Lomba Sakubun Universitas
Hiroshima untuk Peserta Indonesia ke-2 merupakan kompetisi menulis bahasa
Jepang yang diselenggarakan oleh Universitas Hiroshima bekerja sama dengan
Universitas Dharma Persada. Lomba ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas
di Indonesia, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya,
Universitas Pendidikan Indonesia, serta beberapa perguruan tinggi lainnya,
sehingga kompetisi ini memiliki cakupan peserta yang luas dan tergolong sebagai
lomba tingkat nasional. Pelaksanaan lomba berlangsung pada November 2025,
dengan pengumuman hasil akhir pada Februari 2026. Dalam lomba tersebut, panitia
menetapkan tiga pilihan tema yang dapat dipilih oleh peserta. Gede Budi
Hartawan memilih tema ketiga yaitu “Guru Bahasa Jepang yang Menginspirasi
Hidup Saya: Sebuah Ucapan Terima Kasih.” Sakubun yang ditulis berjudul 「割れたレンズに映った希望」(Harapan
yang Tercermin dalam Lensa yang Retak). Tema ini dipilih sebagai bentuk
refleksi atas pengalaman pribadi Budi sekaligus sebagai ungkapan apresiasi
terhadap dedikasi pengajar bahasa Jepang yang memberikan pengaruh besar dalam
perjalanan akademiknya.
Sakubun yang dilombakan memiliki
ketentuan jumlah karakter sebanyak 1.500–1.700 karakter dan ditulis menggunakan
bahasa Jepang yang mudah dipahami serta mampu menarik perhatian pembaca.
Pelaksanaan lomba ini terdiri atas beberapa tahapan, yaitu seleksi naskah
tertulis yang kemudian dilanjutkan dengan seleksi wawancara, sebelum akhirnya
ditentukan pemenang lomba. Proses penulisan sakubun yang dilakukan oleh Budi
melalui tahapan yang panjang dan penuh tantangan. Kesulitan utama yang dihadapi
terletak pada penyusunan bagian pembuka tulisan, sehingga diperlukan proses
revisi berulang kali hingga diperoleh sakubun yang sesuai. Selama proses
tersebut, Budi memperoleh pendampingan dan dukungan secara maksimal dari
pembimbingnya. Tantangan terbesar dalam penulisan ini adalah menghadirkan
sakubun yang hidup dan mampu menyampaikan emosi secara mendalam kepada pembaca.
Penilaian lomba sakubun mencakup
beberapa aspek, antara lain isi tulisan, orisinalitas karya, keaslian naskah
yang tidak menggunakan bantuan kecerdasan buatan (AI), serta ketepatan
penggunaan tata bahasa Jepang. Keunggulan sakubun karya Budi terletak pada
kekuatan pengalaman pribadi yang disampaikan secara jujur dan reflektif,
sehingga mampu memberikan kesan mendalam bagi pembaca. Berdasarkan hasil
penilaian tersebut, Budi berhasil meraih Juara I dalam Lomba Sakubun
Universitas Hiroshima untuk Peserta Indonesia ke-2. Pencapaian ini menjadi
sarana evaluasi sekaligus pengembangan kemampuan akademik, khususnya dalam
bidang penulisan bahasa Jepang. Selain itu, keikutsertaannya dalam lomba ini
turut meningkatkan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Jepang, baik
secara tertulis maupun lisan. Ke depannya, Budi berharap dapat terus
mengembangkan kemampuannya dan berpartisipasi dalam berbagai kompetisi akademik
serupa.

.jpg)

