program Doktor Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana resmi menggelar edisi perdana Kolokium Eksplorasi Linguis...