Monday, February 9, 2026

Keberhasilan Gede Budi Hartawan Meraih Juara I dalam Lomba Sakubun Universitas Hiroshima untuk Peserta Indonesia ke-2

 



Lomba Sakubun Universitas Hiroshima untuk Peserta Indonesia ke-2 merupakan kompetisi menulis bahasa Jepang yang diselenggarakan oleh Universitas Hiroshima bekerja sama dengan Universitas Dharma Persada. Lomba ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Pendidikan Indonesia, serta beberapa perguruan tinggi lainnya, sehingga kompetisi ini memiliki cakupan peserta yang luas dan tergolong sebagai lomba tingkat nasional. Pelaksanaan lomba berlangsung pada November 2025, dengan pengumuman hasil akhir pada Februari 2026. Dalam lomba tersebut, panitia menetapkan tiga pilihan tema yang dapat dipilih oleh peserta. Gede Budi Hartawan memilih tema ketiga yaitu “Guru Bahasa Jepang yang Menginspirasi Hidup Saya: Sebuah Ucapan Terima Kasih.” Sakubun yang ditulis berjudul 「割れたレンズに映った希望」(Harapan yang Tercermin dalam Lensa yang Retak). Tema ini dipilih sebagai bentuk refleksi atas pengalaman pribadi Budi sekaligus sebagai ungkapan apresiasi terhadap dedikasi pengajar bahasa Jepang yang memberikan pengaruh besar dalam perjalanan akademiknya.

Sakubun yang dilombakan memiliki ketentuan jumlah karakter sebanyak 1.500–1.700 karakter dan ditulis menggunakan bahasa Jepang yang mudah dipahami serta mampu menarik perhatian pembaca. Pelaksanaan lomba ini terdiri atas beberapa tahapan, yaitu seleksi naskah tertulis yang kemudian dilanjutkan dengan seleksi wawancara, sebelum akhirnya ditentukan pemenang lomba. Proses penulisan sakubun yang dilakukan oleh Budi melalui tahapan yang panjang dan penuh tantangan. Kesulitan utama yang dihadapi terletak pada penyusunan bagian pembuka tulisan, sehingga diperlukan proses revisi berulang kali hingga diperoleh sakubun yang sesuai. Selama proses tersebut, Budi memperoleh pendampingan dan dukungan secara maksimal dari pembimbingnya. Tantangan terbesar dalam penulisan ini adalah menghadirkan sakubun yang hidup dan mampu menyampaikan emosi secara mendalam kepada pembaca.

Penilaian lomba sakubun mencakup beberapa aspek, antara lain isi tulisan, orisinalitas karya, keaslian naskah yang tidak menggunakan bantuan kecerdasan buatan (AI), serta ketepatan penggunaan tata bahasa Jepang. Keunggulan sakubun karya Budi terletak pada kekuatan pengalaman pribadi yang disampaikan secara jujur dan reflektif, sehingga mampu memberikan kesan mendalam bagi pembaca. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, Budi berhasil meraih Juara I dalam Lomba Sakubun Universitas Hiroshima untuk Peserta Indonesia ke-2. Pencapaian ini menjadi sarana evaluasi sekaligus pengembangan kemampuan akademik, khususnya dalam bidang penulisan bahasa Jepang. Selain itu, keikutsertaannya dalam lomba ini turut meningkatkan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Jepang, baik secara tertulis maupun lisan. Ke depannya, Budi berharap dapat terus mengembangkan kemampuannya dan berpartisipasi dalam berbagai kompetisi akademik serupa.

