FreTalk
pada hari Senin, 15 Des. 2025 di Ruang Soekarno, Fakultas Ilmu Budaya,
Universitas Udayana berjudul “Ngklompu and Typology of exponence”. Pembicaranya
adalah Mae Carroll, Ph.D. dari
University of Melbourne. Kegiatan
tersebut dibuka oleh Wakil Dekan I, Bapak Dr. I
Gede Oeinada, S.S., M.Hum. dan didampingi oleh Ketua UP2M FIB yaitu Prof. Dr. I
Made Netra, S.S., M.Hum. Moderator acara adalah Gede
Primahadi Wijaya Rajeg, PhD. yang memandu acara FreTalk dan dihadiri
oleh para dosen di lingkungan Program Studi FIB serta mahasiswa S2, S3 FIB.
Penelitian
linguistik “Ngkolmpu and Typology of Exponence” mengangkat bahasa
Ngkolmpu, salah satu bahasa daerah di Papua Selatan, sebagai contoh ekstrem
dalam sistem morfologi infleksional dunia. Bahasa Ngkolmpu, yang termasuk dalam
rumpun bahasa Yam dan dituturkan oleh sekitar 200 penutur di Desa Yanggandur, Kabupaten
Merauke, menunjukkan tingkat kompleksitas yang sangat tinggi dalam penandaan
gramatikal pada kata kerja.
Penelitian
ini membandingkan Ngkolmpu dengan bahasa lain di dunia, termasuk bahasa
Indonesia standar yang tidak memiliki morfologi infleksional meskipun kaya akan
morfologi derivasional. Dalam bahasa Ngkolmpu, satu verba transitif dapat
mengalami infleksi untuk lebih dari 3.000 kombinasi fitur gramatikal, seperti
jumlah dan kategori lainnya, yang ditandai secara bersamaan melalui berbagai
unsur morfologis. Peneliti menjelaskan berbagai cara informasi
infleksional dikodekan dalam bahasa-bahasa di dunia serta menempatkan bahasa
Ngkolmpu dalam peta tipologi linguistik global. Penelitian ini tidak hanya
memperkaya pemahaman tentang keragaman bahasa, tetapi juga menegaskan
pentingnya pelestarian bahasa daerah sebagai sumber pengetahuan linguistik yang
bernilai tinggi.

No comments:
Post a Comment