Saturday, February 21, 2026

Hilirisasi Hasil Penelitian dan Sosialisasi 8 Program Studi Sarjana di Makassar

 

Kegiatan hilirisasi hasil penelitian dan sosialisasi program studi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana dilaksanakan pada 21–24 Februari 2026 di Kota Makassar. Kegiatan ini menyampaikan hasil-hasil penelitian dosen sekaligus sosialisasi delapan Program Studi S1 kepada para siswa di Yayasan Sadhana Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Makassar, yang kemudian dilanjutkan di SMA Negeri 21 Makassar pada hari berikutnya. Program ini bertujuan untuk menyebarluaskan luaran penelitian akademik agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkenalkan peluang pendidikan tinggi kepada para siswa yang ingin melanjutkan studi di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat melalui diseminasi ilmu pengetahuan.

Rombongan kegiatan dipimpin oleh Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Dr. I Gede Oeinada, S.S., M.Hum. menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi momentum penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, universitas berupaya menghadirkan akses informasi pendidikan berkualitas sekaligus membuka wawasan siswa mengenai pilihan studi di Fakultas Ilmu Budaya. Selanjutnya, Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun peserta. Antusiasme para siswa terlihat dari aktifnya sesi diskusi dan tanya jawab selama kegiatan berlangsung.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Dekan II, Ketua UP2M, tenaga kependidikan, serta para koordinator program studi dari masing-masing prodi. Wakil Dekan II juga menyampaikan komitmen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana dalam memberikan kesempatan pendidikan melalui program beasiswa, khususnya bagi siswa kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas terutama yang berminat melanjutkan ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Ketua UP2M FIB yaitu Dr. Ngurah Indra Pradhana, S.S., M.Hum. selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan apresiasi kepada pimpinan fakultas atas dukungan yang diberikan, serta berharap kegiatan ini mampu meningkatkan minat calon mahasiswa untuk melanjutkan studi di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana pada masa mendatang. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan sebagai strategi promosi akademik sekaligus penguatan jejaring institusi di berbagai daerah.

Thursday, February 19, 2026

FIB Unud Sukses Gelar SNBI ke-18: Soroti Peluang Revitalisasi Bahasa Ibu di Era Digital

 


Pada hari Jumat, 20 Februari 2026, Program Studi Doktor dan Magister Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana melaksanakan Seminar Nasional Bahasa Ibu ke-18 dengan tema “Bahasa Ibu sebagai Pilar Identitas Bangsa: Tantangan dan Peluang di Era Modernisasi Digital”. Bertempat di Auditorium Widya Sabha Mandala Gedung IB Mantra Lantai 3 FIB Unud, seminar ini terlaksana secara hybrid dan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Udayana, serta dihadiri oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali, Ketua Asosiasi Peneliti Bahasa Lokal, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, seluruh koordinator program studi di lingkungan FIB Unud, para dosen, dan pemakalah.
Ketua Panitia Pelaksana, Ni Nyoman Tri Gitayani, S.S. menyampaikan bahwa tema tahun ini diangkat untuk merespons urgensi pelestarian martabat dan eksistensi bahasa ibu di tengah gempuran digitalisasi. Seminar ini mencatat antusiasme tinggi dengan melibatkan 120 pemakalah dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri. 

Selanjutnya, ibu Elis Setiati, S.Pd., M.Hum., Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali mengapresiasi pelaksanaan SNBI XVIII tahun ini. Bertepatan dengan Hari Bahasa Ibu Internasional, beliau berharap SNBI XVIII tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga menjadi wujud aksi nyata, konsultasi, dan gagasan strategis untuk pelestarian bahasa daerah di Indonesia. 
Kekhawatiran terhadap masa depan bahasa ibu turut disuarakan oleh Ketua Asosiasi Pendidik Bahasa Lokal (APBL) Pusat, Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A. Beliau menyoroti masifnya pengajaran bahasa asing sejak dini dan menegaskan bahwa bahasa lokal harus dikembalikan maruahnya sebagai fondasi utama (the point of departure) dalam komunikasi awal anak.