Sunday, February 8, 2026

Pencapaian I Gusti Bagus Ryan Pradnyana sebagai Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Jepang Sakura Cup ke-7


 

Lomba Pidato Bahasa Jepang Sakura Cup ke-7 diselenggarakan oleh Bali Japan Club dan bertempat di Kuta, Bali. Lomba tingkat nasional ini diikuti oleh 37 peserta dari berbagai daerah. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, 10 peserta terpilih berkesempatan untuk mengikuti babak pidato secara luring (offline) yang dilaksanakan pada 8 Februari 2026. Dalam lomba tersebut, I Gusti Bagus Ryan Pradnyana membawakan pidato dengan tema 「先生から教えた勇気」(Keberanian yang Diajarkan oleh Sensei). Tema ini dipilih sebagai bentuk penghargaan dan refleksi atas peran seorang sensei yang telah membimbing Bagus sejak awal mempelajari bahasa Jepang semasa SMA. Melalui pidato ini, Bagus menyampaikan pengalaman pribadi yang bersifat emosional mengenai proses belajar bahasa Jepang serta nilai keberanian yang diperolehnya selama perjalanan tersebut.

Proses persiapan yang dilakukan Bagus tidaklah mudah. Ia harus menghafal naskah pidato, memperbaiki pelafalan dan intonasi, melatih ekspresi, serta meningkatkan kemampuan penguasaan panggung agar dapat tampil dengan percaya diri. Dengan bimbingan dari dosen, dukungan teman, serta keluarga, Bagus berhasil menyusun dan menyempurnakan naskah pidato hingga dapat lolos seleksi dan tampil pada babak final lomba.Pelaksanaan Lomba Pidato Bahasa Jepang Sakura Cup ke-7 berlangsung selama kurang lebih lima jam, dimulai dari tahap registrasi peserta, sambutan pembuka, acara tambahan, hingga pelaksanaan lomba pidato. Dalam kategori mahasiswa/umum, setiap peserta diwajibkan menyampaikan pidato dengan durasi 5–7 menit. Penilaian lomba mencakup beberapa aspek, yaitu isi dan tema naskah (30%), kemampuan bahasa Jepang (20%), ekspresi (20%), serta sesi tanya jawab (30%). Melalui persaingan yang ketat, Bagus berhasil meraih Juara III dalam Lomba Pidato Bahasa Jepang Sakura Cup ke-7.

Pencapaian ini tidak hanya dimaknai sebagai hasil perlombaan semata, tetapi juga sebagai proses pembelajaran dan pengembangan diri. Melalui keikutsertaannya dalam lomba ini, Bagus merasakan peningkatan kemampuan berbicara di depan umum dalam bahasa Jepang serta pemahaman yang lebih baik mengenai kepercayaan diri terhadap kemampuan yang dimilikinya. Ke depannya, Bagus berharap pengalaman ini dapat menjadi motivasi untuk terus berani mencoba, mengembangkan diri, dan menghadapi tantangan baru dalam bidang akademik maupun non akademik.

Re-nihong nihongo.unud.ac.id


Giat P3M Mahasiswa Antropologi Unud di Desa Besan, Klungkung

 


Rombongan mahasiswa dan dosen Antropologi Budaya, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana diterima Prebekel (Kepala Desa) Besan, Kecamatan Dawan, Klungkung – I Ketut Yasa – pada hari Senin, 9 Februari 2026, bertempat di wantilan Banjar Kawan, dalam rangka Pelatihan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M). Kegiatan P3M ini akan diselenggarakan 9-14 Februari 2026 dengan melibatkan 109 mahasiswa dan 12 dosen pendamping.

Dalam sambutannya, I Ketut Yasa menyampaikan bahwa pemerintah dan warga Desa Besan menyambut baik kegiatan tersebut. Ada 11 warga yang telah disiapkan sebagai orang tua asuh bagi mahasiswa yang akan tinggal di Desa Besan selama kegiatan berlangsung. Ia juga berharap kegiatan ini mampu berdampak terhadap pembangunan desa, terutama untuk mengoptimalkan berbagai potensi unggulan, seperti gula merah dan monkey bar sebagai daya tarik wisata. Selama di desa, mahasiswa diharapkan dapat berpartisipasi aktif mensukseskan program desa bersih dari sampah plastik. 