Dekan FIB Unud, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D., mengingatkan ancaman hilangnya memori kolektif budaya akibat kepunahan bahasa. Meski Bali dan Indonesia memiliki landasan hukum perlindungan bahasa yang kuat, gempuran konten digital berbahasa asing tetap menjadi tantangan berat yang harus dihadapi generasi muda.

Mewakili Rektor Universitas Udayana, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr.Sc., Ph.D., secara resmi membuka acara. Beliau mendorong FIB Unud sebagai garda terdepan pelestarian budaya untuk terus mengawal strategi revitalisasi agar warisan leluhur tetap relevan melintasi zaman. Sesi pembukaan ini kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Pelaksanaan Kegiatan antara Program Studi S2 Linguistik FIB Unud dan Balai Bahasa Provinsi Bali.

Adapun materi seminar disampaikan oleh narasumber kunci serta para pakar, diantaranya Dr. Dora Amalia dari Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra sebagai narasumber kunci, Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sartini, M.Hum. dari Universitas Airlangga, Prof Dr. Maria Arina Luardini, M.A. dari Universitas Palangkaraya, dan Prof. Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini, S.S., M.Hum. dari Universitas Udayana sebagai para narasumber.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dr. Dora Amalia, selaku narasumber kunci menegaskan peran bahasa ibu sebagai instrumen fundamental pendidikan karakter. Beliau mendorong agar era digital tidak dipandang semata sebagai ancaman, melainkan dioptimalkan sebagai peluang revitalisasi melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), aplikasi edukasi edukatif, serta integrasi kurikulum digital.

Presentasi Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sartini, M.Hum. menjelaskan bahwa di tengah dominasi bahasa global dan pergeseran minat generasi muda ke ruang digital, bahasa ibu terancam mengalami penyempitan ranah penggunaan serta disrupsi transmisi antargenerasi. Tantangan di Bali semakin kompleks karena bahasa daerah harus bersaing dengan bahasa Indonesia dan Inggris yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi di sektor pariwisata. Namun, era digital juga menawarkan peluang revitalisasi melalui produksi konten kreatif, digitalisasi sastra lisan, dan kolaborasi lintas sektor.

Terkait intervensi teknologi, Prof. Dr. Maria Arina Luardini, M.A. dari Universitas Palangka Raya menekankan perlunya integrasi pelestarian budaya ke dalam pendidikan. Menurutnya, penggunaan kecerdasan buatan dapat menjadi alat pelestarian yang tangguh jika diimbangi dengan bimbingan akademis yang tepat dan penerapan program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD)

Mengakhiri sesi pemaparan materi, Prof. Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini, S.S., M.Hum. dari Universitas Udayana, menganalogikan bahasa ibu sebagai "tali pusar" emosional bagi komunitas diaspora di Bali. Ia optimis bahwa inovasi teknologi seperti Unicode aksara daerah dan kehadiran platform komunitas virtual mampu menghadirkan transformasi pelestarian yang lebih dinamis, modern, dan berdaya saing.

Dalam sesi penutupan seminar, Koordinator Program Studi Magister Ilmu Linguistik FIB Unud, Prof. Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum., merefleksikan perjalanan 18 tahun penyelenggaraan SNBI. Beliau memaparkan bahwa forum yang awalnya dirancang untuk melatih mahasiswa magister tampil mempresentasikan makalah ini, kini telah berkembang menjadi ajang pertemuan nasional yang sukses memfasilitasi kolaborasi strategis antar-ahli bahasa dan sastra. Sambutan ini pun sekaligus menutup sesi utama sebelum acara dilanjutkan ke presentasi makalah paralel.

Wednesday, February 18, 2026

Penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2026 di Lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

 



Pada hari Kamis, 19 Februari 2026, telah terlaksana penandatanganan perjanjian kinerja dari Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana kepada seluruh koordinator Program Sarjana, Magister, Doktor  di lingkungan FIB Unud, ketua unit Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), dan ketua unit Bali International Program on Asian Studies (BIPAS), dan para Dekanat. Kegiatan ini diadakan di Ruang Dr. Ir. Soekarno, Gedung Poerbatjaraka FIB Unud.

Dalam sambutannya, Dekan FIB Universitas Udayana, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D., memaparkan bahwa target Indikator Kinerja Utama (IKU) tetap berlaku tanpa perubahan berdasarkan keputusan Rektor. Keputusan tersebut tetap berjalan meskipun pihak fakultas telah mengupayakan negosiasi revisi terkait penambahan integrasi Sustainable Development Goals (SDG) sebagai poin wajib dalam draft kontrak kinerja 2026 yang saat ini sedang difinalisasi. 

Selanjutnya, Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Perencanaan, Dr. I Gede Oeinada, S.S., M.Hum., memaparkan isi kontrak kinerja antara Rektor Universitas Udayana dengan Dekan FIB yang telah ditandatangani sebelumnya. Beliau juga menjelaskan rincian target dalam perjanjian kinerja antara Dekan dengan para pimpinan program studi dan unit di lingkungan FIB Unud. Salah satu poin penekanan dalam perjanjian tersebut adalah peningkatan jumlah publikasi bereputasi internasional dan publikasi terindeks Scopus.

Kegiatan diakhiri dengan proses penandatanganan perjanjian secara serentak oleh Dekan FIB beserta seluruh pihak terkait. Melalui penetapan target ini, diharapkan akselerasi kinerja seluruh sivitas akademika dalam meningkatkan mutu dan kualitas FIB Unud dapat tercapai secara optimal.


UPT Bahasa Universitas Udayana Melaksanakan Pelatihan Udayana Academic English Proficiency Test (UAEPT) untuk Mahasiswa FIB Unud

 


Pada hari Rabu, 18 Februari 2026 telah terlaksana Pelatihan Udayana Academic English Proficiency Test (UAEPT) yang diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa Universitas Udayana. Sasaran tujuan pelatihan ini yaitu mahasiswa Program Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3) yang akan/sedang menyusun skripsi, tesis, atau disertasi. Pelatihan ini terlaksana di UPT Bahasa Universitas Udayana Kampus Sudirman. Pelatihan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana sebagai perwakilan Rektor Universitas Udayana, Kepala UPT Bahasa, Sekretaris UPT Bahasa, instruktur ujian, serta 25 peserta dari berbagai program studi di lingkungan FIB Unud.

Kepala UPT Bahasa Universitas Udayana, Dr. I Nyoman Tri Ediwan, S.S., M.Hum. menyampaikan bahwa terdapat perubahan pada UAEPT tahun ini. Dibandingkan dengan UAEPT tahun sebelumnya yang hanya mengundang 2 mahasiswa per fakultas, UAEPT tahun ini membuka lebih banyak kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti UAEPT dengan mengundang 20-24 mahasiswa untuk berpartisipasi per fakultas secara berurutan dengan Fakultas Ilmu Budaya sebagai fakultas pertama yang mengikuti UAEPT tahun ini. Beliau juga memaparkan bahwa pelaksanaan UAEPT adalah salah satu bagian penguatan kemampuan bahasa Inggris dalam upaya mengejar kampus bertaraf internasional.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. sekaligus perwakilan Rektor Universitas Udayana mengapresiasi pelaksanaan UAEPT sebagai implementasi dalam penciptaan standarisasi untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam berbahasa Inggris. Lebih lanjut, beliau juga menjelaskan bahwa agar standarisasi kemampuan mahasiswa dalam berbahasa Inggris dapat mencapai hasil maksimal, pelaksanaan UAEPT juga harus dilakukan di fakultas lain, tidak hanya fakultas yang mewajibkan skor bahasa Inggris seperti FIB Unud dan FEB Unud. Beliau juga berpesan kepada mahasiswa agar dapat memanfaatkan UPT Bahasa Universitas Udayana dengan lebih maksimal, bukan hanya untuk mengikuti UAEPT, namun juga untuk meningkatkan kemampuan berbahasa lain.

Pelaksanaan UAEPT tahun ini terbagi menjadi 3 hari, dari tanggal 18 Februari s/d 20 Februari 2026. Pada hari pertama, telah terlaksana sesi pelatihan pertama, yaitu sesi Reading. Hari kedua akan berfokus pada pelatihan Listening dan Structure. Hari terakhir adalah sesi pelaksanaan UAEPT dan penutupan. 