Selanjutnya, Koordinator Program Studi Antropologi Budaya – Dr. Nanang Sutrisno – mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan warga Desa Besan. Ia berpesan kepada mahasiswa agar menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk melatih keterampilannya dalam melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan turun langsung ke masyarakat. Sebagai calon antropolog, mahasiswa tidak hanya mempelajari masyarakat, tetapi juga belajar dari masyarakat. Selain menghasilkan laporan P3M, ia pun berharap dari kegiatan ini dapat menginspirasi setidaknya 4 skripsi yang berkualitas. Mengakhiri sambutannya, Koprodi berpesan agar mahasiswa menjaga sikap dan perilakunya selama tinggal di Desa Besan, termasuk menjunjung tinggi adat dan adab masyarakat setempat.

Thursday, February 5, 2026

Mahasiswa Asing Pelajari Aksara Bali dan Lontar di Unit Lontar FIB Universitas Udayana

 


Pada hari Kamis, 5 Pebruari 2026, pukul 10.30 Wita, Unit Lontar Universitas menerima kunjungan mahasiswa asing yang merupakan peserta Social Anthropology Short Course Program Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana yang berjumlah sepuluh orang. Dalam kunjungan yang berlangsung selama satu setengah jam tersebut, kegiatan dihadiri langsung oleh pimpinan Unit Lontar Unud, Prof. Dr. Drs. Putu Sutama, M.S., dan didampingi oleh dua orang staf Unit Lontar Unud. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan naskah lontar sebagai warisan budaya Bali kepada mahasiswa internasional. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi pembelajaran berbasis kearifan lokal di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya.

Dalam kunjungan mahasiswa asing tersebut, pimpinan dan dua orang staf Unit Lontar Unud memberikan penjelasan mengenai koleksi lontar yang ada di Unit Lontar Unud, aksara Bali, teknik penulisan aksara Bali di atas kertas dan daun lontar, serta isi naskah lontar dan lontar prasi. Penjelasan disampaikan secara interaktif sehingga mahasiswa dapat memahami fungsi lontar dalam kehidupan masyarakat Bali. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait pelestarian dan pemanfaatan lontar di era modern.

Dalam pelatihan penulisan aksara Bali di atas daun lontar, para mahasiswa menunjukkan antusiasme yang tinggi hingga mampu menulis aksara Bali menggunakan pengerupak. Kegiatan praktik ini memberikan pengalaman langsung yang berkesan bagi peserta dalam mengenal tradisi tulis Bali. Pada akhir pertemuan, para mahasiswa diberikan kenang-kenangan berupa lontar bertuliskan nama masing-masing mahasiswa dengan menggunakan aksara Bali. Pemberian cenderamata tersebut menjadi simbol apresiasi sekaligus pengingat atas pengalaman budaya yang mereka peroleh selama berkunjung ke Unit Lontar Universitas Udayana.

FIB Unud Menerima Kunjungan dari SMA Islam Terpadu Abu Bakar Yogyakarta

 


Pada hari Kamis 5 Februari 2026, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana  menerima kunjungan dari SMA Islam Terpadu Abu Bakar Yogyakarta. Kunjungan diterima di Auditorium Widya Sabha Mandala Gedung IB Mantra Lantai IV, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana. Kunjungan ini dihadiri oleh oleh siswa kelas XI beserta para guru pendamping yang berjumlah sekitar 160-an peserta. Rombongan disambut dan diterima dengan hangat oleh Dr. Ni Ketut Widhiarcani Matradewi, S.S., M.Hum. selaku ketua Unit Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (UP3M) Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana.

Kunjungan diawali dengan sambutan dari Drs. Ali Sugiyanto selaku perwakilan Komite SMA IT Abu Bakar Yogyakarta. Dalam sambutannya, beliau berterima kasih atas kesempatan yang diberikan FIB Unud. Beliau juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengunjungi berbagai kampus sebelumnya, seperti UMY, UNS, dan kunjungan ke FIB Unud sebagai destinasi terakhir. Dalam kunjungan kali ini, SMA IT Abu Bakar Yogyakarta memilih Universitas Udayana untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai salah satu universitas terbaik di Indonesia Timur.