Saturday, February 14, 2026

Optimalkan Luaran Mahasiswa, Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Udayana Gelar Pembekalan Kunjungan Situs Sejarah

 

Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Udayana menggelar pembekalan Kunjungan Situs Sejarah, Kamis 12 Februari 2026. Pembekalan ini diawali dengan pembukaan secara resmi oleh Koordinator Prodi Ilmu Sejarah Universitas Udayana, Prof. Dr. phil. I Ketut Ardhana, M.A. Dalam sambutannya, Prof. Ardhana menyampaikan bahwa kegiatan Kunjungan Situs Sejarah sudah seharusnya dikemas agar mahasiswa dan dosen Sejarah Universitas Udayana semakin banyak memiliki ide yang bisa ditulis dan dihasilkan sebagai luaran, tidak hanya di tingkat lokal namun juga pada skala nasional maupun internasional. Prof. Ardhana menegaskan bahwa kegiatan Kunjungan Situs Sejarah ini merupakan agenda pertama yang akan terhubung dengan agenda lainnya, salah satunya International Conferences IFSSO “Religion, Secularization, and Modernization in Comparative Perspective” 21 April 2026 mendatang. 

I Kadek Surya Jayadi, S.S.,M.A. selaku ketua panitia menyampaikan bahwa jika kegiatan pembekalan ini dikemas secara menyenangkan dan memberikan manfaat secara signifikan, “Terlepas dari kekurangannya, maka ikhtiar ini sudah seyogyanya akan semakin mengoptimalkan capaian luaran mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Udayana”. Untuk memenuhi harapan tersebut, kegiatan Kunjungan Situs Sejarah 2026 diawali dengan pembekalan dengan materi pembekalan yang diberikan oleh seluruh dosen prodi Ilmu Sejarah Universitas Udayana. Materi pembekalan meliputi gambaran historis Karangasem tentang multikulturalisme, etika penelitian, dan sejarah lisan. Pembekalan juga dilengkapi dengan workshop penulisan esai dan pembuatan video promosi pariwisata. Pembekalan tidak terkesan membosankan karena dalam pembekalan mahasiswa karena langsung diberikan praktek menyusun pertanyaan wawancara atau praktek membuat video. 

Kegiatan pembekalan ini diharapkan mampu menjadi fondasi akademik yang kuat bagi mahasiswa sebelum terjun langsung ke lapangan dalam Kunjungan Situs Sejarah 2026. Melalui sinergi antara teori dan praktik, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman empiris, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan karya ilmiah, esai populer, hingga konten edukatif yang bernilai publikasi. Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Udayana berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis riset dan luaran konkret sebagai bagian dari penguatan kualitas akademik serta kontribusi nyata bagi pengembangan kajian sejarah di tingkat nasional maupun internasional.

Thursday, February 12, 2026

Kuliah Umum “Tipologi Konstruksi Pasif Analitik di Bahasa-Bahasa Asia Tenggara: Suatu Kajian Awal” dengan Associate Prof. Hiroki Nomoto dari Tokyo University of Foreign Studies

 


Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana kembali menghadirkan forum akademik internasional melalui kegiatan Kuliah Umum yang diselenggarakan pada tanggal 12 Februari 2026. Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. sedangkan Moderator dalam kegiatan tersebut yaitu Gede Primahadi Wijaya Rajeg Ph.D.  Pelaksanaan kuliah umum dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom dan dihadiri oleh Ketua UP2M Fakultas Ilmu Budaya yaitu Dr. Ngurah Indra Pradhana, S.S., M.Hum., para mahasiswa dan dosen di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya.

Dalam kesempatan tersebut, Associate Prof. Hiroki Nomoto dari Tokyo University of Foreign Studies membawakan materi berjudul “Tipologi Konstruksi Pasif Analitik di Bahasa-Bahasa Asia Tenggara: Suatu Kajian Awal”. Kuliah tamu ini mengupas secara mendalam perbedaan antara pasif sintesis dan pasif analitik, serta menawarkan perspektif teoritis mengenai definisi dan klasifikasi konstruksi pasif. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi ilmiah yang memperkaya kajian linguistik, khususnya dalam bidang sintaksis dan tipologi bahasa di kawasan Asia Tenggara. Pada paparannya, Associate Prof. Hiroki Nomoto menjelaskan bahwa tidak ada satu definisi pasif yang berlaku secara universal, melainkan terdapat fitur morfosintaksis tertentu yang mencirikan konstruksi pasif. Ia menekankan pentingnya melihat pasif dari sudut argumen dalam (internal argument), terutama untuk bahasa-bahasa di Nusantara yang memiliki karakteristik diatesis berbeda dengan bahasa-bahasa Eropa. Melalui pendekatan teoritis struktur frasa verba berlapis tiga, Nomoto memaparkan peran voice maker dan voice marker dalam membentuk konstruksi aktif dan pasif. Penjelasan ini memperlihatkan bagaimana analisis sintaksis modern dapat menjembatani perbedaan struktur bahasa Melayu, Indonesia, Bali, hingga bahasa-bahasa lain di Asia Tenggara.

Lebih lanjut, penelitian ini mengklasifikasikan pasif analitik berdasarkan tiga ciri utama, yakni kategori sintaksis Aux, kemandirian morfologis, dan makna modalitas Aux. Berbagai contoh bahasa seperti Bahasa Melayu Standar (kena), Bahasa Vietnam (bị), Melayu Patani (kenor), hingga bahasa-bahasa di Sarawak dipaparkan untuk menunjukkan variasi tipologis konstruksi pasif analitik. Melalui pemetaan tipologi ini, penelitian tentang konstruksi pasif analitik di Asia Tenggara diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan teori sintaksis dan studi perbandingan bahasa. Kegiatan Kuliah Umum ini sekaligus menegaskan komitmen Universitas Udayana dalam mendorong kolaborasi riset internasional dan penguatan kajian Linguistik di tingkat global.


Wednesday, February 11, 2026

Pertukaran budaya antara Osaka University, Jepang dan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

 



Pertukaran budaya antara Osaka University, Jepang dan Fakultas Ilmu Budaya  Universitas Udayana digelar di Auditorium Widya Sabha pada tanggal 12 Pebruari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan akademik dan kebudayaan antara kedua institusi, sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional di bidang pendidikan dan kebudayaan. Acara tersebut dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, serta delegasi dari Osaka University yang turut memperkenalkan budaya dan sistem pendidikan di Jepang.

Dalam sambutannya, Koprodi Sastra Jepang FIB Universitas Udayana, Dr. Silvia Damayanti, S.S., M.Hum. menyampaikan bahwa kegiatan cultural exchange ini merupakan wadah strategis untuk mendorong pemahaman lintas budaya dan memperkuat kolaborasi akademik di masa mendatang. Mahasiswa dari Udayana dapat mempelajari budaya pernikahan Jepang dan upacara matsui yang ada di Jepang sedangkan mahasiswa Jepang dapat mempelajari tulisan tradisional dan Bahasa Indonesia.

Assoc. Prof. Morita Atsushi dari Osaka International University menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan serta harapan agar kerja sama ini dapat berkembang dalam bentuk program pertukaran mahasiswa, joint research, maupun kuliah tamu internasional. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi presentasi, diskusi, serta tanya jawab antara mahasiswa kedua institusi.

Kegiatan pertukaran budaya ini juga diisi dengan penampilan seni dan pengenalan budaya masing-masing negara, yang semakin memperkaya wawasan peserta mengenai keberagaman tradisi Indonesia dan Jepang. Antusiasme mahasiswa terlihat dari partisipasi aktif dalam setiap rangkaian acara, menunjukkan tingginya minat terhadap program internasional. Melalui kegiatan ini, FIB Universitas Udayana dan Osaka International University diharapkan dapat terus membangun sinergi yang berkelanjutan dalam pengembangan akademik dan penguatan diplomasi budaya.

FIB Unud Gelar KELIR Seri 1: Menenun Masa Depan Bahasa dan Budaya Bali di Era Digital

  Program Studi Linguistik Program Doktor Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana resmi menggelar edisi perdana Kolokium Eksplorasi Linguis...