Kunjungan ini dilanjutkan dengan pengenalan secara garis besar mengenai FIB Unud oleh Dr. Ni Ketut Widhiarcani Matradewi, S.S., M.Hum. selaku ketua Unit Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (UP3M) Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana. Beliau memperkenalkan sejarah dan keunikan dari FIB Unud sebagai fakultas pertama di Universitas Udayana yang pada saat pendiriannya, merupakan cabang dari Universitas Airlangga. Beliau juga menjelaskan mengenai fasilitas yang dimiliki FIB Unud, baik di kampus Nias maupun kampus Bukit Jimbaran. Selain itu, beliau juga memaparkan delapan program studi yang dinaungi beserta prospek kerja dari prodi-prodi tersebut. Lebih lanjut, beliau juga menjelaskan berbagai organisasi mahasiswa yang dinaungi FIB Unud, seperti BPMFIB, SMFIB, himpunan delapan (8) prodi sarjana, serta UKM akademik dan non-akademik.  

Pemaparan materi mengenai FIB Unud dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diikuti oleh kelas XI. Salah satu pertanyaan yang dilontarkan adalah program studi di FIB Unud yang paling banyak diminati dari segi calon pendaftar. Kunjungan diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan dari SMA IT Abu Bakar Yogyakarta kepada FIB Unud. Harapannya, kunjungan ini mampu memberikan wawasan serta opsi kepada para siswa kelas XI sebagai bekal untuk memilih universitas yang sesuai dengan minat mereka.


Tuesday, February 3, 2026

Calon Mahasiswa Wajib Tahu Nilai Rapor Minimal SNBP di FIB Unud

 


Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 menjadi salah satu jalur masuk perguruan tinggi negeri yang banyak diminati calon mahasiswa. Dalam pelaksanaannya, tahapan SNBP dimulai dari registrasi akun SNPMB siswa yang dibuka pada 12 Januari hingga 18 Februari 2026, dilanjutkan dengan pendaftaran SNBP pada 3–18 Februari 2026. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 31 Maret 2026, sementara kartu peserta SNBP dapat diunduh mulai 3 Februari hingga 30 April 2026.

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana sebagai fakultas tertua di Universitas Udayana menawarkan delapan program studi jenjang sarjana yang dapat dipilih melalui jalur SNBP. Program studi tersebut meliputi Sastra Bali, Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Jawa Kuno, Sastra Jepang, Arkeologi, Antropologi Budaya, dan Ilmu Sejarah. Seluruh program studi ini berfokus pada pengembangan keilmuan humaniora dan pelestarian nilai-nilai budaya.

Berdasarkan data nilai, rata-rata nilai rapor minimal yang perlu diperhatikan calon pendaftar untuk meningkatkan peluang lolos SNBP di FIB UNUD. Program Studi Sastra Bali memiliki nilai minimal 80,42; Sastra Indonesia 81,64; Sastra Inggris 87,61, Sastra Jawa Kuno 80,12; Sastra Jepang 84,78; Arkeologi 81,07; Antropologi Budaya 82,65; dan Ilmu Sejarah 81,90. Nilai tersebut dapat menjadi acuan awal bagi siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi.

Selain capaian akademik, penyertaan sertifikat prestasi akademik maupun non-akademik juga dapat membantu meningkatkan peluang diterima melalui jalur SNBP. Dengan persiapan yang matang dan informasi yang tepat, calon mahasiswa diharapkan dapat menentukan pilihan program studi sesuai minat dan kemampuannya. 


Monday, February 2, 2026

Perkuat Keberlanjutan Prodi, S2 Kajian Budaya FIB UNUD Jalani Asesmen Lapangan Reakreditasi

 


Program Studi S2 Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana melaksanakan Asesmen Lapangan Reakreditasi S2 Kajian Budaya FIB UNUD yang berlangsung pada 2–4 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Ir. Soekarno, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Denpasar, sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar nasional akreditasi.

Agenda pembukaan asesmen diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa keberadaan Program Studi S2 Kajian Budaya sejalan dengan amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan dan diharapkan menjadi garda terdepan dalam pengembangan akademik bidang kajian budaya. Ia juga menyampaikan bahwa program studi ini menghadapi tantangan yang besar akibat keberadaan program sejenis yang memiliki kemiripan, khususnya di Pulau Jawa, sehingga berimplikasi pada keberlanjutan program studi.

Selanjutnya, Prof. Aryawibawa menjelaskan bahwa melalui analisis SWOT, Program Studi S2 Kajian Budaya berada pada posisi kuadran agresif. Oleh karena itu, berbagai langkah strategis telah dilakukan, antara lain revisi kurikulum yang difasilitasi oleh Ketua UP3M, serta sosialisasi program studi untuk meningkatkan visibilitas yang berdampak pada peningkatan jumlah mahasiswa. Melalui asesmen lapangan ini, pihak fakultas berharap asesor eksternal dapat menilai secara lebih spesifik dan mendalam kualitas pelayanan operasional program studi, serta memberikan masukan agar penyelenggaraan pendidikan tetap berjalan sesuai kerangka standar perguruan tinggi di Indonesia.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Udayana, Prof. Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr.Sc., Ph.D., yang mewakili Rektor Universitas Udayana. Ia menyampaikan bahwa akreditasi merupakan instrumen penting dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan, terlebih dalam upaya Universitas Udayana bertransformasi menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH). Menurutnya, budaya merupakan roh Universitas Udayana, sehingga Fakultas Ilmu Budaya dan Program Studi Kajian Budaya memiliki peran strategis dalam menjaga jati diri universitas di tengah arus globalisasi. Ia juga menyampaikan dukungan penuh universitas terhadap proses asesmen serta harapan agar masukan dari asesor dapat membuka ruang peningkatan mutu, meskipun dengan keterbatasan sumber daya.

Perwakilan asesor BAN-PT, Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum. dari Universitas Sebelas Maret, dalam sambutannya membuka dengan pantun dan menyampaikan bahwa dirinya bersama Dr. Kastam Syamsi telah mempersiapkan diri untuk melakukan asesmen secara mendalam. Ia menegaskan bahwa proses asesmen akan difokuskan pada pencermatan dan klarifikasi terhadap data yang telah dilaporkan kepada BAN-PT, serta membuka ruang dialog dengan sivitas akademika. Ia juga menyampaikan ketertarikannya untuk melihat secara langsung fokus laboratorium dan pengembangan keilmuan Kajian Budaya yang mendukung pelestarian budaya.

Sambutan asesor selanjutnya disampaikan oleh Dr. Kastam Syamsi, M.Ed. dari Universitas Negeri Yogyakarta, yang menegaskan bahwa peran asesor eksternal adalah menghimpun dan menggonfirmasi data dari sistem penjaminan mutu internal. Ia berharap Program Studi S2 Kajian Budaya dapat terus berkembang di tengah tantangan marginalisasi bidang humaniora, serta tetap menjadi program studi pembinaan budaya agar tidak kalah oleh dominasi budaya asing.

Rangkaian kegiatan pembukaan asesmen ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan pernyataan asesmen lapangan oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya dan para asesor BAN-PT, yang didampingi oleh Wakil Rektor I Universitas Udayana, Ketua UP3M, serta Koordinator Program Studi S2 Kajian Budaya. Melalui asesmen lapangan ini, Program Studi S2 Kajian Budaya diharapkan semakin memperkuat kualitas akademik dan kontribusinya dalam pengembangan serta pelestarian budaya.


FIB Unud Gelar KELIR Seri 1: Menenun Masa Depan Bahasa dan Budaya Bali di Era Digital

  Program Studi Linguistik Program Doktor Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana resmi menggelar edisi perdana Kolokium Eksplorasi Linguis...